![]() |
| Mobil hias mewakili Ketapang saat Ta'aruf pembukaan MTQ di Kapuas Hulu. |
KETAPANG - Penampilan pawai mobil hias kafilah kabupaten Ketapang ketika mengikuti pawai ta'aruf pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke 33 tingkat kabupaten di Kapuas Hulu tuai komentar negatif masyarakat. Lebih menarik odong-odong dengan sound horeex.
Padahal, berdasarkan informasi dari Kesra Setda Ketapang, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Ketapang sudah menerima hibah sebesar Rp 2.2 milyar. Lembaga ini salah satu fungsinya menyelenggarakan dan mengikuti MTQ.
Rangkuman foto dan vidio yang tersebar di media sosial saat ta'aruf di jalanan pusat kota Kapuas Hulu memperlihatkan kalau hiasan mobil kafilah Ketapang seadanya tanpa desain yang sedap ditengok mata.
Maksudnya, mungkin menyimbolkan perahu Lancang Kuning kraton Matan Tanjung Pura, namun jauh panggang dari api.
Kesan minim tanpa persiapan matang dari para kafilah berasa sekali.
Memakai mobil pick up yang kaca spionya masih nonggol, rombongan mobil hias Ketapang mungkin maksudnya dibuat mirip sampan warna kuning, less hitam dibawahnya diapasang kain warna biru mungkin gambaran air.
Tak ada hiasan bunga atau foto Bupati dan wakil sebagaimana mobil hias kabupaten lain.
Konsep kendaraan pawai ta'aruf itu, serasa tidak mencerminkan kabupaten Ketapang dengan populasi melayu dan muslim mayoritas, diberkati sumber daya alam yang banyak dan APBD yang kategori cukup besar.
Dibanding kabupaten Kayong Utara yang mobil hiasnya jauh lebih menarik dengan konsep jelas yakni masjid OSO Sukadana.
Atau kabupaten Landak, Sanggau dan Sekadau. Padahal, kabupaten ini nilai APBD nya sepertiga dibawah Ketapang.
Anggapan miring pun dilontarkan kalau LPTQ Ketapang tak siap ikuti MTQ sampai tudingan dana yang dipakai untuk MTQ disunat.
Ketua LPTQ Ketapang sekaligus pemimpin kontingen, Satuki, mengakui ketidak sempurnaan penampilan kafilah saat ta'aruf itu. Satuki menjelaskan kalau pawai itu tidak dipersiapkan karena tidak ada biaya. Ditambah waktu pelaksanaan sangat sempit.
"Jujur kami akui kalau tidak ada biaya di kami untuk ta'aruf. Sebenarnya ini tanggung jawab dinas lain karena menyangkut budaya. Semuanya kami persiapkan mendadak dan ala kadarnya dengan waktu yang sempit," jelasnya saat ditemui di kantornya, Kamis (18/09/2025
Kadis Pemuda Olahraga ini mengatakan, persiapan hiasan mobil memang dirancang secara mendadak tanpa menggunakan dana APBD.
Padahal sebelumnya sempat dianggarkan kegiatan ini melalui APBD di dinas Pariwisata dan Kebudayaan.
"Anggaran ini sebenarnya sudah disiapkan di APBD Perubahan dinas Pariwisata. Tapi belum siap, belum jalan, jadi semuanya disiapkan secara mendadak. Kami minta maaf dengan masyarakat Ketapang," tandasnya.
Reporter: Muzahidin
