Berita BorneoTribun: Ahli Gizi hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Ahli Gizi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahli Gizi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Februari 2026

Bahaya Minum Kopi Saat Sahur Risiko Dehidrasi dan Turun Konsentrasi Saat Puasa

Dokter Tan Shot Yen mengingatkan risiko dehidrasi akibat kopi saat sahur. Efek diuretik dapat memicu lemas dan turun konsentrasi saat puasa. Jaga cairan dan pola tidur agar tetap fokus. (Gambar ilustrasi AI)
Dokter Tan Shot Yen mengingatkan risiko dehidrasi akibat kopi saat sahur. Efek diuretik dapat memicu lemas dan turun konsentrasi saat puasa. Jaga cairan dan pola tidur agar tetap fokus. (Gambar ilustrasi AI)

Tips Puasa Tetap Fokus Tanpa Risiko Dehidrasi karena Kopi

JAKARTA -- Dokter dan ahli gizi masyarakat Tan Shot Yen mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan kopi sebagai andalan utama saat sahur untuk mencegah kantuk selama puasa. Dalam keterangannya, Selasa, ia menegaskan bahwa kebiasaan tersebut justru berisiko menyebabkan kekurangan cairan, terutama bagi pekerja yang harus berkendara pada pagi hari.

Menurut Tan Shot Yen, kopi memiliki efek diuretik yang membuat seseorang lebih sering buang air kecil. Dampaknya, tubuh kehilangan cairan lebih cepat. Padahal selama menjalankan puasa, tubuh tidak mendapatkan asupan minum hingga waktu berbuka. Kondisi ini bisa memicu dehidrasi ringan yang ditandai rasa lemas, sakit kepala, hingga menurunnya konsentrasi.

Ahli gizi lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menjelaskan, mengandalkan kafein tanpa diimbangi pola tidur yang cukup bukan solusi tepat untuk mengatasi kantuk saat puasa. Rasa mengantuk di pagi hari umumnya bukan semata karena kurang kopi, melainkan karena waktu tidur yang berkurang akibat perubahan jadwal makan dan ibadah.

Ia menekankan bahwa orang dewasa idealnya tidur selama enam hingga tujuh jam per hari. Jika waktu tidur malam berkurang karena sahur, masyarakat bisa menyiasatinya dengan tidur lebih awal atau menambah waktu istirahat setelah sahur.

Selain itu, tidur siang singkat selama 15 hingga 30 menit juga dapat membantu memulihkan energi dan meningkatkan kewaspadaan. Cara ini dinilai lebih aman dibanding mengonsumsi kopi berlebihan yang berpotensi memperparah dehidrasi saat puasa.

Tan juga menyarankan agar kebutuhan cairan tetap diperhatikan sejak berbuka hingga sahur. Minum air putih yang cukup, membatasi konsumsi kopi, serta menjaga pola istirahat menjadi langkah sederhana namun efektif untuk menjaga fokus dan keselamatan, terutama bagi pengendara di pagi hari.

Dengan memahami risiko efek diuretik kopi dan pentingnya tidur cukup, masyarakat diharapkan bisa menjalani ibadah puasa dengan tubuh tetap bugar dan konsentrasi terjaga sepanjang hari.

FAQ Seputar Kopi Saat Sahur dan Risiko Dehidrasi

Apakah boleh minum kopi saat sahur?
Boleh, namun sebaiknya tidak berlebihan. Konsumsi kopi perlu diimbangi dengan asupan air putih yang cukup.

Mengapa kopi bisa menyebabkan dehidrasi saat puasa?
Karena kopi bersifat diuretik yang meningkatkan frekuensi buang air kecil sehingga cairan tubuh lebih cepat berkurang.

Apa tanda tubuh kekurangan cairan saat puasa?
Lemas, sakit kepala, sulit fokus, dan rasa haus berlebihan.

Berapa lama tidur siang yang dianjurkan saat puasa?
Sekitar 15–30 menit untuk membantu memulihkan energi tanpa membuat tubuh terasa berat.

Dokter Tan Shot Yen Ungkap Rahasia Sahur Anti Lemas Saat Ramadhan

Lonjakan Gula Darah Saat Sahur Bisa Picu Lemas dan Hilang Fokus
Sahur Gizi Seimbang, Gula Darah Stabil, Lonjakan Gula Darah, Menu Sahur Sehat, Puasa Ramadhan, Isi Piringku, Ahli Gizi, Protein Dan Serat, Karbohidrat Kompleks, Cegah Kantuk. (gambar ilustrasi)

Lonjakan Gula Darah Saat Sahur Bisa Picu Lemas dan Hilang Fokus

JAKARTA -- Dokter dan ahli gizi masyarakat Tan Shot Yen menegaskan pentingnya sahur dengan gizi seimbang agar tubuh tetap fokus dan tidak mudah mengantuk saat berpuasa, terutama bagi mereka yang harus berkendara atau bekerja pada pagi hari. Saat dihubungi di Jakarta pada Selasa, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menjelaskan bahwa jenis dan porsi makanan saat sahur sangat menentukan kestabilan gula darah sepanjang hari.

Menurut dr. Tan, konsumsi makanan tinggi gula ketika sahur bisa memicu lonjakan gula darah secara cepat. Kondisi ini kemudian diikuti peningkatan hormon insulin yang berfungsi menurunkan kembali kadar gula dalam darah. Proses naik-turun gula darah yang drastis inilah yang sering membuat tubuh terasa lemas, sulit berkonsentrasi, bahkan mengantuk dalam waktu sekitar dua jam setelah makan.

Ia mengingatkan bahwa sahur bukan soal makanan mewah atau berlebihan, melainkan tentang komposisi yang tepat. Menu sahur sebaiknya sederhana namun lengkap, mengikuti konsep Kementerian Kesehatan yaitu Isi Piringku. Pedoman ini menganjurkan setengah piring diisi sayur dan buah sebagai sumber vitamin, mineral, dan serat, sementara setengah lainnya terdiri dari makanan pokok sumber karbohidrat serta lauk pauk yang mengandung protein nabati dan hewani.

Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, atau umbi-umbian dapat membantu menjaga energi lebih stabil dibandingkan gula sederhana. Protein dari telur, ikan, tahu, dan tempe juga penting untuk mempertahankan rasa kenyang lebih lama. Ditambah serat dari sayur dan buah, kombinasi ini membantu tubuh tetap bertenaga selama menjalani puasa Ramadhan.

Bagi Anda yang harus mengemudi jarak jauh atau menghadapi pekerjaan padat di pagi hari, memperhatikan kualitas sahur adalah langkah sederhana namun berdampak besar. Sahur yang tepat bukan hanya menjaga stamina, tetapi juga membantu menjaga keselamatan dan produktivitas sepanjang hari.

Mengapa Gula Darah Stabil Penting Saat Puasa

Kadar gula darah yang stabil membuat otak mendapatkan pasokan energi secara konsisten. Jika terjadi lonjakan lalu penurunan drastis, tubuh akan merespons dengan rasa lelah dan kantuk. Inilah alasan mengapa pemilihan menu sahur tidak boleh sembarangan.

Tips Praktis Menu Sahur Seimbang

  • Pilih karbohidrat kompleks, bukan makanan tinggi gula.

  • Tambahkan protein hewani dan nabati.

  • Perbanyak sayur dan buah.

  • Hindari porsi berlebihan agar tidak mengantuk setelah makan.

  • Cukupi kebutuhan cairan sebelum imsak.

Dengan pola sahur yang tepat, puasa bisa dijalani lebih nyaman, fokus tetap terjaga, dan aktivitas pagi tetap optimal.

FAQ

1. Mengapa sahur tinggi gula bikin mengantuk?
Karena gula darah naik cepat lalu turun drastis akibat respons insulin, sehingga tubuh terasa lemas.

2. Apa contoh sahur gizi seimbang?
Nasi merah, telur atau tempe, sayur bayam, dan buah potong.

3. Apakah boleh minum teh manis saat sahur?
Boleh dalam jumlah terbatas, namun sebaiknya tidak berlebihan agar gula darah tetap stabil.

4. Mengapa protein penting saat sahur?
Protein membantu rasa kenyang lebih lama dan menjaga energi tetap stabil.

5. Apakah konsep Isi Piringku wajib diikuti?
Ini adalah pedoman resmi gizi seimbang yang sangat dianjurkan untuk pola makan sehat, termasuk saat sahur.