Menbud dukung pameran lukisan Gubernur Jakarta ‘65 Henk Ngantung

CSS/JS FIT

CSS IKLAN

IKLAN - Geser keatas untuk melanjutkan
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

Selasa, 05 Agustus 2025

Menbud dukung pameran lukisan Gubernur Jakarta ‘65 Henk Ngantung

Ikuti kami:
Google Google
Menbud dukung pameran lukisan Gubernur Jakarta ‘65 Henk Ngantung
Menbud dukung pameran lukisan Gubernur Jakarta ‘65 Henk Ngantung. (ANTARA)
Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mendukung rencana pameran lukisan karya Gubernur Jakarta periode 1964–1965 sekaligus pelukis legendaris Henk Ngantung yang akan digelar 16 Agustus mendatang di Museum Perumusan Naskah Proklamasi.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, Fadli juga mengusulkan kepada Geni Ngantung, putri Henk Ngantung untuk menampilkan lukisan legendaris karya Henk Ngantung bertajuk Memanah, yang menjadi saksi bisu Proklamasi Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Menurutnya, lukisan Memanah merupakan karya yang dapat ‘menghidupkan’ kembali peristiwa proklamasi sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung museum.

“Lukisan Memanah itu dulu dibeli oleh Bung Karno tahun 1944 dan menjadi saksi bisu proklamasi,” ujar Menbud.

Selain lukisan Memanah, Menbud Fadli juga memberikan masukan untuk menampilkan foto-foto karya Alex dan FransMendur.

Foto-foto tersebut merupakan foto yang menangkap detik-detik proklamasi. Hal ini juga merupakan bentuk apresiasi terhadap karya Alex dan Frans Mendur yang berhasil mengabadikan peristiwa sejarah Indonesia lewat foto-fotonya.

“Foto Frans dan Alex Mendur adalah saksi dari proklamasi. Jadi, mereka harus di-acknowledge juga,” katanya lagi.

Fadli turut mendorong penggunaan teknologi mutakhir untuk memberikan warna terhadap foto-foto dokumentasi dari peristiwa proklamasi.

Menurutnya pemberian warna terhadap foto hitam-putih merupakan upaya untuk ‘menghidupkan’ kisah proklamasi sehingga pengunjung bisa merasakan langsung atmosfer dari peristiwa bersejarah tersebut.

Guna memperkaya narasi dan memberikan gambaran langsung kepada pengunjung pameran, Fadli menegaskan pentingnya penggunaan referensi dari buku referensi, khususnya memoar dari para tokoh nasional yang terlibat langsung pada peristiwa proklamasi.

Menurut Menbud, perspektif Indonesia penting untuk dipublikasikan guna memberikan pengetahuan terhadap peristiwa Proklamasi Indonesia.

Geni Ngantung selaku putri dari Henk Ngantung menyampaikan apresiasinya pada Kementerian Kebudayaan yang telah mewujudkan pameran lukisan Henk Ngantung.

“Untuk kelengkapan pameran, sudah siap koleksi dari keluarga yang akan dipamerkan nanti,” jelasnya.

Menbud berharap Kementerian Kebudayaan bisa terus berupaya untuk melakukan aktivasi museum sebagai tempat rekreasi sekaligus edukasi, sebab museum bukan hanya sekadar bangunan, melainkan saksi sejarah dari perjuangan tokoh-tokoh nasional yang patut dikenang.

“Semoga ke depannya semakin banyak kegiatan pameran di museum, supaya pengunjung bisa meresapi perjuangan dari para pahlawan yang telah berjuang demi bangsa,” pungkas Fadli.

Pewarta : Sinta Ambarwati/ANTARA
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Diterbitkan oleh: Ariffannur Romadon

Bagikan artikel ini

  
Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.

IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.

TAMPIL DI POSTING AJA

Logo Borneotribun
CARI WARTAWAN
Bergabung bersama tim media Borneotribun.com sekarang juga.