![]() |
| Banjir merendam jalan nasional di Tapin, Kalsel, usai hujan deras. Aktivitas warga delapan desa di Kecamatan Piani sempat lumpuh akibat akses jalan terganggu. |
Tapian, Kalsel - Banjir kembali merendam ruas jalan nasional di Desa Bitahan Baru, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Senin (11/5/2026), setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak pagi.
Kondisi itu membuat aktivitas warga di delapan desa di Kecamatan Piani sempat lumpuh akibat akses jalan terputus.
Ketua Komisi I DPRD Tapin, Rustam Nawawi, mengatakan penanganan darurat dilakukan menggunakan dua armada milik perusahaan tambang sejak pukul 14.00 Wita. Evakuasi dilakukan agar kendaraan roda dua tetap bisa melintas dengan aman.
Genangan air menutup badan jalan usai hujan deras mengguyur kawasan Tapin sejak pukul 10.00 hingga sekitar pukul 12.00 Wita. Sejumlah pengendara roda dua dan mobil minibus memilih berhenti karena khawatir kendaraan mogok saat menerobos banjir.
Akibat kondisi tersebut, mobilitas masyarakat dari Kecamatan Piani menuju Kota Rantau maupun sebaliknya terganggu. Beberapa warga bahkan terpaksa menunggu air surut di pinggir jalan karena tidak berani melintas.
Rustam menyebut banjir di ruas jalan nasional itu terus berulang setiap kali hujan deras turun. Menurut dia, situasi diperparah setelah akses jalan alternatif yang sebelumnya digunakan warga ditutup dan belum digantikan dengan infrastruktur memadai.
“Ini sifatnya penanganan sementara saja agar warga bisa tetap melintas dengan aman,” kata Rustam di Rantau, Senin.
Ia menilai masyarakat di delapan desa Kecamatan Piani menjadi pihak yang paling terdampak karena akses utama mereka kerap terganggu saat curah hujan tinggi.
Rustam juga meminta perusahaan tambang yang beroperasi di kawasan tersebut ikut bertanggung jawab terhadap dampak yang dirasakan warga.
DPRD Tapin berharap pemerintah daerah bersama perusahaan tambang segera menyiapkan solusi permanen untuk mengatasi banjir di jalur penghubung Kecamatan Piani. Salah satu usulan yang disampaikan yakni membuka kembali akses alternatif dan membangun jembatan dengan elevasi lebih tinggi agar jalan utama tidak lagi terendam saat debit air meningkat.
Warga berharap perbaikan segera dilakukan karena jalur tersebut menjadi akses utama aktivitas masyarakat dan kerap lumpuh setiap hujan deras melanda wilayah Tapin.
- Memuat artikel...

