Korban Penganiayaan Preman Bayaran Kontraktor Lapor Polisi

CSS/JS FIT

CSS IKLAN

IKLAN - Scroll ke bawah untuk membaca berita
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

Sabtu, 24 Agustus 2024

Korban Penganiayaan Preman Bayaran Kontraktor Lapor Polisi

Ikuti kami:
Google Google
Foto: Korban penganiayaan lapor polisi.


KETAPANG - Seorang wartawan di Ketapang bernama Teguh menjadi korban penganiayaan oleh oknum preman bayaran kontraktor proyek milik dinas PU Ketapang, Kamis 22 Augustus 2024.


Tindakan preman itu disaksikan beberapa orang termasuk seorang PNS dinas dimaksud bernama Bernard. 


Diduga ulah preman itu atas perintah kontraktor karena kontraktor dan dinas PU Ketapang tak terima diberitakan miring pekerjaan proyek senilai Rp. 1,2 miliar. 


Belakangan diketahui, preman itu bernama panggilan Pak Ngah, seorang oknum warga yang berasal dari kecamatan Pulau Maya Karimata kabupaten Kayong Utara (KKU) dan kabarnya bertempat tinggal di Teluk Melano. 


Aksi preman "abang jago" ini direkam oleh warga. Nampak dalam vidio, preman pak Ngah ini mengenakan baju berwarna hijau tua lengan panjang secara mendadak menyerang Teguh dari belakang saat Teguh berbicara dengan beberapa orang salah satunya Bernard dan seorang lelaki berbaju kemeja putih. 


Pukulan preman Pak Ngah dari belakang kepada Teguh mengenai leher, kepala dan badan. Akibatnya, Teguh merasa kesakitan dan langsung membuat laporan polisi. 


Dikonfirmasi kepada Kasat Reskrim Polres Ketapang AKP Wawan Darmawan, mengatakan, kasus ini menjadi atensi, dan sudah masuk menjadi laporan polisi (LP).


"Benar kita arahkan langsung buat LP. Kita atensi bersama dan kita kawal," jawab Wawan, Jumat malam (23/8/24).


Sebagai informasi, kasus ini berawal ketika Teguh memberitakan soal proyek pembangunan Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB yang dikerjakan oleh CV Mitra Gading yang intinya material yang dipakai tak bermutu serta disangka tidak sesuai rencana biaya atau RAB proyek.


Teguh kemudian di telpon Bernard si PNS PU untuk menunjukan konten berita yang dimaksud Teguh. Nah, ketika di lokasi proyek itulah, si preman Pak Ngah secara tiba-tiba memukul Teguh dari belakang. Dan persoalan inipun berproses di Polres Ketapang. (Mz)


Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Published: Hermanto
Google Logo Add on Google

Bagikan artikel ini

  

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.

IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
Logo Borneotribun
CARI WARTAWAN
Bergabung bersama tim media Borneotribun.com sekarang juga.