Iklan Tutup X

Sabtu, 09 Agustus 2025

Menkomdigi: Sinergi Kemkomdigi dan TNI sukseskan transformasi digital

Ikuti kami:
Google
Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebutkan sinergi antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) merupakan langkah tepat untuk menyukseskan transformasi digital nasional.

Contohnya untuk memastikan pemerataan konektivitas internet ke daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T), TNI ikut terlibat menentukan titik-titik strategis yang membutuhkan dan mengamankan infrastrukturnya sehingga Kemkomdigi dapat menghadirkan internet secara optimal.

"Kemkomdigi membangun konektivitas di daerah Papua bekerja sama dengan teman-teman TNI, khususnya yang bertugas di sana," kata Meutya dalam keterangan persnya yang diterima  di Jakarta, Sabtu.

Meutya mengapresiasi sinergi itu dan berharap ke depannya kolaborasi sejenis dapat terus dikembangkan sehingga untuk daerah-daerah yang memiliki tantangan keamanan juga tetap bisa merasakan manfaat dari digitalisasi nasional.

Hal ini juga penting mengingat pemerataan konektivitas digital merupakan langkah untuk menyukseskan Visi Indonesia Digital 2045.

"Ini contoh kolaborasi Kementerian Komdigi dan TNI yang akan terus berlanjut," ujarnya.

Lebih lanjut, selain sinergi untuk mendukung pemerataan konektivitas, Kemkomdigi dan TNI juga penting bersinergi dalam membangun pertahanan di ruang digital.

Langkah ini harus dilakukan sebagai respons atas dinamika geopolitik global di mana saat ini beberapa negara jatuh ke dalam situasi konflik termasuk juga konflik di ruang digital.

"Dalam konflik geopolitik ini juga terjadi perang-perang dalam bentuk digital. Itu menggambarkan pentingnya pertahanan digital," katanya.

Menurutnya, tantangan dalam pertahanan digital semakin kompleks, beragam inovasi digital tak terbendung sehingga dapat menjadi celah bagi pertahanan suatu negara jika tak bersiap.

Ia mencontohkan inovasi digital yang mulai masif seperti munculnya layanan konektivitas satelit Low Earth Orbit (LEO) dari perusahaan asing serta derasnya arus data lintas batas negara, keduanya dapat menimbulkan risiko terhadap pertahanan dan keamanan negara.

"Di situlah pentingnya digitalisasi dikawal tidak hanya oleh para pakar IT tapi juga orang yang ahli dalam strategi pertahanan," ungkap Meutya.

Bahkan tidak hanya itu, sinergi antara Kemkomdigi dan TNI juga harus menyentuh lapisan masyarakat umum karena ancaman keamanan di ruang digital saat ini juga dapat terjadi dengan adanya penyebaran hoaks atau berita palsu.

Hoaks yang beredar di masyarakat berpotensi mengganggu stabilitas keamanan negara, untuk itu Kemkomdigi dan TNI perlu bersinergi menangkal hoaks-hoaks yang mengancam keamanan nasional.

Pewarta : Livia Kristianti/ANTARA
Google Logo Follow
Ariffannur Romadon
Ariffannur Romadon
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.