Berita BorneoTribun: Aplikasi Chat hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Aplikasi Chat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aplikasi Chat. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Maret 2026

Meta AI Masuk WhatsApp, Pengguna Bisa Chatbot AI Dan Buat Gambar Langsung

Meta AI Masuk WhatsApp, Pengguna Bisa Chatbot AI Dan Buat Gambar Langsung
WhatsApp uji tab Meta AI baru di Android. Pengguna bisa chat AI, buat gambar, lihat statistik forward channel, hingga fitur pengawasan akun anak. (Gambar ilustrasi)

JAKARTA -- WhatsApp terus bergerak cepat menghadirkan inovasi baru bagi penggunanya. Melalui pembaruan versi beta, aplikasi pesan milik Meta Platforms ini mulai menguji tab khusus Meta AI yang akan menjadi pusat berbagai fitur berbasis kecerdasan buatan di dalam aplikasi.

Langkah ini menjadi sinyal bahwa WhatsApp semakin serius mengintegrasikan teknologi AI agar pengguna bisa memanfaatkan berbagai fitur cerdas tanpa perlu berpindah aplikasi.

Bagi pengguna yang gemar mencoba fitur terbaru, kabar ini tentu menarik. Pasalnya, kehadiran tab Meta AI membuat akses ke teknologi AI jadi jauh lebih praktis.

Tab Meta AI Jadi Pusat Fitur Kecerdasan Buatan

WhatsApp uji tab Meta AI baru di Android. Pengguna bisa chat AI, buat gambar, lihat statistik forward channel, hingga fitur pengawasan akun anak. (Gambar ilustrasi)
WhatsApp uji tab Meta AI baru di Android. Pengguna bisa chat AI, buat gambar, lihat statistik forward channel, hingga fitur pengawasan akun anak. (Gambar ilustrasi)

Berdasarkan laporan dari WABetaInfo, tab baru ini dirancang sebagai pusat interaksi AI di dalam WhatsApp.

Melalui menu tersebut, pengguna dapat:

  • Berinteraksi dengan chatbot Meta AI

  • Membuat gambar berbasis AI

  • Melakukan panggilan suara yang didukung AI

  • Mengeksplorasi berbagai fitur AI lainnya

Dengan konsep ini, WhatsApp mencoba menghadirkan pengalaman digital yang lebih sederhana. Pengguna tidak lagi perlu membuka aplikasi AI lain hanya untuk mencoba fitur-fitur tersebut.

Artinya, semua bisa dilakukan langsung dari WhatsApp.

Tab Communities Dihapus Dari Tampilan Utama

Untuk memberi ruang pada tab Meta AI, WhatsApp melakukan sedikit perubahan pada tampilan aplikasi.

Salah satunya adalah menghapus tab Communities dari halaman utama.

Namun pengguna tidak perlu khawatir. Fitur komunitas tersebut tidak benar-benar dihilangkan. WhatsApp tetap menyediakan akses ke komunitas melalui tab Chats, sehingga pengguna masih bisa mengelola dan berinteraksi dengan komunitas seperti biasa.

WhatsApp Uji Fitur Statistik Forward Di Channel

Selain integrasi AI, WhatsApp juga sedang mengembangkan fitur baru yang cukup menarik bagi admin channel.

Fitur tersebut adalah statistik jumlah forward.

Melalui fitur ini, admin dapat mengetahui berapa kali sebuah update channel diteruskan oleh pengguna ke percakapan lain.

Data tersebut memberikan gambaran baru tentang:

  • Seberapa luas konten menyebar

  • Seberapa menarik sebuah update

  • Potensi viral dari sebuah informasi

Sebelumnya, admin hanya dapat melihat jumlah reaksi pengguna. Namun dengan hadirnya statistik forward, admin kini memiliki metrik tambahan untuk memahami jangkauan distribusi konten.

Fitur Forward Juga Akan Terlihat Oleh Pengikut Channel

Pengembangan fitur ini tidak berhenti di situ.

Pada versi WhatsApp beta untuk iOS, WhatsApp juga mulai menguji perubahan baru. Dalam pembaruan tersebut, jumlah forward pada update channel tidak hanya bisa dilihat oleh admin, tetapi juga oleh seluruh pengikut channel.

Dengan demikian, pengguna dapat mengetahui seberapa populer atau sering dibagikan sebuah konten di dalam channel.

Hal ini diyakini dapat meningkatkan transparansi dan kepercayaan pengguna terhadap informasi yang dibagikan.

WhatsApp Siapkan Sistem Pengawasan Akun Anak

Selain fitur AI dan channel, WhatsApp juga sedang mengembangkan sistem akun yang dapat dikelola oleh orang tua atau guardian.

Konsep ini memungkinkan orang tua menghubungkan akun mereka dengan akun anak melalui proses verifikasi tertentu.

Tujuannya cukup jelas: memberikan kontrol tambahan terhadap komunikasi anak di dunia digital.

Salah satu fitur yang sedang diuji adalah kotak pesan khusus bernama Requests.

Pesan dari nomor yang tidak dikenal akan masuk ke kotak tersebut terlebih dahulu. Dengan begitu, orang tua dapat meninjau dan menyetujui pesan sebelum anak dapat membacanya.

Fitur ini diharapkan dapat membantu meningkatkan keamanan anak saat menggunakan aplikasi pesan instan.

Meta AI Berpotensi Hadir Dengan Paket Berlangganan

Di sisi lain, WhatsApp juga sedang mengeksplorasi kemungkinan menghadirkan paket berlangganan untuk layanan Meta AI.

Paket premium ini diperkirakan menawarkan beberapa keunggulan tambahan, seperti:

  • Respons AI lebih cepat

  • Akses ke model AI yang lebih canggih

  • Batas penggunaan yang lebih besar

Namun penting untuk dicatat, Meta AI tetap bisa digunakan secara gratis oleh seluruh pengguna.

Paket berlangganan hanya menjadi opsi tambahan bagi pengguna yang membutuhkan fitur AI lebih lengkap atau performa yang lebih tinggi.

WhatsApp Semakin Serius Mengembangkan AI

Jika melihat berbagai pengembangan tersebut, jelas bahwa WhatsApp sedang menuju era baru komunikasi berbasis kecerdasan buatan.

Mulai dari chatbot AI, pembuatan gambar, statistik channel, hingga pengawasan akun anak, semuanya menunjukkan bahwa WhatsApp ingin menjadi lebih dari sekadar aplikasi pesan.

Bagi pengguna, perubahan ini bisa menjadi kabar baik. Artinya, pengalaman menggunakan WhatsApp akan semakin pintar, aman, dan praktis.

Menarik untuk menunggu kapan seluruh fitur ini akan dirilis secara resmi untuk semua pengguna.

Senin, 09 Maret 2026

Pesan Dihapus Di Chat? Android Punya Cara Untuk Membacanya

Cara membaca pesan yang dihapus di Android bisa dilakukan lewat fitur Riwayat Notifikasi. Pengguna dapat melihat kembali teks pesan yang sempat muncul di notifikasi.
Cara membaca pesan yang dihapus di Android bisa dilakukan lewat fitur Riwayat Notifikasi. Pengguna dapat melihat kembali teks pesan yang sempat muncul di notifikasi.

Cara Membaca Pesan Yang Dihapus Di Android Lewat Fitur Bawaan

JAKARTA -- Pengguna ponsel Android ternyata memiliki cara sederhana untuk mengetahui isi pesan yang telah dihapus oleh lawan bicara di aplikasi pesan instan. Melalui fitur bawaan bernama Riwayat Notifikasi, pengguna masih dapat melihat teks pesan yang sebelumnya muncul di notifikasi ponsel.

Situasi ini sering terjadi ketika seseorang mengirim pesan lalu menghapusnya sebelum penerima sempat membaca. Di layar percakapan biasanya hanya muncul keterangan “pesan ini telah dihapus”, sehingga membuat penerima penasaran dengan isi pesan tersebut.

Cara membaca pesan yang dihapus di Android bisa dilakukan lewat fitur Riwayat Notifikasi. Pengguna dapat melihat kembali teks pesan yang sempat muncul di notifikasi.

Pada perangkat Android, sistem sebenarnya menyimpan catatan notifikasi dari berbagai aplikasi, termasuk aplikasi pesan instan. Catatan ini tersimpan dalam fitur Riwayat Notifikasi Android, yang dapat diaktifkan langsung melalui pengaturan perangkat.

Untuk mengaktifkannya, pengguna dapat membuka menu Pengaturan, lalu masuk ke bagian Notifikasi. Setelah itu pilih opsi Pengaturan Notifikasi Lainnya, kemudian cari menu Riwayat Notifikasi atau Log Notifikasi.

Jika fitur tersebut belum aktif, pengguna hanya perlu menggeser tombol pengaktifannya. Setelah diaktifkan, sistem Android akan mulai menyimpan semua notifikasi yang masuk dari berbagai aplikasi.

Ketika ada pesan yang dihapus di aplikasi pesan, pengguna dapat membuka kembali riwayat tersebut untuk melihat isi teks yang sebelumnya muncul dalam notifikasi. Notifikasi terbaru akan berada di bagian atas, sementara notifikasi lain dalam 24 jam terakhir tersusun berdasarkan aplikasi.

Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Secara default, fitur Riwayat Notifikasi Android biasanya dalam keadaan nonaktif, sehingga pengguna harus mengaktifkannya terlebih dahulu agar sistem mulai menyimpan notifikasi.

Selain itu, sistem hanya menyimpan riwayat notifikasi selama sekitar 24 jam. Artinya, pesan yang lebih lama dari periode tersebut tidak lagi dapat dilihat melalui fitur ini.

Karena keterbatasan sistem Android, informasi yang tersimpan juga tidak sepenuhnya lengkap. Umumnya hanya teks pesan yang muncul di notifikasi yang dapat dibaca kembali, sementara pesan suara, foto, atau file lain tidak dapat ditampilkan melalui riwayat tersebut.

Jika pesan yang dikirim cukup panjang, bagian yang terlihat di notifikasi juga bisa terpotong. Hal ini terjadi karena Android hanya menyimpan konten yang muncul di panel notifikasi.

Fitur Riwayat Notifikasi Android sendiri sudah tersedia di banyak smartphone modern dalam beberapa tahun terakhir. Pada perangkat Android yang lebih lama dan tidak memiliki fitur ini, pengguna masih dapat menggunakan aplikasi pihak ketiga yang berfungsi mencatat notifikasi.

Dengan memanfaatkan fitur bawaan tersebut, pengguna dapat mengetahui isi pesan yang sempat muncul sebelum dihapus oleh pengirim di aplikasi pesan.