Berita BorneoTribun: Alpha Centauri hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Alpha Centauri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alpha Centauri. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Agustus 2025

James Webb Telescope Finds — Then Loses — Giant Exoplanet Near Alpha Centauri That May Have Water

Illustration of a giant exoplanet near the star Alpha Centauri A observed by the James Webb Space Telescope.
Illustration of a giant exoplanet near the star Alpha Centauri A observed by the James Webb Space Telescope.

An international team of astronomers has made a surprising discovery. In 2024, the James Webb Space Telescope detected a giant exoplanet about the size of Saturn near Alpha Centauri A, one of the closest stars to Earth. 

But in 2025, efforts to locate the planet again completely failed. Scientists suspect the planet temporarily “vanished” by being hidden in the glare of its star, making it invisible to Webb’s instruments.

Based on researchers’ calculations, the object could reappear in 2026 or 2027. If confirmed, it would become the closest known world located in the habitable zone—the region around a star where liquid water could exist. However, its massive size makes the likelihood of Earth-like life very low. 

“The signal was extremely faint, right at the edge of the telescope’s capabilities. Any conclusions will require independent verification,” said one of the scientists involved in the study.

Alpha Centauri is a triple-star system made up of Alpha Centauri A, Alpha Centauri B, and the red dwarf Proxima Centauri. 

Located just four light-years away, it’s considered a prime target for searching for planets beyond our solar system. 

To observe the mysterious object, the team used Webb’s infrared instrument equipped with a coronagraph—a device that blocks starlight to reveal fainter objects nearby.

In 2027, the search will be joined by the upcoming Nancy Grace Roman Space Telescope. It’s expected to scan an area of the sky 100 times larger than Hubble with comparable resolution and will feature an experimental coronagraph for directly imaging exoplanets. 

With both telescopes working together, the chances of confirming this giant planet’s existence could greatly improve, potentially opening a new chapter in the search for alien worlds.

Minggu, 10 Agustus 2025

Teleskop James Webb Temukan Lalu Kehilangan Eksoplanet Raksasa Dekat Alpha Centauri yang Diduga Punya Air

Ilustrasi eksoplanet raksasa di dekat bintang Alpha Centauri A yang diamati teleskop James Webb.
Ilustrasi eksoplanet raksasa di dekat bintang Alpha Centauri A yang diamati teleskop James Webb.

JAKARTA - Sebuah temuan mengejutkan datang dari tim astronom internasional. Pada 2024, teleskop luar angkasa James Webb mendeteksi sebuah eksoplanet raksasa berukuran mirip Saturnus di dekat Alpha Centauri A, salah satu bintang terdekat dari Bumi. 

Namun, pada 2025 ini, upaya pencarian ulang planet tersebut gagal total. 

Para ilmuwan menduga, planet itu sementara “menghilang” karena tertelan silau cahaya bintangnya, sehingga tak terlihat oleh instrumen Webb.

Menurut perhitungan peneliti, objek ini kemungkinan akan muncul kembali pada 2026 atau 2027. 

Jika keberadaannya terkonfirmasi, eksoplanet ini akan menjadi dunia terdekat yang berada di zona laik huni—wilayah di sekitar bintang yang suhunya memungkinkan air tetap cair. 

Meski begitu, ukurannya yang sangat besar membuat peluang adanya kehidupan mirip Bumi terbilang kecil. 

“Sinyalnya sangat tipis, nyaris di batas kemampuan teleskop. Jadi semua kesimpulan masih butuh verifikasi,” ujar salah satu ilmuwan yang terlibat dalam riset ini.

Ilustrasi eksoplanet raksasa di dekat bintang Alpha Centauri A yang diamati teleskop James Webb.
Ilustrasi eksoplanet raksasa di dekat bintang Alpha Centauri A yang diamati teleskop James Webb.

Alpha Centauri sendiri merupakan sistem tiga bintang yang terdiri dari Alpha Centauri A, Alpha Centauri B, dan Proxima Centauri yang berjenis katai merah. 

Letaknya hanya sekitar empat tahun cahaya dari Bumi, menjadikannya target emas bagi pencarian planet-planet luar tata surya. 

Untuk mengamati objek misterius ini, tim memanfaatkan instrumen inframerah James Webb yang dilengkapi koronograf perangkat yang memblokir cahaya bintang demi menangkap objek yang lebih redup di sekitarnya.

Rencananya, pada 2027 pencarian ini akan mendapat dukungan dari teleskop luar angkasa baru bernama Nancy Grace Roman. 

Teleskop ini diklaim mampu memindai area langit 100 kali lebih luas dibanding Hubble dengan resolusi setara, plus memiliki koronograf eksperimental untuk mengamati eksoplanet secara langsung. 

Jika dua teleskop raksasa ini bekerja sama, peluang membuktikan keberadaan planet raksasa tersebut akan jauh lebih besar, sekaligus membuka babak baru dalam pencarian dunia asing yang berpotensi dihuni.