![]() |
| Polisi Sumbawa menggerebek rumah di Desa Serading dan menyita puluhan paket sabu serta uang tunai ratusan juta rupiah. |
NTB - Tim gabungan Polres Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), berhasil menggerebek sebuah rumah yang diduga jadi sarang peredaran narkoba di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, Selasa (26/8/2025).
Operasi yang dipimpin langsung Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini itu digelar sejak pagi hari dan melibatkan ratusan personel lintas instansi.
Dari lokasi, aparat mengamankan puluhan paket sabu dan uang tunai ratusan juta rupiah meski pemilik rumah berinisial R tidak ditemukan di tempat.
Operasi besar ini dimulai sejak pukul 06.00 WITA dengan kekuatan penuh. Ratusan personel gabungan diterjunkan, mulai dari Batalyon B Brimob Sumbawa, Kodim 1607 Sumbawa, DENPOM IX/2-1 Sumbawa, BNNK Sumbawa, hingga Dinas Kesbangpol Sumbawa.
Sebelum bergerak, apel gabungan dipimpin Kapolres Sumbawa di Lapangan Pahlawan pada pukul 05.30 WITA.
Aksi ini merupakan tindak lanjut laporan masyarakat terkait maraknya transaksi sabu di wilayah Desa Serading.
Kasat Narkoba Polres Sumbawa, Iptu Harirustaman, mengatakan saat penggerebekan rumah milik R dalam kondisi kosong. Meski begitu, tim menemukan barang bukti yang cukup signifikan.
“Hasil penggeledahan yang disaksikan pihak BNNK dan Dinas Kesbangpol membuahkan hasil. Kami temukan 52 paket sabu dengan berat bruto 21,69 gram, sejumlah alat isap, serta uang tunai Rp 103,1 juta,” ungkapnya.
Uang tersebut ditemukan di dalam lemari kamar tidur dan diduga kuat hasil bisnis narkoba yang dijalankan R.
Kapolres Sumbawa AKBP Marieta menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkoba di wilayah hukumnya.
“Operasi ini bukti keseriusan kami dalam memberantas narkoba. Kami akan terus memburu pelaku dan memastikan Sumbawa terbebas dari barang haram ini,” tegasnya.
Saat ini, barang bukti diamankan di Mapolres Sumbawa. Satuan Reserse Narkoba juga telah melakukan serangkaian langkah lanjutan, mulai dari pemeriksaan saksi-saksi, penimbangan barang bukti, hingga pengujian laboratorium terhadap sampel sabu.
Terduga pelaku R kini masuk daftar pencarian polisi dan menjadi target utama pengejaran. Aparat masih memburu keberadaannya agar bisa segera diperiksa dan diproses sesuai hukum.
Penggerebekan ini sekaligus menjadi sinyal tegas bagi para bandar maupun pengedar narkoba lain di NTB, bahwa aparat tidak segan melakukan tindakan keras demi melindungi masyarakat dari bahaya narkoba.
