Iklan Tutup X

Selasa, 23 Juni 2026

Halikinnor Cek Langsung Sekolah Rakyat Kotim, Gedung Sudah 70 Persen dan Siap Tampung 270 Siswa Baru

Ikuti kami:
Google
Halikinnor Cek Langsung Sekolah Rakyat Kotim, Gedung Sudah 70 Persen dan Siap Tampung 270 Siswa Baru
Bupati Halikinnor meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu 55 Kotim yang telah mencapai 70 persen dan ditargetkan beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027. (Gambar ilustrasi)

Kotawaringin Timur - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 55 yang berlokasi di Jalan Wengga Metropolitan, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Sampit. Proyek yang menjadi bagian dari program strategis nasional tersebut ditargetkan sudah dapat digunakan pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor turun langsung ke lokasi untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana. Peninjauan dilakukan guna melihat progres pekerjaan sekaligus memastikan tidak ada kendala yang dapat menghambat target penyelesaian.

Menurut Halikinnor, percepatan pembangunan dilakukan dengan sistem kerja dua shift siang dan malam. Berdasarkan laporan yang diterimanya dari pihak pelaksana proyek, sebanyak 65 karyawan dan sekitar 900 tenaga kerja terlibat dalam pembangunan fasilitas pendidikan tersebut.

“Tadi laporan dari general manager proyeknya, tenaga karyawan ada 65 di sini dan tukang 900 orang, mereka bekerja siang malam dengan sistem bergantian (shift),” kata Halikinnor.

Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Kotim Capai Lebih dari 70 Persen

Dengan dukungan ratusan pekerja dan sistem kerja bergilir, progres fisik pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu 55 Kotim menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Pemerintah daerah menilai sejauh ini tidak terdapat hambatan besar yang mengganggu jalannya proyek.

Percepatan pembangunan juga mendapat bantuan dari prajurit TNI Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 923/Mentaya yang turut mendukung penyelesaian berbagai fasilitas utama.

Meski demikian, Halikinnor menyoroti kondisi akses jalan masuk melalui jalur lingkar utara yang masih memerlukan pembenahan. Perbaikan akses tersebut dinilai penting agar tidak menjadi kendala saat sekolah mulai beroperasi nantinya.

Sekolah Rakyat Terpadu 55 Kotim Mengusung Konsep Berasrama

Sekolah Rakyat Terpadu 55 Kotim dibangun dengan konsep pendidikan berasrama. Seluruh peserta didik nantinya akan tinggal di lingkungan sekolah dengan berbagai kebutuhan dasar yang ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.

Fasilitas yang disediakan mencakup tempat tinggal, konsumsi harian, serta biaya pendidikan hingga siswa menyelesaikan masa belajar. Program ini ditujukan untuk memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.

Konsep sekolah berasrama tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih terarah sekaligus mendukung pembentukan karakter peserta didik.

Saat Ini Sudah Ada 100 Siswa, Rekrutmen 270 Murid Baru Segera Dibuka

Kepala Dinas Sosial Kotawaringin Timur, Hawianan, menjelaskan bahwa saat ini Sekolah Rakyat Terpadu 55 telah memiliki 100 siswa. Pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan penerimaan peserta didik baru untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

Pada tahun ini, kuota yang disiapkan mencapai 270 siswa. Proses seleksi dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat dengan tujuan memastikan calon peserta didik berasal dari keluarga yang benar-benar membutuhkan bantuan pendidikan.

“Jumlah murid sekarang 100 dan rencana akan direkrut tahun ini 270 siswa. Ini masih seminggu lagi proses perekrutannya untuk jenjang SD, SMP dan SMA, nanti akan diseleksi untuk dapat sesuai kuota,” ujar Hawianan.

Ruang Kelas dan Asrama Jadi Prioritas Penyelesaian

Hawianan menyebut progres pembangunan secara keseluruhan telah mencapai sekitar 70 persen. Saat ini, penyelesaian difokuskan pada fasilitas yang akan langsung digunakan oleh para penghuni sekolah.

Ruang kelas, asrama siswa, asrama guru, serta fasilitas bagi tenaga pendidik menjadi prioritas utama. Langkah ini dilakukan agar proses perpindahan dari Sekolah Rakyat rintisan yang selama ini berada di Kompleks Islamic Center menuju lokasi permanen dapat dilakukan sesuai jadwal.

“Bangunan secara keseluruhan sudah 70-an persen dan terkait kesiapan untuk perpindahan dari Sekolah Rakyat rintisan yang di Kompleks Islamic Center ke lokasi permanen, pertengahan Juli sudah bisa dilakukan karena untuk ruang kelas dan asrama memang diprioritaskan lebih dahulu,” jelasnya.

Diharapkan Menjadi Akses Pendidikan bagi Keluarga Kurang Mampu

Keberadaan Sekolah Rakyat Terpadu 55 Kotawaringin Timur diharapkan menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak. Dengan fasilitas berasrama dan biaya pendidikan yang ditanggung penuh, program ini diharapkan mampu memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Jika seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai target, Sekolah Rakyat Terpadu 55 Kotim akan mulai beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027 dan menjadi salah satu pusat pendidikan berasrama yang melayani jenjang SD, SMP, hingga SMA di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Google Logo Follow
Jerry
Jerry
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.