Peresmian Rumah Melayu Sekadau: Bukti Komitmen Melestarikan Adat dan Budaya

CSS/JS FIT

CSS IKLAN

IKLAN - Scroll ke bawah untuk membaca berita
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

Rabu, 31 Juli 2024

Peresmian Rumah Melayu Sekadau: Bukti Komitmen Melestarikan Adat dan Budaya

Ikuti kami:
Google Google
Bupati Sekadau, Aron meresmikan Rumah Melayu Kabupaten Sekadau. (Borneotribun/Arni/Yakop)
SEKADAU - Di tanggal (31/7/2024) menjadi momen bersejarah bagi masyarakat Sekadau dengan diresmikannya Rumah Melayu oleh Bupati Sekadau, Aron. Peresmian ini ditandai dengan pembukaan tirai plang Rumah Melayu, penandatanganan prasasti, dan pengguntingan pita oleh Bupati Aron yang didampingi oleh Forkompinda dan pengurus MABM.

Ketua Panitia Peresmian Rumah Melayu, Muhammad Isa, yang juga Sekda Sekadau, menyampaikan bahwa pembangunan Rumah Melayu merupakan aspirasi dan kerinduan para tokoh Melayu Sekadau sejak Sekadau resmi menjadi Kabupaten pada tahun 2023.

"Pada tahun 2024 ini, Rumah Melayu akhirnya dapat diresmikan. Pembangunan dimulai pada tanggal 12 Juli 2023 dengan peletakan batu pertama oleh Bapak Bupati Aron," jelas Isa.
Bupati Sekadau, Aron meresmikan Rumah Melayu Kabupaten Sekadau. (Borneotribun/Arni/Yakop)
Rumah Melayu Sekadau memiliki luas 424 meter persegi dengan ruang pertemuan seluas 216 meter persegi. Menurut Sekda, pembangunan Rumah Melayu adalah bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Sekadau untuk menjaga adat dan budaya agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Bupati Sekadau, Aron, dalam sambutannya menyatakan bahwa berdirinya Rumah Melayu ini merupakan sebuah sejarah yang megah di tengah kota.

"Ini juga merupakan komitmen Pemerintah Daerah atas inisiasi para tokoh masyarakat yang meminta didirikannya Rumah Melayu. Pemerintah daerah menganggarkan di APBD dan pembangunan berlangsung selama 1 tahun 9 bulan," kata Bupati Aron.

Sebagai Bupati, Aron meminta agar adat dan budaya tetap dilestarikan. Dengan diresmikannya Rumah Melayu ini, Bupati berharap tempat tersebut dapat dijadikan pusat musyawarah dan mufakat.

"Rumah Melayu juga bisa digunakan untuk acara budaya dan kegiatan lainnya. Pemda juga dapat memanfaatkan Rumah Melayu ini untuk berbagai kegiatan mengingat aula yang cukup besar," tambah Aron.

Ia juga berpesan agar Rumah Melayu yang telah dibangun dapat difungsikan dengan baik.

"Penataan halaman Rumah Melayu sudah diajukan ke pemerintah Provinsi dan berharap tahun depan bisa diakomodir dari APBD-P Kalbar. Kami juga berharap bagian belakang bisa dibangun paviliun dan fasilitas WC umum," papar Aron.
Bupati Sekadau, Aron meresmikan Rumah Melayu Kabupaten Sekadau. (Borneotribun/Arni/Yakop)
Bupati Sekadau, Aron meresmikan Rumah Melayu Kabupaten Sekadau. (Borneotribun/Arni/Yakop)
Setelah peresmian, Bupati Aron bersama Forkompimda serta tamu undangan menghadiri pelantikan pengurus MABM Kabupaten Sekadau masa Bhakti 2024 - 2029. Acara ini menambah makna penting dari peresmian Rumah Melayu yang akan menjadi simbol budaya dan pusat kegiatan masyarakat Melayu di Sekadau.

Dengan diresmikannya Rumah Melayu, diharapkan masyarakat Sekadau semakin bersemangat melestarikan adat dan budaya, serta menjadikan Rumah Melayu sebagai tempat berkumpul dan bermusyawarah.

_arni/yakop_
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Published: Redaksi
Google Logo Add on Google

Bagikan artikel ini

  

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.

IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
Logo Borneotribun
CARI WARTAWAN
Bergabung bersama tim media Borneotribun.com sekarang juga.