Regulasi AI dirancang untuk dukung inovasi dan lindungi hak masyarakat

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan

Minggu, 09 November 2025

Regulasi AI dirancang untuk dukung inovasi dan lindungi hak masyarakat

Jakarta - Pemerintah sedang merampungkan penyusunan regulasi tentang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), yang dirancang untuk mewujudkan lingkungan yang mendukung inovasi beretika sekaligus melindungi hak-hak masyarakat. 

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan bahwa Peta Jalan AI Nasional dan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Etika AI disiapkan sebagai pedoman bagi para pelaku industri AI agar mampu menyeimbangkan inovasi dengan proteksi.

"Diharapkan dengan regulatory framework ini kita akan bisa menciptakan lingkungan yang aman dan beretika bagi inovasi AI di sektor telekomunikasi sekaligus melindungi hak-hak masyarakat," katanya sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian pada Minggu.

Nezar dalam acara National Technology Summit 2025 di Jakarta Selatan pada Rabu (5/11) menyampaikan bahwa regulasi tersebut akan mengharuskan platform AI menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keamanan serta menyesuaikan dengan nilai-nilai budaya di Indonesia.

Kebutuhan regulasi tentang pengembangan dan pemanfaatan kecerdasan buatan semakin mendesak seiring dengan peningkatan pesat penggunaan AI. 

Sebagai gambaran, platform ChatGPT dapat melipatgandakan jumlah penggunanya hanya dalam waktu kurang dari setahun.

Nezar mengatakan bahwa fenomena ini juga menghadirkan banyak peluang, yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku industri telekomunikasi untuk mendorong pertumbuhan bisnis.

"Untuk bertahan dan berkembang di era AI, industri telekomunikasi harus melakukan transformasi fundamental, berubah menjadi AI TechCo yang berarti menjadikan AI sebagai kompetensi inti, bukan sekadar sebagai alat pendukung," katanya.

Dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan AI, pemerintah menyiapkan talenta-talenta digital supaya bisa menjadi pengembang AI dan menghadirkan teknologi yang manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.​​​​​​​

Kementerian Komunikasi dan Digital mengadakan program seperti Garuda Spark Innovation Hub dan AI Talent Factory untuk melahirkan talenta-talenta digital di bidang AI.

"Tujuannya, kami ingin memastikan bahwa setiap inovasi AI didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing," kata Nezar.

Oleh : Farhan Arda Nugraha/ANTARA
  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.