Iklan Tutup X

Sabtu, 30 Mei 2026

KIPP Luncurkan Program Pelita Penebang untuk Tingkatkan Kompetensi SDM Lokal

Ikuti kami:
Google
Foto: Peserta Program Pelita Penebang mendalami teknis operasional Hoist Crane demi standar kerja profesional di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP)

KAYONG UTARA - Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) meluncurkan program Pelita Penebang. Program ini merupakan inisiatif strategis perusahaan untuk memberdayakan talenta lokal agar memiliki keahlian tersertifikasi secara profesional serta membuka peluang karir yang lebih luas di lingkungan industri.

Kawasan Industri Pulau Penebang di Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat yang merupakan proyek strategis nasional dikelola oleh PT Dharma Inti Bersama (DIB). Kawasan industri ini diproyeksikan sebagai pusat hilirisasi dan industrialisasi bauksit terintegrasi.

Niken Prisca, Head of Corporate Communications KIPP menjelaskan, Pelita Penebang dirancang sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam membangun SDM lokal yang kompeten. Program ini menyasar tenaga kerja non-skill yang memiliki keinginan kuat untuk berkembang.

"Filosofi nama Pelita adalah cahaya yang menerangi. Harapannya, program ini menjadi pembuka jalan karier yang baik bagi masyarakat lokal yang memiliki talenta. Fokus kita tidak hanya pada keterampilan teknis, tapi juga membentuk sikap kerja (attitude) dan budaya keselamatan yang tinggi sesuai standar SKKNI," ujarnya.

Pada tahap perdana ini, program difokuskan pada pelatihan operator overhead crane bagi peserta yang telah lolos seleksi ketat, mulai dari administrasi hingga tes wawancara. Para peserta akan dibekali materi in-class, pembinaan mental dan fisik (Bintalsik) bekerja sama dengan tim keamanan, hingga praktik lapangan yang didampingi instruktur bersertifikasi BNSP.

Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para peserta, salah satunya Suheriduansyah (19), yang mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.

"Saya sangat senang bisa ikut program ini untuk up-skill dan mencari pengalaman baru. Saya terima kasih sekali kepada tim HSE yang sudah memberikan tempat dan pembelajaran untuk kami mengembangkan diri," ungkap Suheriduansyah.

Senada dengan itu, Eka Pramuja, peserta lain asal Tanjung Satai, menyatakan bahwa program ini menjadi jembatan baginya untuk meniti karir yang lebih mapan di dunia industri.

"Tentu ini peluang besar bagi kami. Dengan mengikuti program ini, kami bisa menjadi operator yang berkompeten, bersertifikat, dan harapannya tentu ada jenjang karir yang lebih baik kedepannya untuk membantu keluarga," kata Eka.

Program Pelita Penebang direncanakan akan terus berlanjut secara berkelanjutan (sustain). KIPP berkomitmen untuk terus mengevaluasi batch pertama ini guna menyempurnakan pelatihan di masa depan, termasuk pengembangan program untuk bidang rigger maupun cross-skill lainnya, guna memenuhi kebutuhan operasional perusahaan sekaligus mengangkat taraf hidup tenaga kerja lokal.

Program ini memiliki semangat yang sama dengan program yang telah diluncurkan sebelumnya yaitu memberangkatkan 89 pemuda mengikuti pelatihan teknologi pengolahan aluminium di Cina selama tiga bulan melalui Operations Development Program (ODP). Puluhan pemuda yang sebagiannya merupakan putra-putri asli Kabupaten Kayong Utara ini diproyeksikan bekerja di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) setelah menyelesaikan pelatihan dan sertifikasi keahlian. (*)

Google Logo Follow
Muzahidin
Muzahidin
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.