JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Agustus 2025 mencapai USD 431,9 miliar atau sekitar Rp6.900 triliun, mengalami kenaikan tipis 2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Angka ini naik dari Juli 2025 yang tercatat sebesar USD 430,7 miliar.
Rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berada di level 30%, hampir sama dengan posisi bulan sebelumnya yang 29,9%.
Menurut Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, peningkatan ULN ini didorong oleh pertumbuhan utang pemerintah, sementara utang swasta justru mengalami penurunan.
Utang Pemerintah Naik, Tapi Pertumbuhan Melambat
ULN pemerintah tercatat USD 213,9 miliar atau sekitar Rp3.420 triliun, tumbuh 6,7% dibandingkan Agustus 2024.Utang Swasta Justru Menyusut
Sementara itu, ULN swasta berada di posisi USD 194,2 miliar atau sekitar Rp3.100 triliun, mengalami kontraksi 1,1% (yoy), lebih besar dibandingkan Juli yang hanya 0,2%.Dengan data ini, terlihat bahwa pemerintah masih menjadi motor utama pertumbuhan ULN Indonesia, sementara sektor swasta justru menahan diri.
Para pengamat menilai, kondisi ini mencerminkan kehati-hatian swasta dalam mengambil utang di tengah dinamika ekonomi global dan fluktuasi pasar modal.
