Tersinggung Ucapan Enam Bulan Lewat, Ketua PPNI Ketapang Dianiaya Warga

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Jumat, 02 Januari 2026

Tersinggung Ucapan Enam Bulan Lewat, Ketua PPNI Ketapang Dianiaya Warga

Tersinggung Ucapan Enam Bulan Lewat, Ketua PPNI Ketapang Dianiaya Warga
Tersinggung Ucapan Enam Bulan Lewat, Ketua PPNI Ketapang Dianiaya Warga.
Ketapang (Borneo Tribun) - Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Cabang Ketapang Eka Arianto diduga dianiaya oleh seorang warga berinisial Uis. Peristiwa ini diduga karena tersinggung ucapan Eka Arianto kepada sesorang anggota PPNI Ketapang bernama Uti Faradian sekitar 6 bulan lalu. 

Kejadian ini diakui Eka Arianto sudah dilaporkan ke Polres Ketapang pada Rabu (31/12/2025) malam dilengkapi dengan bukti hasil visum et repertum. 

"Iya sudah saya buat pelaporan ke Polres dan sayapun sudah memberikan hasil visum," ujar Eka Arianto, Jumat (02/01/2026).

Eka mengatakan, peristiwa ini bermula ketika dirinya berbicara secara pribadi sekaligus sebagai ketua DPD PPNI Ketapang anggotanya bernama Uti Faradian. 

Saat pertemuan itu, Ia menyampaikan dirinya pada suatu waktu ketika ngopi di warung kopi mendengar ucapan isu tentang adanya ucapan sesorang bahwa ada oknum bermarga Uti yang diduga itu adalah Uti Faradian sebagai tim pendukung dan membagikan uang untuk mendukung salah satu calon Pilkada 2024. 

Atas apa yang dirinya dengar dari cerita di warung kopi itulah, Eka Arianto punya inisiatif berbicara dengan Uti Faradian dengan maksud mengingatkan kepada Uti Faradian bahwa sebagai PNS, hendaknya tidak boleh terlibat dalam urusan dukung mendukung terkait politik. Karena banyak contoh anggota PPNI yang terkena imbas akibat ketahuan memberikan dukungan politik. 

"Apa yang saya dengar saat ngopi itu, saya panggil ajak bicara sodara Uti Faradian, sambil bercanda, pak  uti dengar dengar Pak Uti Faradian waktu pemilihan bupati kemaren menjadi pendukung salah satu Paslon Pilkada yang nomor 1 serta membagikan uang kepada warga yang mendukung kah ? dengan tegas Uti Faradian menjawab tidak ada pak we atas jawaban tersebut maka kekhawatiran atas isu tersebut selesai berarti tidak benar Apabila pembicaraan tersebut dijawab benar oleh saudara UTI Faradian maka pada saat itu saya  akan mengingatkan kalau kite ni PNS tidak boleh terlibat politk  praktis, banyak contoh kawan-kawan kite jadi korban politik. Saya berbicara dengan Uti Faradian itu sebagai ketua PPNI sekaligus kawan die sesame PNS antar Saya sebagai atasan Plt Kepala Puskesmas Ratu berlian dan Uti Faradian  sebagai Pegawai di Puskesmas Ratu Berlian, tidak lebih dari niat itu," kata Eka Arianto.

Rupa-rupanye, ucapan saye sekitar enam bulan lewat itu masih dipersoalkan oleh Uti Faradian dengan membuat keterangan kalau saya menghina keturunan keluarga Uti-Uti. 

"Pelakupun pada Rabu pagi (31/12/202/) bersama dengan Uti Faradian datang ke ruang kerja Kepala Puskesmas  di Puskesmas Ratu Berlian. Tujuan awalnya minta klarifikasi dan sudah saya jelaskan maksud kalimat saye itu, tapi pelaku Uis tidak terima dan langsung memukul rahang sebelah kanan dan rahang ,leher sebelah kiri saya. Kejadianya itu di ruang kerja saya di Puskesmas Ratu Belian kelurahan Mulia Kerta," ucap Eka Arianto.

Kasus ini menjadi atensi Dewan Pimpinan Wilayah PPNI Kalimantan Barat. Ns Juliansyah selaku ketua DPW PPNI turut prihatin atas masalah yang dialami oleh Ketua DPD PPNI Kabupaten Ketapang Sdr H Eka Arianto,S semoga masalah ini bisa diselesaikan dengan sebaik-baiknya, saya berharap masalah ini diselesaikan dengan bijak. Semoga masalah ini bisa segera diselesaikan oleh kedua belah pihak.

Sementara itu, satuan Reskrim Polres Ketapang, sudah menerima pelaporan dari seseorang warga bernama Eka Arianto.S Saat ini kasus ini sedang diselidiki. Jika ditemukan unsur pidananya, kasus ini besar kemungkinan naik ke penyidikan.

Penulis: Muzahidin
  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.