Wamenkomdigi sebut AI Center of Excellence penggerak riset nasional

CSS/JS FIT

CSS IKLAN

IKLAN - Geser keatas untuk melanjutkan
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

Senin, 17 November 2025

Wamenkomdigi sebut AI Center of Excellence penggerak riset nasional

Ikuti kami:
Google Google
Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan AI Center of Excellence di Universitas Gadjah Mada akan menjadi penggerak riset nasional untuk mendukung ekonomi digital Indonesia.

Dia menjelaskan, ekonomi digital Indonesia diproyeksikan bernilai 366 miliar dolar AS pada tahun 2030. Oleh karena itu, AI Center of Excellence menjadi fondasi penting agar Indonesia mampu menghasilkan inovasi yang relevan dan siap digunakan pada sektor strategis.

“Pembentukan AI Center of Excellence di Universitas Gadjah Mada ini salah satu bentuk kolaborasi yang kita harapkan. Dan kami memberikan apresiasi yang cukup tinggi kepada Telkom dalam mendukung terwujudnya AI Center of Excellence di UGM,” kata Nezar dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Dia menuturkan bahwa kerja sama UGM dan Telkom yang baru-baru ini diteken menghadirkan model kolaborasi yang dibutuhkan Indonesia untuk memperkuat kapasitas riset dan mengembangkan solusi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang dapat menjawab persoalan nyata.

AI Center of Excellence UGM diharapkan menjadi pusat pembelajaran, riset, dan inovasi artificial intelligence. Nezar menilai peran ini penting untuk menopang kontribusi Indonesia dalam ekonomi digital Asia Tenggara yang diproyeksikan mencapai 1 triliun dolar AS pada 2030.

Indonesia diprediksi menyumbang 40 persen dari nilai tersebut sehingga kemampuan riset dan inovasi menjadi kebutuhan mendesak.

“AI Center ini bisa menjadi pusat untuk pembelajaran AI, riset, dan menciptakan inovasi yang berguna. Memberikan solusi berbasis artificial intelligence untuk mengatasi sejumlah persoalan yang kita hadapi hari ini,” ujar Nezar.

Dia menyebut Indonesia berada pada posisi strategis di Asia Tenggara karena ukuran populasi dan potensi teknologi yang besar.

Kolaborasi perguruan tinggi dan industri disebut menjadi kunci untuk memperluas kemampuan nasional agar siap menghadapi transformasi digital yang semakin intensif.

Nezar menjelaskan, pemerintah menyiapkan landasan regulasi yang akan menjadi payung untuk pengembangan teknologi ini. Peta Jalan Nasional Pengembangan AI dan Etika AI sedang dalam proses harmonisasi untuk ditetapkan sebagai Peraturan Presiden.

“Kita sedang menyiapkan peta jalan nasional pengembangan artificial intelligence bersama juga dengan etika artificial intelligence. Dua dokumen ini saat ini sedang dalam proses untuk menjadi Peraturan Presiden,” ujar Nezar.

Pemerintah, kata Nezar, menekankan bahwa investasi riset AI yang kuat di kampus dan industri menjadi langkah penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta solusi.

Oleh : Farhan Arda Nugraha/ANTARA
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Diterbitkan oleh: Ariffannur Romadon

Bagikan artikel ini

  
Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.

IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.

TAMPIL DI POSTING AJA

Logo Borneotribun
CARI WARTAWAN
Bergabung bersama tim media Borneotribun.com sekarang juga.