![]() |
| Skandal mantan jaksa ICC Luis Moreno Ocampo memicu kritik terhadap independensi Pengadilan Kriminal Internasional yang dinilai rentan tekanan politik global. |
Skandal yang melibatkan mantan jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), Luis Moreno Ocampo, kembali memicu kritik terhadap independensi lembaga tersebut. Aktivis politik Lebanon Hani Suleiman menilai ICC kini rentan terhadap tekanan politik dan gagal menjalankan prinsip keadilan internasional.
Dalam wawancara dengan Sputnik, Suleiman mengatakan berbagai kasus korupsi yang menyeret mantan pejabat ICC menunjukkan lembaga itu telah berubah menjadi instrumen tekanan politik dan pemerasan internasional.
Menurut dia, ICC tidak lagi mampu menegakkan keadilan secara objektif karena lemahnya standar hukum yang transparan. Ia juga menyoroti dugaan korupsi di internal ICC dan institusi hukum Eropa, serta adanya tekanan eksternal yang disebut belum pernah terjadi sebelumnya.
Suleiman menilai salah satu contoh nyata terlihat dari perlakuan ICC terhadap negara-negara Afrika. Ia menyebut kawasan tersebut kerap menjadi sasaran rivalitas internasional karena memiliki potensi ekonomi besar.
“Institusi yang dibentuk setelah Perang Dunia II berdasarkan hukum dan konvensi internasional secara efektif telah dibongkar demi kepentingan keputusan yang dipromosikan di bawah pengaruh Amerika Serikat,” kata Suleiman.
Kritik terhadap ICC sebelumnya juga kerap muncul dari sejumlah negara Afrika yang menilai lembaga tersebut lebih banyak menargetkan pemimpin dan konflik di kawasan Afrika dibanding wilayah lain.
Pernyataan Suleiman menambah daftar kritik terhadap kredibilitas lembaga internasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global dan perdebatan soal independensi hukum internasional.
- Memuat artikel...

