![]() |
| Apple berpotensi menaikkan harga iPhone, iPad, dan Mac akibat krisis pasokan memori global yang dipicu lonjakan permintaan industri AI. |
JAKARTA -- CEO Tim Cook menyebut Apple berpotensi menaikkan harga iPhone, iPad, dan Mac di tengah krisis global pasokan chip memori. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara dengan The Wall Street Journal, di tengah tekanan biaya komponen yang terus meningkat.
Tim Cook mengatakan Apple selama ini berupaya menahan lonjakan biaya komponen agar tidak langsung dibebankan ke konsumen. Namun, tekanan harga dari pemasok kini dinilai sudah terlalu besar dan sulit dikendalikan.
Ia menegaskan perusahaan berusaha melindungi konsumen dari kenaikan ekstrem, tetapi kondisi pasar memori saat ini membuat situasi menjadi tidak stabil.
Apple sendiri belum mengumumkan waktu maupun produk yang akan terdampak kenaikan harga tersebut. Namun, sejumlah perubahan sudah terjadi pada lini produk komputer, termasuk dihentikannya penjualan Mac Studio dengan RAM 512 GB serta kenaikan harga awal Mac mini menjadi 799 dolar setelah varian lebih murah dihapus.
Analis industri Tim Kalpan juga memperkirakan Apple bisa menghapus konfigurasi dasar pada MacBook Neo dan hanya menyisakan varian penyimpanan lebih besar dengan harga lebih tinggi.
Tim Cook menegaskan:
“Kami melakukan segala upaya untuk menahan kenaikan biaya besar yang dibebankan pemasok kepada kami dan melindungi pelanggan dari dampaknya, tetapi situasinya kini tidak lagi stabil.”
The Wall Street Journal melaporkan krisis ini dipicu lonjakan permintaan memori dari industri kecerdasan buatan yang membuat pasokan global tertinggal. Akibatnya, harga RAM dan penyimpanan ikut naik dan berdampak ke berbagai perangkat elektronik.
Apple diperkirakan akan meluncurkan generasi iPhone terbaru tahun ini. Laporan tersebut menyebut harga iPhone 18 Pro bisa mencapai 1.299 dolar, naik dari 1.099 dolar pada generasi sebelumnya, meski Apple belum mengumumkan harga resmi.
- Memuat artikel...

