Berita BorneoTribun: Antonio Guterres hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Antonio Guterres. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Antonio Guterres. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 April 2026

Iran Tuduh Blokade Laut AS Langgar Kedaulatan Dan Hukum Internasional

Iran menuding blokade laut AS melanggar kedaulatan dan hukum internasional. Ketegangan meningkat setelah protes resmi disampaikan ke PBB terkait keamanan kawasan.
Iran menuding blokade laut AS melanggar kedaulatan dan hukum internasional. Ketegangan meningkat setelah protes resmi disampaikan ke PBB terkait keamanan kawasan.

Pada Selasa, (14/4/2026), ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Iran secara resmi melayangkan protes keras ke Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB terkait kebijakan blokade laut yang dilakukan Amerika Serikat.

Perwakilan tetap Iran untuk PBB menyebut langkah tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negaranya. Dalam surat resmi yang dikirim kepada Sekretaris Jenderal PBB, Iran menilai blokade laut itu bukan sekadar kebijakan militer biasa, tetapi juga tindakan yang berpotensi memperburuk stabilitas kawasan.

Iran Sebut Blokade Langgar Kedaulatan Negara

Iran menilai kebijakan blokade laut yang dilakukan Amerika Serikat telah melanggar prinsip dasar hukum internasional. Menurut perwakilan Iran, tindakan tersebut dianggap sebagai bentuk agresi yang secara langsung mengganggu hak Iran dalam mengelola wilayah lautnya sendiri.

Dalam pernyataan resminya, pihak Iran menegaskan bahwa pembatasan lalu lintas kapal menuju pelabuhan Iran merupakan pelanggaran terhadap integritas wilayah negara. Mereka juga menyebut bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip hukum laut internasional yang selama ini menjadi pedoman bagi negara-negara di dunia.

Iran bahkan menilai bahwa langkah ini berisiko mengganggu aktivitas perdagangan global, terutama bagi negara-negara yang memiliki hubungan dagang melalui jalur laut Iran.

Surat Resmi Dikirim Ke PBB

Masih pada Selasa, (14/4/2026), Iran secara resmi mengirimkan surat kepada Sekretaris Jenderal PBB dan Dewan Keamanan PBB. Dalam surat tersebut, Iran meminta lembaga internasional itu untuk segera mengambil langkah tegas terhadap kebijakan blokade yang dianggap melanggar hukum internasional.

Iran juga meminta PBB untuk menghentikan tindakan yang dinilai bisa memicu konflik lebih besar di kawasan Timur Tengah. Dalam isi surat tersebut, Iran menyampaikan bahwa jika situasi terus memanas, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh negara-negara di kawasan, tetapi juga oleh stabilitas global.

Menurut Iran, kondisi kawasan saat ini sudah cukup sensitif, sehingga setiap kebijakan militer berpotensi menimbulkan efek domino yang berbahaya.

Risiko Ketegangan Regional Semakin Tinggi

Blokade laut yang dilakukan Amerika Serikat dinilai Iran sebagai ancaman nyata terhadap stabilitas keamanan regional. Iran menilai bahwa pembatasan aktivitas pelayaran di sekitar wilayahnya dapat memicu reaksi berantai dari negara lain yang memiliki kepentingan di jalur perdagangan laut tersebut.

Selain itu, Iran juga menegaskan bahwa setiap tindakan militer yang menghambat jalur pelayaran internasional dapat berdampak langsung pada ekonomi global. Jalur laut di kawasan Timur Tengah dikenal sebagai salah satu rute penting bagi distribusi energi dan perdagangan dunia.

Karena itu, Iran menilai bahwa konflik yang melibatkan jalur laut berpotensi memicu kenaikan harga energi serta mengganggu distribusi barang di berbagai negara.

Iran Tegaskan Hak Lindungi Wilayahnya

Dalam pernyataan lanjutannya, Iran menegaskan bahwa negara tersebut memiliki hak untuk melindungi wilayah dan kepentingan nasionalnya sesuai hukum internasional.

Iran menyatakan siap mengambil langkah yang dianggap perlu untuk menjaga kedaulatan wilayahnya. Namun, mereka juga menekankan bahwa langkah tersebut tetap akan dilakukan sesuai aturan hukum internasional.

Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Iran tidak akan tinggal diam jika kebijakan blokade terus berlanjut.

Dunia Internasional Diminta Waspada

Situasi ini membuat banyak pihak di dunia internasional ikut memantau perkembangan konflik tersebut. Iran mengingatkan bahwa jika tidak ditangani dengan bijak, ketegangan ini bisa berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Iran juga meminta komunitas internasional untuk berperan aktif dalam menjaga stabilitas kawasan dan memastikan setiap negara menghormati hukum internasional.

Hingga kini, ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat masih menjadi perhatian dunia, terutama karena dampaknya berpotensi meluas hingga ke sektor ekonomi global dan keamanan internasional.

Sabtu, 24 April 2021

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebutkan Planet di Ambang Kehancuran

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebutkan Planet di Ambang Kehancuran
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menyampaikan pidato di majelis rendah parlemen Bundestag di Berlin, Jerman, 18 Desember 2020. (Foto: REUTERS/Hannibal Hanschke)

BorneoTribun Amerika -- Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, Kamis (22/4), menyerukan upaya global untuk mengatasi perubahan iklim dalam acara virtual yang diselenggarakan AS.

Sekjen PBB memperingatkan para pemimpin dunia yang menghadiri KTT Iklim ini bahwa planet kita berada "di ambang kehancuran."

"Kita membutuhkan planet hijau, tetapi dunia dalam keadaan siaga. Kita berada di ambang kehancuran. Kita harus memastikan langkah selanjutnya berada di jalur yang benar. Para pemimpin di mana pun harus bertindak. Pertama, dengan membangun koalisi global untuk emisi bersih net-zero pada pertengahan abad - setiap negara, setiap wilayah, setiap kota, setiap perusahaan, dan setiap industri. Kedua, menjadikan dekade ini sebagai dekade transformasi," kata Guterres.

Ia mendesak negara-negara untuk menyerahkan kontribusi baru yang lebih ambisius dan ditentukan secara nasional untuk mitigasi, adaptasi dan keuangan, yang memaparkan tindakan dan kebijakan untuk 10 tahun ke depan yang selaras dengan jalur net-zero 2050.

Ia meminta para pemimpin untuk bertindak mengatasi perubahan iklim, dan menegaskan kembali posisinya untuk membangun koalisi global untuk emisi bersih net-zero pada pertengahan abad.

“Sejauh ini, hanya 18 hingga 24 persen dari pengeluaran pemulihan pandemi yang diperkirakan berkontribusi pada pengurangan emisi, polusi udara, atau memperkuat sumber daya alam. Triliunan dolar yang dibutuhkan untuk pemulihan COVID-19 adalah uang yang kita pinjam dari generasi mendatang. Kita tidak bisa menggunakan sumber daya ini untuk mengunci kebijakan yang membebani mereka dengan tumpukan hutang di planet yang rusak," kata Guterres.

“Mari kita sekarang memobilisasi kepemimpinan politik untuk bergerak maju bersama, mengatasi perubahan iklim, mengakhiri perang kita terhadap alam dan membangun kehidupan bermartabat dan kemakmuran bagi semua,” kata Guterres. [my/ka]

Oleh: VOA