Berita BorneoTribun: Anggaran Infrastruktur 2025 hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Anggaran Infrastruktur 2025. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anggaran Infrastruktur 2025. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Agustus 2025

Pemprov Kalbar Fokus Benahi Jalan Rusak Berat, Siapkan Anggaran Rp475 Miliar di 2025

PONTIANAK - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) di bawah kepemimpinan Gubernur Ria Norsan menargetkan perbaikan besar-besaran jalan rusak berat di seluruh wilayah provinsi pada tahun anggaran 2025. Sebanyak Rp475 miliar disiapkan untuk memperbaiki ruas-ruas jalan provinsi yang kondisinya memprihatinkan, dengan harapan menambah persentase jalan mantap sekitar 4 persen.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalbar, Iskandar Zulkarnaen, mengatakan alokasi anggaran ini akan difokuskan pada kabupaten dan kota yang memiliki jalan rusak berat. “Tahun 2025, hampir seluruh kabupaten dan kota yang memiliki jalan rusak berat akan mendapat alokasi anggaran penanganan,” ujarnya di Pontianak, Sabtu (9/8/2025).

Pemprov Kalbar Fokus Benahi Jalan Rusak Berat, Siapkan Anggaran Rp475 Miliar di 2025
Gubernur Kalbar Ria Norsan meninjau kondisi jalan rusak berat yang akan diperbaiki pada 2025 dengan anggaran Rp475 miliar.

Ia menegaskan, perbaikan jalan menjadi prioritas mengingat keluhan masyarakat yang sudah lama mengemuka. Meski begitu, Iskandar mengingatkan bahwa perubahan dari jalan rusak berat menjadi jalan mantap tidak bisa terjadi secara instan karena keterbatasan anggaran daerah. “Target kami, alokasi anggaran tahun 2025 ini bisa meningkatkan kondisi jalan mantap provinsi sekitar 4 persen,” tambahnya.

Beberapa proyek prioritas akan dikebut di Kabupaten Ketapang (ruas Ketapang–Pesaguan dan Pesaguan–Kendawangan), Kabupaten Melawi (ruas Kota Baru–Sokan), Kabupaten Sintang (ruas Simpang Semubuk serta Simpang Medang–Nanga Mau–Tebidah–Bunyau), Kabupaten Kayong Utara (ruas Teluk Batang–Sukadana), serta wilayah lain seperti Sekadau, Sanggau, Kapuas Hulu, dan Kota Singkawang. Iskandar juga merespons kritik publik terkait kondisi jalan di Kalbar dengan mengajak semua pihak menyampaikan informasi secara proporsional dan berbasis data.

Pemerintah berharap proyek ini tak hanya memperbaiki konektivitas antarwilayah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Setiap rupiah anggaran dipikirkan dengan matang. Kami bekerja keras agar pembangunan ini benar-benar memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” pungkas Iskandar. Dengan dimulainya perbaikan pada 2025, masyarakat diharapkan segera merasakan hasil nyata dari program ini.

Reporter: Heri Yakop