![]() |
| Korban keracunan MBG saat dirawat di Puskesmas kecamatan Marau pada Kamis (05/02/2026) |
Ketapang (Borneo Tribun) - Kepala Program makan bergizi gratis (MBG) Region Kalimantan Barat, Agus Kurniawi, mengatakan dugaan sementara penyebab keracunan 417 orang di kecamatan Marau disebabkan karena pekedel tahu.
Dugaan tersebut dikarenakan, perkedel tahu diproduksi pada Selasa malam (03/02/2026) kemudian selanjutnya di olah kembali pada Rabu (04/02/2026) sekitar pukul 2 dini hari dan paginya dihidangkan kepada siswa.
"Dugaan awal berasal dari perkedel tahu yang dibuat pada Selasa malam, 3 Februari 2026 sekitar pukul 19.00 WIB, lalu diolah kembali pada Rabu dini hari, 4 Februari 2026," ucap dia, Rabu (11/02/2026).
Meskipun demikian, guna memastikan penyebab keracunan massal ini, pihaknya masih menunggu hasik uji sampel makanan serta muntahan korban.
"Untuk hasil uji lab, belum keluar," ujarnya.
Dugaan itu diperkuat dengan keterangan korban yang menyebutkan menu yang disediakan oleh mitra dapur MBG pada hari itu adalah menu nasi putih, gulai telur, perkedel tahu, tumis sawi dan wortel, serta puding.
Sejak memakan makanan itu, siswa, guru termasuk pengelola dapur MBG merasakan keluhan sakit pusing, mual serta muntah-muntah. Gejala ini dirasakan sehari setelah menu tersebut dikonsumsi.
"Gejala mulai dirasakan setelah konsumsi menu hari Rabu. Karena awalnya dianggap mual dan pusing biasa, banyak yang tidak langsung berobat. Laporan resmi baru kami terima dari pihak sekolah pada Kamis pagi, 5 Februari 2026," jelasnya.
Untuk saat ini, dari 417 orang korban, tersisa satu pasien masih dirawat di RSUD dr Agoesdjam Ketapang, sementara ratusan korban lainnya telah dipulangkan.
"Tersisa satu pasien yang dirawat di RSUD dr Agoesdjam Ketapang. Selebihnya, baik yang dirujuk maupun yang ditangani di Puskesmas Marau sudah dipulangkan ke rumah masing-masing," pungkasnya. (*mz).
