![]() |
| Empat ABK TB Samudra Jaya 1 meninggal diduga akibat paparan gas beracun di ruang terbatas kapal di Sungai Tunjang, Barito Kuala, Kalimantan Selatan. (FOTO ILUSTRASI) |
BANJARMASIN - Tim SAR gabungan mengevakuasi empat anak buah kapal (ABK) TB Samudra Jaya 1 yang ditemukan meninggal dunia di ruang terbatas kapal di perairan Sungai Tunjang, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Korban diduga terpapar gas beracun saat berada di dalam manhole kapal.
Kepala Operasi Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana, menyampaikan laporan kejadian diterima dari anggota Ditpolair Polda Kalimantan Selatan Bripka Priyo pada Rabu sekitar pukul 17.20 Wita. Informasi awal menyebut empat kru kapal terjebak di dalam ruang sempit kapal.
Setelah menerima laporan, Kantor SAR Banjarmasin langsung mengerahkan tim gabungan menuju lokasi kejadian. Operasi melibatkan Ditpolair Polda Kalimantan Selatan, Polair Polres Barito Kuala, Polsek Cerbon, TNI AL Banjarmasin, Karantina, hingga KSOP Sungai Putting.
Tim SAR tiba di lokasi sekitar pukul 19.10 Wita dan segera melakukan asesmen untuk menentukan metode penyelamatan paling aman. Proses evakuasi menjadi cukup sulit karena korban berada di ruang terbatas dengan dugaan kandungan gas berbahaya yang membahayakan personel penyelamat.
Untuk mengurangi risiko paparan gas beracun, tim menggunakan perlengkapan khusus seperti Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) dan alat pendeteksi gas selama operasi berlangsung.
Korban pertama berinisial S (27) berhasil dievakuasi pada pukul 20.49 Wita. Selanjutnya korban ZMH (34) dievakuasi pukul 21.51 Wita. Korban HHA (28) berhasil diangkat pada Kamis dini hari sekitar pukul 00.20 Wita. Sementara korban TRZ (38) juga ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian.
I Putu Sudayana menjelaskan operasi evakuasi berlangsung dengan tingkat risiko tinggi karena ruang yang sangat sempit dan potensi gas beracun yang masih ada di dalam kapal. Seluruh personel penyelamat tetap menjalankan prosedur keselamatan secara ketat agar tidak menambah korban.
Kantor SAR Banjarmasin juga mengingatkan seluruh pihak di sektor pelayaran dan perkapalan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja, khususnya saat melakukan aktivitas di ruang terbatas kapal.
Menurut I Putu Sudayana, setiap pekerjaan di ruang tertutup wajib dilengkapi prosedur keselamatan yang ketat, termasuk pemeriksaan kandungan gas dan penggunaan alat perlindungan pernapasan untuk mencegah kejadian serupa.
Operasi SAR terhadap empat ABK TB Samudra Jaya 1 resmi ditutup setelah seluruh korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 00.40 Wita. Seluruh unsur SAR kemudian kembali ke satuan masing-masing.
FAQ
Apa penyebab empat ABK TB Samudra Jaya 1 meninggal?
Empat ABK diduga meninggal akibat paparan gas beracun di ruang terbatas atau manhole kapal.
Di mana lokasi kejadian TB Samudra Jaya 1?
Peristiwa terjadi di perairan Sungai Tunjang, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
Siapa saja yang terlibat dalam operasi evakuasi?
Operasi melibatkan SAR Banjarmasin, Ditpolair Polda Kalsel, Polair Barito Kuala, TNI AL, KSOP Sungai Putting, dan sejumlah unsur lainnya.
Apa tantangan utama saat proses evakuasi?
Tim menghadapi ruang sempit dan potensi kandungan gas berbahaya yang mengancam keselamatan personel penyelamat.
Peralatan apa yang digunakan tim SAR?
Tim menggunakan SCBA atau alat bantu pernapasan serta gas detector untuk mendeteksi kandungan gas beracun.
- Memuat artikel...

