Iklan Tutup X

Selasa, 23 Juni 2026

Dialog Kebangsaan Sambut Tahun Baru Islam 1448 H Digelar di Kubu Raya, Hadirkan Habib Jindan dan Habib Thoha

Ikuti kami:
Google
Foto: Dialog Kebangsaan Sambut Tahun Baru Islam 1448 H

KUBU RAYA - Majelis Almuwasholah Baina Ulamail Muslimin Kalimantan Barat menggelar Dialog Kebangsaan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Senin 22 Juni 2026.

Kegiatan bertema “Spirit Hijrah Mempererat Persaudaraan untuk Indonesia yang Lebih Berdaulat dan Bermartabat” menghadirkan ulama kharismatik nasional Alhabib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan. Hadir pula para alim ulama, tokoh lintas agama, tokoh lintas etnis, tokoh masyarakat, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.

Dialog ini menjadi momentum memperkuat nilai-nilai persatuan, toleransi, dan kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat Kalbar yang dikenal sebagai miniatur Indonesia.

Dalam tausiyahnya, Habib Jindan mengajak masyarakat menjaga persatuan dan mempererat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah. 

“Persatuan adalah kekuatan bangsa. Jangan sampai perbedaan menjadi alasan untuk saling menjauh. Justru keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan karunia yang harus dijaga dan dirawat bersama,” pesannya.

Ketua Majelis Almuwasholah Baina Ulamail Muslimin Kalbar, Alhabib Thoha Al-Jufri, mengatakan kegiatan ini menjadi sarana menyiarkan nilai-nilai Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam serta memperkuat komitmen menjaga kerukunan dan persatuan bangsa.

“Islam adalah agama yang mengajarkan kedamaian, persaudaraan, kasih sayang, dan penghormatan terhadap perbedaan. Semangat hijrah harus menjadi semangat untuk memperkuat persatuan dan membangun bangsa yang lebih baik,” ujarnya.

Bupati Kubu Raya H. Sujiwo, SE., M.Sos., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan untuk memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, dan toleransi menghadapi tantangan pembangunan.

“Kami berterima kasih kepada Majelis Almuwasholah yang memilih Kubu Raya sebagai lokasi Dialog Kebangsaan. Kegiatan ini bukti bahwa keberagaman bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan kekuatan yang harus dijaga bersama,” kata Sujiwo.

Pertemuan dua tokoh ulama, Habib Jindan dan Habib Thoha, menjadi simbol kuat kolaborasi ulama dalam merawat kebhinekaan dan memperkokoh persatuan bangsa. (Tim/Jm)

Google Logo Follow
Hermanto
Hermanto
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.