Jakarta - Praktisi Kesehatan Masyarakat lulusan Universitas Indonesia Ngabila Salama menyampaikan bahwa minuman berkafein seperti kopi secara berlebihan bukan solusi untuk mengatasi tubuh yang sedang kelelahan.
“Kafein bukan menghilangkan kelelahan, melainkan menunda rasa lelah,” kata Ngabila saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.
Ngabila mengatakan bahwa kopi memang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi sementara karena merangsang sistem saraf pusat.
Namun, kata dia, kafein bukan menghilangkan kelelahan dan jika dikonsumsi berlebihan terutama sore atau malam hari, dapat menyebabkan jantung berdebar, cemas, gangguan lambung, dan kualitas tidur menurun.
Kopi lebih baik dikonsumsi dalam takaran secukupnya sambil diimbangi dengan istirahat yang cukup dan hidrasi yang baik, sebab saat lelah, tubuh justru tetap membutuhkan energi dan nutrisi.
Menurutnya, bila individu merasa lelah sampai tidak nafsu makan, hal yang dapat dilakukan adalah memilih makanan porsi kecil tetapi bergizi dan mudah dikonsumsi, misalnya buah, telur, sup, yogurt, kacang-kacangan, atau makanan tinggi protein dan serat.
"Hindari terlalu banyak makanan tinggi gula karena dapat membuat energi cepat turun kembali. Jangan lupa cukup minum air putih karena dehidrasi juga dapat memperberat rasa lelah," ucap dia.
Ngabila juga menyarankan untuk rajin berolahraga ringan secara teratur sehingga tubuh tetap bugar, berstamina dan sehat.
Dia menyampaikan tubuh yang terlalu lelah sering memberi tanda yang dianggap sepele, seperti mudah mengantuk di siang hari, sulit fokus, mudah lupa, emosi lebih sensitif atau mudah marah, sakit kepala, pegal berkepanjangan, mata terasa berat, hingga sering sakit atau daya tahan tubuh menurun.
Bila dibiarkan terus-menerus, kelelahan kronis dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan fisik maupun mental. Salah satu penyebab dari seluruh tanda tersebut adalah kurangnya waktu tidur yang berkualitas.
Oleh : Hreeloita Dharma Shanti/ANTARA
REKOMENDASI KAMI
- Memuat artikel...