Kronologi Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Jalan Salemba Jakarta, Apa itu Air Keras?

Sabtu, 14 Maret 2026

Kronologi Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Jalan Salemba Jakarta, Apa itu Air Keras?

Polisi mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus di Salemba Jakarta Pusat. Korban telah mendapat perawatan dan pelaku masih diburu polisi. (Gambar ilustrasi AI0
Polisi mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus di Salemba Jakarta Pusat. Korban telah mendapat perawatan dan pelaku masih diburu polisi. (Gambar ilustrasi AI0

Polisi Usut Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS Di Jakarta Pusat

Jakarta – Kepolisian dari Polres Metro Jakarta Pusat bersama Polda Metro Jaya tengah menyelidiki kasus penyiraman air keras yang menimpa seorang aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) di kawasan Salemba, Senen, Jakarta Pusat.

Korban diketahui merupakan Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, yang diduga diserang oleh orang tidak dikenal (OTK) saat melintas di Jalan Salemba I.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pihak kepolisian telah bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian tersebut.

“Polres Metro Jakarta Pusat sudah proaktif melakukan, mendatangi korban, termasuk mendalami saksi-saksi. Di mana korban berinisial AY ini juga sudah ditangani pihak rumah sakit,” ujar Budi kepada wartawan, Jumat (13/3/2026).

Polisi Kecam Aksi Penyiraman Air Keras

Polda Metro Jaya menyatakan mengecam keras tindakan kekerasan tersebut. Aparat kepolisian berkomitmen untuk mengusut kasus hingga pelaku dapat ditemukan dan diproses secara hukum.

Menurut Budi Hermanto, pihak kepolisian saat ini sedang melakukan sejumlah langkah penyelidikan, mulai dari pemeriksaan saksi hingga pengumpulan barang bukti di lokasi kejadian.

“Kami dari Polda Metro Jaya mengecam terhadap insiden terjadinya penyiraman air keras. Artinya Polda Metro Jaya pasti akan concern mengambil keterangan dari beberapa saksi, mengolah barang bukti,” katanya.

Ia menambahkan, penyelidikan juga melibatkan pemeriksaan terhadap korban serta saksi lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.

“Mulai dari korban itu sendiri maupun saksi-saksi lain dan ada olah TKP. Termasuk pasti kalau sudah ada indikasi, Polda Metro Jaya pasti akan memburu pelaku,” lanjutnya.

Kronologi Kejadian Berdasarkan Rekaman CCTV

Peristiwa tersebut juga terekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi. Dari rekaman yang beredar, terlihat dua pria yang berboncengan sepeda motor melintas di Jalan Salemba I.

Awalnya, kedua pelaku tampak melewati korban yang saat itu sedang mengendarai sepeda motor. Tidak lama kemudian, pelaku memutar balik kendaraannya dan kembali melintas hingga berpapasan dengan korban.

Saat itulah salah satu pelaku diduga menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah korban.

Korban Mengalami Luka Akibat Siraman Cairan

Akibat serangan tersebut, korban langsung merasakan sensasi panas di tubuhnya. Korban kemudian kehilangan kendali hingga menjatuhkan sepeda motornya di pinggir jalan.

Korban terlihat berteriak histeris sambil berusaha melepas pakaian yang dikenakannya karena merasa kepanasan.

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat pakaian korban mengalami kerusakan dan bagian tubuhnya tampak melepuh akibat cairan yang disiramkan.

Warga Datangi Lokasi Dan Berikan Pertolongan

Teriakan korban segera menarik perhatian warga sekitar yang berada di lokasi kejadian. Sejumlah warga kemudian bergegas mendatangi korban untuk memberikan pertolongan.

Korban kemudian dibawa untuk mendapatkan penanganan medis di rumah sakit terdekat guna mendapatkan perawatan akibat luka yang dideritanya.

Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan motif pelaku dalam kasus penyiraman air keras tersebut.

Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut untuk segera melapor kepada pihak kepolisian guna membantu proses penyelidikan.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya penegakan hukum terhadap tindak kekerasan di ruang publik serta perlindungan terhadap masyarakat dari aksi kriminal yang membahayakan keselamatan.

Air Keras: Pengertian, Kegunaan, dan Dampak Jika Terkena Pada Tubuh Manusia

Polisi mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus di Salemba Jakarta Pusat. Korban telah mendapat perawatan dan pelaku masih diburu polisi. (Gambar ilustrasi AI0
Polisi mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus di Salemba Jakarta Pusat. Korban telah mendapat perawatan dan pelaku masih diburu polisi. (Gambar ilustrasi AI0

Air keras merupakan istilah yang cukup dikenal dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Istilah ini sering muncul dalam berbagai konteks, mulai dari pembahasan ilmu kimia, kegiatan industri, hingga berita mengenai kecelakaan kerja atau tindak kriminal. Secara umum, air keras merujuk pada zat kimia yang memiliki sifat sangat korosif dan mampu merusak berbagai jenis bahan, termasuk jaringan tubuh manusia.

Dalam ilmu kimia, air keras biasanya mengacu pada jenis asam kuat yang memiliki tingkat keasaman sangat tinggi. Zat ini dapat menyebabkan reaksi kimia yang kuat ketika bersentuhan dengan logam, plastik tertentu, atau bahan organik. Oleh karena itu, penggunaan air keras memerlukan penanganan yang sangat hati-hati serta mengikuti standar keselamatan tertentu.

Beberapa jenis bahan kimia yang sering disebut sebagai air keras antara lain adalah Sulfuric acid, Hydrochloric acid, dan Nitric acid. Ketiga bahan kimia ini banyak digunakan dalam industri karena memiliki sifat reaktif yang sangat kuat.

Meskipun memiliki banyak manfaat dalam bidang industri, penelitian, dan manufaktur, air keras juga memiliki potensi bahaya yang sangat besar jika tidak digunakan dengan benar. Kontak langsung dengan kulit atau mata dapat menyebabkan luka bakar kimia yang serius, bahkan dapat menimbulkan kerusakan permanen pada jaringan tubuh.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami pengertian air keras, kegunaannya dalam berbagai bidang, serta dampak yang dapat terjadi jika seseorang terkena zat tersebut. Dengan pemahaman yang baik, risiko kecelakaan atau penyalahgunaan air keras dapat diminimalkan.

Pengertian Air Keras

Secara umum, air keras adalah cairan kimia yang memiliki sifat korosif tinggi dan mampu merusak berbagai material melalui reaksi kimia. Istilah “air keras” sendiri sebenarnya bukan istilah ilmiah resmi dalam kimia, melainkan istilah populer yang digunakan masyarakat untuk menggambarkan zat cair yang dapat mengikis atau melarutkan bahan lain dengan cepat.

Dalam ilmu kimia, zat yang sering disebut air keras biasanya merupakan asam kuat. Asam kuat adalah senyawa kimia yang dapat terionisasi hampir sepenuhnya ketika dilarutkan dalam air. Hal ini membuat larutan tersebut memiliki konsentrasi ion hidrogen yang sangat tinggi, sehingga bersifat sangat asam dan reaktif.

Sebagai contoh, Sulfuric acid adalah salah satu asam kuat yang paling banyak digunakan di dunia industri. Senyawa ini memiliki kemampuan yang sangat tinggi untuk menarik air dari bahan lain serta menghasilkan panas ketika bereaksi dengan air. Sifat inilah yang membuatnya sangat berbahaya jika mengenai kulit manusia.

Selain itu, terdapat juga Hydrochloric acid yang sering digunakan dalam berbagai proses industri seperti pemurnian logam dan pembersihan kerak. Zat ini memiliki bau yang sangat menyengat dan dapat menyebabkan iritasi pada sistem pernapasan jika uapnya terhirup.

Sementara itu, Nitric acid dikenal sebagai asam yang memiliki sifat oksidator kuat. Zat ini sering digunakan dalam proses pembuatan pupuk, bahan peledak, serta berbagai senyawa kimia lainnya.

Karena sifatnya yang sangat reaktif, air keras harus disimpan dalam wadah khusus yang tahan terhadap korosi. Selain itu, penggunaannya biasanya dilakukan oleh tenaga yang memiliki pengetahuan dan pelatihan khusus di bidang kimia atau industri.

Karakteristik Air Keras

Air keras memiliki beberapa karakteristik utama yang membedakannya dari cairan biasa. Karakteristik ini berkaitan erat dengan sifat kimianya yang sangat kuat dan reaktif.

1. Bersifat Sangat Korosif

Salah satu ciri utama air keras adalah sifatnya yang sangat korosif. Artinya, zat ini mampu merusak atau menghancurkan berbagai bahan melalui reaksi kimia. Ketika mengenai logam, air keras dapat menyebabkan proses korosi yang cepat. Ketika mengenai bahan organik seperti kayu atau kain, zat ini dapat menyebabkan kerusakan struktur bahan tersebut.

2. Memiliki Tingkat Keasaman Tinggi

Air keras biasanya memiliki nilai pH yang sangat rendah, bahkan bisa mendekati angka 0 pada skala pH. Nilai pH yang rendah menunjukkan bahwa larutan tersebut sangat asam dan memiliki konsentrasi ion hidrogen yang tinggi.

3. Bereaksi dengan Banyak Bahan

Air keras dapat bereaksi dengan berbagai jenis bahan, termasuk logam, plastik tertentu, dan jaringan tubuh manusia. Reaksi ini sering kali menghasilkan panas atau gas yang berbahaya.

4. Dapat Menyebabkan Luka Bakar Kimia

Berbeda dengan luka bakar akibat panas, luka bakar akibat air keras terjadi karena reaksi kimia yang merusak jaringan tubuh. Luka ini sering kali lebih sulit ditangani karena dapat terus merusak jaringan selama zat tersebut masih berada di permukaan kulit.

Kegunaan Air Keras

Polisi mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus di Salemba Jakarta Pusat. Korban telah mendapat perawatan dan pelaku masih diburu polisi. (Gambar ilustrasi AI0
Polisi mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus di Salemba Jakarta Pusat. Korban telah mendapat perawatan dan pelaku masih diburu polisi. (Gambar ilustrasi AI0

Meskipun memiliki sifat berbahaya, air keras memiliki peran yang sangat penting dalam berbagai sektor industri dan penelitian. Tanpa penggunaan bahan kimia ini, banyak proses produksi modern tidak dapat dilakukan secara efisien.

1. Industri Logam

Dalam industri logam, air keras digunakan untuk membersihkan permukaan logam dari karat, kotoran, atau oksida sebelum dilakukan proses pelapisan atau pengecatan. Proses ini dikenal sebagai pickling dalam industri metalurgi.

Asam kuat membantu melarutkan lapisan oksida pada logam sehingga permukaannya menjadi lebih bersih dan siap untuk proses selanjutnya.

2. Industri Kimia

Air keras merupakan bahan dasar dalam produksi berbagai senyawa kimia lainnya. Banyak reaksi kimia industri membutuhkan asam kuat sebagai katalis atau reagen untuk mempercepat reaksi.

Sebagai contoh, Sulfuric acid digunakan dalam produksi pupuk, deterjen, plastik, dan berbagai produk kimia lainnya.

3. Industri Baterai

Salah satu penggunaan paling umum dari air keras adalah dalam baterai kendaraan. Baterai timbal-asam menggunakan larutan asam sulfat sebagai elektrolit untuk menghasilkan energi listrik melalui reaksi kimia antara timbal dan asam.

Tanpa keberadaan asam ini, baterai tidak akan dapat menghasilkan listrik yang diperlukan untuk menyalakan kendaraan.

4. Laboratorium Penelitian

Di laboratorium kimia, air keras digunakan untuk berbagai keperluan penelitian, seperti analisis kimia, sintesis senyawa baru, dan pengujian sifat material.

Penggunaan bahan ini di laboratorium biasanya dilakukan dengan perlindungan khusus seperti sarung tangan tahan kimia, kacamata pelindung, dan lemari asam.

5. Pengolahan Air dan Limbah

Beberapa jenis asam kuat juga digunakan dalam pengolahan air limbah untuk menetralkan zat basa atau membantu proses pemisahan bahan kimia tertentu dari air.

Dampak Jika Terkena Air Keras

Paparan air keras dapat menimbulkan berbagai dampak yang serius terhadap kesehatan manusia. Dampak ini tergantung pada jenis zat kimia, konsentrasi larutan, serta lamanya kontak dengan tubuh.

1. Dampak pada Kulit

Jika air keras mengenai kulit, reaksi kimia yang terjadi dapat menyebabkan luka bakar kimia. Gejala yang biasanya muncul antara lain:

  • Rasa panas atau terbakar pada kulit

  • Kemerahan dan iritasi

  • Lepuhan atau melepuh

  • Kerusakan jaringan yang dalam

Pada kasus yang parah, luka bakar kimia dapat menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan kulit dan meninggalkan bekas luka yang sulit dihilangkan.

2. Dampak pada Mata

Mata merupakan salah satu organ tubuh yang sangat sensitif terhadap bahan kimia. Jika air keras masuk ke mata, dampak yang terjadi bisa sangat serius, antara lain:

  • Iritasi dan rasa perih yang hebat

  • Kerusakan pada kornea

  • Gangguan penglihatan

  • Risiko kebutaan permanen

Karena itu, pekerja yang menggunakan bahan kimia korosif biasanya diwajibkan menggunakan kacamata pelindung khusus.

3. Dampak pada Sistem Pernapasan

Uap dari beberapa jenis air keras dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan jika terhirup. Gejala yang dapat muncul meliputi:

  • Batuk

  • Sesak napas

  • Iritasi tenggorokan

  • Kerusakan jaringan paru-paru pada paparan berat

Paparan jangka panjang terhadap uap bahan kimia tertentu bahkan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan kronis.

4. Dampak Jika Tertelan

Jika air keras tertelan secara tidak sengaja, zat tersebut dapat menyebabkan kerusakan serius pada mulut, kerongkongan, dan lambung. Gejala yang mungkin muncul antara lain:

  • Nyeri hebat pada mulut dan tenggorokan

  • Kesulitan menelan

  • Muntah

  • Kerusakan jaringan organ dalam

Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis yang memerlukan penanganan segera oleh tenaga kesehatan.

Pertolongan Pertama Jika Terkena Air Keras

Penanganan awal sangat penting untuk mengurangi tingkat kerusakan jaringan akibat paparan air keras.

Langkah-langkah pertolongan pertama yang umumnya dilakukan antara lain:

  1. Segera membilas area yang terkena dengan air bersih yang mengalir selama minimal 15–20 menit.

  2. Melepaskan pakaian atau aksesori yang terkena zat kimia.

  3. Menghindari menggosok area yang terkena karena dapat memperparah kerusakan jaringan.

  4. Segera mencari bantuan medis jika luka cukup serius.

Penanganan cepat dapat membantu mengurangi dampak kerusakan yang lebih parah.

Air keras merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut cairan kimia yang bersifat sangat korosif, biasanya berupa asam kuat yang memiliki tingkat keasaman tinggi. Beberapa contoh zat yang sering disebut air keras antara lain Sulfuric acid, Hydrochloric acid, dan Nitric acid.

Zat ini memiliki banyak kegunaan dalam berbagai bidang seperti industri logam, industri kimia, pembuatan baterai, penelitian laboratorium, dan pengolahan limbah. Namun, sifatnya yang sangat reaktif juga membuat air keras berpotensi menimbulkan bahaya serius jika tidak digunakan dengan benar.

Paparan air keras dapat menyebabkan luka bakar kimia pada kulit, kerusakan mata, gangguan pernapasan, hingga kerusakan organ dalam jika tertelan. Oleh karena itu, penggunaan bahan kimia ini harus selalu dilakukan dengan memperhatikan standar keselamatan yang ketat.

Pemahaman masyarakat mengenai bahaya dan penggunaan air keras sangat penting untuk mencegah kecelakaan serta mengurangi risiko penyalahgunaan bahan kimia berbahaya. Dengan pengetahuan yang cukup, penggunaan air keras dapat dilakukan secara aman dan memberikan manfaat yang besar bagi berbagai bidang kehidupan manusia.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

  

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar