Brahim Díaz, Wajah Baru Sepak Bola Maroko yang Bersinar dan Siap Mengguncang Afrika

Rabu, 14 Januari 2026

Brahim Díaz, Wajah Baru Sepak Bola Maroko yang Bersinar dan Siap Mengguncang Afrika

Brahim Díaz, Wajah Baru Sepak Bola Maroko yang Bersinar dan Siap Mengguncang Afrika
Brahim Díaz, Wajah Baru Sepak Bola Maroko yang Bersinar dan Siap Mengguncang Afrika.

JAKARTA - Sepak bola Maroko sedang naik daun dan perkembangannya benar-benar terasa. Investasi besar di sektor infrastruktur, pembinaan usia muda, serta dukungan diaspora Maroko di Eropa membuat masa depan mereka terlihat cerah. Di tengah semua itu, ada satu nama yang kini jadi simbol kebangkitan tersebut, yakni Brahim Díaz.

Tahun ini Maroko menjadi tuan rumah Piala Afrika, tapi itu baru permulaan. Mereka juga dipercaya menggelar Piala Afrika Wanita 2026 serta Piala Dunia 2030 bersama Spanyol dan Portugal. Perkembangan di luar lapangan berjalan seiring dengan prestasi di atas rumput hijau.

Kita tentu masih ingat sejarah besar Maroko di Piala Dunia 2022, saat mereka menjadi negara Afrika pertama yang melangkah ke semifinal. Kini, mereka kembali difavoritkan menjadi juara Piala Afrika. Jika mimpi itu terwujud, peran Brahim Díaz jelas tidak bisa diabaikan.

Di level klub, Díaz bukanlah pilihan utama di Real Madrid. Persaingan di lini depan Los Blancos sangat ketat dengan nama-nama besar seperti Kylian Mbappé, Vinícius Júnior, hingga Jude Bellingham. Meski begitu, statistiknya sebenarnya cukup mengesankan. Di bawah asuhan Carlo Ancelotti, Díaz mencatatkan 18 gol dan 14 assist dari 96 laga, sebagian besar sebagai pemain pengganti.

Namun, menit bermainnya justru makin terbatas di era Xabi Alonso sebelum sang pelatih dipecat. Dari 12 laga LaLiga, Díaz hanya tiga kali dipercaya sebagai starter dan menyumbang dua assist. Situasi inilah yang akhirnya mendorongnya mencari panggung lain.

Meski memiliki darah Maroko, Díaz sempat membela Spanyol di level junior. Ia bahkan pernah tampil bersama timnas senior Spanyol pada 2021 dalam laga uji coba. Namun, panggilan lanjutan tak kunjung datang. Pada 2024, Díaz akhirnya memutuskan membela Maroko. Keputusan itu terbukti sangat tepat.

Bersama Singa Atlas, Díaz tampil luar biasa. Dalam 20 penampilan, ia sudah mencetak 13 gol. Piala Afrika 2025 menjadi turnamen besar pertamanya bersama Maroko, dan ia langsung tampil sebagai tumpuan utama di lini serang.

Sejak awal turnamen, Díaz mencetak sejarah sebagai pemain Maroko pertama yang mampu mencetak gol dalam empat laga Piala Afrika secara beruntun. Ia bahkan mencetak gol pembuka saat Maroko menang 2-0 atas Kamerun di babak perempat final.

Sejauh ini, Díaz layak disebut sebagai pemain terbaik turnamen. Lima gol membuatnya memimpin daftar pencetak gol sementara, unggul tipis dari Victor Osimhen dan Mohamed Salah yang masing-masing mengoleksi empat gol. Efisiensinya juga patut diacungi jempol, lima gol dari 15 tembakan, dengan delapan di antaranya tepat sasaran.

Tak hanya tajam, Díaz juga rajin bekerja untuk tim. Ia aktif melakukan pressing, memenangkan puluhan duel, membantu merebut bola di area lawan, dan jarang dilewati lawan. Permainannya benar-benar komplet, bukan sekadar soal mencetak gol.

Gol pertamanya di turnamen ini tercipta saat Maroko menghadapi Komoro di laga pembuka. Dalam kondisi hujan di Rabat, Díaz memecah kebuntuan pada menit ke-55 dan mengangkat kepercayaan diri tuan rumah. Laga berikutnya melawan Mali, Díaz kembali mencetak gol lewat titik penalti, meski pertandingan berakhir imbang.

Saat menghadapi Zambia, Maroko tampil menggila. Díaz kembali mencatatkan namanya di papan skor, melanjutkan performa konsisten yang ia tunjukkan sejak awal turnamen. Memasuki laga melawan Tanzania di awal 2026, cerita yang sama kembali terulang. Díaz menjadi pembeda ketika Maroko kesulitan menembus pertahanan lawan.

Di perempat final melawan Kamerun, insting golnya kembali muncul. Memanfaatkan kelengahan bek lawan, Díaz mencetak gol penting yang membawa Maroko melangkah ke semifinal.

Selanjutnya, Maroko akan menghadapi Nigeria, lawan berat yang menuntut pendekatan berbeda. Mereka mungkin tak bisa terlalu dominan, namun justru di situlah peluang Díaz terbuka lebar lewat serangan balik cepat. Jika melihat performanya sejauh ini, bukan hal mustahil Brahim Díaz kembali mencetak gol dan semakin menegaskan dirinya sebagai ikon baru sepak bola Maroko.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

  

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar