Serangan AS Israel ke Iran Picu Ancaman Balasan Keras IRGC
Korps Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menegaskan tidak akan tinggal diam atas serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah wilayah Iran pada 28 Februari lalu. Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah IRIB pada Selasa (3/3), IRGC bersumpah akan membalas setiap serangan terhadap fasilitas militer maupun sipil di Iran.
Dalam pernyataannya, IRGC menyebut serangan yang dilakukan AS dan Israel bukan hanya menyasar target militer, tetapi juga fasilitas publik seperti sekolah, rumah sakit, stadion, restoran, hingga gedung pernikahan. Mereka menilai serangan tersebut bertujuan menciptakan kepanikan massal di tengah masyarakat.
IRGC mengklaim jumlah korban jiwa warga sipil telah melampaui 700 orang sejak rangkaian serangan dimulai. Angka ini, menurut mereka, mencerminkan dampak besar konflik yang kini meluas dan memicu kekhawatiran stabilitas kawasan Timur Tengah.
Serangan Rudal dan Korban Sipil
IRGC mengungkapkan bahwa dalam 24 jam terakhir, satu keluarga dilaporkan tewas setelah rudal Tomahawk menghantam bangunan tempat tinggal di Oshnavieh. Selain itu, lima orang meninggal dunia ketika sebuah rudal menghantam mobil pribadi di wilayah Salman.
Serangan juga dilaporkan terjadi di distrik Kasemiyeh, Urmia, di mana sebuah rumah hancur akibat hantaman rudal dan menewaskan pasangan lanjut usia. IRGC menuding serangan-serangan tersebut sebagai bukti bahwa sasaran bukan semata instalasi militer, melainkan juga warga sipil.
Eskalasi Sejak 28 Februari
Konflik meningkat drastis setelah pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, gugur dalam serangan tersebut.
Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di berbagai titik di Timur Tengah. Ketegangan ini memicu kekhawatiran luas tentang potensi perang terbuka yang dapat berdampak pada keamanan global dan ekonomi internasional.
Ancaman Balasan IRGC
IRGC menegaskan bahwa perang melawan Amerika Serikat dan Israel akan terus berlanjut. Mereka menyebut tidak ada satu pun serangan atau korban jiwa yang akan dibiarkan tanpa respons.
Pernyataan keras ini memperlihatkan bahwa konflik tidak hanya bersifat militer, tetapi juga membawa pesan politik yang kuat. Ketegangan yang terus meningkat membuat situasi di kawasan semakin tidak menentu dan berpotensi memperluas dampaknya ke negara-negara lain.
Bagi masyarakat internasional, perkembangan ini menjadi sinyal penting bahwa stabilitas Timur Tengah kembali berada di titik kritis. Dunia kini menanti langkah diplomatik atau justru eskalasi lanjutan yang bisa memperpanjang konflik.
FAQ
1. Apa itu IRGC?
IRGC adalah pasukan elit militer Iran yang memiliki peran strategis dalam pertahanan dan kebijakan keamanan negara.
2. Kapan serangan AS dan Israel dimulai?
Serangan besar dilaporkan terjadi pada 28 Februari dan berlanjut dalam beberapa hari berikutnya.
3. Berapa jumlah korban sipil menurut IRGC?
IRGC mengklaim korban sipil telah melampaui 700 orang, termasuk perempuan dan lansia.
4. Bagaimana respons Iran?
Iran meluncurkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
5. Apa dampak konflik ini bagi dunia?
Eskalasi konflik berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan kawasan dan perekonomian global.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com
