Berita BorneoTribun: Kalbar hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Kalbar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kalbar. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 April 2026

Pemkab Kubu Raya Uji Petik Potensi Pajak MBLB

Foto: Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kubu Raya, Maria Agustina

KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melakukan uji petik lapangan untuk menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), Jumat (17/4/2026).

Hasil sementara menunjukkan adanya sejumlah titik aktivitas yang berpotensi menjadi sumber pajak daerah. Namun, data tersebut masih dalam tahap verifikasi dan belum ditetapkan secara final.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kubu Raya Maria Agustina mengatakan, pengecekan langsung ke lapangan penting untuk memperoleh data riil.

“Dengan turun langsung ke lapangan, kita bisa melihat kondisi riil. Data koordinat yang diambil menjadi bahan analisis untuk menentukan potensi pajak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat titik aktivitas yang berada di dalam maupun di luar wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) sehingga perlu kajian lebih lanjut.

“Ini belum final, tapi sudah terlihat ada potensi PAD dari sektor MBLB,” tambahnya. (Jm)

Naik Dango ke-3 Resmi Dimulai, Ritual Ngampar Bide Penuh Nilai Tradisi dan Spiritual

Foto: Ritual Adat Ngampar Bide Warnai Pembukaan Naik Dango ke-3 di Rumah Radangk

PONTIANAK - Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak resmi membuka rangkaian kegiatan Naik Dango ke-3 melalui pelaksanaan ritual adat Ngampar Bide di Rumah Radangk Pontianak, Jumat (17/4/2026) pagi. Ritual sakral ini menjadi penanda dimulainya perayaan budaya tahunan yang akan berlangsung pada 20 hingga 25 April 2026.

Suasana khidmat menyelimuti Rumah Radangk saat para pengurus DAD Kota Pontianak menjalankan prosesi adat. Ritual dipimpin oleh seorang penyangahatn, Erdi atau yang akrab disapa Pak Gori, dengan dua tahapan utama, yakni nyanggahant mantak dan masak.

Dalam penjelasannya, Erdi menyampaikan bahwa Naik Dango merupakan wujud rasa syukur masyarakat Dayak atas hasil panen yang diperoleh selama satu tahun. Hasil pertanian seperti padi, jagung, timun, dan berbagai komoditas lainnya menjadi simbol kesejahteraan petani yang kemudian disimpan di dalam dango (lumbung padi) sebagai persiapan untuk musim tanam berikutnya.

“Padi yang telah dipanen akan dijemur, ditumbuk, dan disimpan dengan baik agar terhindar dari hama, sehingga dapat digunakan kembali sebagai bibit yang berkualitas untuk tahun depan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa ritual Ngampar Bide memiliki makna penting dalam proses pengolahan padi, yakni untuk merontokkan bulir padi dari tangkainya serta memilah kualitasnya. Selain itu, bide juga digunakan sebagai alas untuk menjemur padi agar hasil pengeringan merata.

Lebih dari sekadar proses teknis pertanian, ritual ini juga sarat nilai spiritual sebagai ungkapan syukur kepada Jubata (Tuhan) atas hasil panen yang melimpah. Berbagai sajian adat seperti lemang, cucur, serta beras pulut turut dihadirkan sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur masyarakat tani.

Sementara itu, Ketua Panitia Naik Dango ke-3 DAD Kota Pontianak, Vandektrus Derek, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan tahun ini akan diisi dengan berbagai agenda budaya, keagamaan, hingga edukasi.

“Hari ini kita melaksanakan Ngampar Bide sebagai bentuk permohonan restu kepada Jubata sekaligus pembukaan awal kegiatan. Sore harinya akan dilaksanakan misa syukur yang dipimpin sembilan pastor,” jelasnya.

Ia menambahkan, rangkaian kegiatan selanjutnya meliputi upacara adat Ngalanjukatn pada 18 April dini hari, seminar tentang hak masyarakat adat pada 19 April, serta karnaval budaya multi-etnis pada 20 April.

Puncak pembukaan Naik Dango dijadwalkan berlangsung pada 21 April dan akan dibuka oleh Wali Kota Pontianak, dengan kehadiran tamu dari Sarawak, Malaysia. Berbagai perlombaan tradisional seperti tari panompok, memasak panso, menumbuk padi, hingga permainan pangkak gasing turut memeriahkan acara.

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan lebih dari 60 pelaku UMKM dan pedagang asongan sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Hiburan tradisional seperti jonggan serta penampilan artis Dayak turut menjadi daya tarik bagi masyarakat.

“Melalui Naik Dango, kita tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga memperkuat toleransi dan kebersamaan antar-etnis di Kota Pontianak,” tutup Vandektrus.

Ritual Ngampar Bide pun menjadi simbol awal yang tidak hanya membuka rangkaian acara, tetapi juga mengingatkan pentingnya menjaga tradisi, nilai spiritual, dan kearifan lokal dalam kehidupan masyarakat Dayak. (Tim)

Ria Norsan Dorong Pemerataan Infrastruktur di Pedalaman Sintang, Jalan Nanga Mau–Tebidah–Serawai Dibenahi

Ria Norsan Dorong Pemerataan Infrastruktur di Pedalaman Sintang, Jalan Nanga Mau–Tebidah–Serawai Dibenahi.

SINTANG - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke wilayah pedalaman. Salah satu fokus utama saat ini adalah pembenahan ruas jalan provinsi dan jembatan di Kabupaten Sintang.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, bersama Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan, menunjukkan komitmen tersebut dengan turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi infrastruktur yang membutuhkan perbaikan.

Salah satu ruas yang menjadi perhatian adalah jalan Nanga Mau–Tebidah–Serawai dengan panjang lebih dari 100 kilometer. Jalan ini dinilai memiliki peran strategis dalam menunjang konektivitas serta mobilitas masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman Kabupaten Sintang.

Menurut Ria Norsan, pembangunan infrastruktur menjadi faktor penting dalam memperlancar distribusi barang dan jasa, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Infrastruktur ini sangat penting untuk memperlancar distribusi barang dan jasa serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Karena itu, kita akan terus melakukan pembenahan,” ujarnya saat melakukan kunjungan kerja di Sintang.

Ia menegaskan, kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerataan pembangunan dari desa hingga kota, agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa kesenjangan.

“Kita ingin pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Oleh karena itu, kami turun langsung untuk melihat kondisi di lapangan,” tambahnya.

Ria Norsan Dorong Pemerataan Infrastruktur di Pedalaman Sintang, Jalan Nanga Mau–Tebidah–Serawai Dibenahi
Ria Norsan Dorong Pemerataan Infrastruktur di Pedalaman Sintang, Jalan Nanga Mau–Tebidah–Serawai Dibenahi.

Peninjauan tersebut juga bertujuan untuk memastikan bahwa program pembangunan yang direncanakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Selain itu, hasil dari kunjungan ini akan menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

Sementara itu, Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terhadap kondisi infrastruktur di daerahnya.

Ia menilai, perbaikan akses jalan akan memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya dalam distribusi hasil pertanian.

“Perbaikan akses jalan akan berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi, distribusi hasil pertanian, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Ria Norsan Dorong Pemerataan Infrastruktur di Pedalaman Sintang, Jalan Nanga Mau–Tebidah–Serawai Dibenahi.
Ria Norsan Dorong Pemerataan Infrastruktur di Pedalaman Sintang, Jalan Nanga Mau–Tebidah–Serawai Dibenahi.

Bupati Sujiwo Titip Harapan Besar Untuk Bank Kalbar Di Usia Ke-62

HUT ke-62 Bank Kalbar di Kubu Raya, Bupati Sujiwo berharap Bank Kalbar semakin profesional dan terus berkontribusi dalam mempercepat pembangunan serta ekonomi daerah.
HUT ke-62 Bank Kalbar di Kubu Raya, Bupati Sujiwo berharap Bank Kalbar semakin profesional dan terus berkontribusi dalam mempercepat pembangunan serta ekonomi daerah.

KUBU RAYA – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Bank Kalbar menjadi ajang refleksi sekaligus harapan baru bagi penguatan sektor ekonomi daerah. Dalam perayaan syukuran yang digelar di Kantor Cabang Bank Kalbar Kubu Raya pada Rabu (15/4/2026), Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menyampaikan harapannya agar Bank Kalbar semakin profesional dalam menjalankan perannya sebagai bank pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Sujiwo menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas perjalanan panjang Bank Kalbar yang telah berkontribusi bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

“Saya bersama Pak Wabup, Pak Sekda, beserta jajaran pemerintah dan seluruh masyarakat Kubu Raya mengucapkan dirgahayu untuk Bank Kalbar. Di usia yang ke-62, Bank Kalbar harus sudah matang dan profesional,” ujar Sujiwo.

Bank Kalbar Diharapkan Semakin Siap Hadapi Tantangan

Menurut Sujiwo, setiap periode selalu menghadirkan tantangan baru, terutama di sektor ekonomi dan layanan keuangan. Karena itu, kesiapan menghadapi perubahan menjadi kunci agar Bank Kalbar tetap relevan dan dipercaya masyarakat.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan terus memberikan dukungan nyata bagi keberlangsungan dan perkembangan Bank Kalbar.

“Setiap masa pasti ada tantangannya. Dalam setiap tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan terus hadir memberikan dukungan riil untuk Bank Kalbar,” imbuhnya.

Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga keuangan dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Peran Strategis Bank Kalbar Dalam Pembangunan Daerah

Lebih lanjut, Sujiwo menekankan pentingnya peran Bank Kalbar sebagai motor penggerak ekonomi daerah, khususnya dalam mendukung sektor usaha dan pembangunan infrastruktur.

Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Kalbar dinilai memiliki posisi strategis dalam mempercepat pergerakan ekonomi masyarakat serta membuka peluang usaha yang lebih luas.

“Semoga di usia ke-62 ini Bank Kalbar lebih sukses dan maju serta terus meningkatkan kerja sama dan kolaborasi dengan Pemerintah Kubu Raya dalam rangka mempercepat pembangunan serta pergerakan ekonomi,” tutupnya.

Momentum ulang tahun ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga profesionalitas, meningkatkan layanan kepada masyarakat, serta memperkuat inovasi di tengah dinamika ekonomi modern.

Momentum Refleksi Dan Penguatan Kepercayaan Publik

Perayaan HUT ke-62 Bank Kalbar bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi institusi perbankan daerah untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan menjaga kepercayaan masyarakat.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan sinergi berbagai pihak, Bank Kalbar diharapkan mampu terus berkembang, menghadirkan layanan yang inovatif, serta memperluas kontribusi bagi pembangunan ekonomi di Kabupaten Kubu Raya dan Kalimantan Barat secara umum.

FAQ

1. Kapan HUT ke-62 Bank Kalbar diperingati di Kubu Raya?
Syukuran HUT ke-62 Bank Kalbar digelar pada Rabu, 15 April 2026 di Kantor Cabang Bank Kalbar Kubu Raya.

2. Apa harapan utama Bupati Sujiwo untuk Bank Kalbar?
Bupati Sujiwo berharap Bank Kalbar semakin profesional, matang, dan mampu menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

3. Apa peran Bank Kalbar bagi pembangunan daerah?
Bank Kalbar berperan sebagai bank pembangunan daerah yang mendukung percepatan pembangunan dan pergerakan ekonomi masyarakat.

4. Apakah pemerintah daerah mendukung Bank Kalbar?
Ya, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan nyata bagi pengembangan Bank Kalbar.

5. Mengapa profesionalitas bank daerah penting?
Profesionalitas penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat, meningkatkan layanan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Semarak MTQ XII Kubu Raya Perkuat Persatuan Dan Syiar Islam Di Tengah Keberagaman

Semarak MTQ XII Kubu Raya berlangsung meriah dengan 705 peserta. Ajang ini menjadi momentum memperkuat persatuan, syiar Islam, dan pembinaan generasi Qur’ani.
Semarak MTQ XII Kubu Raya berlangsung meriah dengan 705 peserta. Ajang ini menjadi momentum memperkuat persatuan, syiar Islam, dan pembinaan generasi Qur’ani.

KUBU RAYA – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XII tingkat Kabupaten Kubu Raya berlangsung meriah dan penuh khidmat. Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Harmoni Dalam Keberagaman” ini mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Kubu Raya, Selasa malam (14/4/2026).

Ajang tahunan tersebut dinilai bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum penting dalam memperkuat persatuan masyarakat di tengah keberagaman suku, budaya, dan latar belakang sosial.

Pembukaan MTQ ke-XII digelar di halaman Kantor Camat Sungai Ambawang, Jalan Trans Kalimantan, Desa Sungai Ambawang Kuala. Suasana acara terasa khidmat sekaligus semarak dengan kehadiran berbagai tokoh penting daerah serta masyarakat dari berbagai kecamatan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua LPTQ Provinsi Kalimantan Barat Brigjen (Pol) Purn Andi Musa, SH, Bupati Kubu Raya H. Sujiwo, SE, M.Sos, Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika, Wakil Ketua DPRD Kubu Raya Hj. Umi Kulsum, tokoh agama, tokoh masyarakat lintas etnis, serta ratusan peserta dari sembilan kecamatan.

Total sebanyak 705 peserta mengikuti berbagai cabang lomba yang dipertandingkan dalam MTQ kali ini.

Tema Harmoni Jadi Cerminan Masyarakat Majemuk

Semarak MTQ XII Kubu Raya Perkuat Persatuan Dan Syiar Islam Di Tengah Keberagaman
Semarak MTQ XII Kubu Raya berlangsung meriah dengan 705 peserta. Ajang ini menjadi momentum memperkuat persatuan, syiar Islam, dan pembinaan generasi Qur’ani.

Ketua Panitia MTQ ke-XII yang juga Camat Sungai Ambawang, Jurin, SE, menyampaikan bahwa tema “Merajut Harmoni Dalam Keberagaman” dipilih sebagai refleksi kondisi masyarakat Kabupaten Kubu Raya yang majemuk namun tetap hidup rukun dan damai.

Menurutnya, Al-Qur’an memiliki peran penting sebagai pedoman dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan penuh toleransi.

“Melalui MTQ ini, kami ingin memperkuat nilai kebersamaan, toleransi, dan persatuan di tengah keberagaman. Al-Qur’an menjadi pedoman dalam mempererat ukhuwah Islamiyah,” ujar Jurin dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan MTQ tidak hanya fokus pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pembinaan generasi muda agar semakin mencintai Al-Qur’an serta mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Bupati Tekankan Pentingnya Pembinaan Generasi Qur’ani

Bupati Tekankan Pentingnya Pembinaan Generasi Qur’ani
Semarak MTQ XII Kubu Raya berlangsung meriah dengan 705 peserta. Ajang ini menjadi momentum memperkuat persatuan, syiar Islam, dan pembinaan generasi Qur’ani.

Dalam sambutannya, Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, menegaskan bahwa MTQ merupakan sarana strategis untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus membina generasi muda agar memiliki karakter religius dan berakhlak mulia.

Ia menyebut bahwa kegiatan ini menjadi wadah pembinaan berkelanjutan untuk melahirkan qori dan qoriah terbaik yang mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.

“MTQ ini bukan sekadar perlombaan, tetapi wadah pembinaan berkelanjutan untuk melahirkan qori dan qoriah terbaik dari Kubu Raya,” ujarnya.

Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, serta masyarakat dalam mendukung pembinaan peserta secara berkesinambungan.

Menurutnya, keberhasilan peserta dalam ajang MTQ tidak terlepas dari proses pembinaan panjang yang dilakukan secara terarah dan konsisten.

Ajang Silaturahmi Dan Kebersamaan Antar Kecamatan

Selain menjadi ajang kompetisi, MTQ ke-XII Kabupaten Kubu Raya juga berfungsi sebagai sarana mempererat silaturahmi antar kafilah dari berbagai kecamatan.

Semangat kebersamaan dan toleransi yang ditunjukkan para peserta menjadi cerminan nyata dari tema yang diusung pada tahun ini.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi dalam mendukung jalannya kegiatan. Warga tampak memadati area acara untuk menyaksikan pembukaan dan memberikan dukungan kepada para peserta dari kecamatan masing-masing.

Dukungan Pemerintah Untuk Pengembangan Potensi Daerah

Bupati Kubu Raya menyatakan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan MTQ, baik dari sisi anggaran maupun program pembinaan.

Langkah ini dinilai penting agar potensi generasi muda dalam bidang tilawah Al-Qur’an dapat berkembang secara optimal dan berkelanjutan.

“Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan terus mendukung pembinaan agar anak-anak kita mampu berprestasi dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi,” tambahnya.

MTQ Diharapkan Lahirkan Bibit Qori Dan Qoriah Berprestasi

Semarak MTQ XII Kubu Raya Perkuat Persatuan Dan Syiar Islam Di Tengah Keberagaman
Semarak MTQ XII Kubu Raya berlangsung meriah dengan 705 peserta. Ajang ini menjadi momentum memperkuat persatuan, syiar Islam, dan pembinaan generasi Qur’ani.

Pelaksanaan MTQ ke-XII Kabupaten Kubu Raya berlangsung meriah dengan berbagai cabang lomba yang diikuti peserta terbaik dari seluruh kecamatan.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah serta partisipasi aktif masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit unggul qori dan qoriah yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Kubu Raya di tingkat provinsi maupun nasional.

MTQ juga diharapkan menjadi momentum lahirnya generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.

FAQ

Apa Itu MTQ XII Kabupaten Kubu Raya?

MTQ XII Kabupaten Kubu Raya adalah ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat kabupaten yang diikuti peserta dari sembilan kecamatan.

Di Mana Lokasi Pembukaan MTQ XII Kubu Raya?

Pembukaan digelar di halaman Kantor Camat Sungai Ambawang, Desa Sungai Ambawang Kuala.

Berapa Jumlah Peserta MTQ XII Kubu Raya?

Total sebanyak 705 peserta mengikuti berbagai cabang lomba dalam MTQ XII.

Apa Tujuan Utama Pelaksanaan MTQ?

Selain sebagai ajang kompetisi tilawah, MTQ bertujuan memperkuat persatuan masyarakat serta membina generasi Qur’ani.

Siapa Saja Tokoh Yang Hadir Dalam Pembukaan MTQ?

Sejumlah tokoh hadir, termasuk Bupati Kubu Raya, Ketua LPTQ Kalbar, Kapolres Kubu Raya, serta tokoh agama dan masyarakat.

Kamis, 16 April 2026

Kejati Kalbar Selamatkan Rp115 Miliar dari Kasus Korupsi Tambang Bauksit

Foto: Konferensi pers Pengungkapan Kasus Korupsi Tambang Bauksit di Aula Bahruddin Lopa Lantai 4 Kejati Kalbar, Kamis (16/4/2026)

PONTIANAK - Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat menggelar konferensi pers terkait perkembangan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi tata kelola pertambangan bauksit di wilayah Kalimantan Barat, Kamis (16/4/2026).

Konferensi pers berlangsung di Aula Bahruddin Lopa Lantai 4 Kejati Kalbar sebagai bentuk transparansi kepada publik.

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Kalbar Siju, S.H., M.H., didampingi Asisten Intelijen, Koordinator, para Kasi Bidang Pidsus, serta Kasi Penkum, menyampaikan bahwa penyidik telah menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp115.000.000.000.

“Penyelamatan keuangan negara dilakukan dengan menitipkan uang Jaminan Kesungguhan Pembangunan Fasilitas Pemurnian (Smelter) ke penyidik Kejati Kalbar. Uang tersebut selanjutnya akan disetorkan ke kas negara,” tegas Siju.

Penyelamatan itu merupakan bagian dari penyidikan perkara tata kelola pertambangan bauksit di Kalimantan Barat berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejati Kalbar Nomor 01/O.1/Fd.1/01/2026 tanggal 2 Januari 2026.

Perkara ini berawal dari laporan pengaduan masyarakat terkait kegiatan pertambangan bauksit periode 2017–2023. Menindaklanjuti laporan itu, Kejati Kalbar menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi tata kelola pertambangan bauksit.

Setelah rangkaian penyelidikan, tim penyidik menyimpulkan terdapat peristiwa hukum yang mengarah ke tindak pidana korupsi sehingga ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Selama proses penyidikan, salah satu badan usaha di bidang pertambangan yang sejak 2019–2022 belum merealisasikan kewajiban membayar Jaminan Kesungguhan Pembangunan Smelter, akhirnya menitipkan uang jaminan sebesar Rp115 miliar kepada penyidik Kejati Kalbar.

Kejati Kalbar menegaskan capaian tersebut merupakan komitmen penegakan hukum yang tidak hanya berorientasi pada pemidanaan, tetapi juga pemulihan kerugian keuangan negara sebagai keberpihakan kepada kepentingan publik.

Proses penyidikan masih berjalan dengan mengedepankan prinsip profesionalitas, akuntabilitas, dan kehati-hatian guna memastikan penegakan hukum dilakukan secara tepat dan berkeadilan.

Ke depan, perkembangan penanganan perkara akan terus disampaikan kepada masyarakat sebagai bentuk keterbukaan informasi publik serta untuk menjaga kepercayaan terhadap institusi penegak hukum.

Pengda Forbasi Kalbar Ikuti Rakernas, Siapkan Forprov Kormi dan Kejurda 2026

Foto: Rakernas Forbasi di Hotel Dafam Semarang 

PONTIANAK - Pengurus Daerah (Pengda) Forbasi Kalimantan Barat mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forbasi pada 11 April 2026 di Hotel Dafam Semarang.

Rakernas perdana Forbasi ini dihadiri langsung Ketua Pengda Forbasi Kalbar Syarif Rudiansyah Al-Qadrie, S.H. Dalam sidang pleno, ditetapkan arah haluan organisasi serta tuan rumah Kejurnas Forbasi 2026 di Provinsi Jawa Timur yang akan digelar November 2026.

Saat ini Pengda Forbasi Kalbar tengah mempersiapkan keikutsertaan di Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (Forprov) Kormi Kalimantan Barat yang berlangsung 5–12 Juli 2026 di Kota Singkawang. Forbasi menjadi salah satu induk olahraga (inorga) yang akan berlaga di ajang olahraga masyarakat tersebut.

Selanjutnya, pada 28–30 Agustus 2026, Pengda Kalbar akan menggelar Kejurda Forbasi di GOR Pangsuma Pontianak untuk menjaring wakil Kalimantan Barat di Kejurnas Forbasi 2026 di Jawa Timur.

Harmoni Sawit dan Masyarakat: Penelitian Magister Sosiologi Ungkap Kunci Stabilitas Sosial di Kabupaten Sambas

Harmoni Sawit dan Masyarakat: Penelitian Magister Sosiologi Ungkap Kunci Stabilitas Sosial di Kabupaten Sambas
Harmoni Sawit dan Masyarakat: Penelitian Magister Sosiologi Ungkap Kunci Stabilitas Sosial di Kabupaten Sambas.

PONTIANAK – Hubungan antara perusahaan perkebunan kelapa sawit dan masyarakat lokal seringkali dipandang dari sudut pandang konflik.

Namun, sebuah penelitian terbaru dalam bidang sosiologi menunjukkan bahwa stabilitas dan harmoni dapat dicapai melalui penguatan ikatan sosial (social bond) yang tepat, bukan melalui pendekatan kekuatan atau keamanan semata.

Temuan ini disampaikan oleh Gunawan Wibisono, dalam ujian tesis Magister Sosiologi di Universitas Tanjungpura. Melalui studinya yang mendalam pada PT Agronusa Investama (ANI) - anak usaha Wilmar Grup- di Kabupaten Sambas, Gunawan berhasil memetakan bagaimana transformasi manajemen dan perubahan strategi sosial dapat meredam riak-riak konflik pasca-alih kelola perusahaan.

"Pengendalian sosial yang efektif di industri sawit saat ini harus bergeser dari paradigma represif ke paradigma persuasif-preventif," ujar Gunawan. Dalam penelitiannya, ia menggunakan teori Social Bond dari Travis Hirschi untuk membuktikan bahwa ketika masyarakat memiliki keterikatan emosional (attachment) dan kepentingan ekonomi yang nyata (commitment) melalui skema plasma, maka secara alami masyarakat akan menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan.

Penelitian ini menyoroti keberhasilan PT ANI dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat melalui transparansi dan pelibatan aktif elit lokal (Kepala Desa dan Tokoh Adat). Hasil wawancara lapangan di Desa Semanga, misalnya, menunjukkan bahwa dialog rutin dan realisasi komitmen ekonomi menjadi "lem" yang merekatkan kembali hubungan yang sempat retak di masa lalu.

Rekomendasi Strategis

Sebagai praktisi yang telah malang-melintang di dunia korporasi, Gunawan memberikan rekomendasi konkret bagi industri: pembentukan forum komunikasi rutin sebagai sistem peringatan dini (early warning system) dan standardisasi program CSR yang berorientasi pada kemandirian masyarakat.

Profil Penulis: Menjembatani Korporasi dan Akademik

Gunawan Wibisono dikenal sebagai praktisi senior di industri perkebunan kelapa sawit dengan spesialisasi pada bidang Corporate Affairs, Hubungan Eksternal, dan Perizinan. Memiliki latar belakang pendidikan Ilmu Komunikasi, ia kini melengkapi kepakarannya dengan gelar Magister Sosiologi.

Kombinasi antara pengalaman lapangan yang luas dan pemahaman teori sosiologi yang mendalam menjadikannya sosok yang unik di industrinya. Gunawan berkomitmen untuk terus menyuarakan pentingnya aspek kemanusiaan dan sosiologis dalam tata kelola industri strategis nasional.

"Kemarin adalah sejarah, besok adalah misteri, dan hari ini adalah anugerah. Bagi saya, melakukan yang terbaik hari ini adalah dengan memberikan kontribusi pemikiran yang bermanfaat bagi harmonisasi industri dan masyarakat," pungkasnya.

Rabu, 15 April 2026

Polres Kubu Raya Ungkap Kasus Kriminal dan Narkoba, 3 Kasus Narkotika Terungkap

Foto: Konferensi pers pengungkapan kasus kriminal dan narkotika periode Maret hingga pertengahan April 2026 di Aula Polres Kubu Raya, Rabu (15/4/2026) 

KUBU RAYA – Polres Kubu Raya menggelar rilis pengungkapan kasus kriminal dan narkotika periode Maret hingga pertengahan April 2026 di Aula Polres Kubu Raya, Rabu (15/4/2026) pukul 10.30 WIB.

Rilis dihadiri Wakapolres Kubu Raya Kompol Andri Syahroni, S.AP., M.AP yang mewakili Kapolres, Kasat Reskrim IPTU Nunut Rivaldo Simanjuntak, S.Tr.K., S.I.K., KBO Satresnarkoba IPTU Raimundus Nonnatus Gawe, jajaran Humas Polres Kubu Raya, serta awak media.

Polres Kubu Raya menyampaikan permohonan maaf karena Kapolres berhalangan hadir lantaran mengikuti rapat di Polda Kalimantan Barat terkait kunjungan Menko Polhukam dan Kapolri.

Ungkap Kasus Kriminal

Satreskrim berhasil mengungkap sejumlah kasus, di antaranya penggelapan, migas ilegal, pencurian dengan pemberatan, serta perlindungan anak di bawah umur.

Kasus penggelapan di Sungai Raya telah masuk tahap penyidikan dan berkas perkaranya dilimpahkan ke kejaksaan. Sementara kasus migas ilegal diungkap di Rasau Jaya. Pelaku kedapatan mengangkut BBM jenis Pertalite menggunakan kendaraan roda tiga untuk diperjualbelikan tanpa izin.

Polisi juga mengungkap pencurian dengan pemberatan. Pelaku masuk ke rumah korban lewat pintu dapur dan mengambil sejumlah barang berharga. Untuk kasus perlindungan anak, saat ini masih dalam proses penyidikan sesuai ketentuan hukum.

KBO Satresnarkoba IPTU Raimundus Nonnatus Gawe menyampaikan, pihaknya mengungkap tiga kasus peredaran narkotika selama Maret–April 2026.

Kasus menonjol terjadi di Kecamatan Batu Ampar. Tersangka diduga lama mengedarkan narkotika hingga meresahkan warga dan menyasar pelajar.

Petugas juga menggagalkan penyelundupan narkotika melalui Bandara Supadio. Pelaku menyembunyikan barang di dalam pakaian untuk mengelabui petugas, namun berhasil diamankan sebelum keluar area bandara berkat koordinasi yang baik.

Kasus lain adalah pengiriman narkotika lewat jasa ekspedisi yang akan dikirim ke luar daerah. Kasus ini masih dikembangkan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.

Wakapolres Kompol Andri Syahroni menegaskan, keberhasilan pengungkapan tidak lepas dari peran serta masyarakat yang memberikan informasi.

Ia mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap pencurian, penipuan, penggelapan, serta peredaran narkotika yang merusak generasi muda.

“Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Kubu Raya serta segera melapor apabila mengetahui tindak kejahatan,” ujarnya.

Rilis diakhiri sesi tanya jawab bersama awak media sebagai bentuk keterbukaan informasi publik.

Rencana Aksi 1 Mei di Ketapang, Buruh KAL FR Grup Akan Turun Kejalan, Suarakan Penolakan PP

Buruh perusahaan KAL First Resource Grup 

Ketapang (Borneo Tribun) - Buruh perusahaan PT Ketapang Agro Lestari First Resource (KALFR Grup) bersiap gelar demo dalam momentum memperingati hari buruh sedunia atau dikenal dengan istilah May Day pada 1 Mei 2026.

Fokus tuntutan mereka masih pada penolakan pada Peraturan Perusahaan yang dianggap lebih rendah dan banyak merugikan hak pekerja. 

Penerima kuasa buruh perusahaan itu, Jakaria Irawan dari Lembaga Bantuan Hukum Kapuas Raya Indonesia dalam rilisnya, Rabu ini mengatakan bahwa May Day tidak hanya dipahami sebagai agenda tahunan, tetapi sebagai simbol perjuangan terhadap ketidakadilan dalam hubungan kerja. 

Dalam konteks ini, perubahan kebijakan perusahaan yang merugikan pekerja dinilai bertentangan dengan prinsip keadilan dan martabat manusia.

"Jika peraturan perusahaan yang baru justru lebih rendah dari sebelumnya dan merugikan pekerja, maka wajar jika pekerja menolak. Dalam konteks hukum, ini bisa dikualifikasikan sebagai perubahan syarat kerja yang tidak disepakati," ujar dia. 

Menurut pria ini, perubahan peraturan perusahaan secara sepihak dianggap buruh sebagai tindakan menurunkan standar hak dibandingkan aturan sebelumnya. Atas perubahan itulah  rencana aksi demo akan dilakukan dengan tujuan dalam peringatan May Day.

Merujuk pada peraturan pemerintah (PP) nomor 35 Tahun 2021 Pasal 42 ayat (2), bahwa pekerja memiliki dasar untuk tidak melanjutkan hubungan kerja dalam kondisi apabila hak-hak pekerja tidak sesuai dengan aturan. 

"Namun, mekanismenya tetap harus ditempuh sesuai prosedur, baik melalui perundingan bipartit maupun penyelesaian perselisihan hubungan industrial," katanya. 

Sementara itu, praktisi hubungan industrial Iga Febrian Pratama turut menyoroti bahwa perubahan peraturan perusahaan secara sepihak berpotensi menimbulkan perselisihan serius.

"Perusahaan tidak bisa serta-merta menurunkan standar hak pekerja melalui peraturan baru. Jika hal itu dilakukan tanpa kesepakatan, maka berisiko menimbulkan perselisihan hak bahkan perselisihan pemutusan hubungan kerja" katanya. 

Ia juga menekankan bahwa dalam situasi seperti ini, pekerja memiliki hak untuk mengambil sikap, termasuk menolak melanjutkan hubungan kerja, selama tetap mengikuti mekanisme hukum yang berlaku.

Kasus ini menunjukkan bahwa kesenjangan antara norma hukum dan implementasi di lapangan masih menjadi persoalan utama dalam dunia ketenagakerjaan. 

Aksi demonstrasi dalam May Day pun menjadi sarana bagi pekerja untuk menuntut keadilan atas kebijakan yang dinilai merugikan.

Dengan demikian, May Day tidak hanya menjadi simbol perjuangan global, tetapi juga refleksi atas persoalan konkret yang dihadapi pekerja di tingkat perusahaan, termasuk terkait perubahan kebijakan internal yang berdampak langsung pada hak dan kesejahteraan mereka.

Satlantas dan Dishub Sekadau Siapkan Car Free Day Rutin di Jalan Panglima Naga

Foto: Rapat Koordinasi Persiapan Car Free Day antara Satlantas Polres Sekadau dan Dishub Sekadau di Ruang Kasat Lantas Polres Sekadau, Rabu (15/4/2026) 

SEKADAU - Satlantas Polres Sekadau bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Sekadau menggelar koordinasi persiapan Car Free Day (CFD) yang akan dilaksanakan rutin setiap Minggu di Jalan Panglima Naga, Kecamatan Sekadau Hilir.

Rapat koordinasi berlangsung di Ruang Kasat Lantas Polres Sekadau, Rabu (15/4/2026), dihadiri jajaran Satlantas dan Dishub Sekadau.

CFD direncanakan mulai 19 April 2026, setiap Minggu pukul 06.00–09.00 WIB. Satu jalur di Jalan Panglima Naga akan ditutup selama kegiatan berlangsung.

Kasat Lantas Polres Sekadau IPTU Sudarsono mengatakan, CFD merupakan langkah positif untuk meningkatkan kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, serta menyediakan ruang publik yang aman dan nyaman.

Selain itu, CFD juga diharapkan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Sekadau.

“Dari aspek lalu lintas, kami menyiapkan rekayasa dan pengalihan arus agar kegiatan berjalan tertib, aman, dan tidak mengganggu mobilitas masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, Satlantas akan menyosialisasikan pelaksanaan CFD kepada masyarakat, termasuk perubahan pola arus lalu lintas yang berlaku setiap akhir pekan.

Kabid LLAJ Dishub Sekadau Aristhon Apolo menjelaskan, CFD merupakan tindak lanjut kebijakan transformasi budaya kerja ASN serta penguatan ruang publik yang ramah lingkungan.

Hal itu merujuk pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 800.1.5/3349/SJ tanggal 31 Maret 2026 tentang Transformasi Budaya Kerja ASN di lingkungan pemerintah daerah.

Menurutnya, CFD juga bagian dari upaya penghematan energi, pengurangan emisi polusi udara, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Dishub Sekadau bersama Satlantas Polres Sekadau akan menindaklanjuti hasil rapat dengan koordinasi teknis di lapangan, meliputi pengaturan arus lalu lintas dan penempatan personel.

Langkah ini untuk memastikan pelaksanaan CFD berjalan aman, lancar, serta memberi kenyamanan bagi masyarakat.

DAFTAR Calon SAHLI dan Kepala Dinas Pemkab Ketapang Hasil Seleksi

Kegiatan Tahapan Seleksi Uji Kompetensi Manajerial dan Struktural bagi peserta seleksi Eselon Dua Pemda Ketapang tahun 2026.

Ketapang (Borneo Tribun)  - Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama atau eselon II Pemda Ketapang sudah mengumpulkan nama-nama untuk mengisi 13 posisi kosong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terdiri dari 2 Staf Ahli (Sahli) dan 11 OPD. 

Hasil seleksi ini sudah diumumkan secara terbuka melalui laman medsos BKPSDM Ketapang dengan mengunggah surat hasil seleksi nomor : 22/KEP/PANSEL-JPTP/2026 tentang penetapan nilai hasil akhir peserta seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah kabupaten Ketapang. 

Berdasarkan pengumuman itu, berikut ini adalah daftar nama-nama calon pejabat Eselon II yang bakal mengisi jabatan Eselon II Pemkab tahun 2026.


Staf Ahli bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik.

  1. Nikodemus Erpan,SE,M.A.P
  2. Christine Sintari Ellen, S.STP,M.Sos
  3. Mintaria SH, MH
  4. Ahmad, SE, M. ACE.AK
  5. Rahmad Rohendi,SH.

Staf Ahli bidang Kemasyarakatan dan SDM. 

  1. Remanus Romawi,SE,M.AP
  2. Rudy, S.Sos,M.Si
  3. Mintaria SH, MH
  4. Markus, S.PI,M.Sos
  5. DR Khairul Bahri Tambunan,MM
  6. M.Junaidi Wiranta, S.Hut,M.Hut.
  7. Pipensius,S.Pd,M.AP
  8. Lindrawati Kusuma Widhiastuti,S.IP,M.Sc
  9. Rapinus Rais,S.PD,M.A.P
  10. Muhktar Effendi, S.PD,M.PD
  11. Tengku Nurmarudi,S.K.M, M.M
  12. Yuvensius Seliman, SE, ME
  13. Rahmad Rohendi, SH

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

  1. Rio Marisa, S.STP,M.M
  2. Endo,S.STP,M.M
  3. Muhktar Effendi, S.PD,M.PD
  4. Dwi Ariwibowo, S.Sos,M.Si

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

  1. David, S. Kom, M. AP
  2. Rudy, S.Sos,M.Si
  3. Christine Sintari Ellen, S.STP,M.Sos
  4. Mintaria SH, MH
  5. Sidik Budiyono, S.STP,MM
  6. Pipensius,S.Pd,M.AP
  7. Rapinus Rais,S.PD,M.A.P
  8. Rahmad Rohendi, SH

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

  1. David, S. Kom, M. AP
  2. Eko Harfiyanto, ST, MT
  3. Christine Sintari Ellen, S.STP,M.Sos
  4. Rudy, S.Sos,M.Si
  5. Sidik Budiyono, S.STP,MM
  6. Pipensius,S.Pd,M.AP

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman.

  1. Yudhi Agus Kurniawan, ST
  2. Tarsius, S.ST, M.AP
  3. Muhammad Ikbal, ST, MT
  4. Lalu Heru Prihatiandi, ST, MT

Kepala Dinas Lingkungan Hidup. 

  1. Eko Harfiyanto, ST, MT
  2. Rahmat Priharto,ST,MT
  3. DR Khairul Bahri Tambunan, MM
  4. Pitriyadi, S.Hut,M.Si
  5. Yuvensius Seliman, SE, ME

Kepala Dinas Perdagangan.

  1. Tarsius, S.ST, M.AP
  2. Endo,S.STP,M.M
  3. Pitriyadi, S.Hut,M.Si
  4. M.Junaidi Wiranta, S.Hut,M.Hut.
  5. Ahmad, SE, M. ACE.AK
  6. MF.Juliansyah,ST,MM
  7. Rahadi Usman, M.Pd
  8. Yuvensius Seliman, SE, ME
  9. Dwi Ariwibowo.S.Sos,M.Si

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (KesbangPol).

  1. Nikodemus Erpan,SE,M.A.P
  2. Remanus Romawi,SE,M.AP
  3. Sidik Budiyono, S.STP,MM
  4. Lindrawati Kusuma Widhiastuti,S.IP,M.Sc
  5. Rahadi Usman, M.Pd
  6. Tengku Nurmarudi,S.K.M, M.M

Kepala Badan Pendapatan Daerah Keuangan Aset Daerah (BPKAD).

  1. Tarsius, S.ST, M.AP
  2. Wahyudin,SE,M.Si
  3. Anthonius Robby,ST,M.AP
  4. Ahmad, SE, M. ACE.AK

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP).

  1. Rio Marisa, S.STP,M.M
  2. Pitriyadi, S.Hut,M.Si
  3. Uti Royten, S.Pd
  4. Endo,S.STP,M.M
  5. Markus, S.PI,M.Sos
  6. MF.Juliansyah,ST,MM

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda). 

  1. Wahyudin,SE,M.Si
  2. Uti Royten, S.Pd
  3. Lindrawati Kusuma Widhiastuti,S.IP,M.Sc
  4. Rapinus Rais,S.PD,M.A.P
  5. Tengku Nurmarudi,S.K.M, M.M
  6. Dwi Ariwibowo.S.Sos,M.Si

Kepala Dinas Perhubungan.

  1. Yudhi Agus Kurniawan, ST
  2. Uti Royten, S.Pd
  3. Muhammad Ikbal, ST, MT
  4. MF.Juliansyah,ST,MM
  5. Anthonius Robby,ST,M.AP
  6. Rahadi Usman, M.Pd

Konferensi WKRI Ngabang, Karolin Ingatkan Peran Strategis Perempuan Di Era Modern

Bupati Karolin Margret Natasa menegaskan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat saat Konferensi WKRI Ngabang, termasuk isu UMKM, KDRT, dan lingkungan.
Bupati Karolin Margret Natasa menegaskan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat saat Konferensi WKRI Ngabang, termasuk isu UMKM, KDRT, dan lingkungan.

LANDAK – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa menegaskan bahwa peran perempuan dalam keluarga memiliki posisi yang sangat penting dan tidak bisa dipandang sebelah mata.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Konferensi Cabang X Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Dewan Pengurus Cabang Salib Suci Ngabang, Sabtu (11/4/2026), di Aula Persekolahan Maniamas Ngabang.

Dalam sambutannya, Karolin menyampaikan bahwa menjadi perempuan bukanlah hal yang mudah karena memiliki tanggung jawab yang besar dalam kehidupan keluarga.

“Menjadi perempuan itu berat. Secara ilmiah otak perempuan itu memang diciptakan lebih kompleks dari bentuk otak laki-laki,” ujar Karolin di hadapan peserta konferensi.

Konferensi WKRI Bahas Program Dan Kepengurusan Baru

Konferensi Cabang X WKRI tersebut mengusung tema peningkatan peran perempuan dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga melalui pemberdayaan perempuan yang mandiri, kreatif, dan bermartabat di Kabupaten Landak.

Ketua Panitia Pelaksana, Aeni, menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan berdasarkan surat keputusan Dewan Pimpinan Cabang WKRI Salib Suci Ngabang tentang pembentukan panitia penyelenggara.

Menurutnya, konferensi cabang bertujuan untuk membahas rencana kerja organisasi sekaligus memilih dan mengesahkan kepengurusan baru masa bakti 2026–2029.

“Kegiatan Konferensi Cabang ke-10 ini dilaksanakan selama satu hari pada Sabtu, 11 April 2026 di Aula Persekolahan Maniamas Ngabang,” kata Aeni.

Ia menyebutkan jumlah peserta yang hadir terdiri dari 48 pengurus cabang, 12 panitia pelaksana, serta 65 pengurus ranting dari 13 ranting. Dari jumlah tersebut, sebanyak 52 orang merupakan utusan dan 13 lainnya sebagai peninjau.

Biaya pelaksanaan kegiatan berasal dari kas organisasi serta dukungan para donatur.

WKRI Diharapkan Terus Jadi Mitra Pemerintah Dan Masyarakat

Ketua Presidium DPD WKRI Kalimantan Barat, Agnes Wahyurini W, menyampaikan bahwa konferensi cabang merupakan forum musyawarah tertinggi di tingkat cabang.

Melalui forum tersebut, anggota dapat mengevaluasi laporan pertanggungjawaban pengurus, menetapkan rencana kerja, hingga memilih pimpinan baru untuk masa bakti selanjutnya.

“WKRI adalah sebuah organisasi yang berusia 102 tahun,” ujar Agnes.

Menurutnya, usia organisasi yang panjang menunjukkan konsistensi WKRI dalam mengambil peran aktif di tengah masyarakat. Ia berharap WKRI terus menjadi mitra pemerintah, masyarakat, dan gereja dalam upaya mewujudkan kesejahteraan bersama.

Agnes juga menyoroti empat isu strategis hasil Kongres WKRI 2023, yaitu:

  • Korupsi dan penerobosan ideologi bangsa

  • Perempuan dan anak dalam konteks kemiskinan

  • Lingkungan hidup dan perubahan iklim

  • Perempuan dalam perkembangan teknologi informasi

Salah satu program nyata yang dijalankan adalah Rumah Belajar, yaitu pendidikan gratis bagi anak usia pra-TK hingga kelas 6 SD yang dilayani oleh anggota WKRI.

Selain itu, anggota WKRI juga didorong terlibat dalam penguatan ketahanan pangan keluarga melalui apotek hidup serta kelompok tani hidroponik.

Karolin Soroti KDRT, UMKM Hingga Masalah Sampah

Dalam arahannya, Karolin tidak hanya membahas peran perempuan dalam keluarga, tetapi juga menyentuh berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Mulai dari kekerasan dalam rumah tangga, ekonomi keluarga, pelaku UMKM, hingga pengelolaan sampah rumah tangga.

“Peran wanita dalam keluarga memang menjadi tugas tanggung jawab utama kita adalah bagaimana kita membesarkan dan mendidik anak-anak dalam keluarga,” jelas Karolin.

Menurutnya, perempuan memiliki peran besar dalam menentukan pola makan keluarga, menjaga kesehatan anak, serta menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis.

Dalam suasana yang santai, Karolin juga menyampaikan pesan yang disambut tawa para peserta. “Jangan ajarkan emak-emak untuk menghemat. Emak-emak paling tahu bagaimana mengatur gaji suami cukup sampai satu bulan,” katanya.

Namun di balik candaan tersebut, ia menegaskan bahwa persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi perhatian serius.

Karolin menyebutkan bahwa pemerintah daerah telah menyediakan fasilitas safe house sebagai tempat perlindungan korban kekerasan perempuan dan anak.

Dorong UMKM Lokal Dan Perubahan Kebiasaan Rumah Tangga

Karolin juga menyoroti tantangan yang dihadapi pelaku UMKM lokal, khususnya terkait biaya distribusi produk ke luar daerah yang sering kali tidak sebanding dengan hasil penjualan.

Selain itu, persoalan sampah di wilayah Ngabang juga menjadi perhatian karena volumenya terus meningkat.

Ia mengajak masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, untuk mulai memilah sampah dari rumah. “Ayo kita mulai memilah sampah kita untuk lingkungan kita, karena plastik itu tidak akan terurai,” kata Karolin.

Sebagai langkah sederhana yang bisa langsung dilakukan, Karolin juga mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

“Kalau belanja tolong bawa kantong plastik sendiri, bawa sendiri keranjangnya,” tutup Karolin.

FAQ

1. Apa tujuan Konferensi Cabang X WKRI Ngabang?
Tujuannya adalah membahas rencana kerja organisasi, mengevaluasi kepengurusan sebelumnya, serta memilih pengurus baru masa bakti 2026–2029.

2. Apa pesan utama Bupati Karolin dalam konferensi tersebut?
Karolin menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam keluarga, ekonomi rumah tangga, serta menjaga lingkungan.

3. Apa saja isu yang disoroti dalam konferensi WKRI?
Beberapa isu utama meliputi kekerasan terhadap perempuan dan anak, pemberdayaan UMKM, ketahanan pangan keluarga, dan pengelolaan sampah.

4. Apa program nyata WKRI yang disebutkan dalam acara tersebut?
Salah satunya adalah Rumah Belajar yang memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak usia pra-TK hingga kelas 6 SD.

5. Apa ajakan Karolin kepada masyarakat terkait lingkungan?
Karolin mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah serta membawa kantong belanja sendiri untuk mengurangi plastik.

Penulis: Tino

Selasa, 14 April 2026

Polsek Nanga Taman Sisir Lokasi PETI, Temukan Aktivitas di Dua Desa

Foto: Polsek Nanga Taman Lakukan Pendekatan Persuasif Kepada Pelaku Pertambangan Emas Tanpa Izin di Lima Desa di Nanga Taman

SEKADAU – Polsek Nanga Taman melakukan pengecekan langsung ke sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Selasa (14/4/2026).

Kegiatan berlangsung pukul 10.00–17.00 WIB di lima desa, yakni Desa Nanga Kiungkang, Sungai Lawak, Koman, Senangak, dan Nanga Mongko. Personel lintas fungsi Polsek Nanga Taman turun bersama unsur pemerintah desa.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono mengatakan, kegiatan ini bagian dari upaya berkelanjutan polisi dalam mencegah dan menangani aktivitas PETI di wilayah hukum Polres Sekadau.

“Personel turun langsung untuk mengecek sekaligus memberi imbauan kepada masyarakat di lokasi yang terindikasi ada aktivitas tambang tanpa izin,” ujar Triyono.

Di lapangan, petugas menemukan aktivitas maupun persiapan penambangan di beberapa titik, khususnya di Desa Nanga Kiungkang dan Sungai Lawak. Terhadap warga yang terlibat, polisi melakukan pendekatan persuasif disertai imbauan tegas agar menghentikan kegiatan.

Sementara di Desa Koman, Senangak, dan Nanga Mongko, petugas tidak menemukan aktivitas penambangan. Hal ini dinilai menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap dampak dan risiko PETI.

Triyono menjelaskan, Polsek Nanga Taman mengedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas terhadap aktivitas yang berpotensi melanggar hukum. Petugas memberi pemahaman terkait dampak negatif PETI terhadap lingkungan serta potensi pelanggaran hukum.

“Kami menegaskan aktivitas tambang tanpa izin dapat merusak lingkungan dan merugikan masyarakat luas. Kami mengimbau warga tidak melakukan kegiatan tersebut,” tegasnya.

Setelah diberi imbauan, warga yang berada di lokasi menyatakan bersedia menghentikan aktivitas penambangan.

Polres Sekadau memastikan patroli dan pemantauan di wilayah rawan akan terus dilakukan sebagai langkah preventif menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

“Kegiatan ini akan rutin kami lakukan sebagai komitmen menjaga keamanan, ketertiban, serta kelestarian lingkungan di Kabupaten Sekadau,” tutup Triyono.

Gubernur Ria Norsan Tegaskan Perbaikan Jalan Rusak Ketapang–Kayong Utara Dilakukan Bertahap

Gubernur Ria Norsan Tegaskan Perbaikan Jalan Rusak Ketapang–Kayong Utara Dilakukan Bertahap
Gubernur Ria Norsan Tegaskan Perbaikan Jalan Rusak Ketapang–Kayong Utara Dilakukan Bertahap.
Pontianak - Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan jika Pemprov Kalbar akan memperbaiki infrastruktur jalan rusak melalui pendekatan prioritas dan pembiayaan bertahap.

Keputusan ini diambil setelah ia meninjau langsung kondisi ruas jalan Pesaguan–Kendawangan di Desa Sungai Nanjung, Kecamatan Matan Hilir Selatan, yang mengalami kerusakan cukup parah.

“Keputusan ini saya ambil setelah melihat langsung kondisi jalan yang dipenuhi lubang. Jika tidak segera ditangani, kerusakan bisa semakin meluas dan membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan,” ujarnya.
Gubernur Ria Norsan Tegaskan Perbaikan Jalan Rusak Ketapang–Kayong Utara Dilakukan Bertahap
Gubernur Ria Norsan Tegaskan Perbaikan Jalan Rusak Ketapang–Kayong Utara Dilakukan Bertahap
Dari total kerusakan sepanjang 3 kilometer, pemerintah memprioritaskan perbaikan efektif pada 2 kilometer terlebih dahulu. Sementara itu, 1 kilometer sisanya tetap difungsikan sembari menunggu tambahan anggaran pada perubahan APBD mendatang.

Menurutnya, skema ini diterapkan agar penanganan jalan tetap berjalan tanpa harus menunggu ketersediaan dana penuh. Untuk tahap lanjutan, pemerintah provinsi akan mengupayakan dukungan pendanaan dari APBN dan program Inpres Jalan Daerah.

“Ke depan, kita dorong melalui APBN atau program Inpres Jalan Daerah agar penanganan di Kendawangan bisa tuntas sepenuhnya,” jelasnya.

Pendekatan serupa juga diterapkan di Kabupaten Kayong Utara, khususnya pada ruas jalan Teluk Batang hingga Sukadana yang ditinjau langsung pada 10 April 2026. Ruas tersebut ditargetkan rampung sebelum Agustus 2026 guna mendukung pelaksanaan MTQ tingkat provinsi.

“Kita pastikan kondisi jalan masih bisa ditangani melalui program pemeliharaan,” katanya.
Gubernur Ria Norsan Tegaskan Perbaikan Jalan Rusak Ketapang–Kayong Utara Dilakukan Bertahap
Gubernur Ria Norsan Tegaskan Perbaikan Jalan Rusak Ketapang–Kayong Utara Dilakukan Bertahap.
Untuk mempercepat pekerjaan, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 23 miliar dengan cakupan perbaikan efektif sepanjang 1,7 kilometer. Adapun sisa ruas lainnya akan ditangani secara fungsional agar tetap dapat digunakan masyarakat.

Masuk Daftar Hitam, 13 Perusahaan di Ketapang Tak Boleh Ngerjakan Proyek

kantor Inspektorat Ketapang jalan Jend. Ahmad Yani 

Ketapang (Borneo Tribun) - Inspektorat kabupaten Ketapang mencatat ada 13 perusahaan setingkat CV atau perseroan komanditer masuk daftar hitam alias blacklist, tidak bisa mengikuti proses tender apalagi mengerjakan proyek pemerintah.

Pejabat Inspektur Pembantu (Itban) 5 Badan Inspektorat kabupaten Ketapang, Nuryono saat dikonfirmasi pada Selasa (14/4/2026) mengatakan pihaknya sudah mengirim surat untuk ditindaklanjuti oleh Bupati Ketapang. 

"Hasil pemeriksaan dari oditur sudah disampaikan ke pak Bupati, nanti beliau yang memutuskan. Alurnya nanti mungkin nama-nama perusahaan akan disampaikan ke dinas-dinas," ujarnya.

Berdasarkan surat dari Inspektorat yang diperoleh Borneo Tribun nomor : 6/LHP/Itban-V.700/II/2026, disebutkan kalau kesalahan 13 perusahaan itu sehingga masuk daftar cekal adalah terbukti pada tahun 2025 mengerjakan paket proyek melebihi batas Sisa Kemampuan Paket (SKP) dalam waktu bersamaan. 

Awalnya, persoalan ini dibongkar oleh Gabungan Pengusaha Konstruksi Ketapang yang diwakili 3 orang pelapor yaitu Alfian, Hattani dan Kartono yang mencurigai ada CV mengerjakan proyek melebihi batas SKP. Persoalan ini menjadi polemik pada tahun 2025 bahkan kabarnya sempat diselidiki kepolisian.

Menurut ketiga pelapor itu, persoalan ini bertentangan dengan regulasi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) nomor 12 tahun 2021 poin tentang syarat Kualifikasi Tekhnis Penyedia.

"Asosiasi menemukan indikasi monopoli dan persaingan usaha tidak sehat dalam pengelolaan pekerjaan penunjukan langsung yang bertentangan dengan undang-undang," demikian laporan yang dituliskan mereka. 

Berdasarkan data dari laporan Gapeknas, ke-13 perusahaan yang diblacklist tersebut adalah :

1. CV Catur Inti Sarana direktur Erwijal

2. CV Trimarco direktur Uray Denis Valentino Akbar.

3. CV Rezeki Aqila direktur Johanda.

4. CV Borneo Kayong direktur Yoga Fahriani.

5. CV Zila direktur Marijo.

6. CV Pak Kaye direktur Ahmad Husaini.

7. CV Lurus Karya Bersama, direktur Hermansyah.

8. CV Batu Layar direktur Asnawi.

9. CV Stabun Grup.

10. CV Nayla Naura Rossi direktur Rosiadi. 

11. CV  Asyifa Biru direktur Dwi Agus Muharria.

12. CV Zakir Pratama Mandiri direktur Sahri.

13. CV Anugrah Shafana direktur M Rizky Arianda Noor.

Bupati Kubu Raya Resmikan Lahan Parkir Taman Dirgantara, Perkuat Ruang Publik dan UMKM

Foto: Bupati Kubu Raya H. Sujiwo meresmikan lahan parkir paving block di kawasan Taman Tugu Pesawat Dirgantara, Selasa (14/4/2026)

KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya H. Sujiwo meresmikan lahan parkir paving block di kawasan Taman Tugu Pesawat Dirgantara, Selasa (14/4/2026).

Peresmian ini menjadi langkah lanjutan Pemkab Kubu Raya dalam menata dan mengembangkan ruang publik yang representatif bagi masyarakat.

Usai peresmian, Sujiwo menyampaikan apresiasi kepada Lanud Supadio atas inisiatif dan kolaborasi dalam mengembangkan kawasan tersebut. Ia mengaku tidak menyangka taman itu akan berkembang sepesat saat ini.

“Awalnya kami kira ini hanya taman biasa, tempat masyarakat bersantai. Namun sekarang berkembang menjadi ruang publik yang sangat diminati, bahkan dikenal hingga ke berbagai daerah di Kalimantan Barat,” ujarnya.

Menurut Sujiwo, Taman Dirgantara tidak hanya memberi ruang interaksi bagi masyarakat, tetapi juga berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi pelaku UMKM.

Ia menegaskan, Pemkab Kubu Raya berkomitmen terus melakukan penataan kawasan, termasuk peningkatan infrastruktur jalan, penambahan fasilitas, serta penghijauan lingkungan taman.

“Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Penataan akan terus kami lakukan, termasuk pembangunan jalan di dalam kawasan agar lebih baik dan nyaman,” tegasnya.

Sujiwo menilai sinergi antara pemerintah daerah dan TNI Angkatan Udara menjadi kunci keberhasilan pengembangan kawasan tersebut.

“Ini wujud nyata kemitraan yang baik antara pemerintah daerah dan TNI AU. Kita akan terus jaga kolaborasi ini agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Komandan Lanud Supadio Marsekal Pertama TNI Sidik Setiyono menyampaikan, pembangunan fasilitas seperti lahan parkir paving block merupakan bagian dari upaya menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung.

Ia menyebut Taman Dirgantara kini menjadi pusat aktivitas masyarakat dengan perputaran ekonomi signifikan, mencapai ratusan juta rupiah setiap bulan dan melibatkan puluhan pelaku UMKM.

Dengan diresmikannya lahan parkir tersebut, Taman Dirgantara diharapkan semakin tertata dan mampu menjadi ruang publik yang nyaman, produktif, serta memberi dampak positif bagi masyarakat Kubu Raya. (Jm)

1.000 Paket Sembako Premium Dijual Rp50 Ribu, Langkah Pemprov Kalbar Tekan Harga

Pemprov Kalbar menjual 1.000 paket sembako murah Rp50 ribu di Kayong Utara melalui Gerakan Pangan Murah untuk menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi daerah.
Pemprov Kalbar menjual 1.000 paket sembako murah Rp50 ribu di Kayong Utara melalui Gerakan Pangan Murah untuk menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi daerah. (Gambar ilustrasi)

Kayong Utara – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) menjual sebanyak 1.000 paket bahan pokok murah di Kabupaten Kayong Utara (KKU) sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi daerah.

Program ini dilaksanakan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di halaman Masjid Agung Al-Khair Kayong Utara, Senin.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengatakan kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok,” ujar Ria Norsan saat membuka kegiatan tersebut.

Harga Sembako Turun Hingga Rp50 Ribu Berkat Subsidi

Dalam pelaksanaannya, pemerintah menyediakan 1.000 paket bahan pokok premium yang berisi:

  • Beras 5 kilogram

  • Minyak goreng

  • Gula pasir

Awalnya, paket tersebut dijual seharga Rp90 ribu, lebih rendah dari harga normal sekitar Rp120 ribu setelah mendapatkan subsidi pemerintah.

Namun, setelah mendengar aspirasi masyarakat, harga paket kembali diturunkan menjadi Rp50 ribu per paket berkat tambahan subsidi dari Bank Kalbar.

Menurut Ria Norsan, dengan harga tersebut masyarakat hanya membayar biaya distribusi, sehingga manfaat subsidi bisa dirasakan secara langsung.

Langkah Strategis Kendalikan Inflasi Daerah

Program Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi, khususnya dalam menjaga keterjangkauan harga bahan pokok di tengah dinamika ekonomi.

Selain membantu masyarakat, kegiatan ini juga berfungsi sebagai operasi pasar, guna mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi pada periode tertentu.

Program ini dinilai penting karena stabilitas harga pangan merupakan salah satu faktor utama dalam menjaga daya beli masyarakat.

Bupati Kayong Utara Sambut Baik Program GPM

Sementara itu, Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, menyambut positif pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di wilayahnya.

Ia menilai program ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Menurutnya, keberlanjutan program semacam ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar stabilitas ekonomi masyarakat tetap terjaga,” kata Romi Wijaya.

Komitmen Pemprov Kalbar Perkuat Ketahanan Pangan

Pemprov Kalbar menegaskan akan terus menggencarkan program serupa di berbagai wilayah sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas harga serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Langkah ini juga menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan daerah, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi.

Dengan adanya program Gerakan Pangan Murah, pemerintah berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus mendorong stabilitas ekonomi daerah secara berkelanjutan.

FAQ

1. Apa itu Gerakan Pangan Murah (GPM)?
Gerakan Pangan Murah adalah program pemerintah yang menyediakan bahan pokok dengan harga lebih murah melalui subsidi untuk menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat.

2. Berapa jumlah paket sembako yang dijual di Kayong Utara?
Sebanyak 1.000 paket bahan pokok premium disediakan untuk masyarakat.

3. Apa saja isi paket sembako murah tersebut?
Isi paket terdiri dari beras 5 kilogram, minyak goreng, dan gula pasir.

4. Berapa harga paket sembako dalam program ini?
Harga paket diturunkan menjadi Rp50 ribu per paket setelah mendapatkan tambahan subsidi.

5. Apa tujuan utama program ini?
Tujuan utamanya adalah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, menekan inflasi, dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Rp23 Miliar Digelontorkan Pemprov Kalbar Untuk Perbaikan Jalan Vital Kayong Utara

Pemprov Kalbar mengalokasikan Rp23 miliar untuk percepatan perbaikan jalan Teluk Batang–Sukadana di Kayong Utara guna meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemprov Kalbar mengalokasikan Rp23 miliar untuk percepatan perbaikan jalan Teluk Batang–Sukadana di Kayong Utara guna meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Kayong Utara — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) mengalokasikan anggaran sebesar Rp23 miliar untuk mempercepat perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Kayong Utara (KKU). Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan konektivitas wilayah serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyampaikan bahwa anggaran tersebut difokuskan pada pembangunan infrastruktur yang benar-benar menjadi kebutuhan utama masyarakat.

“Anggaran Rp23 miliar ini kita fokuskan untuk percepatan perbaikan infrastruktur yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” ujar Norsan saat kunjungan kerja di Kayong Utara, Senin.

Fokus Pada Jalan Strategis Teluk Batang–Sukadana

Anggaran yang dialokasikan tersebut diprioritaskan untuk penanganan ruas jalan strategis Teluk Batang–Sukadana, yang selama ini menjadi jalur vital bagi mobilitas warga serta distribusi barang dan jasa.

Menurut Norsan, ruas jalan tersebut memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya dalam mendukung sektor perdagangan, transportasi, dan layanan publik.

Pemerintah menargetkan perbaikan jalan tersebut dapat rampung sebelum Agustus 2026, sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal, termasuk untuk menunjang berbagai kegiatan berskala provinsi di wilayah tersebut.

Pembangunan Infrastruktur Jadi Prioritas Daerah

Pemprov Kalbar menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur masih menjadi salah satu prioritas utama dalam upaya pemerataan pembangunan antarwilayah.

Perbaikan jalan dinilai sebagai langkah strategis untuk mengurangi kesenjangan wilayah, sekaligus mempercepat akses masyarakat terhadap layanan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

Selain itu, Gubernur juga menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang efektif dan tepat sasaran, terutama di tengah keterbatasan fiskal daerah.

Dalam dua tahun terakhir, pemerintah daerah menghadapi tantangan berupa penurunan dana transfer dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, setiap program pembangunan diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Setiap program harus benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

Pemkab Kayong Utara Sambut Dukungan Pemprov

Sementara itu, Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, menyambut positif dukungan anggaran dari Pemprov Kalbar tersebut. Ia menilai bantuan anggaran tersebut menjadi langkah strategis dalam mempercepat pembangunan di wilayahnya.

Menurut Romi, perbaikan jalan akan meningkatkan aksesibilitas antarwilayah dan memperlancar distribusi barang dan jasa, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

“Ini menjadi dorongan besar bagi kami untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Romi.

Dampak Langsung Bagi Masyarakat dan Ekonomi

Percepatan pembangunan infrastruktur jalan di Kayong Utara diproyeksikan membawa sejumlah manfaat nyata bagi masyarakat, di antaranya:

  • Mempercepat mobilitas warga antarwilayah

  • Memperlancar distribusi barang dan jasa

  • Mengurangi biaya transportasi

  • Meningkatkan akses layanan publik

  • Mendorong pertumbuhan ekonomi daerah

Dengan dukungan anggaran sebesar Rp23 miliar, Pemprov Kalbar optimistis percepatan pembangunan infrastruktur di Kayong Utara dapat terealisasi maksimal dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

FAQ

1. Berapa anggaran yang dialokasikan Pemprov Kalbar untuk jalan Kayong Utara?
Pemprov Kalbar mengalokasikan anggaran sebesar Rp23 miliar untuk percepatan perbaikan jalan di Kabupaten Kayong Utara.

2. Jalan mana yang menjadi prioritas perbaikan?
Prioritas perbaikan difokuskan pada ruas Teluk Batang–Sukadana, yang merupakan jalur strategis bagi mobilitas warga dan distribusi barang.

3. Kapan target perbaikan jalan selesai?
Perbaikan jalan ditargetkan rampung sebelum Agustus 2026.

4. Apa manfaat perbaikan jalan bagi masyarakat?
Manfaatnya meliputi peningkatan konektivitas wilayah, kelancaran distribusi barang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

5. Mengapa infrastruktur menjadi prioritas utama pemerintah daerah?
Karena infrastruktur yang baik dapat mengurangi kesenjangan antarwilayah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Senin, 13 April 2026

Satlantas Polres Sekadau Tertibkan 12 Motor Knalpot Brong, Respons Keluhan Warga

Foto: Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sekadau kembali menertibkan kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong

SEKADAU - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sekadau kembali menertibkan kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong. Penertiban ini merespons keluhan masyarakat terkait kebisingan, terutama pada malam hari.

Kegiatan dilaksanakan Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Dipimpin Kanit Turjagwali Satlantas Polres Sekadau IPDA Alexander Aldo, penertiban menyasar sejumlah ruas jalan di wilayah Kota Sekadau.

IPDA Aldo mengatakan, dalam kegiatan itu pihaknya menindak 12 kendaraan yang kedapatan menggunakan knalpot brong.

“Kendaraan tersebut terjaring di sepanjang Jalan Merdeka Barat, Merdeka Timur, dan Merdeka Selatan,” kata IPDA Aldo, Senin (13/4).

Ia menjelaskan, para pengendara yang sebagian besar remaja kemudian dibawa ke Mapolres Sekadau untuk ditindak dengan tilang sesuai ketentuan. Selain itu, pelanggar diwajibkan mengganti knalpot tidak standar dengan knalpot sesuai spesifikasi pabrikan.

Menurut Aldo, penertiban ini merupakan tindak lanjut keluhan masyarakat yang merasa terganggu suara knalpot brong, terutama saat jam istirahat malam.

“Aksi ini sekaligus upaya edukasi dan pencegahan agar masyarakat lebih peduli terhadap kenyamanan lingkungan dan keselamatan lalu lintas,” jelasnya.

Ia mengajak peran aktif masyarakat, khususnya orang tua, untuk mengawasi anak-anak agar tidak menggunakan knalpot yang menimbulkan kebisingan.

Polisi juga telah memberi peringatan kepada penjual suku cadang dan bengkel agar tidak menjual atau melayani pemasangan knalpot brong. Meski begitu, pembelian secara online masih mungkin terjadi sehingga pengawasan keluarga tetap penting.

“Mari bersama-sama menciptakan lalu lintas yang tertib, aman, dan nyaman di Bumi Lawang Kuari Sekadau,” pungkas IPDA Aldo.