Hotman Paris Klaim Hanya Butuh 10 Menit untuk Ungkap Kasus Korupsi Laptop Nadiem Makarim

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Jumat, 05 September 2025

Hotman Paris Klaim Hanya Butuh 10 Menit untuk Ungkap Kasus Korupsi Laptop Nadiem Makarim

JAKARTA - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea kembali membuat pernyataan mengejutkan. Ia mengaku hanya butuh waktu 10 menit untuk mengungkap fakta soal kasus dugaan korupsi pengadaan laptop yang menyeret nama mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim. Hal itu ia sampaikan langsung di depan Presiden Prabowo Subianto, sebagai bentuk keyakinannya bahwa Nadiem sama sekali tidak menerima aliran dana dalam kasus tersebut.

Hotman menegaskan, dalam pengadaan laptop senilai triliunan rupiah itu tidak ditemukan adanya markup harga maupun pihak yang diperkaya. “Nadiem tidak menerima satu sen pun. Tidak ada markup dalam pengadaan laptop, dan tidak ada yang diperkaya,” ucap Hotman Paris dengan lantang, Jumat (5/9/2025). Ia menambahkan, pembuktian ini penting agar publik tidak lagi berspekulasi soal keterlibatan Nadiem dalam kasus yang tengah menjadi sorotan.

Hotman Paris Hutapea saat memberikan keterangan pers terkait kasus dugaan korupsi laptop yang menyeret nama Nadiem Makarim
Hotman Paris Hutapea saat memberikan keterangan pers terkait kasus dugaan korupsi laptop yang menyeret nama Nadiem Makarim.

Selain membela Nadiem, Hotman juga sempat menyinggung kedekatannya dengan Presiden Prabowo. Menurutnya, Prabowo pernah menjadi klien pribadinya selama 25 tahun. Hubungan panjang itu membuat Hotman merasa perlu menyampaikan pandangannya secara langsung kepada kepala negara. “Saya sampaikan di depan Pak Prabowo, seluruh rakyat Indonesia ingin agar hukum benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu,” ujarnya.

Hotman bahkan meminta agar perkara ini pertama kali digelar di Istana, sebagai simbol keterbukaan hukum di era pemerintahan baru. Menurutnya, dengan cara itu masyarakat bisa melihat bahwa tidak ada rekayasa hukum dalam kasus yang menyeret mantan bos Gojek tersebut. “Ini momentum untuk membuktikan bahwa hukum harus ditegakkan, bukan dijadikan alat politik,” tambah Hotman.

Pernyataan Hotman ini pun menimbulkan reaksi beragam. Sebagian menilai keberaniannya patut diapresiasi karena membela pihak yang dianggap dizalimi, namun ada juga yang menilai langkah tersebut sebagai manuver publikasi. Hingga kini, KPK masih melakukan penyelidikan lanjutan terkait kasus pengadaan laptop yang menimbulkan kehebohan di masyarakat. Sementara itu, publik menunggu apakah langkah Hotman akan benar-benar membuka babak baru dalam perjalanan kasus ini atau justru menambah kontroversi.

  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.