Supir Kelelahan Plus Ngantuk, Truk Angkut Bibit Jagung Terguling di Pelabuhan Sukabangun

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Selasa, 27 Januari 2026

Supir Kelelahan Plus Ngantuk, Truk Angkut Bibit Jagung Terguling di Pelabuhan Sukabangun

Supir Kelelahan Plus Ngantuk, Truk Angkut Bibit Jagung Terguling di Pelabuhan Sukabangun
Supir Kelelahan Plus Ngantuk, Truk Angkut Bibit Jagung Terguling di Pelabuhan Sukabangun.
Ketapang (Borneo Tribun) - Satu uniit mobil truk fuso muatan bibit jagung dan padi terguling ke rawa-rawa di areal pelabuhan Sukabangun Ketapang. 

Penyebabnya diduga supir mengantuk, kelelahan dan mabuk ombak akibat perjalanan kapal dari Semarang menuju pelabuhan Sukabangun Ketapang yang memakan waktu 48 jam, akibat cuaca buruk, gelombang tinggi. 

Berdasarkan keterangan saksi seorang buruh pelabuhan mengaku bernama Ujang menyampaikan, kejadian ini terjadi pada Selasa pagi (27/01/2026) sekitar jam 8.00 WIBA di kawasan pelabuhan Sukabangun Ketapang. 

Truk terjatuh ke dalam rawa-rawa dalam kawasan pelabuhan selepas keluar dari kapal angkut feri Dharma Lautan Utama. Saat sedang berjalan keluar kapal di jalan areal dermaga, ban bagian kiri lepas dari badan jalan pelabuhan. Truk langsung terguling jatuh dalam rawa-rawa kawasan pelabuhan tersebut. 

"Supir selamat,  tapi barang bibit jagung dan padi milik Polres dalam truk habis semua. Mobil penyok kaca dan bemper bagian depan, mesinya juga ngejim," ujar Ujang, Selasa (27/01'2026).

Ia menyampaikan, truk ini baru sampai ke Ketapang pagi hari ini mengunakan kapal milik ASDP itu.  Perjalanan dari pelabuhan Tanjung Emas Semarang menuju pelabuhan Sukabangun Ketapang bermuatan bibit jagung dan padi. 

"Kalau menurut supir, perjalanan dari Semarang sampai Ketapang hampir 48 jam. Cuaca buruk, gelombang besar. Bisanya kalau kondisi normal paling banter 32 jam sampai Ketapang dari Semarang," katanya. 

Akibat insiden ini, truk beserta muatan balik ke Semarang.  Sebab kondisi muatan dianggap tidal layak. Menurut buruh, kerugian yang diderita pemilik barang ditaksir mencapai ratusan juta. 

"Barang dalam truk balik ke Semarang. Kira-kira hampir Rp 300 juta nilainya barang muatan itu," tandasnya. 

Berdasar pantauan, truk fuso terguling tersebut di evakuasi memakai alat berat crane. Evakuasi berlangsung hampir 8 jam, dari pagi sampai kira - kira jam 17.00 wiba. 

Penulis: Muzahidin.
  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.