Iklan Tutup X

Minggu, 14 Desember 2025

Bupati tekankan pentingnya perempuan sebagai fondasi keluarga

Ikuti kami:
Google
Bengkayang - Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menekankan tentang pentingnya pemberdayaan perempuan di daerah setempat karena peran utama sebagai fondasi pembangunan keluarga dan masyarakat.

“Pemberdayaan perempuan terkhusus untuk kelompok Dharmayukti Karini adalah kunci lahirnya keluarga yang kuat. Dari keluarga yang kuat akan tumbuh masyarakat yang berdaya dan mampu menghadapi berbagai tantangan sosial,” kata dia di Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat, Minggu.

Ia menjelaskan peran perempuan tidak lagi sebatas pendamping, akan tetapi aktor utama membangun ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mendorong lahirnya lingkungan sosial yang sehat serta berkeadilan.

Oleh karena itu, kata dia, organisasi perempuan seperti Dharmayukti Karini memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah.

Ia menilai program-program Dharmayukti Karini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Bengkayang yang menitikberatkan pembangunan pada penguatan kualitas manusia, khususnya perempuan dan keluarga.

Menurut dia, perempuan yang berdaya akan lebih mampu berperan dalam pendidikan anak, memperkuat nilai-nilai sosial, dan mencegah berbagai permasalahan kemasyarakatan.

Ia juga mendorong Dharmayukti Karini terus mengambil peran aktif di tengah masyarakat, tidak hanya dalam lingkup peradilan internal, tetapi juga melalui kegiatan sosial, edukasi hukum keluarga, serta pendampingan perempuan dan anak.

Dia menilai peran tersebut penting untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap hak dan kewajiban hukum sejak dari lingkungan keluarga.

“Pemerintah daerah siap bersinergi. Upaya pemberdayaan perempuan harus dilakukan secara kolaboratif agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap, kolaborasi antara TP-PKK Bengkayang dan Dharmayukti Karini Kalbar dapat diperkuat, terutama dalam program yang menyentuh langsung kebutuhan perempuan, keluarga, dan kelompok rentan.

"Tentunya program kerja yang lebih adaptif terhadap isu pemberdayaan perempuan, ketahanan keluarga, serta peningkatan kesadaran hukum masyarakat," ujarnya.

Oleh : Narwati/ANTARA
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Google Logo Follow
Ariffannur Romadon
Ariffannur Romadon
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.