Herdman: Setiap bangun, pikiran saya hanya Piala Dunia untuk Indonesia

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Selasa, 13 Januari 2026

Herdman: Setiap bangun, pikiran saya hanya Piala Dunia untuk Indonesia

Jakarta - Pelatih baru timnas Indonesia John Herdman mengungkapkan bahwa ia sangat berambisi membawa tim Garuda melangkah ke "tahap selanjutnya", yakni Piala Dunia terdekat yang digelar pada 2030, sampai membuatnya tak memikirkan hal lain setiap bangun tidur, selain membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia.

"Setiap hari saya terbangun, setiap hari ketika saya terbangun dari kasur, hal yang saya pikirkan, selain keluarga saya, untuk bisa meloloskan tim ini ke Piala Dunia," kata Herdman di Jakarta, Selasa, pada jumpa pers pertamanya menjadi pelatih Indonesia.

Herdman menilai bahwa melatih Indonesia adalah kesempatan sangat menarik dalam kariernya, yang pernah membawa tim putri dan putra Kanada bermain di Piala Dunia.

Pelatih berusia 50 tahun itu mengantarkan tim putri Kanada meraih medali emas Pan American Games 2011, medali perunggu Olimpiade London 2012 dan Rio 2016, serta menembus peringkat keempat Piala Dunia Putri 2015. Tak cuma itu, pada 2018, timnas putri Kanada di bawah kendalinya mencapai peringkat FIFA dunia tertinggi yakni di posisi keempat.

Untuk tim putra, Herdman membawa Alphonso Davies dan kawan-kawan kembali bermain di Piala Dunia pada edisi 2022 setelah sebelumnya 36 tahun absen. Pada eranya, Kanada juga tercatat mencapai peringkat FIFA tertinggi sepanjang sejarah di posisi ke-32 pada Februari 2022.

Sebelum bersama Kanada, Herdman sudah unjuk gigi ketika membawa tim putri Selandia Baru lolos ke Piala Dunia 2007 dan 2011, serta ke Olimpiade Musim Panas 2008 di Beijing.

"Saya sebelumnya berada di Kanada ketika saya mengambil langkah, baik itu tim putra maupun putri. Saya ingin berada di sini. Ini adalah kesempatan yang sangat menarik di dunia sepak bola," kata dia.

Adapun, sebelumnya Indonesia mencatatkan langkah terdekat mereka menuju panggung besar Piala Dunia pada edisi 2026. Ketika itu, Jay Idzes dan kawan-kawan melaju dari babak kualifikasi putaran pertama, namun kemudian kandas di putaran keempat saat takluk dari Arab Saudi dan Irak.

Oleh : Zaro Ezza Syachniar/ANTARA
  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.