Berita BorneoTribun: Air Bersih hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Air Bersih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Air Bersih. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 April 2026

Intrusi Air Laut Jadi Ancaman, BPBD Kotim Perkuat Mitigasi Kekeringan

BPBD Kotawaringin Timur memperkuat sinergi lintas instansi untuk mengantisipasi dampak kekeringan di wilayah pesisir, termasuk ancaman krisis air bersih dan ketahanan pangan.
BPBD Kotawaringin Timur memperkuat sinergi lintas instansi untuk mengantisipasi dampak kekeringan di wilayah pesisir, termasuk ancaman krisis air bersih dan ketahanan pangan.

Sampit – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, terus memperkuat sinergi dengan sejumlah instansi terkait guna mengantisipasi potensi dampak terburuk akibat kekeringan, khususnya di wilayah pesisir.

Langkah antisipatif ini dilakukan menyusul kekhawatiran meningkatnya risiko kesulitan air bersih hingga ancaman terhadap sektor pertanian yang dapat berdampak pada ketahanan pangan masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam, mengatakan bahwa kekeringan bukan sekadar persoalan berkurangnya curah hujan, tetapi juga bisa menimbulkan dampak luas pada kehidupan masyarakat.

“Kekeringan bisa menimbulkan dampak cukup luas, seperti kesulitan air bersih hingga gangguan terhadap pertanian yang berimbas pada hasil panen dan ketahanan pangan,” kata Multazam di Sampit, Selasa.

Wilayah Pesisir Jadi Perhatian Utama

Beberapa desa di wilayah pesisir diketahui kerap mengalami kesulitan air bersih saat musim kemarau. Kondisi tersebut biasanya terjadi di wilayah Kecamatan Mentaya Hilir Utara dan Mentaya Hilir Selatan.

Menurut Multazam, wilayah pesisir memiliki kerentanan lebih tinggi karena bergantung pada sumber air baku yang dapat berubah menjadi payau akibat intrusi air laut. Kondisi ini berpotensi mengganggu pasokan air bersih bagi masyarakat.

Jika intake atau sumber air baku mengalami intrusi air laut, kualitas air dapat menurun drastis. Oleh karena itu, pemerintah daerah menyiapkan langkah antisipasi sejak dini, termasuk kemungkinan mendistribusikan air bersih dari wilayah Kota Sampit apabila diperlukan.

Ancaman Intrusi Air Laut Perlu Diwaspadai

Pengalaman musim kemarau sebelumnya menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah. Saat itu, intrusi air laut bahkan tercatat mencapai perairan Pelangsian di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, yang lokasinya tidak jauh dari pusat Kota Sampit.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman kekeringan tidak hanya berdampak di wilayah selatan, tetapi juga berpotensi meluas hingga wilayah utara akibat pendangkalan sungai dan meningkatnya tingkat kekeruhan air.

Untuk mengantisipasi kondisi darurat, BPBD telah menyiapkan mobil tangki air yang siap dikerahkan sewaktu-waktu guna menyuplai air bersih bagi masyarakat yang terdampak.

Langkah ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.

Sinergi Dengan Dinas Pertanian Untuk Jaga Ketahanan Pangan

Selain sektor air bersih, BPBD juga menaruh perhatian serius pada dampak kekeringan terhadap sektor pertanian. Hal ini penting karena kekeringan dapat menurunkan produktivitas lahan dan memengaruhi hasil panen.

Multazam menyebutkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk membahas strategi mitigasi risiko kekeringan.

“Setelah rapat kemarin, saya juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pertanian, khususnya terkait ancaman kekeringan terhadap ketahanan pangan,” ujarnya.

Sinergi lintas instansi ini diharapkan dapat memperkuat sistem peringatan dini serta mempersiapkan langkah-langkah mitigasi yang tepat apabila kekeringan terjadi dalam skala luas.

Pemerintah Diminta Hadir Lebih Awal

Upaya antisipasi sejak dini dinilai menjadi langkah krusial untuk meminimalkan dampak kekeringan. Pemerintah daerah diharapkan terus hadir dalam memastikan masyarakat tidak mengalami krisis air bersih, terutama di wilayah pesisir yang paling rentan.

Selain distribusi air bersih, edukasi kepada masyarakat terkait penghematan air dan pemanfaatan sumber air alternatif juga menjadi bagian dari strategi mitigasi yang tengah disiapkan.

Dengan langkah kolaboratif antara BPBD, Dinas Pertanian, serta instansi teknis lainnya, pemerintah daerah optimistis dampak kekeringan dapat ditekan seminimal mungkin dan ketahanan pangan masyarakat tetap terjaga.

FAQ

1. Apa yang dilakukan BPBD Kotawaringin Timur untuk mengantisipasi kekeringan?
BPBD memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, menyiapkan mobil tangki air bersih, serta memantau potensi intrusi air laut di wilayah pesisir.

2. Wilayah mana yang paling rentan terdampak kekeringan?
Wilayah pesisir seperti Kecamatan Mentaya Hilir Utara dan Mentaya Hilir Selatan menjadi daerah yang paling sering mengalami kesulitan air bersih.

3. Apa dampak utama kekeringan bagi masyarakat?
Dampak utama meliputi kesulitan air bersih, penurunan hasil pertanian, serta ancaman terhadap ketahanan pangan.

4. Bagaimana pemerintah mengatasi kekurangan air bersih?
Pemerintah menyiapkan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki dan kemungkinan pasokan dari Kota Sampit.

5. Mengapa sinergi lintas instansi penting dalam menghadapi kekeringan?
Karena dampak kekeringan tidak hanya pada air bersih, tetapi juga sektor pertanian, kesehatan, dan ketahanan pangan.

Minggu, 05 April 2026

Bupati Karolin Tinjau Intake Air, Krisis Air Bersih Ancam Ngabang

Bupati Karolin meninjau intake air di Ngabang saat debit Sungai Landak turun drastis. Krisis air bersih mengancam ribuan warga, langkah darurat segera disiapkan.
Bupati Karolin meninjau intake air di Ngabang saat debit Sungai Landak turun drastis. Krisis air bersih mengancam ribuan warga, langkah darurat segera disiapkan.

Landak – Ancaman krisis air bersih mulai membayangi Kota Ngabang, Kabupaten Landak, seiring menurunnya debit Sungai Landak pada musim kemarau.

Situasi ini mendorong Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, turun langsung meninjau fasilitas intake air baku milik Perumdam Tirta Landak di Kecamatan Ngabang.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan air bersih kepada warga tetap berjalan di tengah kondisi debit sungai yang terus menurun.

Dalam peninjauan di lokasi, Karolin mengungkapkan kondisi intake air bersih yang menyuplai sekitar 4.000 sambungan rumah tangga kini menghadapi tekanan serius akibat pendangkalan sungai.

Menurutnya, sedimentasi pasir yang cukup tinggi membuat kedalaman air menurun drastis. “Hari ini kita lihat kondisi intake air bersih untuk wilayah Kota Ngabang dan sekitarnya. Bangunan ini menyuplai kurang lebih 4.000 sambungan rumah tangga. Karena masuk musim kemarau, debit air berkurang, dan ternyata ada proses pendangkalan akibat sedimentasi pasir yang luar biasa,” kata Karolin.

Hasil pemantauan menunjukkan kedalaman air yang sebelumnya mencapai sekitar 8 meter, kini tersisa sekitar 1 meter 4 sentimeter. Kondisi ini dinilai sangat mengkhawatirkan karena ujung pipa intake hampir menyentuh dasar sungai.

Karolin juga mengingatkan bahwa jika hujan tidak turun dalam beberapa hari ke depan, pelayanan air bersih berpotensi terganggu lebih luas. 

“Kalau beberapa hari ke depan tidak hujan, ini bisa menjadi persoalan serius karena ujung pipa intake sudah menyentuh dasar pasir sungai,” ujarnya.

Sebagai respons cepat, Pemerintah Kabupaten Landak menyiapkan langkah darurat agar distribusi air bersih tidak lumpuh.

Salah satu opsi yang segera dilakukan adalah penambahan pompa air untuk menjaga suplai tetap berjalan.

“Kita sepertinya harus tambah pompa untuk bisa tetap menjaga pelayanan kita kepada masyarakat. Jadi kita beli pompa ya Pak, segera disiapkan,” tegas Karolin.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga kawasan hulu sungai agar tidak terjadi aktivitas yang merusak lingkungan.

Menurutnya, kerusakan di wilayah hulu akan memperparah kondisi sumber air baku di masa depan. “Tolonglah semua pihak juga mengawasi sehingga tidak ada aktivitas-aktivitas yang mengganggu lingkungan di hulu sungai. Kalau air sungai ini enggak ada, kita enggak ada sumber air lagi,” katanya.

Sementara itu, Direktur Herkulanus mengungkapkan bahwa tantangan yang dihadapi tidak hanya berasal dari debit sungai yang menurun.

Masalah lama pada jaringan distribusi juga menjadi penyebab utama gangguan layanan air bersih.

Saat ini, Perumdam Tirta Landak melayani 9.186 pelanggan yang tersebar di enam kecamatan. Dari jumlah tersebut, pelanggan terbesar berada di Kecamatan Ngabang dengan total 7.344 sambungan rumah.

Namun, tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) masih sangat tinggi, mencapai 38,30 persen. Angka ini jauh melampaui batas nasional yang direkomendasikan, yakni maksimal 25 persen.

“Kebocoran pada jaringan distribusi infrastruktur perpipaan yang sudah tua, rapuh, dan kurang perawatan menjadi penyebab utama kehilangan air secara fisik,” ujar Herkulanus.

Ia juga menambahkan bahwa tunggakan pelanggan turut memengaruhi kondisi keuangan perusahaan. “Banyaknya piutang akibat tunggakan pelanggan menyebabkan kas yang seharusnya masuk menjadi tertunda,” katanya.

Manajemen Perumdam Tirta Landak saat ini terus melakukan pembenahan secara bertahap, mulai dari pengendalian biaya operasional hingga penguatan sistem penagihan.

Selain itu, upaya peningkatan kualitas layanan transmisi jaringan dan pompa juga terus dilakukan untuk meminimalkan risiko gangguan distribusi air.

Di tengah keterbatasan yang ada, langkah cepat pemerintah daerah dinilai menjadi kunci untuk menjaga kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Karolin menegaskan bahwa pelayanan air bersih merupakan kebutuhan pokok yang tidak boleh terganggu.

“Kita harus jaga betul pelayanan dasar ini. Air bersih menyangkut kebutuhan masyarakat sehari-hari, jadi langkah cepat harus dilakukan,” tutupnya.

FAQ

1. Mengapa Kota Ngabang terancam krisis air bersih?
Karena debit Sungai Landak menurun drastis akibat musim kemarau dan pendangkalan sungai akibat sedimentasi pasir.

2. Berapa jumlah pelanggan Perumdam Tirta Landak saat ini?
Tercatat sekitar 9.186 pelanggan di enam kecamatan, dengan mayoritas berada di Kecamatan Ngabang.

3. Apa langkah darurat yang disiapkan pemerintah?
Pemerintah Kabupaten Landak berencana menambah pompa air untuk menjaga distribusi air tetap berjalan.

4. Apa penyebab utama kehilangan air di jaringan?
Kebocoran pada pipa tua dan kurangnya perawatan jaringan distribusi.

5. Apa dampak jika tidak segera ditangani?
Pelayanan air bersih bagi ribuan warga berpotensi terganggu, terutama saat musim kemarau berlangsung lebih lama.

Jumat, 26 Januari 2024

Resmikan Sumur Bor TNI di Kabupaten Bengkayang, KASAD Tekankan Pentingnya Investasi Kesehatan dan Pendidikan

Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) TNI, Jenderal Maruli Simanjuntak, M.Sc, mengunjungi Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) TNI, Jenderal Maruli Simanjuntak, M.Sc, mengunjungi Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
BENGKAYANG - Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Mohammad Bari, S.Sos., M.Si., turut mendampingi Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) TNI, Jenderal Maruli Simanjuntak, M.Sc, saat berangkat menuju Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, menggunakan Helikopter TNI dari VIP Lanud Supadio pada hari Senin (25/01/2024).

Pada pukul 08.00, KASAD beserta rombongan berangkat menuju Kabupaten Bengkayang untuk meninjau langsung Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang.

Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) TNI, Jenderal Maruli Simanjuntak, M.Sc, mengunjungi Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) TNI, Jenderal Maruli Simanjuntak, M.Sc, mengunjungi Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Mohammad Bari, S.Sos., M.Si., mengungkapkan kebahagiannya atas kesempatan ini, "Saya terus terang senang sekali bisa datang kesini karena beberapa tahun yang lalu pernah kesini juga, saya lihat perkembangannya luar biasa."

Selain meninjau PLBN, KASAD juga meresmikan sumur bor TNI Manunggal Air di wilayah tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Jenderal Maruli Simanjuntak, M.Sc., berharap agar seluruh Forkopimda bersatu untuk kemajuan daerahnya masing-masing. 

"Saya yakin sekali, jika kita semua kompak, banyak hal yang bisa kita kerjakan. Saya fokus pada pengadaan air bersih karena hal ini sangat vital bagi masyarakat," katanya.

Peresmian sumur bor ini juga dilakukan di 35 titik di wilayah Kodam XII/Tanjungpura. Menurut Jenderal Maruli, kekeringan sering menjadi penyebab kemiskinan dan stunting di beberapa daerah. 

"Jadi disini lebih enaklah, tidak separah seperti di NTT, Papua yang ngambil air sampai 2 KM," tambahnya.

Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) TNI, Jenderal Maruli Simanjuntak, M.Sc, mengunjungi Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) TNI, Jenderal Maruli Simanjuntak, M.Sc, mengunjungi Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
KASAD juga menekankan pentingnya investasi dalam kesehatan dan pendidikan untuk memastikan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat. 

"Saya senang bapak dan ibu bisa bersama-sama TNI-Polri dalam membangun daerahnya. Saya yakin itu akan sangat mempercepat pembangunan di daerah," ujarnya.

Sebelum peresmian, KASAD bersama rombongan juga meninjau perkembangan PLBN Jagoi Babang.

Dukungan Kasad untuk Program Air Bersih di Daerah Rawan Air Bersih

Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Iwan Setiawan, mendampingi kunjungan kerja Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, ke wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kamis (25/1/2024) (ANTARA/HO-Pengdam XII/Tanjungpura)
Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Iwan Setiawan, mendampingi kunjungan kerja Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, ke wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kamis (25/1/2024) (ANTARA/HO-Pengdam XII/Tanjungpura)
PONTIANAK - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melakukan pengecekan kondisi prajurit dan memberikan arahan kepada personel Satgas Pamtas Yonarmed 16/TK yang bertugas melaksanakan pengamanan di perbatasan Kalimantan Barat-Malaysia. 

Dalam kunjungannya tersebut, Kasad menggunakan tiga helikopter jenis Bell Penerbad, Caracal TNI AU, dan AW Polda Kalbar untuk mendarat di Helipad PLBN Jagoi Babang. 

Dalam sambutannya di Bengkayang, Kalimantan Barat, pada hari Kamis, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan, "Selain meninjau PLBN Jagoi Babang, kami juga meresmikan program TNI AD Manunggal Air dan melakukan bakti sosial dengan penanganan stunting, pemberian sembako, bibit pertanian, dan hewan ternak untuk masyarakat."

Terutama terkait program TNI AD Manunggal Air, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan rasa bangganya kepada satuan jajarannya yang telah berhasil membangun sarana air bersih. "Ini akan sangat membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat," ujarnya kepada awak media.

Lebih lanjut, Kasad mengungkapkan bahwa program TNI AD Manunggal Air ini akan terus berlanjut di seluruh Indonesia. Dia juga mengumumkan bahwa di wilayah Kodam XII/Tpr sendiri, akan dibangun sebanyak 95 titik air bersih di wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. 

"Mari kita dukung bersama program pemerintah, terutama program air bersih di wilayah yang membutuhkan, dengan target yang terus ditingkatkan dibandingkan dengan program-program lainnya," tambahnya.

Selama ini, TNI AD melalui program TNI AD Manunggal Air telah membantu pembangunan air bersih sebanyak kurang lebih 1.500 titik di seluruh Indonesia, ungkap Jenderal bintang empat ini. 

"Hari ini kita telah melihat banyak kesulitan yang dihadapi oleh prajurit dalam pendidikan dan operasional, terutama di wilayah perbatasan. Kami berharap dapat mencari solusi untuk meningkatkan kelancaran tugas para anggota, serta bersama TNI-Polri meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

Sumber: Antara/Rendra Oxtora
Editor: Yakop

Rabu, 26 Juli 2023

Akses Universal Air Bersih dan Sanitasi, Prioritas Pemkab Sekadau

Akses Universal Air Bersih dan Sanitasi, Prioritas Pemkab Sekadau
SEKADAU – Bupati Sekadau, Aron, menghadiri acara Desiminasi hasil sensus sanitasi dan air bersih serta evaluasi STBM yang diselenggarakan di Gedung Kateketik Sekadau pada hari Rabu, 26 Juli 2023.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sekadau, Aron, menekankan pentingnya tujuan pembangunan berkelanjutan di sektor lingkungan hidup, di mana pemerintah bertanggung jawab untuk memastikan masyarakatnya memiliki akses universal terhadap air bersih dan sanitasi.

"Akses air bersih dan sanitasi menjadi prioritas utama dalam pembangunan Kabupaten Sekadau, sesuai dengan misi kedua dan ketiga kami, yaitu meningkatkan kualitas infrastruktur dasar dan layanan kesehatan," ujar Aron.

"Untuk mendukung dan mengimplementasikan kebijakan-kebijakan tersebut, diperlukan perencanaan dan penganggaran yang tepat," tambahnya.

Aron juga menyampaikan pentingnya data sebagai dasar dalam pelaksanaan program air minum dan sanitasi di tingkat Desa hingga Kabupaten. Perencanaan dan implementasi program akan lebih baik jika didukung oleh data yang memadai dan akurat.

"Sejak bulan November 2022 hingga Maret 2023, WVI telah melaksanakan Sensus Air Minum dan sanitasi di 16 Desa yang menjadi bagian dari program kami. Data dari WVI ini akan menjadi acuan bagi Pemerintah Desa dalam merencanakan program air minum dan sanitasi," jelas Aron.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada WVI atas dukungan mereka dalam meningkatkan akses air minum dan sanitasi di Kabupaten Sekadau," ucapnya.

"Semoga kerjasama ini dapat berlanjut untuk mewujudkan Kabupaten Sekadau yang maju, sejahtera, dan bermartabat," pungkasnya.

(Tim/Hermanto)

Rabu, 24 November 2021

Direktur PDAM Tirta Bengkayang Ungkap Target Plan


Direktur PDAM Tirta Bengkayang bersama Forkopimda Bengkayang

BorneoTribun Bengkayang, Kalbar Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bengkayang berencana akan meningkatkan pelayanan dan jangkauan pelanggan dalam program jangka panjang untuk lima tahun kedepan.

Hal tersebut diungkapkan Direktur PDAM Tirta Bengkayang, Wardi saat melaksanakan Ritual Adat yang  bertempat di Intake PDAM Madi,Desa Tiga Berkat, Kecamatan Lumar, Kabupaten Bengkayang yang merupakan sumber air bersih Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Rabu (24/11/2021) kemarin siang 

Wardi juga mengungkapkan masalah saat ini adalah IPA Instalasi Penahan Air yang sudah 13 Tahun dibangun PDAM belum ada direhab.

"Baru sekali direhab tapi beberapa tahun yang lalu itu tidak bisa mengakomodir semuanya tetapi untuk simbolnya Bengkayang akan bangkit karena air," Bebernya.

Wardi juga menjelaskan, didalam Bisnis Plan sudah menyusun draf anggaran yang mencapai sekitar Rp. 2,9 Triliun yang terbagi antara APBN dan APBD Provinsi, APBD Bengkayang dan Dana Perumdam Tirta Bengkayang.

"Kita sudah mendorong untuk perbatasan, diharapkan Presiden juga untuk bisa membangun Spam Perbatasan atau Spam Regional untuk bisa menjangkau wilayah Seluas, Jagoi, Siding, Sanggau Ledo dan bisa kita ekspor ke Sambas yang kekurangan Air," Harapnya.

Selanjutnya, untuk Kota Bengkayang  hanya menambah Debet Air Madi, karena saat ini kita sudah menginvestigasi dan sudah menemukan sumber air bersih di Saka Dua sekitar Rp. 250 Miliyar, perbatasan sekitar Rp. 800 miliyar karena itu bisa menambah 20.000 pelanggan kemudian dipusat kota kita menambah 6000 pelanggan.

"Bengkayang 5 Tahun ke depan target kita adalah 30.000 pelanggan, kalau di NTB bisa dibangun Rp. 800 Miliyar, di Jawa Timur bisa dibangun 1,9 Triliun, kenapa Presiden Jokowi di daerah perbatasan tidak bisa membangun air untuk masyarakat, dan supaya kedepannya Pak Presiden Jokowi datang kita angkat isu bahwa masyarakat perbatasan sangat perlu air bersih sehingga Visi dan Misi presiden di tahun 2024 pelayanan air bersih dapat di nikmati baik masyarakat bengkayang perbatasan, kota bengkayang dan Bengkayang Pesisir," Tutup Wardi.

Sebelumnya, Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis sempat menyebutkan Objek Vital Intake Madi sebagai Sumber Air Bersih yang dinikmati oleh lebih dari 7.000 Warga Kota Bengkayang dan Masyarakat Kecamatan Lumar.

Reporter : Rinto Andreas

Jumat, 12 November 2021

Desa Sailo terima Program Pamsimas III TA 2021

Desa Sailo terima Program Pamsimas III TA 2021
Desa Sailo terima Program Pamsimas III TA 2021.

BORNEOTRIBUN LANDAK - Serah terima kegiatan Pamsimas III Dusun Karasik Desa sailo Kecamatan Mempawah Hulu Kabupaten Landak Tahun anggaran 2021. Kegiatan berlangsung pada kamis (11/11) di Balai Pertemuan Desa Sailo. 

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BPPW (Balai Prasarana Pemukiman Wilayah) provinsi Kalbar,  Kepala DPMPD ( Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Pemerintah Desa) Kabupaten Landak, Kapolsek Mempawah Hulu, Babinsa Desa Sailo, Kades Sailo , Staf Desa Sailo, Kordinator Pamsimas Landak, Perwakilan warga Jumlah yang hadir 20 (dua puluh ) orang.

Pj Kades Desa sailo Hendri dalam sambutannya Menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pokja Pamsimas dan pemerintah Kabupaten Landak yang Mana Desa Sailo telah menerima program Pamsimastentunya program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama penggunaan air bersih dan bisa bermanfaat bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih. 

Kepala BPPW (Balai Prasarana Pemukiman Wilayah) Provinsi Kalbar dalam sambutannya menyampaikan bahwa program Pamsimas ini adalah program pemerintah, kiranya masyarakat dapat menjaga sumber airnya agar tidak kering atau habis. 

"Masyarakat disarankan menjaga lingkungan dengan cara menjaga hutan jangan sampai hutan yang ada didekat sumber airnya ditebang," katanya. 

Jalidin selaku   Pokja Pamsimas/ Kordinator Pamsimas Landak  menyampaikan agar tentunya dengan dibangunnya program air bersih ini, masyarakat dapat merawat dan menjaga tampungan air, pipa penyaluran agar bisa digunakan dalam jangka yang lama, dengan demikian anggaran daerah bisa digunakan untuk pembangunan yang lain. 

Kapolsek Mempawah Hulu Ipda M Edi D dalam sambutannya menyampaikan
bahwasanya program Pamsimas ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat, untuk itu saya sangat mengharapkan masyarakat bisa menjaga, merawat dan memanfaatkannya dengan baik.

Selanjutnya Kapolsek Menambahkan Terkait dengan Pandemi COVID-19 saat ini , Kapolsek menghimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari- hari guna mencegah penyebaran COVID 19.

Penulis: Wd/Ra

Senin, 22 Maret 2021

Diresmikan Presiden Jokowi, SPAM Umbulan Siap Pasok Air Bersih Bagi Warga Jatim

Diresmikan Presiden Jokowi, SPAM Umbulan Siap Pasok Air Bersih Bagi Warga Jatim
Presiden Jokowi saat meresmikan SPAM Umbulan, di Pasuruan, Jatim, Senin (22/03/2021).

BorneoTribun Jakarta -- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan, di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Jatim), Senin (22/03/2021).

“Alhamdulillahirrabbil’alamin, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan yang telah lama dikerjakan hari ini telah rampung dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Presiden dalam sambutannya saat peresmian.

SPAM yang memiliki kapasitas sebesar 4.000 liter per detik ini dapat memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di lima wilayah di Jatim, yaitu Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, dan Kota Surabaya.

“Air dari sini ini air yang keadaannya sudah bersih. Langsung bisa dimanfaatkan. Tidak pakai pengolahan yang rumit-rumit,” ujar Presiden.

Presiden meminta agar infrastruktur yang dibangun dengan skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau PPP (Public Private Partnership)  dan menggunakan anggaran sebesar Rp2,056 triliun ini memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

“Jangan sampai proyek besarnya jadi, pipa utamanya selesai tapi untuk masuk ke rumah tangganya ini terkendala karena siapa yang bertanggung jawab tidak jelas, apakah PDAM kota dan kabupaten ataukah PDAM di tingkat provinsi, atau Menteri PUPR,” tegasnya.

Untuk itu, Presiden meminta kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Gubernur Jawa Timur, PT Meta (PT. Meta Adhya Tirta Umbulan) selaku pelaksana proyek, bersama para Bupati dan Wali Kota yang akan teraliri oleh SPAM duduk bersama untuk segera menyelesaikan kendala yang dihadapi dalam penyaluran air bersih tersebut hingga sampai ke rumah tangga.

“Tadi saya tanyakan di lapangan, yang baru berjalan itu [kapasitas] 900 [liter per detik]. Artinya, masih ada 80 persen yang harus segera diselesaikan dari pipa utama sampai masuk ke pipa di rumah tangga.  Ini tolong segera diselesaikan. Saya minta minggu ini sudah ada rapat dan bisa diselesaikan yang tanggung jawab siapa,” tegasnya.

Usai memberikan sambutan, Presiden Jokowi memutar tuas katup air dan menandatangani prasasti sebagai tanda peresmian.

Dalam acara ini, Presiden didampingi oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Hadir juga dalam peresmian antara lain Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Direktur PT. Meta Adhya Tirta Umbulan, serta para Bupati dan Wali Kota yang wilayahnya akan teraliri oleh SPAM. (FID/UN)