Karolin Minta Petani Kompak Mengembangkan Pertanian Di Landak

CSS/JS FIT

CSS IKLAN

IKLAN - Scroll ke bawah untuk membaca berita
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

Kamis, 15 Desember 2022

Karolin Minta Petani Kompak Mengembangkan Pertanian Di Landak

Ikuti kami:
Google Google
Karolin Minta Petani Kompak Mengembangkan Pertanian Di Landak
Karolin Minta Petani Kompak Mengembangkan Pertanian Di Landak. (Ho-Dekky)
Landak – Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Landak Karolin Margret Natasa mengajak para petani untuk bisa mengetahui jenis-jenis hama sebelum melakukan penanaman, hal tersebut disampaikan Karolin saat memberikan penyuluhan hama terpadu di 3 Kecamatan yakni Kecamatan Menyuke, Kecamatan Meranti dan Kecamatan Banyuke Hulu, kamis (15/12/22).

Karolin menyampaikan bahwa ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui jenis-jenis hama tersebut dengan melakukan persiapan sebelum tanam seperti jenis benih, tanaman pengalih perhatian hama, jarak tanam dan musuh alami hama.

"Pilih benih bagus yang tahan terhadap hama,  kemudian kenali bibit yang kita taman karena bisa mengetahui jenis hama yang akan merusak tanaman sehingga hasil produksi juga bagus. Selain itu, musuh alami hama juga harus kita ketahui seperti ular dan burung hantu itu merupakan musuh alami bagi tikus, dan terakhir tanam tanaman pengalih perhatian hama dipinggir sawah kita seperti bunga dengan warna yang cerah," ucap Karolin.

Karolin menjelaskan bahwa pengendalian hama menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan produksi pertanian para petani dan terhindar dari gagal panen. Dan pengandaian hama juga menjadi sorotan pemerintah karena menjadi kebijakan pemerintah dalam program perlindungan tanaman.

"Hama ini menjadi perhatian serius oleh pemerintah, karena perlindungan hama masuk didalam Undangan-undangan nomor 12 tahun 1992 tentang sistem budidaya tanaman dan Peraturan Pemerintah nomor 6 tahun 1995 tentang perlindungan tanaman. Hal ini dikarenakan hama menjadi salah satu faktor untuk gagal panen yang berakibat pada menurunnya produksi pertanian," jelas Karolin.

Bupati Landak periode 2017-2022 Karolin Margret Natasa berpesan agar para petani tetap selalu kompak untuk bersama-sama mengembangkan pertanian di Kabupaten Landak.

"Pesan Saya KTA harus tetap kompak untuk mengembangkan potensi pertanian di Kabupaten Landak, melalui penyuluhan dan buku saku ini harus dipelajari dan dipraktekkan serta dikembangkan ilmunya itu kepada para petani yang lain juga, supaya kita sama-sama bisa maju," pesan Karolin.

(Yakop/Dekky)
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Published: Redaksi
Google Logo Add on Google

Bagikan artikel ini

  

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.

IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
Logo Borneotribun
CARI WARTAWAN
Bergabung bersama tim media Borneotribun.com sekarang juga.