Ikuti kami:
Bisa dinobatkan, Taufik Hidayat ini (bukan yang itu) lelaki paling kejam abad ini. Pacarnya disiksa udah kayak binatang. Sambil menunggu laga Portugal vs Uzbekistan, siapkan Koptagulnya, dan nikmati narasinya, wak!
Tiga tahun. Bukan tiga hari, bukan tiga minggu, melainkan tiga tahun penuh YTR, seorang perempuan berusia 29 tahun asal Rancaekek, harus menanggung siksa lahir dan batin di sebuah kontrakan kumuh di Cileunyi, Kabupaten Bandung. Semua atas nama hubungan yang keliru disebut "pacaran". Di usianya terbilang muda, cakrawala YTR bukan lagi langit Bandung yang sejuk, melainkan kegelapan abadi. Karena, kedua bola matanya telah padam selamanya, buta permanen. Ini sebuah vonis dijatuhkan bukan oleh hakim, melainkan oleh tangan kekasihnya sendiri, Taufik Hidayat.
Namun, keganasan Taufik tidak berhenti di situ. Ia merampas enam gigi depan korban hingga copot, lalu dengan sadis menyumpal bibir YTR dengan gunting hingga robek dan sumbing, seolah-olah ingin memastikan, perempuan itu tak hanya kehilangan penglihatan, tapi juga kehilangan martabat untuk tersenyum. Di sekujur tubuhnya, luka melepuh menghiasi kulit layaknya kanvas abstrak, bekas sundutan rokok menjadi ritual kekejaman rutin selama 1.095 hari. Sungguh sebuah mahakarya biadab yang membuat bulu kuduk merinding dan perut mual.
Sementara YTR terbaring luka-luka di RSHS Bandung. Ia menunggu operasi demi operasi tak kunjung selesai, publik digemparkan oleh ulah sang tersangka. Taufik Hidayat, pria berusia 30 tahun dengan nyali selubung langit ini, sempat menjadi buronan. Hal ini membuat seluruh penjuru Jabar gempar. Sampai-sampai Gubernur Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM harus menggelontorkan uang pribadinya Rp250 juta untuk sekadar sayembara.
Ya, betapa ironisnya, harga kepalanya dihargai ratusan juta. Ini lebih mahal dari seekor sapi unggul. Padahal nyawa dan masa depan seorang perempuan hanya ia nodai dengan tiga tahun siksa tanpa bayaran.
Ketika tim gabungan Polda Jabar akhirnya meringkusnya di kawasan Majalaya pada Selasa malam, 23 Juni 2026, apa yang dilakukan oleh monster berwajah manusia ini? Ia memotong rambutnya pendek-pendek. Sungguh strategi kabur yang brilian! Seakan-akan dengan mencukur habis surai di kepalanya, ia bisa menghapus jejak kekejaman yang tertancap di tulang korban. Seakan-akan rambut pendek adalah jubah tembus pandang yang membuatnya luput dari murka Tuhan dan manusia.
Ketika ia duduk santai di dalam mobil polisi, dengan tangan terikat namun raut muka datar tanpa penyesalan. Di situlah puncak sandiwara tragis ini. Ia tidak gemetar, tidak menangis, apalagi meminta maaf. Ia hanya duduk selayaknya penumpang angkutan kota yang kehabisan rokok. Publik dibuat naik pitam oleh sikap dinginnya yang keterlaluan. Sementara KDM memberikan apresiasi setinggi-tingginya pada Polda Jabar.
Luar biasa! Penangkapan yang katanya hasil jerih payah tim gabungan ini memang patut dirayakan. Namun jangan lupa, hadiah ratusan juta rupiah itu kini berpindah tangan ke aparat. Sementara YTR masih buta, masih meraba-raba dinding rumah sakit mencari cahaya yang tak akan pernah ia temui lagi. Darah mendidih mendengar Taufik tidak menunjukkan setetes pun rasa bersalah. Ia seolah-olah mencabut enam gigi dan mengguntung bibir hanyalah kesalahan kecil seperti lupa mematikan kompor.
Masyarakat bertanya, apakah hukum mampu membayar lunas keadilan untuk seorang gadis yang kini hanya bisa mendengar deru amarah kita, tapi tak pernah lagi bisa melihat wajah para pendukungnya? Jika surga punya pintu, sudah seharusnya tertutup rapat-rapat untuk Taufik. Biarkan ia merasakan bagaimana gelapnya dunia yang telah ia ciptakan untuk YTR, selama-lamanya.
Wahai kaum hawa, seandainya Taufik ada di depan kalian saat ini, ekspresi apa yang akan kalian lakukan?
Foto Ai hanya ilustrasi
Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar
#camanewak
#jurnalismeyangmenyapa
#JYM
REKOMENDASI KAMI
- Memuat artikel...

