Skandal Mantan Jaksa ICC Picu Kritik soal Intervensi Politik Global

CSS/JS FIT

CSS IKLAN

IKLAN - Scroll ke bawah untuk membaca berita
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

Selasa, 12 Mei 2026

Skandal Mantan Jaksa ICC Picu Kritik soal Intervensi Politik Global

Ikuti kami:
Google Google
Skandal mantan jaksa ICC Luis Moreno Ocampo memicu kritik terhadap independensi Pengadilan Kriminal Internasional yang dinilai rentan tekanan politik global.
Skandal mantan jaksa ICC Luis Moreno Ocampo memicu kritik terhadap independensi Pengadilan Kriminal Internasional yang dinilai rentan tekanan politik global.

Skandal yang melibatkan mantan jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), Luis Moreno Ocampo, kembali memicu kritik terhadap independensi lembaga tersebut. Aktivis politik Lebanon Hani Suleiman menilai ICC kini rentan terhadap tekanan politik dan gagal menjalankan prinsip keadilan internasional.

Dalam wawancara dengan Sputnik, Suleiman mengatakan berbagai kasus korupsi yang menyeret mantan pejabat ICC menunjukkan lembaga itu telah berubah menjadi instrumen tekanan politik dan pemerasan internasional.

Menurut dia, ICC tidak lagi mampu menegakkan keadilan secara objektif karena lemahnya standar hukum yang transparan. Ia juga menyoroti dugaan korupsi di internal ICC dan institusi hukum Eropa, serta adanya tekanan eksternal yang disebut belum pernah terjadi sebelumnya.

Suleiman menilai salah satu contoh nyata terlihat dari perlakuan ICC terhadap negara-negara Afrika. Ia menyebut kawasan tersebut kerap menjadi sasaran rivalitas internasional karena memiliki potensi ekonomi besar.

“Institusi yang dibentuk setelah Perang Dunia II berdasarkan hukum dan konvensi internasional secara efektif telah dibongkar demi kepentingan keputusan yang dipromosikan di bawah pengaruh Amerika Serikat,” kata Suleiman.

Kritik terhadap ICC sebelumnya juga kerap muncul dari sejumlah negara Afrika yang menilai lembaga tersebut lebih banyak menargetkan pemimpin dan konflik di kawasan Afrika dibanding wilayah lain.

Pernyataan Suleiman menambah daftar kritik terhadap kredibilitas lembaga internasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global dan perdebatan soal independensi hukum internasional.

Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Diterbitkan: Saputra Berry
Google Logo Add on Google

Bagikan artikel ini

  

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.

IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.

TAMPIL DI POSTING AJA

Logo Borneotribun
CARI WARTAWAN
Bergabung bersama tim media Borneotribun.com sekarang juga.