Iklan Tutup X

Senin, 01 Juni 2026

Penampakan Gedung Walet Disulap Jadi Dapur MBG di Telok Melano, Pernah Berikan Menu Ngakibatkan Keracunan

Ikuti kami:
Google

Gedung SPPG bekas rumah walet di Teluk Melano Kayong Utara berubah jadi dapur MBG 

Kayong Utara - Sebuah bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kecamatan Telok Melano, Kayong Utara menempati gedung bekas sarang burung walet. Dapur MBG ini jadi sorotan, pasalnya dapur ini juga pernah sajikan menu menyebabkan 9 orang siswa SMP PGRI Pulau Kumbang keracunan. 

Lokasi dapur MBG ini terletak di jalan Teluk Melano Teluk Batang atau tak jauh dari pasar Melano. SPPG ini bernaung dibawah yayasan Kayong Mitra Sejahtera. 

Dari pantauan, terlihat, gedung SPPG ini menempati ruko dua lantai. Tetapi bagian belakang lantai dua, ada satu bangunan tambahan satu lantai ditujukan sebagai sarang walet. 

Bagian kiri dan belakang bangunan ini terdapat lubang berukuran kira-kira 40x40 centimeter. Diprediksi, lubang ini untuk keluar masuk burung walet. 

Tanda-tanda dapur ini bekas rumah walet masih terlihat pada bagian dinding gedung ini, dimana banyak menonjol pipa-pipa paralon yang berfungsi sebagai sirkulasi udara, ciri gedung sarang walet.

Meskipun, gedung walet ini sudah tidak aktif, tetapi potensi resiko sanitasi terhadap makanan dianggap masih ada. 

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengharuskan setiap dapur SPPG harus steril dan sesuai dengan petunjuk tekhnis BGN. 

Nanik menegaskan standar keamanan pangan tidak bisa ditawar, mengingat risiko pencemaran dari aktivitas kandang walet di atasnya. 

"Dapur bekas rumah burung walet tetap menimbulkan potensi risiko sanitasi," ujarnya dikutip dari siaran Pers kepada sejumlah media. 

Dapur ini sebelumnya pernah menyajikan menu makanan berupa telur, oseng kol, dan tahu goreng. Menu ini diduga penyebab keracunan massal 9 orang siswa SMP PGRI Pulau Kumbang pada 29 September tahun lalu. 

Kepala Puskesmas Teluk Melano, Azwar, membenarkan kejadian tersebut. Para siswa datang hampir bersamaan sekitar pukul 09.25 WIB dengan keluhan serupa.

"Mereka mengeluh sakit perut, mual, hingga muntah-muntah. Dari keterangan sementara, makanan yang dikonsumsi adalah telur, oseng kol, dan tahu goreng dari menu MBG," ujar Azwar.

Aktivitas dapur ini memicu keheranan ditengah masyarakat. Bagaimana gedung bekas walet bisa lolos verifikasi menjadi dapur MBG, mengingat tidak ada renovasi  dari pemilik dapur ataupun SPPG. 

"Dapur ini mungkin dikelola orang kebal hukum, kuat jaringan barangkali sehingga walaupun pernah berkasus keracunan massal tetapi tetap jalan, tidak disuspend. Kenapa bisa bekas walet, sajikan menu diduga racuni siswa masih operasi," ujar Jakaria Irawan, dari LBH Kapuas Raya Indonesia. 

Koordinator wilayah BGN Kayong Utara Adi Afrianto sudah berupaya diminta keterangan terkait dapur ini, tetapi pesan maupun panggilan selalu diabaikan.

Google Logo Follow
Muzahidin
Muzahidin
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.