Berita BorneoTribun: Peristiwa hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 April 2026

Nasib Tragis Petani Di Mentebah, Tewas Disambar Petir Saat Ke Kebun

Petani Hamdan di Mentebah tewas diduga tersambar petir saat hujan, tiga sapi miliknya juga ditemukan mati di kebun Desa Menaren.
Petani Hamdan di Mentebah tewas diduga tersambar petir saat hujan, tiga sapi miliknya juga ditemukan mati di kebun Desa Menaren.

Mentebah, Kalbar — Peristiwa tragis menimpa seorang petani di Kecamatan Mentebah setelah diduga tersambar petir saat berada di kebunnya. Korban bernama Hamdan (47) ditemukan meninggal dunia bersama tiga ekor sapi miliknya di Desa Menaren, Minggu (12/4/2026) siang.

Menurut informasi yang dihimpun dari warga setempat dan petugas, kejadian tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, korban diketahui berangkat ke kebun menggunakan sepeda motor untuk memberi makan sapi peliharaannya, seperti rutinitas sehari-hari.

Namun hingga menjelang waktu magrib, korban tak kunjung kembali ke rumah. Kondisi itu membuat pihak keluarga mulai merasa khawatir.

Ditemukan Tak Sadarkan Diri Di Kebun

Sekitar pukul 17.50 WIB, istri korban bersama anaknya memutuskan menyusul ke kebun untuk memastikan kondisi korban. Setibanya di lokasi, mereka mendapati korban sudah tergeletak di atas tanah dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Tak jauh dari posisi korban, tiga ekor sapi milik korban juga ditemukan dalam keadaan mati.

Melihat kondisi tersebut, keluarga segera membawa korban menuju Puskesmas Mentebah untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun sayangnya, setibanya di fasilitas kesehatan tersebut, petugas medis menyatakan korban telah meninggal dunia.

Diduga Tersambar Petir Saat Hujan

Berdasarkan keterangan awal dari pihak terkait, korban diduga meninggal akibat sambaran petir. Dugaan ini diperkuat dengan kondisi cuaca saat kejadian yang dilaporkan sedang hujan disertai petir di wilayah tersebut.

Petugas yang menerima laporan kemudian mendatangi rumah duka untuk melakukan pendataan serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan identitas korban dan kronologi kejadian.

Jenazah korban selanjutnya dibawa kembali ke rumah duka di Desa Menaren untuk disemayamkan. Rencananya, korban akan dimakamkan pada Senin pagi oleh pihak keluarga.

Keluarga Terima Sebagai Musibah

Pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak berencana menuntut pihak manapun. Mereka memahami bahwa kejadian ini murni akibat faktor alam.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya petani dan pekerja lapangan, untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di area terbuka ketika cuaca buruk terjadi.

FAQ

1. Siapa korban dalam peristiwa ini?
Korban adalah seorang petani bernama Hamdan (47), warga Desa Menaren, Kecamatan Mentebah.

2. Kapan kejadian terjadi?
Peristiwa diduga terjadi pada Minggu, 12 April 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.

3. Di mana lokasi kejadian?
Kejadian berlangsung di kebun milik korban di Desa Menaren, Kecamatan Mentebah.

4. Apa penyebab kematian korban?
Korban diduga meninggal akibat tersambar petir saat hujan turun di lokasi kejadian.

5. Apakah ada korban lain dalam kejadian ini?
Selain korban, tiga ekor sapi milik korban juga ditemukan mati di lokasi.

Selasa, 07 April 2026

Dua Korban Kapal Mitra Jaya V Ditemukan Meninggal Di Sungai Barito Muara Teweh

Tim SAR gabungan menemukan dua korban kecelakaan Kapal Mitra Jaya V di Sungai Barito Muara Teweh setelah dua hari pencarian. Operasi SAR resmi dihentikan.
Tim SAR gabungan menemukan dua korban kecelakaan Kapal Mitra Jaya V di Sungai Barito Muara Teweh setelah dua hari pencarian. Operasi SAR resmi dihentikan.

Muara Teweh - Setelah dilakukan pencarian intensif selama dua hari, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan dua korban kecelakaan kapal di Sungai Barito, tepatnya di sekitar Dermaga PT Multipersada Gatra Megah (MPG), Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.

Kepala Kantor SAR Palangka Raya, AA Ketut Alit Supartana, memastikan bahwa seluruh korban telah ditemukan dan operasi pencarian resmi dihentikan.

“Kedua korban telah ditemukan dan operasi SAR dinyatakan selesai,” ujar Alit dalam keterangannya di Muara Teweh, Senin.

Kronologi Kecelakaan Kapal Mitra Jaya V

Peristiwa kecelakaan ini terjadi pada Sabtu malam, 4 April 2026 sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, Kapal Mitra Jaya V dilaporkan sedang melakukan proses sandar di pelabuhan PT MPG.

Diduga terjadi benturan saat proses sandar kapal berlangsung. Akibat insiden tersebut, seorang anggota Polri dan satu Anak Buah Kapal (ABK) terjatuh ke Sungai Barito.

Situasi malam hari serta arus sungai yang cukup kuat menjadi tantangan utama dalam proses pencarian korban.

Korban Pertama Ditemukan Dua Kilometer Dari Lokasi

Korban pertama diketahui bernama Bripda Vikma Setiawan, warga Jalan Veteran Gang Margo Rukun RT 005 RW 002 Desa Beriwit, Kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya.

Ia ditemukan pada pukul 08.31 WIB sekitar dua kilometer dari titik awal kejadian.

Menurut Kepala Kantor SAR Palangka Raya, korban ditemukan dalam kondisi mengapung di permukaan sungai.

“Korban pertama ditemukan mengapung dan langsung dievakuasi untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” jelas Alit.

Korban Kedua Ditemukan Tak Jauh Dari Lokasi Kejadian

Selang beberapa waktu setelah penemuan korban pertama, tim SAR kembali menemukan korban kedua atas nama Aleksandro Brianonggasa (25).

Korban diketahui merupakan seorang ABK yang berasal dari Desa Rokirole RT 005 RW 002, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Korban kedua ditemukan sekitar 500 meter dari lokasi kejadian.

Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi menuju rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

“Korban kedua ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian dan langsung dievakuasi ke rumah sakit,” ujarnya.

Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah pencarian intensif dilakukan selama dua hari.

Operasi SAR Melibatkan Banyak Unsur Gabungan

Operasi pencarian korban melibatkan berbagai unsur SAR gabungan yang bekerja secara terpadu di lapangan.

Beberapa pihak yang terlibat antara lain:

  • Kantor SAR Palangka Raya

  • Kepolisian

  • BPBD Barito Utara

  • Masyarakat setempat

Kerja sama lintas instansi ini dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan pencarian korban.

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan seluruh personel yang terlibat ditarik dari lokasi kejadian.

“Kami mengapresiasi seluruh unsur SAR yang telah bekerja keras di lapangan hingga korban berhasil ditemukan,” kata AA Ketut Alit Supartana.

Upaya Evaluasi Keselamatan Pelayaran Perlu Ditingkatkan

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya standar keselamatan dalam aktivitas pelayaran, terutama saat proses sandar kapal di pelabuhan.

Pengawasan ketat, prosedur keselamatan yang disiplin, serta kesiapan kru menjadi faktor utama dalam mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Selain itu, faktor cuaca, arus sungai, dan kondisi penerangan di area pelabuhan juga perlu menjadi perhatian khusus.

FAQ

1. Di mana lokasi kecelakaan kapal terjadi?
Kecelakaan terjadi di Sungai Barito, sekitar Dermaga PT Multipersada Gatra Megah (MPG), Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.

2. Kapan kejadian kapal Mitra Jaya V terjadi?
Insiden terjadi pada Sabtu malam, 4 April 2026 sekitar pukul 21.00 WIB.

3. Siapa saja korban dalam kecelakaan kapal ini?
Korban adalah Bripda Vikma Setiawan dan Aleksandro Brianonggasa (25), seorang ABK kapal.

4. Berapa lama proses pencarian korban dilakukan?
Pencarian berlangsung selama dua hari sebelum seluruh korban berhasil ditemukan.

5. Apakah operasi SAR masih berlangsung?
Tidak. Operasi SAR resmi dihentikan setelah kedua korban ditemukan.

Korban Tenggelam Di Sungai Barito Ditemukan, Satu ABK Masih Dicari

Bripda Vikma Setiawan ditemukan meninggal setelah tenggelam di Sungai Barito, Muara Teweh. Satu korban lainnya masih dalam pencarian tim gabungan.
Bripda Vikma Setiawan ditemukan meninggal setelah tenggelam di Sungai Barito, Muara Teweh. Satu korban lainnya masih dalam pencarian tim gabungan.

Muara Teweh — Tim gabungan akhirnya menemukan satu dari dua korban yang tenggelam di Sungai Barito, sekitar Dermaga PT Multipersada Gatra Megah (MPG), Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.

Korban yang ditemukan adalah Bripda Vikma Setiawan (22), anggota Polri yang sebelumnya dilaporkan hilang saat menjalankan tugas pengawasan di area dermaga.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Barito Utara, Rizali Hadi, menyampaikan bahwa korban ditemukan pada Senin pagi sekitar pukul 08.31 WIB.

“Korban atas nama Vikma Setiawan telah ditemukan pagi ini sekitar pukul 08.31 WIB dengan jarak kurang lebih dua kilometer dari titik kejadian. Saat ini korban sudah dievakuasi tim gabungan,” ujar Rizali di Muara Teweh.

Kronologi Kejadian Tenggelam Di Sungai Barito

Peristiwa tragis ini bermula saat Bripda Vikma Setiawan melakukan pengawasan terhadap kapal tongkang yang hendak bersandar di dermaga milik PT MPG.

Kapal tersebut diketahui akan melakukan pengisian minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO). Saat menjalankan tugas tersebut, korban dilaporkan terjatuh dan tenggelam di Sungai Barito.

Korban diketahui berdomisili di Jalan Veteran Gang Margo RT 005 RW 002, Desa Beriwit, Kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya.

Insiden ini terjadi pada Sabtu malam (4/4) dan langsung memicu operasi pencarian oleh tim gabungan dari berbagai instansi.

Satu Korban ABK Masih Dalam Pencarian

Selain Bripda Vikma Setiawan, satu korban lainnya masih belum ditemukan hingga saat ini.

Korban tersebut diketahui bernama Aleksandro Brianonggasa (25), seorang Anak Buah Kapal (ABK) yang berasal dari Desa Rokirole RT 005 RW 002, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Rizali Hadi, proses pencarian terhadap korban kedua masih terus dilakukan dengan memperluas area penyisiran di sekitar lokasi kejadian.

“Pencarian terhadap korban lainnya akan terus dilanjutkan dengan memperluas area penyisiran di sekitar lokasi kejadian,” katanya.

Tim Gabungan Terus Lakukan Penyisiran

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, kepolisian perairan (Polairud), pemadam kebakaran (Damkar), hingga relawan setempat.

Tim menyisir area Sungai Barito menggunakan perahu karet serta peralatan pencarian air, dengan harapan korban kedua dapat segera ditemukan.

Kondisi arus sungai yang cukup deras menjadi salah satu tantangan dalam proses pencarian.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya keselamatan kerja, khususnya bagi petugas dan pekerja yang beraktivitas di sekitar sungai atau dermaga.

Penggunaan alat pelindung diri seperti jaket pelampung serta penerapan prosedur keselamatan dinilai sangat penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan serupa.


FAQ

Siapa korban yang ditemukan di Sungai Barito?

Korban yang ditemukan adalah Bripda Vikma Setiawan (22), anggota Polri yang sebelumnya dilaporkan tenggelam saat bertugas.

Kapan korban ditemukan?

Korban ditemukan pada Senin pagi sekitar pukul 08.31 WIB.

Di mana lokasi kejadian tenggelam?

Kejadian terjadi di Sungai Barito, sekitar Dermaga PT Multipersada Gatra Megah (MPG), Muara Teweh, Barito Utara.

Apakah masih ada korban lain yang hilang?

Ya, satu korban lain bernama Aleksandro Brianonggasa (25), seorang ABK, masih dalam pencarian.

Siapa saja yang terlibat dalam proses pencarian?

Pencarian dilakukan oleh BPBD, Polairud, Damkar, serta relawan setempat.

Minggu, 05 April 2026

Bus DAMRI Kecelakaan di Penyeladi Sanggau, Ada Korban Jiwa

Foto: Bus DAMRI mengalami kecelakaan di tanjakan Penyeladi, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Minggu (5/4/2026)

SANGGAU - Telah terjadi kecelakaan maut Bus DAMRI di tikungan turunan/tanjakan Desa Penyeladi, Kecamatan Kapuas, Sanggau pada Minggu (5/4/2026).

Bus DAMRI berangkat dari Sintang tujuan Pontianak tersebut mengangkut sebanyak 31 penumpang.

Berdasarkan informasi dilapangan, pasca kecelakaan tersebut 1 (satu) penumpang dinyatakan meninggal ditempat, 1 (satu) orang mengalami putus tangan, dan penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Dilihat dari posisinya, Bus tersebut baru saja menuruni tanjakan Penyeladi dan sebagian badan bus mengarah ke sungai Kapuas.

Polisi sudah melakukan identifikasi terkait kronologi kejadian, dan sampai berita ini dipublikasikan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Kamis, 02 April 2026

Breaking news: Tanah Longsor di Sekadau, Pipa PDAM Pecah dan Jalan Terputus

Breaking news: Tanah Longsor di Sekadau, Pipa PDAM Pecah dan Jalan Terputus
Breaking news: Tanah Longsor di Sekadau, Pipa PDAM Pecah dan Jalan Terputus

SEKADAU - Tanah longsor terjadi di Jalan Masjid At-Taqwa, Desa Mungguk, Sekadau Hilir, Sekadau, Kamis (2/4). Pipa induk PDAM pecah dan akses jalan terputus.

Breaking news: Tanah Longsor di Sekadau, Pipa PDAM Pecah dan Jalan Terputus
Breaking news: Tanah Longsor di Sekadau, Pipa PDAM Pecah dan Jalan Terputus

"Akibat longsor ini, pipa induk PDAM pecah dan jalan tidak bisa dilalui kendaraan," kata Ketua RT 01 Desa Mungguk, Suryadi Lotok.

Breaking news: Tanah Longsor di Sekadau, Pipa PDAM Pecah dan Jalan Terputus
Breaking news: Tanah Longsor di Sekadau, Pipa PDAM Pecah dan Jalan Terputus

Warga diminta waspada dan pihak terkait diharapkan segera tangani kerusakan. Belum ada laporan korban jiwa.

Minggu, 29 Maret 2026

Kapal Tangki Terbakar Saat Docking Di Sungai Mentaya Sampit Kalteng

Kapal tangki minyak terbakar di Sungai Mentaya Sampit saat docking. Api masih aktif, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan petugas.
Kapal tangki minyak terbakar di Sungai Mentaya Sampit saat docking. Api masih aktif, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan petugas.

SAMPIT – Sebuah kapal tangki minyak dilaporkan terbakar saat sedang tambat di pinggir Sungai Mentaya, tepatnya di Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, pada Sabtu sore.

Peristiwa kebakaran ini terjadi sekitar pukul 17.30 WIB dan langsung mengundang perhatian warga sekitar. Kobaran api terlihat cukup besar hingga menjelang malam hari.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam, menyampaikan bahwa hingga Sabtu malam api masih belum sepenuhnya padam.

“Api masih aktif. Ini top up BBM dan mesin,” ujarnya.

Petugas Fokus Cegah Api Meluas

Puluhan personel pemadam kebakaran bersama relawan langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengendalikan situasi. Fokus utama petugas saat ini adalah mencegah api menjalar ke kapal lain maupun fasilitas docking yang berada di sekitar lokasi.

Informasi sementara menyebutkan kapal tersebut sedang sandar di area docking milik sebuah perusahaan untuk menjalani proses perbaikan.

Selain pemadam kebakaran, tim dari Basarnas juga dikabarkan akan menuju lokasi untuk membantu penanganan.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Lurah Tanah Mas, Ridowan, membenarkan kejadian tersebut. Namun, hingga kini pihaknya masih mengumpulkan data terkait kronologi dan penyebab kebakaran.

“Sampai saat ini kami masih belum mengetahui kronologi terjadinya kebakaran tersebut, apakah karena kelalaian pekerja atau faktor lain,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kapal yang terbakar merupakan milik perusahaan dan sedang dalam proses perbaikan, bukan aktivitas distribusi bahan bakar.

Area Docking Berisiko Tinggi

Ridowan menjelaskan bahwa lokasi tersebut merupakan pusat perawatan kapal, di mana berbagai jenis armada seperti tongkang dan tugboat sering bersandar untuk perbaikan.

Aktivitas teknis seperti pengelasan menjadi hal yang umum dilakukan di area tersebut, yang memang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap kebakaran.

“Biasanya kapal diperbaiki, termasuk pengelasan pada bagian yang rusak atau bocor,” tambahnya.

Bantah Ada Aktivitas Bongkar Muat BBM

Menanggapi isu yang beredar, Ridowan memastikan bahwa lokasi tersebut tidak digunakan untuk aktivitas bongkar muat BBM.

“Perlu saya luruskan bahwa di sana tidak ada aktivitas bongkar muat BBM. Tempat itu hanya digunakan untuk perbaikan kapal,” tegasnya.

Belum Ada Data Korban

Hingga saat ini, pihak berwenang belum merilis informasi resmi terkait jumlah kerugian maupun kemungkinan adanya korban jiwa.

Tim di lapangan masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa dan mencegah kebakaran kembali terjadi.

FAQ

1. Di mana lokasi kebakaran kapal tangki terjadi?
Di Sungai Mentaya, Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Baamang, Sampit, Kotawaringin Timur.

2. Kapan kejadian kebakaran terjadi?
Sabtu sore sekitar pukul 17.30 WIB.

3. Apa penyebab kebakaran kapal?
Masih dalam penyelidikan, diduga terkait aktivitas teknis saat perbaikan.

4. Apakah ada korban jiwa?
Belum ada informasi resmi dari pihak berwenang.

5. Apakah lokasi digunakan untuk bongkar muat BBM?
Tidak, lokasi tersebut murni area perbaikan kapal.

Sabtu, 28 Maret 2026

Api Hanguskan Lahan Warga Di Kotim, BPBD Lakukan Pendinginan 6 Jam

BPBD Kotim berhasil memadamkan kebakaran lahan di Mentawa Baru Ketapang seluas 0,95 hektare. Warga diimbau waspada karhutla saat musim kering.
BPBD Kotim berhasil memadamkan kebakaran lahan di Mentawa Baru Ketapang seluas 0,95 hektare. Warga diimbau waspada karhutla saat musim kering.

PALANGKARAYA -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat langsung bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi kejadian.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengungkapkan kebakaran terjadi di lahan perkebunan milik warga bernama Muhajirin yang berada di Desa Bangkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

“Lahan yang terbakar kurang lebih tiga hektare. Namun pemilik lahan tidak mengetahui adanya kebakaran tersebut,” ujarnya di Sampit, Jumat.

Api Muncul Sejak Rabu Sore

Kebakaran diketahui mulai terjadi sejak Rabu sore (25/3). Tim gabungan langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemadaman hingga malam hari, dan dilanjutkan kembali keesokan harinya.

Sebanyak 10 personel BPBD Kotim diterjunkan, dibantu 7 personel Manggala Agni. Akses menuju lokasi cukup menantang, karena tim harus melewati jalur darat sepanjang 4,2 kilometer dari Jalan Poros Sampit–Samuda melalui Desa Eka Bahurui.

Lahan Gambut Jadi Tantangan Pemadaman

Kondisi lahan yang terbakar berupa semak belukar di atas tanah gambut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Api pada lahan gambut dikenal sulit dipadamkan karena bisa merambat hingga ke dalam tanah.

Proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung cukup lama, yakni lebih dari enam jam, mulai pukul 10.00 WIB hingga 16.11 WIB.

“Total lahan yang berhasil dipadamkan sekitar 0,95 hektare. Saat ini kami fokus melakukan pendinginan karena masih ada sisa asap,” jelas Multazam.

Kebakaran Juga Terjadi Di Lokasi Lain

Sehari sebelumnya, kebakaran lahan juga dilaporkan terjadi di Jalan Ir Soekarno, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang. Hal ini menunjukkan potensi karhutla di wilayah Kotim mulai meningkat.

BPBD Imbau Warga Tidak Bakar Lahan

Melihat kondisi cuaca yang mulai kering dan intensitas hujan yang menurun, BPBD Kotim mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Langkah pencegahan ini dinilai sangat penting mengingat sebagian besar wilayah Kotim merupakan lahan gambut yang mudah terbakar saat musim kemarau.

“Kalau sudah terbakar, apinya bisa masuk ke dalam tanah dan sulit dipadamkan. Jadi pencegahan jauh lebih efektif,” tegas Multazam.

Ia berharap masyarakat bisa lebih peduli terhadap lingkungan agar kejadian serupa tidak terus berulang, sekaligus mencegah munculnya kabut asap yang berdampak pada kesehatan.

FAQ

1. Di mana lokasi kebakaran lahan di Kotim terjadi?

Kebakaran terjadi di Desa Bangkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur.

2. Berapa luas lahan yang terbakar?

Total lahan yang terdampak sekitar 0,95 hektare yang berhasil dipadamkan.

3. Apa penyebab kebakaran lahan tersebut?

Penyebab pasti belum diketahui, bahkan pemilik lahan tidak menyadari adanya kebakaran.

4. Kenapa lahan gambut mudah terbakar?

Karena saat kering, gambut mudah menyala dan api bisa merambat hingga ke bawah permukaan tanah.

5. Apa imbauan BPBD kepada masyarakat?

Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara dibakar untuk mencegah karhutla.

Dua Orang Diduga Tenggelam, Patko Polresta Banjarmasin Lakukan Pengamanan Lokasi

Patko Polresta Banjarmasin mengamankan proses pencarian dua korban tenggelam di Jembatan Dewi, memastikan tim SAR bekerja lancar dan situasi tetap kondusif. (Gambar ilustrasi)
Patko Polresta Banjarmasin mengamankan proses pencarian dua korban tenggelam di Jembatan Dewi, memastikan tim SAR bekerja lancar dan situasi tetap kondusif. (Gambar ilustrasi)

BANJARMASIN – Tim Patroli Kota (Patko) Satuan Samapta Polresta Banjarmasin turun langsung memantau proses pencarian dua orang yang diduga tenggelam di kawasan Jembatan Dewi, Kamis.

Kehadiran polisi di lokasi bukan sekadar mengawasi, tapi juga memastikan situasi tetap aman dan terkendali selama proses pencarian berlangsung. Mereka turut membantu pengamanan area agar tim gabungan SAR bisa bekerja tanpa hambatan.

Kasat Polairud Polresta Banjarmasin, Kompol Dading Kalbu Adie, mengatakan pihaknya mengerahkan personel untuk mendukung jalannya pencarian sekaligus menjaga ketertiban di sekitar lokasi.

“Kami hadir untuk memastikan proses pencarian berjalan aman dan tertib, serta mengantisipasi kerumunan warga yang dapat mengganggu tim SAR,” ujarnya, Jumat.

Kronologi Kejadian Masih Diselidiki

Informasi awal menyebutkan dua korban berjenis kelamin laki-laki. Namun, hingga kini identitas dan penyebab pasti kejadian masih dalam proses penyelidikan oleh petugas.

Berdasarkan keterangan saksi, insiden itu bermula saat seorang warga yang sedang memancing melihat gerakan mencurigakan di sungai.

“Saksi melihat gerakan samar dan mendengar suara seperti orang tercebur, kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada warga lainnya,” jelas Dading.

Peristiwa itu diduga terjadi pada Rabu (25/3), dan sejak saat itu tim SAR langsung melakukan pencarian.

Tim SAR Lakukan Penyisiran Intensif

Tim gabungan SAR Kota Banjarmasin masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Mereka menggunakan berbagai peralatan pencarian air untuk mempercepat proses evakuasi.

Sementara itu, personel Patko turut mengatur lalu lintas dan aktivitas warga di sekitar jembatan. Hal ini dilakukan agar tim SAR memiliki ruang gerak yang cukup saat melakukan pencarian.

“Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak mendekat ke titik pencarian demi keselamatan bersama dan kelancaran proses evakuasi,” tambahnya.

Pencarian Masih Berlangsung

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian kedua korban masih terus dilakukan. Harapannya, korban dapat segera ditemukan dalam kondisi apapun.

Situasi di lokasi pun terpantau relatif kondusif berkat pengamanan dari aparat kepolisian yang terus berjaga.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Di mana lokasi kejadian korban tenggelam?
Di kawasan Jembatan Dewi, Kota Banjarmasin.

2. Berapa jumlah korban yang dicari?
Dua orang yang diduga tenggelam.

3. Siapa yang terlibat dalam proses pencarian?
Tim gabungan SAR Kota Banjarmasin dibantu personel Polresta Banjarmasin.

4. Apa peran Patko di lokasi?
Melakukan pengamanan, pengaturan area, dan memastikan proses pencarian berjalan lancar.

5. Apakah korban sudah ditemukan?
Belum, hingga saat ini pencarian masih terus berlangsung.

Rabu, 25 Maret 2026

Bocah 6 Tahun Tenggelam Di Pantai Gratis Singkawang Saat Bermain Air

Bocah 6 tahun tenggelam di Pantai Gratis Singkawang setelah lepas dari pengawasan. Korban ditemukan tak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia.
Bocah 6 tahun tenggelam di Pantai Gratis Singkawang setelah lepas dari pengawasan. Korban ditemukan tak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia.

SINGKAWANG -- Peristiwa duka terjadi di kawasan wisata Pantai Gratis, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, pada Selasa (24/3) siang. Seorang bocah laki-laki berusia 6 tahun dilaporkan tenggelam saat bermain air bersama keluarganya.

Korban diketahui bernama Muhammad Azka, warga Jalan Demang Akub, Kelurahan Setapuk Besar, Kecamatan Singkawang Utara.

Kapolsek Singkawang Selatan, Iptu Dian Edi Sarwono, menjelaskan bahwa korban sebelumnya sempat dilaporkan hilang oleh keluarga saat sedang bermain di sekitar pantai.

“Korban diduga lepas dari pengawasan orang tua saat mandi di pantai. Keluarga kemudian melakukan pencarian dibantu petugas di lokasi,” ujarnya.

Kronologi Kejadian

Insiden ini bermula saat korban tengah mandi bersama orang tua dan kakaknya di area perbatasan antara Pantai Gratis dan kawasan PLTU.

Di tengah aktivitas tersebut, korban diduga terseret arus atau berpindah lokasi tanpa diketahui oleh keluarga. Kondisi ini membuat pihak keluarga panik dan langsung melakukan pencarian.

Setelah beberapa waktu dilakukan penyisiran, korban akhirnya ditemukan di aliran Sungai Air Merah dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Proses Evakuasi Hingga Penanganan Medis

Petugas gabungan yang berada di lokasi segera melakukan evakuasi dan membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat, yakni UPT Puskesmas Singkawang Selatan 1.

Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga medis, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.

Imbauan Kepolisian Untuk Pengunjung Pantai

Menanggapi kejadian ini, pihak kepolisian mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih waspada saat membawa anak-anak ke area wisata pantai.

“Orang tua harus selalu mengawasi anak-anak, terutama di area yang berpotensi berbahaya seperti pantai dan aliran sungai,” tegas Dian.

Ia juga menambahkan bahwa kejadian ini menjadi pengingat penting, terutama saat musim liburan atau long weekend, di mana jumlah pengunjung meningkat signifikan.

Perlu Pengawasan Ketat Di Area Wisata

Peristiwa ini menjadi perhatian bersama bagi pengelola wisata dan masyarakat untuk meningkatkan pengamanan, termasuk pemasangan rambu peringatan serta pengawasan di titik-titik rawan.

Keselamatan pengunjung, khususnya anak-anak, harus menjadi prioritas utama agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

FAQ

1. Di mana lokasi kejadian?
Di Pantai Gratis, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan.

2. Siapa korban dalam kejadian ini?
Muhammad Azka, bocah laki-laki berusia 6 tahun.

3. Apa penyebab korban tenggelam?
Diduga korban lepas dari pengawasan orang tua saat bermain air.

4. Di mana korban ditemukan?
Di aliran Sungai Air Merah dalam kondisi tidak sadarkan diri.

5. Apa imbauan dari pihak kepolisian?
Orang tua diminta meningkatkan pengawasan terhadap anak saat berada di area pantai.

Selasa, 24 Maret 2026

Detik-detik Kecelakaan Maut di Kubu Raya: Minibus Hilang Kendali Sebelum Tabrak Truk

Foto: Polisi identifikasi TKP kecelakaan lalu lintas di jalan raya Trans Kalimantan KM 63 Teluk Bakung

KUBU RAYA - Kecelakaan lalu lintas maut kembali terjadi di Jalan Raya Trans Kalimantan, tepatnya di KM 63, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (24/3/2026) pagi. Insiden yang melibatkan truk boks dan minibus ini merenggut empat nyawa.

Kasat Lantas IPTU Judi Effendhy yang disampaikan oleh Kasubsi Penmas Aiptu Ade, membenarkan peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 06.30 WIB tersebut.

Kronologi Kejadian: Hilang Kendali di Kecepatan Tinggi

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh kepolisian, kecelakaan bermula saat truk boks dengan nomor polisi KB 8652 SL yang dikemudikan oleh pria berinisial AR melaju dari arah Pontianak menuju Tayan.

Setibanya di lokasi kejadian, sebuah mobil minibus dengan nomor polisi KB 7012 F yang dikemudikan oleh YI datang dari arah berlawanan. Mobil minibus yang membawa total tujuh penumpang tersebut secara tiba-tiba kehilangan kendali.

"Mobil minibus tersebut tiba-tiba out of control dan bergerak ke arah kanan jalur. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, benturan hebat dengan truk boks di depannya tidak dapat terhindarkan lagi," ujar Aiptu Ade dalam keterangan resminya.

Data Korban: 4 Meninggal Dunia, 5 Luka-luka

Dampak tabrakan hebat ini menyebabkan kerusakan parah pada bagian depan kedua kendaraan. Dari total sembilan orang yang terlibat (termasuk kedua sopir), empat di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Berikut adalah rincian kondisi korban:

Meninggal Dunia: Empat penumpang minibus berinisial DA, YA, AR, serta satu orang penumpang yang hingga kini identitasnya masih dalam proses identifikasi.

Luka-luka: Pengemudi minibus (YI), dua penumpang minibus lainnya (HO dan KN), serta pengemudi truk boks (AR).

Seluruh korban luka maupun jenazah korban meninggal dunia telah dievakuasi ke RS Anton Soedjarwo Pontianak untuk penanganan medis lebih lanjut dan proses pemulasaran.

Diduga Akibat Kurang Konsentrasi

Pihak kepolisian mengungkapkan dugaan sementara penyebab kecelakaan ini adalah faktor kelalaian manusia (human error).

"Diduga kuat penyebab kecelakaan karena pengemudi minibus kurang berkonsentrasi saat berkendara, sehingga kendaraan keluar dari jalur dan memicu tabrakan," tambah Ade.

Saat ini, kedua kendaraan yang terlibat telah diamankan sebagai barang bukti. Pihak Satlantas Polres Kubu Raya pun mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, khususnya di jalur lintas provinsi, untuk selalu menjaga kondisi fisik dan konsentrasi penuh demi keselamatan bersama. (Tim)

Senin, 23 Maret 2026

Tim SAR Temukan Korban Tenggelam Di Sungai Landak, Sempat Dicari Warga

Tim SAR menemukan korban tenggelam di Sungai Landak setelah jatuh dari kelotok. Korban diduga kambuh penyakit saat menyeberang.
Tim SAR menemukan korban tenggelam di Sungai Landak setelah jatuh dari kelotok. Korban diduga kambuh penyakit saat menyeberang.

Pontianak, Kalbar - Tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban tenggelam di Sungai Landak, wilayah Desa Rantau Panjang, Kecamatan Sebangki, Kabupaten Landak, pada Minggu (22/3/2026) malam.

Peristiwa ini bermula saat seorang penumpang motor kelotok dilaporkan terjatuh ke sungai dan hilang saat sedang menyeberang.

Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan bahwa laporan kejadian diterima sekitar pukul 17.15 WIB.

“Informasi kami terima dari warga atas nama Bapak Yahya terkait kecelakaan air, satu orang penumpang jatuh dan tenggelam di Sungai Landak,” ujarnya.

Kronologi Kejadian

Kejadian bermula sekitar pukul 15.30 WIB. Korban diketahui sedang menyeberang menggunakan perahu tradisional bermotor atau yang biasa disebut kelotok.

Rute penyeberangan dari Desa Rantau Panjang menuju dermaga perusahaan setempat.

Namun di tengah perjalanan, korban diduga mengalami kambuh penyakit ayan yang dideritanya.

Akibatnya, korban kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke sungai hingga akhirnya tenggelam.

Korban diketahui bernama Khairul Umam (35), warga setempat.

Pencarian Sempat Dilakukan Warga

Sebelum tim SAR tiba di lokasi, warga sekitar sebenarnya sudah berinisiatif melakukan pencarian secara mandiri.

Sayangnya, upaya awal tersebut belum membuahkan hasil.

“Pencarian awal oleh warga belum berhasil, sehingga kami langsung kerahkan tim SAR gabungan untuk melakukan penyisiran,” jelas Junetra.

Korban Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal Dunia

Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian intensif dengan menyisir permukaan air serta memantau area sekitar lokasi kejadian.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil.

Korban ditemukan pada pukul 19.15 WIB di hari yang sama, dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Jenazah kemudian dievakuasi dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Operasi SAR Resmi Ditutup

Setelah korban ditemukan, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai dan ditutup.

Seluruh unsur SAR yang terlibat juga telah kembali ke kesatuan masing-masing.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar selalu waspada saat beraktivitas di perairan, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

FAQ (Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan)

1. Siapa korban tenggelam di Sungai Landak?
Korban bernama Khairul Umam (35), warga Desa Rantau Panjang.

2. Kapan kejadian terjadi?
Kejadian terjadi pada Minggu, 22 Maret 2026 sekitar pukul 15.30 WIB.

3. Apa penyebab korban jatuh ke sungai?
Diduga korban mengalami kambuh penyakit ayan saat berada di atas kelotok.

4. Kapan korban ditemukan?
Korban ditemukan pukul 19.15 WIB di hari yang sama.

5. Siapa yang melakukan pencarian?
Pencarian dilakukan oleh warga setempat dan dilanjutkan oleh tim SAR gabungan.

Jumat, 13 Maret 2026

Santri Tenggelam Di Melawi Ditemukan Warga Nanga Kayan

Santri Pondok Pesantren Tahfidz Bustanul Qur’an yang tenggelam di Sungai Pinoh akhirnya ditemukan warga di Desa Nanga Kayan setelah pencarian tim gabungan Polres Melawi.
Santri Pondok Pesantren Tahfidz Bustanul Qur’an yang tenggelam di Sungai Pinoh akhirnya ditemukan warga di Desa Nanga Kayan setelah pencarian tim gabungan Polres Melawi. (Gambar ilustrasi AI)

MELAWI – Pencarian korban tenggelam yang diketahui berinisial HD (14), seorang santri Pondok Pesantren Tahfidz Bustanul Qur’an, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan oleh warga pada Jumat (13/3/2026) di Desa Nanga Kayan, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi.

Sebelumnya, korban dilaporkan tenggelam di tepian Sungai Pinoh tepatnya di Desa Kenual, Kecamatan Nanga Pinoh pada Kamis (12/3/2026). Proses pencarian korban tenggelam langsung dilakukan setelah aparat menerima informasi dari masyarakat.

Kapolres Melawi AKBP Harris Batara Simbolon melalui Ps Kasubsi Penmas Sie Humas Polres Melawi, Aipda Arbain mengatakan pencarian telah dilakukan sejak Kamis pagi oleh tim gabungan.

Tim yang terlibat dalam pencarian korban tenggelam tersebut terdiri dari Polres Melawi, Polsek Nanga Pinoh, TNI Koramil Nanga Pinoh, BPBD Kabupaten Melawi, serta Basarnas Kabupaten Sintang.

“Pencarian di hari pertama gabungan dari Polres Melawi, Polsek Nanga Pinoh, TNI Koramil Nanga Pinoh, BPBD Kabupaten Melawi dan Basarnas Kabupaten Sintang hingga malam hari namun belum ditemukan,” terang Aipda Arbain.

Pada Jumat pagi (13/3/2026), Call Centre 110 Polri menerima informasi dari warga Desa Nanga Kayan yang melaporkan adanya penemuan korban tenggelam di Sungai Melawi.

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada tim gabungan yang langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan proses evakuasi.

“Sebelumnya korban tenggelam ditemukan masyarakat yang sedang melintas di Sungai Melawi, kemudian menghubungi Call Centre Polri 110,” jelasnya.

Proses evakuasi korban berlangsung dramatis. Setelah berhasil dievakuasi, korban tenggelam kemudian dibawa ke RSUD Melawi menggunakan speed boat 40 PK milik Bhabinkamtibmas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Selanjutnya, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai karena bahaya dapat terjadi kapan saja.

Kapolres Melawi juga menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut.

“Kapolres Melawi menyampaikan turut berduka cita, semoga husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” ujar Aipda Arbain.

Selain itu, Kapolres Melawi turut memberikan apresiasi kepada seluruh tim gabungan serta masyarakat yang telah membantu dalam proses pencarian korban tenggelam hingga akhirnya korban berhasil ditemukan.

Kamis, 26 Februari 2026

Remaja 16 Tahun di Sanggau Tewas Tersengat Listrik Saat Gunakan Mesin Cuci

Remaja 16 tahun di Mukok Sanggau meninggal akibat sengatan listrik saat hendak menggunakan mesin cuci. Polisi menyebut insiden murni kecelakaan akibat terminal rusak dan tangan basah.
Remaja 16 tahun di Mukok Sanggau meninggal akibat sengatan listrik saat hendak menggunakan mesin cuci. Polisi menyebut insiden murni kecelakaan akibat terminal rusak dan tangan basah.

SANGGAU -- Peristiwa tragis menimpa seorang remaja perempuan berinisial GS (16) di Dusun Bidangan, Desa Serambai Jaya, Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau, Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Korban meninggal dunia setelah diduga tersengat arus listrik di rumahnya saat hendak menggunakan mesin cuci untuk mengeringkan pakaian sekolahnya.

Kapolsek Mukok, AKP Ambril, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan, kejadian bermula ketika GS mencuci pakaian sekolah secara manual seperti kebiasaannya setiap hari. Setelah selesai mencuci, korban berencana mengeringkan pakaian menggunakan mesin cuci yang berada di dalam rumah.

Berdasarkan keterangan ibu korban berinisial YI, saat itu GS mengambil kabel terminal listrik yang terletak di dekat lemari pendingin. Ketika hendak mencabut steker kulkas dari terminal tersebut, korban diduga langsung tersengat arus listrik.

“Ibunya berada di ruang depan sambil mengasuh bayi bersama seorang kerabat. Korban memang rutin mencuci pakaian sekolahnya sendiri setiap sore,” jelas AKP Ambril saat dikonfirmasi.

Tak lama kemudian, kerabat korban berinisial EW diminta membantu membersihkan bayi. Saat melintas ke ruang tengah sambil menggendong bayi, EW melihat GS sudah tergeletak di lantai. Ia segera memanggil ibu korban untuk memastikan kondisi anak tersebut.

Dalam keadaan panik, sang ibu berlari ke ruang tengah dan sempat menyentuh tubuh korban. Ia merasakan adanya aliran listrik sehingga langsung berdiri dan mencabut steker yang masih terpasang pada terminal listrik yang menempel di tiang dapur rumah.

Menurut keterangan polisi, tangan korban masih memegang terminal listrik dalam kondisi basah dan terdapat busa sabun. Dugaan sementara, kondisi tangan yang basah memperbesar risiko sengatan listrik.

Setelah aliran listrik diputus, keluarga meminta pertolongan warga sekitar dan menghubungi tenaga medis. Dokter Zeni Anzona yang datang ke lokasi menyatakan korban telah meninggal dunia di tempat.

Personel Polsek Mukok segera melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan terminal listrik dalam kondisi rusak dengan lubang pada bagian samping. Kabel yang digunakan juga diduga tidak memenuhi standar keamanan nasional.

Polisi menemukan tanda-tanda sengatan listrik pada tubuh korban, seperti pengelupasan kulit di telapak tangan kanan, perubahan warna kebiruan pada leher, serta bekas luka di bagian wajah. Namun, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain.

Kapolsek Mukok menegaskan bahwa peristiwa tersebut murni kecelakaan akibat sengatan listrik di lingkungan rumah tangga.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan peralatan listrik, terutama di area yang dekat dengan air. Orang tua diminta mengawasi anak-anak ketika menggunakan perangkat elektronik dan memastikan kabel serta terminal listrik dalam kondisi layak dan berstandar SNI.

“Kami mengingatkan agar instalasi listrik dijauhkan dari sumber air, tangan harus dalam kondisi kering saat menyentuh peralatan listrik, dan segera ganti kabel yang rusak atau terkelupas. Keselamatan keluarga adalah prioritas,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat bahwa kelalaian kecil dalam penggunaan listrik bisa berakibat fatal. Edukasi keselamatan listrik di rumah perlu terus ditingkatkan demi mencegah korban jiwa berikutnya.

FAQ Seputar Kejadian Sengatan Listrik di Rumah

1. Apa penyebab utama korban tersengat listrik?
Diduga korban tersengat saat mencabut steker dari terminal listrik dalam kondisi tangan basah dan terminal dalam keadaan rusak.

2. Apakah ada unsur kekerasan dalam kejadian ini?
Tidak. Polisi memastikan tidak ditemukan tanda kekerasan lain. Peristiwa ini murni kecelakaan rumah tangga.

3. Apa imbauan polisi kepada masyarakat?
Gunakan peralatan listrik berstandar SNI, pastikan tangan kering, jauhkan instalasi dari air, dan segera ganti kabel rusak.

4. Mengapa tangan basah berbahaya saat menyentuh listrik?
Air mempercepat aliran listrik sehingga meningkatkan risiko sengatan yang bisa menyebabkan luka serius hingga kematian.

Penulis: Libertus

Senin, 23 Februari 2026

Jenazah ABK KM Dharma Ferry II yang Hilang Terseret Arus di Pelabuhan Dievakuasi

Jenazah ABK KM Dharma Ferry II yang Hilang Terseret Arus di Pelabuhan Dievakuasi
Jenazah ABK KM Dharma Ferry II yang Hilang Terseret Arus di Pelabuhan Dievakuasi.

Ketapang (BorneoTribun) - Jenazah Ahmad Khoirudin, Anak Buah Kapal (ABK) kapal motor (KM) Dharma Fery II yang tenggelam terseret arus hari Sabtu pekan lalu sudah ditemukan hari ini, Senin (23/02/2026) sekitar pukul 06 pagi. Jasadnya dievakuasi Tim SAR dan selanjutnya diserahkan kepada pihak pengelola KM Dharma Ferry II. 

Kepala cabang KM Dharma Ferry II cabang Ketapang Kacung Muhadi mengatakan, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Jasadnya mengambang saat ditemukan pertama kalinya oleh warga desa Sukabangun Ketapang sekitar pukul 6 pagi hari Senin ini, lokasinya tak jauh dari lokasi pertama almarhum tenggelam dan terseret arus. 

Ia menerangkan, Tim SAR sudah melakukan evakuasi dan menyerah jasad almarhum kepada pihaknya. Selanjutnya, pihaknya membawa jasad almarhum ke RSUD Agoesdjam untuk dilakukan proses sholat fardhu kipayah dan pengawetan, karena almarhum akan diserahkan kepada keluarganya di kabupaten Nganjuk provinsi Jawa Timur. 

"Setelah jenazah selesai pengawetan akan di lakukan pengantaran ambulance ke bandara Supadio. Baru naik pesawat cargo sampai ke bandara Janda Surabaya ,"kata Kacung Muhadi, dalam keterangannya, Senin (23/02/2026).

Menurut dia, jenazah almarhum akan diurus lebih lanjut oleh vendor tempat almarhum bernaung bersama dengan keluarganya begitu jenazahnya sampai di Surabaya. 

"Pihak keluarga dan vendor DLU (Dharma Lautan Utama) menjemput almarhum ke bandara Juanda," ujarnya. 

Diberitakan sebelumnya, korban Ahmad Khoirudin dilaporkan hilang karena terbawa arus deras saat mandi di perairan kawasan pelabuhan Sukabangun  pada Sabtu 21 Februari lalu sekitar pukul 5 lewat petang.

Saat itu korban tak sanggup melawan derasnya arus sungai di kawasan pelabuhan dan akhirnya terseret ke arah muara kuala Sukabangun dan tenggelam. 

"Korban mandi di sungai sekitar pukul 17.45 Wiba. korban mencoba melawan arus untuk mendekati kapal KM Dharma Ferry 2 tetapi karena arus deras korban terbawa arus ke arah muara dan tenggelam," kata Kapolsek kawasan Pelabuhan Sukabangun, Ipda Erwin Ekolai. 

Penulis: Muzahidin

Minggu, 22 Februari 2026

ABK Kapal Dharma Ferry II Terseret Arus di Pelabuhan Sukabangun Ketapang

Tim pertolongan atau SAR Ketapang saat sedang operasi pencarian korban terseret arus di pelabuhan Sukabangun Ketapang pada Sabtu (21/02/2026).
Tim pertolongan atau SAR Ketapang saat sedang operasi pencarian korban terseret arus di pelabuhan Sukabangun Ketapang pada Sabtu (21/02/2026).

Ketapang (Borneo Tribun) - Seorang Anak Buah Kapal (ABK) KM Dharma Fery II terbawa arus deras dan langsung hilang di perairan kawasan pelabuhan Sukabangun kecamatan Delta Pawan kabupaten Ketapang, Sabtu (21/02/2026) petang. Ia sampai sekarang belum ditemukan.

ABK bernama bernama Ahmad Khoirudin warga jalan Barito 10/A RT 03/07 Mangundikaran, kabupaten Nganjuk, Jawa Timur tersebut terseret arus deras ketika sedang mandi dekat kapal. 

Kapolsek kawasan Pelabuhan Sukabangun Ketapang, IPDA Erwin Kolai mengatakan, saat itu korban tak sanggup melawan derasnya arus sungai di kawasan pelabuhan dan akhirnya terseret ke arah muara dan tenggelam. 

"Korban mandi di sungai sekitar pukul 17.45 wib. Korban mencoba melawan arus untuk mendekati kapal KM Darma Ferry 2, tetapi karena arus deras korban terbawa arus ke arah muara dan tenggelam," ujarnya, Minggu pagi (22/02/2026) saat di konfirmasi.

IPDA Erwin menambahkan, tim gabungan sejak pertama kejadian sampai siang ini masih menyisir lokasi sampai ke muara sungai Sukabangun hingga radius 5 mil dari kawasan pelabuhan. 

"Tim gabungan Basarnas, Polsek pelabuhan, Airud, TNI AL, Pol PP dan intansi terkait sampai siang ini masih melakukan pencarian dari TKP sampai muara sungai," katanya.

Sampai informasi ini diturunkan, korban belum ditemukan, Tim gabungan dibantu warga masih melakukan pencarian dengan tetap memperhatikan keselamatan tim pencarian dan koordinasi .

Penulis: Muzahidin.

Tragis Istri Anggota DPRD Sulsel Tewas di Tol Reformasi Makassar

Polisi menyelidiki kecelakaan tunggal di Tol Reformasi Makassar yang menewaskan istri anggota DPRD Sulsel. Mobil diduga hilang kendali, satu korban lain masih dirawat intensif.
Polisi menyelidiki kecelakaan tunggal di Tol Reformasi Makassar yang menewaskan istri anggota DPRD Sulsel. Mobil diduga hilang kendali, satu korban lain masih dirawat intensif.

Kecelakaan tunggal menewaskan Wardana Mamung (47), istri anggota DPRD Sulawesi Selatan Kapten Hariadi, di Jalan Tol Reformasi Kilometer 7.200, Kota Makassar, Sabtu sekitar pukul 14.00 WITA. Peristiwa tragis tersebut kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Kasat Lantas Polrestabes Makassar AKBP Andi Husnaeni menyampaikan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut. Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan bukti di lokasi kejadian.

Diduga Hilang Kendali di Tol Reformasi

Berdasarkan laporan awal di lapangan, mobil Toyota Raize putih bernomor polisi DD 1305 WA yang dikemudikan korban melaju dari arah barat menuju timur di Tol Reformasi Makassar. Saat berada di Kilometer 7.200, kendaraan diduga mengalami hilang kendali atau out of control.

Mobil disebutkan oleng ke arah kiri sebelum akhirnya menghantam pembatas jalan. Benturan keras menyebabkan kendaraan mengalami kerusakan parah di bagian depan.

Akibat kecelakaan tersebut, Wardana Mamung mengalami luka berat, di antaranya patah lengan kanan atas, luka robek di pipi kanan, patah tulang wajah, serta cedera parah di bagian kepala. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, namun dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis.

Anak Korban Selamat Namun Alami Luka

Dalam mobil tersebut terdapat dua orang. Selain korban, anaknya Siti Fatimah Anggun (16) yang masih berstatus pelajar turut menjadi korban dalam insiden tersebut. Ia mengalami patah tulang di tangan kiri akibat benturan keras saat kecelakaan terjadi.

Saat ini, Siti Fatimah Anggun masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Kondisinya dilaporkan stabil dan terus dipantau tim medis.

Proses Penyelidikan Masih Berlangsung

Polisi belum menyimpulkan faktor penyebab kecelakaan, apakah karena faktor teknis kendaraan, kondisi jalan, atau kelalaian pengemudi. Tim Unit Laka Lantas masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan kendaraan.

Pihak kepolisian mengimbau para pengendara agar selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum memasuki jalan tol, serta menjaga konsentrasi selama berkendara demi menghindari risiko kecelakaan lalu lintas.

Jenazah Disemayamkan di Makassar

Jenazah Wardana Mamung telah dibawa pihak keluarga ke rumah duka di kawasan BTN Kodam VII Wirabuana Blok 1 Makassar. Rencananya, almarhumah akan dimakamkan pada Minggu 22 Februari 2026.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat. Insiden tersebut juga menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati di jalan raya, terutama saat melintasi jalur bebas hambatan seperti jalan tol.

FAQ Seputar Kecelakaan di Tol Reformasi Makassar

1. Siapa korban kecelakaan di Tol Reformasi Makassar?
Korban meninggal adalah Wardana Mamung (47), istri anggota DPRD Sulawesi Selatan.

2. Di mana lokasi kecelakaan terjadi?
Kecelakaan terjadi di Jalan Tol Reformasi Kilometer 7.200, Kota Makassar.

3. Kapan kecelakaan tersebut terjadi?
Peristiwa terjadi pada Sabtu sekitar pukul 14.00 WITA.

4. Apa penyebab kecelakaan?
Masih dalam penyelidikan. Dugaan awal kendaraan mengalami hilang kendali sebelum menabrak pembatas jalan.

5. Apakah ada korban lain?
Ya, anak korban berusia 16 tahun mengalami patah tulang dan kini dirawat intensif.

Jumat, 20 Februari 2026

Curi Mobil SUV Berisi Bayi, Pria Ini Kembali untuk Mengantar Bayi Lalu Kabur Lagi

Kasus pencurian SUV di Beaverton, Oregon, Januari 2021, mengungkap aksi pelaku yang mengembalikan anak 4 tahun sebelum kabur lagi. Polisi menyelidiki insiden ini dan mengingatkan bahaya meninggalkan anak di mobil menyala.
Kasus pencurian SUV di Beaverton, Oregon, Januari 2021, mengungkap aksi pelaku yang mengembalikan anak 4 tahun sebelum kabur lagi. Polisi menyelidiki insiden ini dan mengingatkan bahaya meninggalkan anak di mobil menyala.

JAKARTA -- Pada Januari 2021 di Beaverton, Oregon, Amerika Serikat, polisi menyelidiki kasus pencurian mobil SUV yang tidak biasa. Seorang pria mencuri kendaraan milik seorang wanita yang ditinggalkan dalam kondisi mesin menyala dan pintu tidak terkunci, tanpa menyadari ada anak berusia 4 tahun di kursi belakang.

Kronologi Pencurian Mobil yang Mengundang Perhatian

Insiden ini terjadi di kota Beaverton, bagian dari negara bagian Oregon. Saat itu, pemilik kendaraan meninggalkan SUV dalam keadaan hidup untuk sementara waktu. Tanpa diduga, seorang pria memanfaatkan situasi tersebut dan langsung membawa kabur mobil tersebut.

Beberapa menit setelah melaju, pelaku baru menyadari bahwa ada seorang anak kecil di dalam kendaraan yang ia curi. Situasi berubah drastis. Alih-alih terus melarikan diri, pria tersebut memutuskan kembali ke lokasi awal.

Mengembalikan Anak dan Menegur Sang Ibu

Setibanya di tempat kejadian, pelaku menyerahkan anak berusia 4 tahun itu kembali kepada ibunya dalam keadaan selamat. Namun, yang mengejutkan, ia sempat memarahi sang ibu karena meninggalkan anaknya sendirian di dalam mobil yang masih menyala.

Setelah itu, pelaku kembali masuk ke dalam SUV dan kabur lagi membawa kendaraan tersebut untuk kedua kalinya.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Pihak kepolisian di Amerika Serikat menyatakan kasus ini sebagai contoh unik sekaligus berbahaya. Meski pelaku menunjukkan tindakan yang dianggap “manusiawi” dengan mengembalikan anak, tindakannya tetap merupakan kejahatan serius berupa pencurian kendaraan bermotor dan membahayakan keselamatan anak.

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi orang tua untuk tidak meninggalkan anak di dalam mobil, bahkan hanya sebentar, terutama dalam kondisi mesin menyala dan pintu tidak terkunci.

Pelajaran Penting dari Kasus Ini

Peristiwa ini menunjukkan dua sisi yang kontras. Di satu sisi, ada tindakan kriminal yang jelas melanggar hukum. Di sisi lain, muncul respons spontan yang menunjukkan bahwa rasa kemanusiaan tetap ada, meski dilakukan oleh pelaku kejahatan.

Namun demikian, keselamatan anak tetap menjadi prioritas utama. Para ahli keamanan menegaskan bahwa meninggalkan anak sendirian di kendaraan berisiko tinggi, baik terhadap potensi penculikan, pencurian, maupun bahaya suhu ekstrem di dalam mobil.

Sebagai pembaca, kita bisa mengambil pelajaran berharga bahwa kelalaian kecil dapat membuka peluang terjadinya tindak kriminal yang tidak terduga.

FAQ Seputar Kasus Pencurian SUV di Oregon

1. Kapan dan di mana kejadian ini terjadi?
Peristiwa ini terjadi pada Januari 2021 di Beaverton, Oregon, Amerika Serikat.

2. Apa yang dilakukan pelaku setelah menyadari ada anak di dalam mobil?
Pelaku kembali ke lokasi awal, menyerahkan anak tersebut kepada ibunya, lalu kembali mencuri mobil tersebut.

3. Apakah anak tersebut mengalami luka?
Tidak, anak berusia 4 tahun itu dilaporkan dalam kondisi selamat.

4. Apa pelajaran yang bisa diambil dari kasus ini?
Orang tua tidak boleh meninggalkan anak sendirian di dalam kendaraan, meski hanya sebentar, demi keamanan dan keselamatan.

Rabu, 18 Februari 2026

Warga Beduai Sanggau Temukan Mortir Diduga Aktif di Sungai Sekayam, Polisi Imbau Waspada Benda Sisa Perang

Warga Beduai Sanggau Temukan Mortir Diduga Aktif di Sungai Sekayam, Polisi Imbau Waspada Benda Sisa Perang
Warga Beduai Sanggau Temukan Mortir Diduga Aktif di Sungai Sekayam, Polisi Imbau Waspada Benda Sisa Perang.

SANGGAU -- Warga Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, dibuat terkejut oleh penemuan satu buah mortir yang diduga masih aktif di pertemuan aliran Sungai Beduai dan Sungai Sekayam. Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar selalu waspada terhadap benda asing yang berpotensi berbahaya.

Kejadian bermula pada Minggu, 15 Februari 2026 sekitar pukul 22.20 WIB. Seorang warga bernama Mario Febrian (33), yang tinggal di Dusun Timaga, Desa Thang Raya, sedang menyelam untuk mencari ikan di Muara Sungai Beduai. Namun malam itu, bukan ikan yang ia temukan, melainkan sebuah benda logam mencurigakan yang setelah dilihat lebih dekat diduga merupakan mortir.

Bayangkan jika benda tersebut dibawa ke rumah atau disentuh tanpa kehati-hatian. Risikonya bisa sangat fatal. Beruntung, Mario tidak bertindak gegabah. Ia mengangkat mortir tersebut ke daratan, lalu menyimpannya kembali di aliran Sungai Sekayam yang jauh dari permukiman warga sebagai langkah pengamanan sementara.

Dua warga lain, Oktavianus Leo (41) dari Dusun Timaga dan Markus Gedeg (37) dari Dusun Berinang, Desa Kasromego, turut mengetahui kejadian tersebut dan menjadi saksi penemuan itu.

Langkah bertanggung jawab kembali ditunjukkan Mario pada Selasa, 17 Februari 2026 sekitar pukul 13.00 WIB. Ia secara sukarela mendatangi Mapolsek Beduai untuk menyerahkan mortir tersebut kepada pihak kepolisian agar ditangani sesuai prosedur.

Kapolsek Beduai, Heri Triyana, membenarkan adanya penyerahan mortir yang diduga masih aktif tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas kesadaran warga dalam menjaga keselamatan bersama.

“Benar, kami menerima penyerahan satu buah mortir yang diduga masih aktif dari warga. Kami sangat mengapresiasi tindakan saudara Mario yang tidak ceroboh dan langsung menyerahkan temuan itu ke polisi,” ujarnya.

Berdasarkan analisa awal, mortir tersebut diduga merupakan sisa konflik bersenjata atau peninggalan masa perang yang pernah terjadi di wilayah Kalimantan Barat. Namun untuk memastikan tingkat keaktifannya, pihak kepolisian masih menunggu pemeriksaan dari tim penjinak bahan peledak (Jibom).

Kapolsek juga mengingatkan bahwa temuan ini bisa menjadi tanda adanya benda serupa yang masih terpendam di dasar sungai atau di dalam tanah, khususnya di wilayah Kecamatan Beduai. Karena itu, masyarakat yang beraktivitas di sekitar Sungai Beduai maupun Sungai Sekayam diminta lebih berhati-hati.

Jika Anda menemukan benda mencurigakan berbentuk logam, berkarat, atau menyerupai amunisi, jangan disentuh apalagi dipindahkan. Segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas atau kantor polisi terdekat agar ditangani secara profesional. Keselamatan diri dan keluarga jauh lebih penting daripada rasa penasaran.

Sebagai tindak lanjut, Bhabinkamtibmas Polsek Beduai akan melakukan pembinaan dan penyuluhan kepada warga terkait bahaya bahan peledak sisa perang. Selain itu, Unit Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket) juga melakukan deteksi dini serta pemantauan situasi keamanan pasca penemuan mortir tersebut.

Hingga saat ini, kondisi di Kecamatan Beduai dilaporkan aman dan kondusif. Pihak kepolisian memastikan proses pengamanan barang bukti dilakukan sesuai standar operasional demi mencegah risiko yang dapat membahayakan masyarakat.

Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua. Kewaspadaan dan kepedulian satu orang warga bisa menyelamatkan banyak nyawa. Jadi, tetap waspada dan jangan ragu melapor jika menemukan hal mencurigakan di lingkungan sekitar Anda.

Oleh: Libertus

Senin, 16 Februari 2026

Tragis! Warga Simeulue Tewas Diserang Buaya Muara Saat Cari Lokan

Tragis! Warga Simeulue Tewas Diserang Buaya Muara Saat Cari Lokan
Warga Simeulue Tewas Diserang Buaya Muara Saat Cari Lokan.

Simeulue – Nasib nahas menimpa JW (36), warga Desa Buluh Hadek, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Simeulue. Minggu siang (15/2/2026) sekitar pukul 11.30 WIB, JW diserang seekor buaya muara saat tengah mencari lokan di kawasan Muara Luan Boya.

Menurut keterangan warga setempat, Sala, “Korban sedang melakukan aktivitas mencari lokan seperti biasa. Tiba-tiba buaya muara muncul dan menyerang dengan cepat. Kejadian ini langsung mengejutkan warga yang berada di sekitar lokasi,” ujarnya.

Warga bersama aparat TNI dan Polri segera melakukan upaya penyelamatan. Proses evakuasi berlangsung menegangkan, namun korban berhasil ditarik dari mulut buaya. Sayangnya, luka yang dialami JW sangat parah sehingga nyawanya tidak tertolong.

Peristiwa ini menjadi pengingat serius bagi masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di muara dan perairan yang dikenal sebagai habitat buaya. Tingkat kewaspadaan harus ditingkatkan agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.

Pihak aparat keamanan masih melakukan penanganan lanjutan. Warga dihimbau untuk sementara waktu menghindari area tersebut guna memastikan keselamatan.

Tips Aman di Kawasan Muara:

  • Hindari aktivitas sendirian di perairan yang rawan buaya.

  • Gunakan peralatan pelindung saat mencari hasil laut.

  • Segera laporkan jika melihat aktivitas buaya di dekat permukiman atau tempat kerja.

Dengan kesadaran dan kewaspadaan, tragedi tragis seperti yang dialami JW bisa diminimalkan. Jangan anggap remeh bahaya buaya di habitat aslinya, karena satu kesalahan bisa berakibat fatal.

Minggu, 15 Februari 2026

Tragis di Pasuruan! Anak Tertabrak Mobil Saat Duduk di Motor Terparkir, Diduga Pengemudi Kehilangan Kendali

Anak Tertabrak Mobil Saat Duduk di Motor Terparkir, Diduga Pengemudi Kehilangan Kendali
Anak Tertabrak Mobil Saat Duduk di Motor Terparkir, Diduga Pengemudi Kehilangan Kendali.

Sebuah kecelakaan lalu lintas yang menyayat hati terjadi di Pasuruan pada Minggu pagi, 15 Februari. Seorang anak menjadi korban setelah motor yang ia duduki dalam kondisi berhenti ditabrak mobil yang melaju kencang.

Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi di sekitar lokasi, insiden ini bermula ketika korban bersama orang tuanya berhenti di depan sebuah toko. Saat itu, sang anak menunggu di atas motor yang sedang terparkir, sementara orang tuanya berada tidak jauh dari sana.

Namun situasi yang awalnya tampak biasa berubah menjadi tragedi dalam hitungan detik. Sebuah mobil tiba-tiba melaju dengan kecepatan tinggi dari arah tertentu. Diduga pengemudi kehilangan kendali hingga kendaraan oleng dan keluar jalur. Tanpa sempat dihindari, mobil tersebut langsung menghantam motor yang diduduki korban dengan benturan keras.

Warga sekitar yang melihat kejadian Anak Tertabrak Mobil itu sontak panik dan segera memberikan pertolongan. Peristiwa ini menjadi pengingat serius bagi kita semua tentang pentingnya keselamatan di jalan, bahkan saat kendaraan dalam kondisi berhenti sekalipun.

Kejadian ini juga menegaskan bahwa risiko kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Bagi para orang tua, penting untuk selalu memastikan anak berada di posisi yang aman, terutama saat berhenti di tepi jalan yang ramai kendaraan.

Semoga peristiwa Anak Tertabrak Mobil Saat Duduk di Motor Terparkir tragis ini menjadi pelajaran berharga agar setiap pengendara lebih berhati-hati, menjaga kecepatan, dan tetap fokus saat berkendara. Keselamatan bukan hanya soal diri sendiri, tetapi juga tentang nyawa orang lain di sekitar kita.