![]() |
| Truk Sampah Terjun ke Laut di Dermaga Samabusa, Ayah dan Anak Ditemukan Meninggal Dunia. |
Dermaga Pelabuhan Umum Samabusa, Nabire, mendadak jadi perhatian warga. Bukan karena aktivitas bongkar muat, melainkan akibat sebuah peristiwa tragis yang merenggut dua nyawa sekaligus, ayah dan anak.
Peristiwa ini terjadi ketika sebuah truk sampah terjun ke perairan Teluk Kimi. Di dalam truk tersebut terdapat Anton Bau Liku (40) bersama putrinya, Yanti Bau Liku (5). Keduanya terjebak di dalam kendaraan dan tidak sempat menyelamatkan diri saat truk tenggelam.
Tim pencarian dan pertolongan langsung bergerak setelah kejadian dilaporkan. Anton menjadi korban pertama yang berhasil ditemukan. Tim penyelam menjangkau lokasi truk di dasar laut dengan kedalaman sekitar 7 hingga 10 meter pada pukul 00.05 WIT.
Setelah berhasil diangkat ke permukaan, Anton sempat mendapatkan pertolongan pertama dan napas buatan. Ia kemudian dilarikan ke RSUD Nabire menggunakan ambulans. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu, pencarian terhadap Yanti terus dilakukan. Suasana harap-harap cemas menyelimuti keluarga dan warga sekitar. Hari demi hari berlalu tanpa kepastian, hingga akhirnya kabar duka kembali datang.
Pada Rabu pagi, 31 Desember 2025, bau menyengat tercium di sekitar pesisir Pantai Sawado. Tim pencari kemudian menemukan jenazah seorang anak kecil sekitar 1,8 mil laut dari lokasi awal kejadian. Jenazah tersebut ditemukan dalam kondisi terjepit di antara akar pohon bakau.
Tim gabungan dari Pangkalan TNI AL Nabire, Basarnas Nabire, dan Sat PolAirud Polda Papua Tengah segera melakukan evakuasi. Jenazah dievakuasi menggunakan kapal LCR milik Basarnas dengan penuh kehati-hatian.
Keluarga korban yang berada di lokasi turut menyaksikan proses identifikasi. Dari pakaian yang masih dikenakan, dipastikan bahwa jenazah tersebut adalah Yanti Bau Liku. Sebelum dibawa, doa dipanjatkan bersama sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Jenazah Yanti kemudian dibawa melalui jalur laut menuju Pantai Labani, selanjutnya ke Posko SAR Gabungan di Lanal Nabire, dan akhirnya dibawa ke RSUD Nabire menggunakan ambulans Karantina Kesehatan Pelabuhan.
Komandan Lanal Nabire, Letkol Laut (P) Dwi Prasetyo, mengatakan bahwa keberhasilan pencarian ini merupakan hasil kerja sama semua unsur yang terlibat.
Ia menegaskan, TNI Angkatan Laut akan terus hadir dalam setiap operasi kemanusiaan. Menurutnya, sinergi lintas instansi dan dukungan masyarakat sangat membantu kelancaran proses pencarian hingga evakuasi korban.
Dengan ditemukannya kedua korban, operasi SAR resmi ditutup. Meski demikian, peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan warga Nabire, sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan keselamatan di kawasan pelabuhan.
