Alarm Ilmuwan Dunia: Kepunahan Gletser Mencapai Puncak, Dampaknya Bisa Dirasakan Generasi Sekarang

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Sabtu, 20 Desember 2025

Alarm Ilmuwan Dunia: Kepunahan Gletser Mencapai Puncak, Dampaknya Bisa Dirasakan Generasi Sekarang

Alarm Ilmuwan Dunia Kepunahan Gletser Mencapai Puncak, Dampaknya Bisa Dirasakan Generasi Sekarang
Alarm Ilmuwan Dunia Kepunahan Gletser Mencapai Puncak, Dampaknya Bisa Dirasakan Generasi Sekarang.

Para ilmuwan kembali membunyikan alarm tentang krisis iklim global. Kali ini, peringatannya datang dari tim peneliti Swiss Federal Institute of Technology di Zurich yang berhasil menghitung kapan gletser-gletser di Bumi akan menghilang dan pada tahun berapa laju kepunahannya mencapai titik paling parah.

Dalam studi terbarunya, para peneliti untuk pertama kalinya memetakan “usia” setiap gletser di dunia hingga akhir abad ini. Artinya, kini manusia punya gambaran jelas tentang kapan sebagian besar gletser akan benar-benar lenyap.

“Kami akhirnya bisa menentukan tahun-tahun ketika setiap gletser di Bumi akan menghilang,” ujar Lander Van Tricht, penulis utama penelitian tersebut.

Nasib Gletser Sangat Bergantung pada Suhu Bumi

Alarm Ilmuwan Dunia Kepunahan Gletser Mencapai Puncak, Dampaknya Bisa Dirasakan Generasi Sekarang
Alarm Ilmuwan Dunia Kepunahan Gletser Mencapai Puncak, Dampaknya Bisa Dirasakan Generasi Sekarang.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masa depan gletser sangat ditentukan oleh keberhasilan dunia menahan laju pemanasan global. Jika kenaikan suhu global bisa dibatasi hingga 1,5 derajat Celsius, maka pada tahun 2100 masih akan tersisa sekitar 100 ribu gletser di seluruh dunia.

Namun, ceritanya jauh lebih suram jika suhu Bumi naik hingga 4 derajat Celsius. Dalam skenario terburuk ini, jumlah gletser yang bertahan diperkirakan hanya sekitar 18 ribu. Artinya, sebagian besar es abadi yang selama ribuan tahun menyimpan air dan sejarah alam akan lenyap.

Alpen Jadi Wilayah Paling Terancam

Kondisi di Pegunungan Alpen bahkan lebih mengkhawatirkan. Para ilmuwan memperkirakan puncak kepunahan gletser di kawasan ini bisa terjadi lebih cepat, yakni antara tahun 2033 hingga 2041.

Dengan jalur pemanasan global saat ini yang mengarah ke kenaikan suhu sekitar 2,7 derajat Celsius, pada akhir abad nanti Eropa Tengah diprediksi hanya memiliki sekitar 110 gletser. Jumlah ini hanya sekitar 3 persen dari total gletser yang ada saat ini, yang diperkirakan mencapai 3 ribu. Jika suhu global naik hingga 4 derajat Celsius, jumlah tersebut bisa menyusut drastis menjadi hanya sekitar 20 gletser.

Istilah Baru: Puncak Kepunahan Gletser

Alarm Ilmuwan Dunia Kepunahan Gletser Mencapai Puncak, Dampaknya Bisa Dirasakan Generasi Sekarang
Alarm Ilmuwan Dunia Kepunahan Gletser Mencapai Puncak, Dampaknya Bisa Dirasakan Generasi Sekarang.

Untuk menggambarkan fenomena ini, para peneliti memperkenalkan istilah baru, yaitu “puncak kepunahan gletser”. Istilah ini merujuk pada satu tahun tertentu ketika jumlah gletser yang menghilang dalam satu tahun mencapai angka tertinggi.

Setelah titik ini terlewati, laju kehilangan tahunan justru menurun. Bukan karena kondisi membaik, melainkan karena sebagian besar gletser kecil sudah lebih dulu mencair dan habis.

Dalam skenario pemanasan sedang, puncak kepunahan diperkirakan terjadi sekitar tahun 2041, dengan hingga 2.000 gletser hilang dalam satu tahun. Sementara dalam skenario ekstrem, puncaknya justru bergeser ke pertengahan tahun 2050-an, dengan kehilangan mencapai 4.000 gletser per tahun.

Sekilas terdengar aneh, tetapi ada penjelasannya. Pada pemanasan yang lebih parah, bukan hanya gletser kecil yang mencair, tetapi juga gletser besar. Prosesnya memang lebih lambat, sehingga puncaknya terjadi lebih belakangan.

Bukan Hanya Alpen yang Terancam

Alpen memang sangat rentan karena gletsernya relatif kecil dan berada di ketinggian yang lebih rendah. Namun, wilayah lain juga menghadapi ancaman serupa, seperti Pegunungan Kaukasus, Andes di Amerika Selatan, serta beberapa pegunungan di Afrika.

Bahkan secara global, jumlah gletser kini menurun hampir di seluruh penjuru dunia. Termasuk di Pegunungan Karakoram di Asia Tengah, yang pada awal tahun 2000-an sempat mengalami pertumbuhan gletser.

Dampak Nyata bagi Kehidupan Manusia

Alarm Ilmuwan Dunia Kepunahan Gletser Mencapai Puncak, Dampaknya Bisa Dirasakan Generasi Sekarang
Alarm Ilmuwan Dunia Kepunahan Gletser Mencapai Puncak, Dampaknya Bisa Dirasakan Generasi Sekarang.

Para ilmuwan menegaskan bahwa hilangnya gletser bukan sekadar isu lingkungan, tetapi juga menyentuh kehidupan manusia secara langsung. Gletser berperan penting dalam penyediaan air bersih, terutama bagi jutaan orang yang bergantung pada aliran sungai dari pegunungan.

Selain itu, sektor pariwisata juga terancam. Banyak daerah pegunungan hidup dari wisata es dan salju. Ketika gletser menghilang sepenuhnya, daya tarik wisata ikut lenyap, bahkan bisa membuat lembah-lembah menjadi tidak aman.

Risiko bencana juga meningkat, mulai dari longsoran batu hingga banjir akibat danau es yang jebol. Meski mencairnya satu gletser kecil tidak langsung menaikkan permukaan laut, dampak lokalnya bisa sangat besar bagi masyarakat sekitar.

Ancaman Nyata di Depan Mata

Kesimpulan dari penelitian ini cukup jelas dan mengkhawatirkan. Jika tidak ada perubahan serius dalam upaya menekan pemanasan global, gletser bisa menjadi pemandangan langka dalam hidup generasi sekarang.

Dengan kata lain, anak-anak yang lahir hari ini mungkin akan tumbuh di dunia yang hampir kehilangan salah satu penopang alami terpentingnya. Ini menjadi pengingat keras bahwa krisis iklim bukan masalah masa depan, melainkan kenyataan yang sedang kita hadapi sekarang.

  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.