LANDAK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak resmi menyampaikan tanggapan atas pandangan umum dari seluruh fraksi DPRD terkait Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025. Jawaban tersebut disampaikan langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Landak, Heri Adiwijaya, SE, mewakili Bupati Landak dalam Rapat Paripurna DPRD Landak yang digelar pada Kamis (31 Juli 2025).
Dalam kesempatan itu, Heri menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh fraksi DPRD atas kritik, saran, serta catatan strategis yang diberikan. Menurutnya, berbagai masukan tersebut menjadi bahan berharga untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja pemerintahan ke depan.
Pendapatan Daerah: Fokus pada Digitalisasi Pajak dan Edukasi Masyarakat
Menanggapi pandangan dari Fraksi Gerindra yang menyoroti peningkatan pendapatan daerah, Heri menjelaskan bahwa Pemkab Landak terus melakukan berbagai upaya. Salah satunya melalui digitalisasi sistem perpajakan daerah, pembaruan data objek pajak, serta peningkatan edukasi kepada masyarakat agar lebih sadar terhadap kewajiban pajak daerah.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi, akurasi, dan efektivitas pengelolaan pajak demi memperkuat pendapatan asli daerah (PAD).
Belanja Daerah: Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur Jadi Prioritas Utama
Dalam sektor belanja, Heri menegaskan bahwa pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur tetap menjadi fokus utama pemerintah daerah.
Di bidang pendidikan, Pemkab Landak tengah mendorong pelatihan guru terkait teknologi pembelajaran modern agar mutu pendidikan semakin meningkat.
Untuk sektor kesehatan, pemerintah daerah berupaya memperkuat layanan kesehatan digital guna mempermudah akses masyarakat terhadap layanan medis.
Sementara itu, pada sektor infrastruktur, perawatan dan peningkatan jalan penghubung antarwilayah menjadi prioritas demi mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Sinergi Program Nasional dan Daerah: Komitmen Wujudkan Pembangunan Merata
Menanggapi Fraksi Hanura dan Fraksi Gerindra, Pemkab Landak juga menegaskan komitmennya untuk terus menyelaraskan kebijakan daerah dengan program strategis nasional.
Hal ini mencakup berbagai sektor penting seperti pengentasan kemiskinan ekstrem, pengendalian inflasi, serta penguatan sektor industri kreatif. Menurut Heri, sinergi antara pusat dan daerah sangat dibutuhkan agar arah pembangunan lebih terukur dan berkelanjutan.
Pengembangan SDM dan Ekonomi Desa: Koperasi dan Pelatihan Jadi Solusi
Masukan dari Fraksi NasDem dan Fraksi SKI mengenai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan penanggulangan pengangguran juga mendapat perhatian serius.
Pemkab Landak menyampaikan bahwa hingga tahun 2025 telah terbentuk 156 koperasi desa “Merah Putih” yang telah memiliki legalitas resmi. Selain itu, pemerintah juga rutin mengadakan pelatihan kewirausahaan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis UMKM, terutama di pedesaan.
Langkah ini diharapkan dapat membuka lebih banyak lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat lokal.
Pembangunan Wilayah Tertinggal dan Pemanfaatan SDA Lokal
Menjawab pertanyaan terkait pemerataan pembangunan di wilayah pedalaman, Heri menegaskan bahwa Pemkab Landak berkomitmen untuk mengembangkan daerah berdasarkan potensi sumber daya lokal.
Pemerintah juga berupaya memperkuat kapasitas perangkat desa serta lembaga kemasyarakatan agar lebih mandiri dalam mengelola dana desa. Setiap program pembangunan diarahkan agar berbasis kebutuhan masyarakat dan potensi sumber daya alam (SDA) di wilayah masing-masing.
Komitmen Pemerintah: Landak Maju dan Sejahtera untuk Semua
Menutup penyampaiannya, Heri menegaskan bahwa seluruh masukan dan rekomendasi dari DPRD akan segera ditindaklanjuti oleh masing-masing perangkat daerah.
“Pemerintah Kabupaten Landak akan terus berbenah, memperkuat koordinasi, dan memastikan pembangunan yang merata agar seluruh masyarakat dapat merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Dengan sinergi antara eksekutif dan legislatif, diharapkan pembangunan Kabupaten Landak semakin inklusif, berkelanjutan, dan mampu mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan mandiri.
