![]() |
| DPKP Kalsel memperkuat jaringan irigasi sepanjang 13 km untuk menghadapi potensi kemarau panjang 2026 dan menjaga produktivitas pertanian di berbagai wilayah. |
BANJARBARU — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan (DPKP Kalsel) mulai memperkuat jaringan irigasi sepanjang 13 kilometer di sejumlah wilayah persawahan. Langkah ini jadi strategi penting untuk menghadapi potensi musim kemarau panjang yang diperkirakan terjadi pada 2026.
Kepala Seksi Lahan dan Irigasi Pertanian DPKP Kalsel, Muhammad Anton Ciptady, menjelaskan bahwa penguatan dilakukan melalui pemeliharaan jaringan irigasi tersier serta pengembangan sistem pendukung distribusi air ke lahan pertanian.
Menurut Anton, program tersebut mendapat dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian serta alokasi dari pemerintah daerah. Dukungan ini bertujuan memastikan sektor pertanian tetap berjalan stabil meski menghadapi tantangan perubahan iklim.
“Program ini fokus pada pemeliharaan jaringan irigasi tersier agar distribusi air tetap lancar, terutama saat musim kemarau,” ujar Anton di Banjarbaru, Senin.
Pengembangan Irigasi Jangkau Ribuan Hektare Sawah
Selain pemeliharaan jaringan yang sudah ada, DPKP Kalsel juga menyiapkan pengembangan baru melalui kegiatan Survey, Investigasi, dan Desain (SID) jaringan irigasi tersier.
Program tersebut dirancang untuk menjangkau lahan pertanian dengan cakupan sekitar 4.000 hektare.
Saat ini, proses penyusunan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) masih berlangsung. Tahapan ini penting untuk memastikan bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan petani di lapangan.
Anton menegaskan bahwa validasi data CPCL menjadi dasar utama pelaksanaan program, sehingga pembangunan infrastruktur irigasi dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Ratusan Unit Irigasi Disiapkan Untuk Perkuat Pasokan Air
Tak hanya memperbaiki jaringan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga mengalokasikan bantuan sarana pendukung irigasi dalam jumlah besar.
Beberapa bantuan yang disiapkan antara lain:
235 unit irigasi perpompaan
58 unit irigasi perpipaan
Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan suplai air ke area persawahan, khususnya di wilayah yang rawan kekurangan air saat musim kemarau.
Namun demikian, Anton menyebutkan bahwa realisasi bantuan tersebut masih menunggu kesiapan pemerintah kabupaten dan kota dalam menyampaikan data CPCL sebagai dasar pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Sejumlah Daerah Jadi Prioritas Pemeliharaan
DPKP Kalsel telah menetapkan beberapa daerah sebagai prioritas pemeliharaan jaringan irigasi tersier.
Wilayah yang masuk dalam rencana tersebut meliputi:
Kabupaten Balangan
Kabupaten Tapin
Kabupaten Hulu Sungai Selatan
Kabupaten Barito Kuala
Daerah-daerah tersebut dinilai memiliki potensi pertanian yang besar, sehingga keberlanjutan sistem irigasi menjadi kunci menjaga stabilitas produksi pangan.
Anton menegaskan bahwa pemeliharaan jaringan irigasi merupakan prioritas utama untuk memastikan distribusi air tetap lancar dan petani tidak terdampak kekeringan.
Optimisme Produksi Pertanian Tetap Stabil
DPKP Kalsel optimistis langkah penguatan jaringan irigasi ini mampu menjaga produktivitas pertanian, terutama komoditas padi, meski dihadapkan pada ancaman kemarau panjang.
Anton juga berharap pemerintah kabupaten dan kota segera menyampaikan data CPCL agar seluruh program dapat direalisasikan tepat waktu.
Dengan dukungan infrastruktur irigasi yang memadai, sektor pertanian di Kalimantan Selatan diharapkan tetap menjadi tulang punggung ketahanan pangan daerah.
“DPKP Kalsel optimistis produksi pertanian tetap terjaga meski dihadapkan pada potensi kemarau panjang pada 2026,” ujar Anton.
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Apa tujuan penguatan irigasi oleh DPKP Kalsel?
Tujuannya untuk memastikan distribusi air ke lahan pertanian tetap lancar, terutama saat musim kemarau panjang yang diperkirakan terjadi pada 2026.
2. Berapa panjang jaringan irigasi yang diperkuat?
Total panjang jaringan irigasi yang diperkuat mencapai sekitar 13 kilometer.
3. Berapa luas lahan yang akan dijangkau program pengembangan irigasi?
Program pengembangan dirancang menjangkau sekitar 4.000 hektare lahan persawahan.
4. Apa saja bantuan irigasi yang disiapkan pemerintah?
Pemerintah menyiapkan 235 unit irigasi perpompaan dan 58 unit irigasi perpipaan untuk mendukung suplai air ke sawah.
5. Wilayah mana saja yang menjadi prioritas program?
Wilayah prioritas meliputi Kabupaten Balangan, Tapin, Hulu Sungai Selatan, dan Barito Kuala.
