Internet Satelit Starlink Dibungkam Iran, Perang Digital Masuk Babak Baru dan Bikin Dunia Kaget

Sabtu, 17 Januari 2026

Internet Satelit Starlink Dibungkam Iran, Perang Digital Masuk Babak Baru dan Bikin Dunia Kaget

Internet Satelit Starlink Dibungkam Iran, Perang Digital Masuk Babak Baru dan Bikin Dunia Kaget. (Gambar ilustrasi)
Internet Satelit Starlink Dibungkam Iran, Perang Digital Masuk Babak Baru dan Bikin Dunia Kaget. (Gambar ilustrasi)

JAKARTA - Untuk pertama kalinya, Iran dilaporkan berhasil melakukan pemadaman terhadap layanan internet satelit Starlink. Kabar ini mencuat setelah media Amerika Serikat, Forbes, mengungkap adanya gangguan besar pada jaringan internet berbasis satelit tersebut di wilayah Iran. Langkah ini dinilai sebagai perubahan besar dalam cara Teheran mengendalikan arus informasi dan komunikasi digital.

Menurut laporan Forbes, meski puluhan ribu perangkat Starlink diketahui aktif dan digunakan di Iran, pemadaman kali ini benar-benar berdampak signifikan. Pada fase awal, sekitar 30 persen lalu lintas data Starlink dilaporkan terganggu. Namun situasinya cepat memburuk. Dalam hitungan jam, gangguan melonjak tajam hingga menembus angka lebih dari 80 persen.

Starlink sendiri merupakan layanan internet satelit milik SpaceX yang mengandalkan sistem navigasi satelit global atau GPS untuk menentukan posisi satelit sekaligus menjaga koneksi tetap stabil. Nah, di sinilah titik krusialnya. Sejak konflik dengan Israel memanas, Iran disebut semakin agresif melakukan gangguan terhadap sinyal GPS. Dampaknya, koneksi Starlink menjadi tidak stabil dan mengalami pemadaman secara sporadis di berbagai wilayah.

Di beberapa lokasi, gangguan tersebut bahkan dilaporkan nyaris seperti pemutusan total. Volume paket data Starlink anjlok drastis, memperkuat laporan di lapangan yang menyebut komunikasi satelit mengalami gangguan luas dan masif. Situasi ini menunjukkan adanya tingkat intervensi teknis yang belum pernah terjadi sebelumnya di Iran.

Pengamat kebebasan internet dari kelompok advokasi siber, Amir Rashidi, menyebut kejadian ini sebagai momen yang sangat serius. Kepada situs teknologi TekSdar, ia mengatakan bahwa selama lebih dari dua dekade memantau isu akses internet, dirinya belum pernah melihat pembatasan dengan skala dan dampak sebesar ini.

Bagi masyarakat global, peristiwa ini jadi sinyal penting bahwa perang modern tidak lagi hanya soal senjata dan pasukan. Kontrol atas internet, satelit, dan sinyal digital kini menjadi medan tempur baru. Dan ketika internet satelit saja bisa dibungkam, dunia mulai bertanya-tanya, sejauh mana perang digital akan berkembang ke depannya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

  

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar