Pontianak - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan meninjau SMK Negeri 1 Ketapang untuk melihat langsung pengembangan program pendidikan vokasi yang berfokus pada penyiapan tenaga kerja terampil dan bersertifikasi.
"Saya mengapresiasi keberadaan tiga jurusan unggulan di sekolah ini, yakni Farmasi, Kuliner dan Tata Boga, serta Perhotelan, yang dinilai mampu melahirkan lulusan siap kerja dan cepat terserap oleh dunia industri," kata Ria Norsan saat mengunjungi SMK Negeri 1 Ketapang, Senin.
Menurutnya, SMK Negeri 1 Ketapang telah menunjukkan kontribusi nyata dalam memasok tenaga terampil bagi sektor kesehatan, kuliner, dan perhotelan di wilayah setempat.
"Ke depan kita perlu memperbanyak sekolah vokasi agar menghasilkan tenaga-tenaga siap pakai," tuturnya.
Ria Norsan menegaskan peningkatan kualitas lulusan tidak hanya bergantung pada keterampilan teknis, tetapi juga pada sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional maupun internasional.
Dengan sertifikasi, lanjutnya, lulusan SMK diyakini dapat bersaing hingga ke pasar tenaga kerja luar negeri dan tidak terbatas pada pekerjaan sektor informal atau tenaga kasar.
"Sertifikasi sangat penting agar anak-anak kita tidak hanya bekerja di daerah, tetapi bisa bersaing secara global," tuturnya.
Dalam kunjungannya, Gubernur juga menyoroti tantangan besar terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar. Ia menyebut sekitar 25 persen masyarakat Kalbar tidak menamatkan pendidikan SMA, sehingga perlu adanya intervensi konkret untuk meningkatkan akses pendidikan.
Ia mengapresiasi langkah SMK Negeri 1 Ketapang yang bekerja sama dengan sejumlah perusahaan dalam pelaksanaan Program Paket A, B, dan C, sehingga masyarakat putus sekolah tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan.
"Program ini perlu didukung penuh pemerintah daerah agar semakin banyak warga yang bisa meningkatkan pendidikan mereka," katanya.
Ria Norsan menambahkan IPM Kalbar saat ini tercatat meningkat dari 71,19 menjadi 72,09, dan pendidikan vokasi disebut menjadi salah satu sektor yang memberi dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas SDM.
Dia juga mengatakan keberadaan sekolah kejuruan dengan fasilitas memadai, instruktur terlatih, dan kemitraan industri seperti SMK Negeri 1 Ketapang, sangat strategis dalam mendukung percepatan peningkatan kualitas tenaga kerja.
"Kita ingin lebih banyak sekolah vokasi yang mampu mencetak lulusan terampil, bersertifikasi, dan siap kerja. Ini penting untuk masa depan Kalimantan Barat," katanya.
Pewarta : Rendra Oxtora/ANTARA
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com