![]() |
| Bupati Ketapang Resmikan Gereja St. Gabriel Sandai, Tonggak Sejarah Umat Katolik di Sandai. |
Ketapang, 5 Mei 2025 — Suasana haru dan bangga menyelimuti umat Katolik di Kecamatan Sandai saat Bupati Ketapang Alexander Wilyo meresmikan bangunan baru Gereja Paroki Santo Gabriel Sandai pada Selasa siang. Bangunan yang berdiri megah di tepi Jalan Trans Kalimantan ini diharapkan menjadi pusat spiritual sekaligus simbol toleransi dan persatuan umat di wilayah tersebut.
Proses Peresmian dan Kehadiran Tokoh
Peresmian gereja diadakan dalam upacara khidmat yang turut dihadiri tokoh gereja, umat Katolik lokal, serta pejabat pemerintahan daerah. Dalam sambutannya, Bupati Alexander Wilyo menyatakan bahwa gereja ini bukan semata bangunan fisik, melainkan pusat kehidupan iman yang harus dijaga dan dirawat bersama. Ia juga menegaskan pentingnya gereja sebagai wujud komitmen pembangunan inklusif yang merangkul seluruh elemen masyarakat.
Pada momen tersebut dilakukan pemotongan pita sebagai tanda simbolis peresmian. Uskup Pius Riana juga hadir dan memberikan doa serta restu bagi bangunan baru ini.
Jejak Sejarah Gereja Katolik di Sandai
Keberadaan umat Katolik di Sandai memiliki akar yang panjang dan perjalanan yang penuh liku. Berikut rangkuman kronologi sejarahnya:
-
Antara tahun 1911 hingga 1917, para misionaris Katolik mulai hadir di Sandai dan mendirikan sebuah sekolah Tionghoa serta rumah guru. Sekolah ini dibangun atas peran seorang guru Katolik bernama Ng Song Po, namun kemudian ditutup setelah ia kembali ke Tiongkok.
-
Setelah itu, umat Katolik di Sandai berada di bawah yurisdiksi Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Randau, yang diresmikan pada tahun 1948. Misi-misinya pernah dipimpin oleh Pater Augustinus Dullaert (1948–1952) dan Pater Plechelmus Dullaert (1948–1950).
-
Pada 10 Juni 1961, Sandai ditetapkan sebagai stasi di bawah Paroki Salib Suci Menyumbung, yang mencakup wilayah luas hingga Hulu Keriau, Sungai Bihak, dan Lubuk Kakap.
-
Beberapa daerah pedalaman seperti Sekukun dan Sungai Kiri pernah menjadi bagian dari stasi Sandai.
-
Pada momen Natal 1973, Uskup, suster, dan bruder hadir dalam perayaan, dan di kesempatan itu dijanjikan pembangunan gereja di Sandai.
-
Tanah seluas dua hektar, bekas kebun karet milik Ny. Hang Meng, kemudian dibeli sebagai lokasi pembangunan gereja. Gereja pertama berhasil berdiri pada tahun 1979.
-
Sejak Januari 1989, Sandai berstatus praparoki di bawah Paroki Menyumbung.
Dengan peresmian gedung baru pada 5 Mei 2025, Gereja Santo Gabriel Sandai menandai babak baru dalam perjalanan iman umat Katolik di wilayah tersebut.
Signifikansi dan Harapan ke Depan
Peresmian ini bukanlah sekadar seremoni formal, melainkan pengakuan terhadap perjalanan panjang dan pengorbanan umat selama puluhan tahun. Gereja baru ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan pelayanan masyarakat.
Bupati Alexander Wilyo mengajak umat untuk bersama-sama menjaga dan memelihara gereja tersebut agar tetap menjadi rumah iman yang hidup. Ia juga berharap gereja ini memperkuat nilai toleransi antarumat beragama dan membangun persatuan di Kabupaten Ketapang.
