Jalan Rusak di Perbatasan Sanggau dan Sekadau Makin Parah, Warga Keluhkan Kurangnya Perhatian Pemerintah
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

Minggu, 09 Maret 2025

Jalan Rusak di Perbatasan Sanggau dan Sekadau Makin Parah, Warga Keluhkan Kurangnya Perhatian Pemerintah

Ikuti kami:
Google
Jalan Rusak di Perbatasan Sanggau dan Sekadau Makin Parah, Warga Keluhkan Kurangnya Perhatian Pemerintah
Jalan Rusak di Perbatasan Sanggau dan Sekadau Makin Parah, Warga Keluhkan Kurangnya Perhatian Pemerintah.

KALBAR – Kondisi jalan di pelosok desa yang berada di perbatasan Kabupaten Sanggau dan Sekadau, tepatnya di Kecamatan Jangkang dan Belitang Hulu, semakin memprihatinkan. Seorang pengguna media sosial Facebook dengan nama akun Pelipus membagikan foto dan keluhannya mengenai jalan yang tidak pernah diperbaiki oleh pemerintah, bahkan kondisinya kini semakin parah.

Unggahan ini pun mendapat banyak respons dari warganet, salah satunya dari Siprianus Talen yang berkomentar, “Pemerintah lagi urus makan gratis…” yang seolah menyindir fokus pemerintah pada program lain sementara infrastruktur dasar seperti jalan masih terbengkalai.

Kondisi Jalan Memperburuk Akses Warga

Berdasarkan informasi dari warga sekitar, jalan ini merupakan akses utama bagi masyarakat setempat. Sayangnya, kondisi jalan yang berlubang, berlumpur saat hujan membuat aktivitas warga terganggu. Pengguna jalan, termasuk petani yang ingin mengangkut hasil panen, pelajar yang berangkat ke sekolah, dan warga yang membutuhkan layanan kesehatan, harus menghadapi medan yang sulit setiap hari.

“Kalau musim hujan, kendaraan susah lewat karena banyak kubangan. Kalau kemarau, debunya tebal sampai mengganggu pernapasan,” ujar Anton salah satu warga yang mengandalkan jalan ini untuk bekerja sehari-hari.

Keluhan terkait jalan rusak diwilayah tersebut bukanlah hal baru. Warga sudah berkali-kali menyuarakan harapan agar pemerintah daerah, baik Kabupaten Sanggau maupun Sekadau, segera turun tangan untuk melakukan perbaikan. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan konkret yang terlihat.

Beberapa warga mengaku pernah melaporkan kondisi jalan ini ke pemerintah, namun mereka hanya mendapatkan jawaban bahwa anggaran masih terbatas.

“Kami berharap ada solusi dari pemerintah, minimal ada perbaikan darurat supaya jalan bisa dilewati dengan lebih aman,” kata seorang warga lainnya.

Peran Media Sosial dalam Menyuarakan Aspirasi

Unggahan di media sosial seperti yang dilakukan oleh Pelipus menjadi salah satu cara bagi warga untuk menarik perhatian publik dan pemerintah terhadap permasalahan yang mereka hadapi. Tak jarang, keluhan yang viral di media sosial akhirnya mendapatkan tanggapan dari pihak berwenang.

Masyarakat berharap agar pemerintah daerah segera meninjau kondisi jalan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Infrastruktur yang baik bukan hanya sekadar akses transportasi, tetapi juga menjadi penunjang utama dalam meningkatkan kesejahteraan warga.

Kini, tinggal menunggu apakah pemerintah akan mendengar dan segera bertindak, ataukah warga masih harus bersabar lebih lama lagi menghadapi jalan rusak yang semakin parah.

Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Google Logo Add on Google
Redaksi
Redaksi
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Bagikan artikel ini

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.

IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.