Pelajar Thailand Akhirnya Bebas Pilih Gaya Rambut, Aturan 50 Tahun Dibatalkan!
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

Jumat, 14 Maret 2025

Pelajar Thailand Akhirnya Bebas Pilih Gaya Rambut, Aturan 50 Tahun Dibatalkan!

Ikuti kami:
Google
Pelajar Thailand Akhirnya Bebas Pilih Gaya Rambut, Aturan 50 Tahun Dibatalkan!
Pelajar Thailand Akhirnya Bebas Pilih Gaya Rambut, Aturan 50 Tahun Dibatalkan!

THAILAND - Setelah bertahun-tahun perjuangan para pelajar, akhirnya Mahkamah Administratif Tertinggi Thailand menghapus aturan ketat yang sudah berlaku selama 50 tahun tentang gaya rambut di sekolah! Keputusan ini langsung berlaku dan dianggap sebagai kemenangan besar bagi hak siswa dan kebebasan berekspresi.

Aturan Kuno yang Akhirnya Gugur

Sejak tahun 1975, siswa laki-laki di Thailand diwajibkan berambut pendek, sementara siswi perempuan hanya boleh memiliki rambut sebatas telinga. 

Peraturan ini sering dianggap membatasi kebebasan individu dan bertentangan dengan hak asasi manusia. 

Namun, baru pada tahun 2020, sebanyak 23 siswa berani menggugat aturan tersebut, yang akhirnya berujung pada putusan bersejarah minggu ini.

Perjuangan Panjang Para Pelajar

Salah satu mantan aktivis pelajar, Panthin Adulthananusak, mengaku lega setelah mendengar keputusan pengadilan.

"Dulu rasanya mustahil menantang otoritas. Tapi kami ingin melakukan sesuatu," ujar Panthin kepada BBC. "Jika tidak ada satu pun pelajar dalam sejarah Thailand yang berani melawan kekuasaan orang dewasa yang menindas kami, itu akan jadi rasa malu seumur hidup."

Meskipun selama bertahun-tahun aturan ini mulai dilonggarkan, masih banyak sekolah yang tetap menerapkannya. 

Bahkan ada kasus di mana guru memotong rambut siswa secara paksa sebagai hukuman! Keputusan pengadilan ini memperkuat kebijakan Kementerian Pendidikan Thailand yang sebelumnya, pada Januari lalu, sudah menghapus batasan panjang rambut siswa demi menciptakan sistem pendidikan yang lebih "beragam dan adil."

Masih Ada Tantangan?

Meski peraturan lama sudah dihapus, masih ada kekhawatiran bahwa beberapa sekolah konservatif tetap akan membuat aturan sendiri. 

"Keputusan ini masih memberi celah bagi sekolah untuk menetapkan kebijakan mereka sendiri," kata Panthin.

Di media sosial, respons masyarakat pun beragam. Banyak yang menyambut baik kebijakan ini sebagai langkah maju dalam kebebasan individu, tetapi ada juga yang khawatir bahwa kebebasan ini bisa mengurangi kedisiplinan di sekolah.

Terlepas dari pro dan kontra, keputusan ini tetap menjadi kemenangan besar bagi hak-hak pelajar Thailand. 

Dengan aturan yang lebih fleksibel, kini siswa bisa lebih bebas mengekspresikan diri tanpa takut dihukum hanya karena panjang rambut mereka!

Nah, menurut kalian, penting nggak sih aturan rambut di sekolah? Setuju atau enggak dengan keputusan ini? Yuk, share pendapat kalian di kolom komentar!

Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Google Logo Add on Google
Redaksi
Redaksi
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Bagikan artikel ini

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.

IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.