“Kang Dedi Tolongin Kami,” Jeritan Warga Kalbar soal Jalan Rusak Ini Viral

CSS/JS FIT

CSS IKLAN

Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

Minggu, 17 Mei 2026

“Kang Dedi Tolongin Kami,” Jeritan Warga Kalbar soal Jalan Rusak Ini Viral

Ikuti kami:
Google
Warga Sintang, Kalimantan Barat, viral setelah meminta bantuan Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda terkait kondisi jalan rusak yang dipenuhi lumpur dan tanah tebal. (Foto ilustrasi AI)
Warga Sintang, Kalimantan Barat, viral setelah meminta bantuan Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda terkait kondisi jalan rusak yang dipenuhi lumpur dan tanah tebal. (Foto ilustrasi AI)

Ketika Warga Kalbar Memanggil Gubernur dari Luar Daerah

PONTIANAK - Viralnya video seorang warga Sintang, Kalimantan Barat, yang memanggil nama Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda untuk membantu persoalan jalan rusak bukan sekadar keluhan biasa di media sosial. 

Di balik video singkat itu, ada gambaran tentang rasa lelah masyarakat yang merasa suaranya belum benar-benar didengar.

Kalimat sederhana seperti “Kang Dedi, kadieu, tulungin” mendadak menyebar luas di berbagai platform media sosial. 

Bukan karena dibuat dramatis, tetapi karena banyak orang merasa situasi itu sangat dekat dengan kenyataan di banyak daerah: ketika warga lebih percaya suara viral bisa lebih cepat sampai dibanding laporan resmi.

Fenomena ini menarik karena warga Sintang justru memanggil dua kepala daerah dari luar provinsi. 

Nama Dedi Mulyadi muncul karena citranya yang selama ini dikenal aktif turun ke lapangan dan cepat merespons persoalan masyarakat. 

Sementara Sherly Tjoanda mulai dikenal publik lewat aktivitas sosial dan pemerintahan yang cukup menonjol di Maluku Utara.

Di titik ini, media sosial bukan lagi hanya tempat hiburan atau ruang berbagi aktivitas sehari-hari. Platform digital berubah menjadi saluran pengaduan publik yang dianggap lebih efektif. 

Ketika video viral, perhatian datang lebih cepat. Tekanan publik terbentuk. Pemerintah pun akhirnya ikut bergerak.

Hal itu terlihat dari pengakuan warga yang menyebut perbaikan jalan mulai dilakukan setelah videonya ramai diperbincangkan. 

Meski belum sepenuhnya selesai, respons tersebut menunjukkan satu hal penting: viralitas kini punya pengaruh nyata terhadap kebijakan dan perhatian pemerintah.

Namun, di balik ramainya dukungan netizen, ada persoalan yang lebih besar dari sekadar jalan berlumpur di Sintang. 

Infrastruktur jalan di banyak wilayah Indonesia masih menjadi masalah lama yang belum sepenuhnya tuntas. 

Jalan rusak bukan hanya soal kenyamanan berkendara, tetapi juga berkaitan langsung dengan ekonomi warga, distribusi barang, akses sekolah, hingga pelayanan kesehatan.

Ketika jalan sulit dilalui, aktivitas masyarakat ikut melambat. Biaya distribusi meningkat. Mobilitas warga terganggu. Dalam jangka panjang, kondisi seperti ini bisa memperlemah pertumbuhan ekonomi daerah.

Karena itu, video warga Sintang sebenarnya berbicara lebih luas tentang harapan masyarakat terhadap kehadiran pemerintah. 

Publik ingin melihat pemimpin yang tidak hanya muncul di balik meja birokrasi, tetapi hadir langsung melihat kondisi lapangan.

Popularitas figur seperti Dedi Mulyadi di media sosial muncul karena gaya komunikasi yang dianggap dekat dengan rakyat. 

Banyak warga merasa lebih mudah didengar lewat konten viral dibanding prosedur administrasi yang panjang. Ini menjadi tantangan sekaligus peringatan bagi pemerintah daerah di berbagai wilayah.

Di era digital, respons pemerintah kini tidak hanya diukur dari program kerja di atas kertas, tetapi juga dari kecepatan mendengar dan hadir saat masyarakat membutuhkan solusi.

Kasus Sintang memperlihatkan bagaimana media sosial telah mengubah pola hubungan antara warga dan pemimpin. 

Satu video sederhana dari jalan berlumpur bisa memicu perhatian nasional, membangun tekanan publik, bahkan mendorong percepatan respons pemerintah.

Pada akhirnya, yang paling diharapkan warga sebenarnya sederhana: jalan yang layak dilalui dan pemerintah yang mau mendengar tanpa harus menunggu viral terlebih dahulu.

Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Google Logo Add on Google
Fanky Iskandar
Fanky Iskandar
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Bagikan artikel ini

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.

IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.