Berita BorneoTribun: Arus Mudik hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Arus Mudik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arus Mudik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Maret 2026

Arus Mudik dan Balik Laut Banjarmasin 2026 Meningkat Hingga 20 Persen

Arus penumpang Lebaran 2026 di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin naik 20 persen. KSOP mencatat total 23.897 penumpang selama periode angkutan laut.
Arus penumpang Lebaran 2026 di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin naik 20 persen. KSOP mencatat total 23.897 penumpang selama periode angkutan laut.

BANJARMASIN - Lonjakan arus penumpang angkutan laut saat Lebaran 2026 di Pelabuhan Trisakti jadi sorotan. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin mencatat peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Kepala KSOP, Heri Purwanto, mengungkapkan total pergerakan penumpang selama Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 mencapai 23.897 orang. Angka ini naik sekitar 20 persen dibanding periode Lebaran 2025 yang berada di kisaran 19.914 penumpang.

“Terjadi peningkatan sekitar 3.983 penumpang dibanding tahun lalu,” ujar Heri saat penutupan posko terpadu di Banjarmasin, Selasa.

Rincian Arus Penumpang

Dari total tersebut, jumlah penumpang datang tercatat 8.784 orang, meningkat 24 persen. Sementara penumpang berangkat mencapai 15.113 orang, naik 18 persen.

Puncak arus mudik terjadi pada 17 Maret 2026 dengan 2.868 penumpang berangkat. Sedangkan puncak arus balik tercatat pada 29 Maret 2026, dengan 1.332 penumpang datang.

Pergerakan Kendaraan Ikut Meningkat

Tak hanya penumpang, arus kendaraan juga mengalami kenaikan selama periode 13–30 Maret 2026.

  • Kendaraan datang: 2.278 unit (naik 30 persen)

  • Kendaraan berangkat: 3.129 unit (naik 9 persen)

  • Total kendaraan: 5.407 unit (naik 17 persen)

Jumlah kunjungan kapal penumpang selama periode ini tercatat sebanyak 22 call.

Aktivitas Dermaga Pendukung

KSOP juga memantau aktivitas di beberapa dermaga penyeberangan:

Dermaga Banjar Raya

  • Penumpang: 11.976 orang

  • Kendaraan roda dua: 6.075 unit

  • Kunjungan kapal: 332

Dermaga Aranio

  • Penumpang: 10.882 orang

  • Kendaraan roda dua: 277 unit

  • Kunjungan kapal: 646

Koordinasi Jadi Kunci Kelancaran

Menurut Heri, peningkatan arus ini bisa diantisipasi dengan baik berkat optimalisasi fasilitas serta koordinasi lintas instansi.

“Penyelenggaraan angkutan laut Lebaran 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar,” tegasnya.

Analisis Singkat (E-E-A-T)

Dari sisi pengalaman dan keahlian, data resmi KSOP menunjukkan tren peningkatan mobilitas masyarakat via jalur laut. Hal ini memperkuat peran pelabuhan sebagai simpul transportasi penting di Kalimantan Selatan.

Secara otoritatif, KSOP sebagai lembaga resmi pemerintah memiliki kredibilitas tinggi dalam penyajian data transportasi laut. Transparansi data juga meningkatkan kepercayaan publik.

FAQ

1. Berapa total penumpang Lebaran 2026 di Pelabuhan Trisakti?
Sebanyak 23.897 penumpang selama periode 13–30 Maret 2026.

2. Apakah terjadi peningkatan dibanding tahun lalu?
Ya, terjadi kenaikan sekitar 20 persen atau 3.983 penumpang.

3. Kapan puncak arus mudik dan balik?
Mudik: 17 Maret 2026
Balik: 29 Maret 2026

4. Bagaimana dengan kendaraan?
Total kendaraan mencapai 5.407 unit, naik 17 persen.

5. Apa faktor kelancaran arus Lebaran tahun ini?
Koordinasi lintas instansi dan optimalisasi sarana prasarana.

Sabtu, 28 Maret 2026

Dishub Kobar Pastikan Arus Mudik Lebaran 2026 Aman Dengan 4.718 Penumpang

Arus mudik Lebaran 2026 di Terminal Natai Suka Kobar berjalan aman dengan total 4.718 penumpang, didukung sinergi Dishub dan instansi terkait.
Arus mudik Lebaran 2026 di Terminal Natai Suka Kobar berjalan aman dengan total 4.718 penumpang, didukung sinergi Dishub dan instansi terkait.

PALANGKA RAYA -- Arus mudik Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 Hijriah di Terminal Natai Suka, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, berlangsung aman, lancar, dan tertib.

Berdasarkan data Posko Terpadu, jumlah penumpang kumulatif tercatat mencapai 4.718 jiwa selama periode operasional sejak 16 Maret 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kobar, Rawandi, menyampaikan bahwa dari total tersebut, sebanyak 2.426 penumpang tercatat datang, sementara 2.292 penumpang berangkat.

“Data ini merupakan hasil rekapitulasi Posko Terpadu yang kami jalankan selama masa mudik,” ujarnya di Pangkalan Bun, Jumat.

Pergerakan Armada Bus Meningkat Selama Mudik

Selain jumlah penumpang, Dinas Perhubungan Kobar juga mencatat pergerakan armada bus yang cukup tinggi.

Sebanyak 91 bus tercatat tiba dan 95 bus berangkat dari Terminal Natai Suka. Layanan ini mencakup angkutan Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).

Aktivitas tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran tahun ini.

Peran Aktif Dishub Dalam Posko Terpadu

Rawandi menjelaskan, pihaknya menerjunkan personel secara aktif dalam Posko Terpadu guna memastikan kelancaran arus mudik.

Petugas melakukan pemantauan intensif serta pelaporan data harian terkait jumlah armada dan pergerakan penumpang.

“Personel kami terus siaga untuk memastikan seluruh layanan angkutan berjalan optimal,” tambahnya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama perjalanan mudik.

Sinergi Lintas Instansi Jadi Kunci Kelancaran

Keberhasilan pengelolaan arus mudik ini tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, tenaga kesehatan, hingga relawan.

Pengawasan terpadu dinilai mampu memastikan pelayanan transportasi berjalan maksimal, sekaligus meminimalkan potensi gangguan selama periode Lebaran.

Bupati Kobar Apresiasi Peran Semua Pihak

Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah, memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menjaga keamanan dan ketertiban selama momen Lebaran.

Menurutnya, sinergi yang solid menjadi faktor utama terciptanya situasi yang aman dan kondusif.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama semua elemen, termasuk masyarakat yang ikut menjaga ketertiban,” ungkapnya.

Ia juga menilai partisipasi aktif masyarakat dalam mematuhi aturan menjadi kunci penting dalam menciptakan suasana Lebaran yang nyaman dan penuh kebersamaan.

Secara keseluruhan, pelaksanaan arus mudik Lebaran 2026 di Kabupaten Kotawaringin Barat berjalan sukses. Dengan total 4.718 penumpang, pengelolaan transportasi dinilai efektif berkat koordinasi lintas instansi dan dukungan masyarakat.

Momentum ini menjadi bukti bahwa kolaborasi yang baik mampu menciptakan perjalanan mudik yang aman, lancar, dan nyaman bagi semua.

FAQ

1. Berapa jumlah penumpang mudik di Terminal Natai Suka 2026?

Total penumpang mencapai 4.718 jiwa, terdiri dari 2.426 penumpang datang dan 2.292 berangkat.

2. Kapan Posko Terpadu mulai beroperasi?

Posko Terpadu mulai beroperasi sejak 16 Maret 2026.

3. Berapa jumlah bus yang beroperasi selama mudik?

Sebanyak 91 bus tiba dan 95 bus berangkat dari Terminal Natai Suka.

4. Apa saja jenis angkutan yang digunakan?

Meliputi Bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) dan AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi).

5. Siapa yang terlibat dalam pengamanan mudik?

Dishub, TNI, Polri, tenaga kesehatan, relawan, serta masyarakat turut berperan.

Terminal Samarinda Catat 6.495 Penumpang Selama Mudik Lebaran 2026

Arus mudik Lebaran 2026 rute Kaltim-Kalsel berjalan lancar tanpa insiden, melayani total 6.495 penumpang sejak H-8 hingga H+4.
Arus mudik Lebaran 2026 rute Kaltim-Kalsel berjalan lancar tanpa insiden, melayani total 6.495 penumpang sejak H-8 hingga H+4.

Samarinda – Layanan transportasi bus Antar-Kota Antar-Provinsi (AKAP) rute Kalimantan Timur (Kaltim) menuju Kalimantan Selatan (Kalsel) selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026 berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Samarinda Seberang, Yunita Sari, memastikan tidak ada laporan insiden maupun gangguan operasional sepanjang periode tersebut.

“Sejauh ini tidak ada laporan insiden maupun bus mogok dari arus mudik hingga balik karena semua armada rutin melakukan pengecekan berkala beserta penerapan ketat protokol keselamatan pengemudi,” ujarnya di Samarinda, Jumat.

Total 6.495 Penumpang Dilayani

Data mencatat total 6.495 penumpang menggunakan layanan transportasi ini sejak H-8 atau 13 Maret hingga H+4 Lebaran pada 26 Maret 2026.

Dari jumlah tersebut:

  • 3.481 penumpang tercatat datang

  • 3.014 penumpang tercatat berangkat

Hal ini menunjukkan mobilitas masyarakat selama Lebaran tetap tinggi namun terkendali.

Puncak Arus Mudik Dan Balik

Puncak arus mudik terjadi pada:

  • H-2 Lebaran (19 Maret 2026) dengan 426 penumpang datang

Sedangkan keberangkatan tertinggi terjadi pada:

  • H-3 (18 Maret 2026) dengan 349 penumpang

Sementara itu, lonjakan arus balik terjadi pada:

  • H+3 (25 Maret 2026) dengan 438 penumpang datang

Grafik ini memperlihatkan pola klasik mudik Lebaran, di mana arus balik biasanya lebih tinggi dibandingkan keberangkatan awal.

70 Armada Bus Disiagakan

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pihak terminal menyiapkan sekitar 70 armada bus jarak jauh.

Armada tersebut berasal dari beberapa perusahaan otobus (PO), yaitu:

  • Damri

  • Bintang Mas

  • Pulau Indah Jaya

  • Samarinda Lestari

Setiap bus memiliki kapasitas sekitar 44 kursi penumpang, sehingga mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat selama periode sibuk.

Keamanan Jadi Prioritas Utama

Pihak pengelola terminal menegaskan bahwa keselamatan penumpang menjadi prioritas utama. Setiap armada diwajibkan menjalani pemeriksaan rutin, termasuk kondisi kendaraan dan kesiapan pengemudi.

Langkah ini terbukti efektif menjaga kelancaran perjalanan selama musim mudik dan arus balik Lebaran 2026.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Berapa total penumpang mudik Kaltim-Kalsel 2026?
Totalnya mencapai 6.495 penumpang sejak H-8 hingga H+4 Lebaran.

2. Apakah ada insiden selama mudik Lebaran 2026?
Tidak ada laporan insiden maupun bus mogok selama periode tersebut.

3. Kapan puncak arus mudik terjadi?
Puncak kedatangan terjadi pada H-2 Lebaran (19 Maret 2026).

4. Kapan puncak arus balik terjadi?
Terjadi pada H+3 Lebaran (25 Maret 2026).

5. Berapa jumlah bus yang disiapkan?
Sekitar 70 armada bus AKAP disiagakan untuk melayani penumpang.

Minggu, 22 Maret 2026

Arus Mudik Lebaran 1447 H, Bandara Syamsudin Noor Catat 12.958 Penumpang

Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru layani 12.958 pemudik selama dua hari lebaran 1447 H, siapkan penerbangan tambahan antisipasi lonjakan penumpang.
Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru layani 12.958 pemudik selama dua hari lebaran 1447 H, siapkan penerbangan tambahan antisipasi lonjakan penumpang.

Banjarbaru – Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mencatat total 12.958 penumpang yang terangkut melalui 118 penerbangan selama dua hari lebaran pada Sabtu dan Minggu (21–22 Maret 2026).

“Penumpang terangkut dalam 118 penerbangan selama dua hari lebaran pada Sabtu dan Minggu hari ini,” ujar Ahmad Zulfian Noor, Head of Branch Communication & CSR Department Bandara Internasional Syamsudin Noor, Minggu.

Rinciannya, pada Sabtu (21/3) tercatat 6.139 penumpang dengan 58 penerbangan, sedangkan pada Minggu (22/3) ada 6.819 penumpang dengan 60 penerbangan.

Sejak H-8 hingga hari lebaran, total 91.781 pemudik telah melintasi bandara dengan 860 penerbangan. Zulfian menambahkan, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2026, dengan 12.716 penumpang.

“Sejumlah maskapai telah menyiapkan penerbangan tambahan jika diperlukan ketika terjadi lonjakan penumpang signifikan,” katanya. Hingga saat ini, sudah ada 52 penerbangan tambahan yang beroperasi untuk melayani arus mudik.

Bandara Internasional Syamsudin Noor terus memaksimalkan layanan agar arus mudik dan arus balik berjalan lancar, termasuk penerapan protokol kesehatan, sistem informasi digital, dan koordinasi dengan pihak maskapai.

Dengan prediksi puncak arus balik yang padat, penumpang diimbau untuk mengecek jadwal penerbangan dan memanfaatkan layanan tambahan yang tersedia agar perjalanan tetap nyaman.

FAQ (Frequently Asked Questions)

Q1: Berapa total penumpang yang melintasi Bandara Syamsudin Noor saat lebaran 1447 H?
A1: Total penumpang yang terangkut pada Sabtu dan Minggu mencapai 12.958 orang, sedangkan sejak H-8 hingga lebaran mencapai 91.781 penumpang.

Q2: Kapan puncak arus balik diperkirakan terjadi?
A2: Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2026, dengan prediksi 12.716 penumpang.

Q3: Apakah ada penerbangan tambahan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang?
A3: Ya, hingga saat ini 52 penerbangan tambahan telah beroperasi untuk melayani arus mudik.

Q4: Bagaimana penumpang bisa memastikan penerbangan mereka aman dan nyaman?
A4: Penumpang disarankan cek jadwal penerbangan melalui maskapai dan memanfaatkan penerbangan tambahan yang tersedia.

Kamis, 19 Maret 2026

Mudik Gratis Batola 2026, Warga Kuripan Difasilitasi Speedboat Sungai

Pemkab Batola sediakan mudik gratis jalur sungai ke Kuripan pakai speedboat. Program ini bantu warga pulang kampung lebih aman dan nyaman saat Lebaran.
Pemkab Batola sediakan mudik gratis jalur sungai ke Kuripan pakai speedboat. Program ini bantu warga pulang kampung lebih aman dan nyaman saat Lebaran.

MARABAHAN – Kabar baik buat warga yang ingin mudik ke kampung halaman saat Lebaran. Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, kembali menghadirkan program mudik gratis jalur sungai khusus menuju Kecamatan Kuripan.

Program ini jadi solusi nyata buat masyarakat yang selama ini kesulitan akses transportasi darat.

Kepala Dinas Perhubungan Batola, Jaya Hidayatullah, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan empat armada speedboat untuk mendukung kelancaran arus mudik tahun ini.

“Mudik gratis berlangsung selama empat hari sebelum Hari Raya Idul Fitri untuk arus keberangkatan dan empat hari setelahnya untuk arus balik,” ujarnya di Marabahan, Kamis.

Akses Sungai Jadi Andalan

Mudik gratis ini bukan tanpa alasan. Secara geografis, sebagian wilayah Batola memang cukup sulit dijangkau lewat jalur darat.

Salah satu contohnya adalah Kecamatan Kuripan, yang hingga kini masih sangat bergantung pada transportasi sungai sebagai jalur utama mobilitas masyarakat.

Karena itu, keberadaan program ini terasa sangat membantu, terutama saat momen penting seperti Lebaran.

Warga yang sudah mendaftar sebelumnya akan diberangkatkan dari Dermaga Siring Ulek Marabahan, menyusuri Sungai Barito menuju Kuripan.

Bukan Sekadar Mudik, Tapi Jaga Kearifan Lokal

Lebih dari sekadar fasilitas transportasi, program ini juga menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap budaya dan kearifan lokal masyarakat pesisir sungai.

Transportasi air bukan hanya pilihan, tapi sudah jadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga.

“Minat masyarakat setiap tahun selalu tinggi, makanya program ini terus kami gelar,” tambah Jaya.

Aman, Nyaman, dan Tertib

Pemerintah daerah memastikan seluruh armada yang digunakan dalam kondisi layak dan aman.

Selain itu, penumpang juga diimbau untuk tetap tertib dan mengikuti aturan selama perjalanan demi keselamatan bersama.

Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat bisa merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga tanpa harus khawatir soal akses transportasi.

Selasa, 17 Maret 2026

1.400 Pemudik Berangkat Dari Pelabuhan Sampit

Gubernur Kalteng melepas 1.400 pemudik dari Pelabuhan Sampit menuju Semarang dan memastikan arus mudik berjalan aman, lancar, serta nyaman.
Gubernur Kalteng melepas 1.400 pemudik dari Pelabuhan Sampit menuju Semarang dan memastikan arus mudik berjalan aman, lancar, serta nyaman.

Palangkaraya -- Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, melepas langsung keberangkatan 1.400 pemudik dari Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Senin. 

Para pemudik diberangkatkan menggunakan KM Lawit dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang.

Dalam kesempatan tersebut, Agustiar menyampaikan doa dan harapannya agar seluruh penumpang dapat tiba dengan selamat dan berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. 

Ia juga memastikan pemerintah daerah memberikan perhatian penuh terhadap kelancaran arus mudik tahun ini.

Kunjungan kerja yang dilakukan Gubernur bertujuan untuk meninjau langsung aktivitas penumpang serta kesiapan fasilitas di Pelabuhan Sampit. 

Ia menekankan pentingnya pelayanan maksimal agar perjalanan pemudik berjalan aman dan nyaman.

Selain melepas secara simbolis, Agustiar juga naik ke atas kapal untuk berinteraksi dengan penumpang dan berdialog dengan kapten kapal. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan langsung terhadap kesiapan pelayaran, termasuk aspek keselamatan.

Dalam pesannya, Gubernur mengingatkan para penumpang agar tetap waspada selama perjalanan, terutama mengingat potensi peningkatan tindak kriminalitas saat momentum mudik Lebaran. Ia juga menitipkan pesan kepada awak kapal untuk mengutamakan keselamatan seluruh penumpang.

Sementara itu, Ketua Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 Pelabuhan Sampit, Gusti Muchlis, menyampaikan bahwa KM Lawit mengangkut sekitar 1.400 penumpang menuju Semarang. Pihaknya telah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.

Salah satu langkah yang diterapkan adalah percepatan proses boarding guna menghindari penumpukan di area terminal.

Strategi ini dinilai efektif dalam mengurai kepadatan, terutama setelah sebelumnya terjadi peningkatan jumlah kapal dan penumpang pada hari sebelumnya.

Secara umum, arus mudik di Pelabuhan Sampit terpantau berjalan lancar. Pihak posko memastikan seluruh proses keberangkatan berjalan sesuai prosedur dan mengedepankan keselamatan serta kenyamanan penumpang.

Pekerja IKN Dorong Lonjakan Penumpang Bandara Sepinggan Saat Lebaran

Bandara Sepinggan Balikpapan memprediksi 313.170 penumpang saat mudik Lebaran 2026. Aktivitas sekitar 10 ribu pekerja IKN ikut memicu kenaikan mobilitas penerbangan. (Gambar ilustrasi AI)
Bandara Sepinggan Balikpapan memprediksi 313.170 penumpang saat mudik Lebaran 2026. Aktivitas sekitar 10 ribu pekerja IKN ikut memicu kenaikan mobilitas penerbangan. (Gambar ilustrasi AI)

BALIKPAPAN – Aktivitas pembangunan dan operasional di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) turut berdampak pada peningkatan mobilitas masyarakat di Kalimantan Timur, khususnya menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Pengelola Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan memprediksi jumlah penumpang selama periode angkutan Lebaran tahun ini mencapai 313.170 orang.

General Manager Angkasa Pura Bandara SAMS Sepinggan, R Iwan Winaya Mahdar, menyampaikan bahwa angka tersebut merupakan hasil analisa tren pergerakan penumpang serta peningkatan mobilitas masyarakat di wilayah Balikpapan dan kawasan sekitar IKN.

“Berdasarkan perhitungan dan analisa yang kami lakukan, total akan ada 313.170 pemudik yang melewati Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan pada musim Lebaran tahun ini,” ujarnya di Balikpapan, Senin.

Mobilitas Pekerja IKN Pengaruhi Arus Mudik

Jumlah penumpang tersebut diperkirakan naik sekitar 2 persen dibandingkan periode Lebaran 2025. Peningkatan ini tidak lepas dari aktivitas ribuan pekerja yang berada di kawasan IKN.

Saat ini, diperkirakan terdapat sekitar 10.000 orang yang tinggal maupun bekerja di kawasan IKN. Rinciannya meliputi:

  • sekitar 7.800 pekerja konstruksi,

  • 1.170 aparatur sipil negara (ASN) Otorita IKN,

  • serta pekerja lain yang bermukim di sekitar kawasan pembangunan ibu kota baru tersebut.

Sebagian dari para pekerja tersebut diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik ke daerah asal masing-masing menggunakan transportasi udara melalui Bandara Sepinggan.

Bahkan, sejumlah tiket penerbangan pada periode menjelang Lebaran dilaporkan telah dipesan lebih awal oleh para pekerja maupun masyarakat yang tinggal di wilayah penyangga IKN.

Pergerakan Penumpang Diperkirakan 20 Ribu Per Hari

Berdasarkan tren dua tahun terakhir, pergerakan penumpang di Bandara Sepinggan selama masa angkutan Lebaran diperkirakan berada di kisaran 20.000 hingga 22.000 penumpang per hari.

Pola tersebut mengikuti tren arus mudik dan arus balik Lebaran yang terjadi pada tahun 2024 dan 2025.

Dengan potensi peningkatan tersebut, pihak pengelola bandara telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran operasional penerbangan.

Bandara Perkuat Layanan Dan Keamanan

Manajemen Bandara Sepinggan memastikan kesiapan fasilitas dan operasional guna menghadapi lonjakan penumpang selama periode libur Idul Fitri.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:

  • optimalisasi fasilitas terminal dan apron,

  • pengaturan slot time pergerakan pesawat,

  • pengendalian antrean di area check-in,

  • peningkatan layanan penanganan bagasi,

  • serta kesiapan personel keamanan bandara.

Selain itu, pihak bandara juga memperkuat koordinasi lintas instansi untuk memastikan kelancaran operasional penerbangan selama periode mudik.

“Koordinasi lintas sektor menjadi kunci penyelenggaraan angkutan udara yang aman, lancar, dan nyaman,” jelas Iwan.

Antisipasi Cuaca Ekstrem Selama Lebaran

Sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko operasional, pengelola bandara juga bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balikpapan.

Kerja sama tersebut dilakukan untuk memantau potensi cuaca ekstrem yang dapat mempengaruhi jadwal penerbangan selama musim mudik.

Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan operasional Bandara Sepinggan tetap berjalan optimal meski terjadi peningkatan volume penumpang selama Lebaran 2026.

Amankan Mudik Lebaran, Polres Kutim Dirikan 7 Posko Layanan Strategis

Polres Kutim mengaktifkan 7 posko pelayanan Lebaran 2026 untuk memantau arus mudik, menjaga keamanan warga, serta mengawasi jalur rawan kemacetan di Kutai Timur.
Polres Kutim mengaktifkan 7 posko pelayanan Lebaran 2026 untuk memantau arus mudik, menjaga keamanan warga, serta mengawasi jalur rawan kemacetan di Kutai Timur.

SANGATTA – Kepolisian Resor Kutai Timur (Polres Kutim), Kalimantan Timur, menyiapkan tujuh posko pelayanan di sejumlah titik strategis selama periode Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus mudik sekaligus menjaga keamanan masyarakat.

Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto mengatakan, posko tersebut disebar di berbagai lokasi yang dinilai menjadi pusat aktivitas masyarakat selama momen Lebaran.

“Tujuh posko ini tersebar di sejumlah lokasi, seperti posko terpadu di Simpang 3 Pendidikan Kecamatan Sangatta Utara, kemudian dua posko di Pantai Kenyamukan dan Pantai Teluk Lombok Sangkima di wilayah Sangatta Selatan,” kata Fauzan di Sangatta, Senin.

Selain itu, Polres Kutim juga menyiapkan empat pos pelayanan tambahan di jalur strategis yang sering dilalui pemudik.

Pos tersebut berada di Jalan Poros Sangatta–Bontang, tepatnya di wilayah Teluk Pandan, Simpang 3 Perdau Bengalon, Simpang 3 Jembatan Sangkulirang, serta Bundaran SP4 di Kecamatan Kombeng.

Menurut Fauzan, keberadaan posko tersebut tidak hanya untuk memantau arus lalu lintas, tetapi juga sebagai pusat pengawasan keamanan di sejumlah objek vital selama masa mudik dan arus balik Lebaran.

Pengamanan Malam Takbiran Hingga Salat Id

Polres Kutim juga telah memetakan pengamanan kegiatan keagamaan selama Hari Raya Idul Fitri. Pengamanan dilakukan mulai dari malam takbiran hingga pelaksanaan Salat Idul Fitri.

Tercatat ada 155 masjid dan 107 lapangan di seluruh wilayah Kutai Timur yang menjadi lokasi pelaksanaan Salat Id.

Petugas kepolisian akan melakukan pengamanan di berbagai titik tersebut untuk memastikan kegiatan ibadah berlangsung aman dan tertib.

Patroli Pangan Dan Keamanan Permukiman

Selain pengamanan kegiatan keagamaan, Polres Kutim juga meningkatkan patroli rutin di berbagai lokasi.

Salah satunya dengan menurunkan Satgas Pangan yang bertugas melakukan pengawasan terhadap distribusi bahan kebutuhan pokok di gudang-gudang penyimpanan.

“Satgas Pangan melakukan pemantauan dan patroli setiap hari untuk memastikan stok bahan pokok aman serta mencegah potensi penimbunan,” jelas Fauzan.

Patroli juga dilakukan di permukiman warga yang ditinggal mudik guna mencegah tindak kriminal, seperti pencurian rumah kosong.

Tak hanya itu, pengawasan juga difokuskan di sejumlah titik strategis seperti:

  • terminal

  • bandara

  • jalur mudik

  • jalur poros antar kecamatan

  • titik rawan kecelakaan lalu lintas

  • kawasan rawan bencana

Pengawasan Pusat Keramaian

Polres Kutim juga meningkatkan pengamanan di pusat aktivitas masyarakat.

Pengawasan dilakukan di berbagai tempat keramaian, seperti:

  • pusat perbelanjaan

  • pasar tradisional

  • mal dan supermarket

  • minimarket

  • tempat wisata

  • Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)

Langkah ini dilakukan untuk memastikan aktivitas masyarakat selama libur Lebaran tetap aman dan kondusif.

Layanan Titip Kendaraan Gratis

Dalam upaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, Polres Kutim juga menyediakan layanan penitipan kendaraan gratis bagi warga yang hendak mudik.

Masyarakat dapat menitipkan kendaraan mereka di Polres, Polsek, maupun pos polisi terdekat.

Namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yakni membawa KTP dan STNK asli serta fotokopinya sebagai bukti kepemilikan kendaraan.

Pantauan Lalu Lintas Real Time Dengan CCTV Dan Drone

Untuk memperkuat pengawasan lalu lintas selama masa mudik, Polres Kutim juga menghadirkan mini command center yang ditempatkan di Mapolres Kutim dan Pos Pendidikan.

Sistem ini terintegrasi dengan jaringan CCTV milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutai Timur, sehingga petugas dapat memantau kondisi lalu lintas secara real time.

Tak hanya itu, pengawasan juga akan dibantu dengan patroli udara menggunakan drone.

Drone tersebut akan digunakan untuk memantau sejumlah jalur rawan kemacetan, khususnya di kawasan Sangatta hingga Teluk Pandan.

Dengan berbagai langkah tersebut, Polres Kutim berharap masyarakat dapat menjalani mudik Lebaran dengan aman, nyaman, dan lancar.

Sabtu, 14 Maret 2026

Mudik Lebaran 2026 Di Kalbar Diprediksi Ramai, Bandara Supadio Beri Diskon Hingga 50 Persen

Bandara Supadio memprediksi penumpang mudik Lebaran 2026 meningkat 3 persen. Diskon layanan bandara hingga 50 persen disiapkan untuk mendukung perjalanan yang lebih nyaman.
Bandara Supadio memprediksi penumpang mudik Lebaran 2026 meningkat 3 persen. Diskon layanan bandara hingga 50 persen disiapkan untuk mendukung perjalanan yang lebih nyaman.

Bandara Supadio Prediksi Lonjakan Penumpang Saat Mudik Lebaran 2026

PONTIANAK -- Arus mudik dan balik Lebaran tahun 2026 diperkirakan akan kembali ramai di Kalimantan Barat. Pengelola Bandara Internasional Supadio memprediksi jumlah penumpang akan meningkat sekitar tiga persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

General Manager bandara, Maya Damayanti, mengatakan pihaknya telah mempersiapkan berbagai langkah untuk memastikan pelayanan tetap berjalan optimal selama periode mudik.

“Untuk Lebaran tahun ini, kami memperkirakan jumlah penumpang meningkat sekitar tiga persen dibandingkan tahun lalu. Hal ini menjadi perhatian kami agar seluruh pelayanan tetap berjalan maksimal,” ujar Maya di Sungai Raya, Kalimantan Barat, Jumat.

Tren Pemesanan Tiket Terus Meningkat

Menurut Maya, proyeksi kenaikan jumlah penumpang tersebut didasarkan pada tren pergerakan penumpang dan meningkatnya pemesanan tiket pesawat menjelang musim mudik.

Setiap tahun, periode menjelang Lebaran memang menjadi salah satu waktu tersibuk bagi transportasi udara. Banyak masyarakat memilih pesawat untuk pulang kampung karena dinilai lebih cepat dan praktis.

Kondisi ini membuat pengelola bandara harus meningkatkan kesiapan operasional agar arus penumpang tetap lancar dan nyaman.

Diskon Layanan Bandara Hingga 50 Persen

Sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran perjalanan udara selama musim mudik, PT Angkasa Pura Indonesia menyiapkan program diskon tarif layanan bandara.

Potongan harga hingga 50 persen diberikan untuk sejumlah layanan, termasuk jasa pelayanan pesawat dan penumpang di terminal selama periode arus mudik dan balik Lebaran.

Kebijakan ini diharapkan dapat membantu maskapai menekan biaya operasional sehingga harga tiket penerbangan dapat lebih terjangkau bagi masyarakat.

“Kami berharap diskon ini bisa membantu maskapai dan pada akhirnya berdampak pada harga tiket yang lebih bersahabat bagi penumpang,” jelas Maya.

Selain peningkatan layanan, pihak bandara juga memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait. Kerja sama dilakukan dengan TNI, Polri, imigrasi, serta sejumlah lembaga lainnya guna menjaga keamanan dan kelancaran operasional bandara.

Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama masa puncak mudik dan arus balik Lebaran.

Dengan berbagai persiapan tersebut, manajemen Bandara Supadio optimistis pelayanan kepada penumpang selama Lebaran 2026 dapat berjalan aman, tertib, dan nyaman.

“Kami berkomitmen memastikan seluruh penumpang dapat melakukan perjalanan mudik dan kembali dengan pengalaman yang aman serta menyenangkan,” tutup Maya.

Kamis, 12 Maret 2026

Operasi Ketupat 2026 Di Samarinda Libatkan 1.202 Personel

Polresta Samarinda mengerahkan 1.202 personel gabungan dalam Operasi Ketupat 2026 untuk mengamankan arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah di berbagai titik strategis kota.
Polresta Samarinda mengerahkan 1.202 personel gabungan dalam Operasi Ketupat 2026 untuk mengamankan arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah di berbagai titik strategis kota.

Samarinda, Kaltim – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda mengerahkan 1.202 personel gabungan untuk mengamankan arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat 2026. Ribuan personel tersebut disiagakan di sepuluh titik strategis guna memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat selama perayaan Lebaran.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, mengatakan seluruh kekuatan gabungan dikerahkan secara maksimal agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman. Operasi pengamanan ini melibatkan personel dari Polresta Samarinda, Kodim 0901, Denpom, Satbrimob Polda Kalimantan Timur, serta berbagai instansi pemerintahan terkait.

Sebanyak sepuluh titik pengamanan disiapkan yang terdiri dari satu pos pelayanan terpadu, tiga pos pelayanan, empat pos pengamanan, serta dua pos pengawasan terminal. Seluruh pos tersebut berfungsi untuk memantau situasi keamanan sekaligus memberikan pelayanan bagi masyarakat selama arus mudik berlangsung.

Pos Pelayanan Terpadu yang berada di Taman Semarendah menjadi pusat kendali operasi dan beroperasi selama 24 jam penuh. Pos ini menjadi titik koordinasi utama dalam pengendalian Operasi Ketupat 2026 di Kota Samarinda.

Sementara itu, tiga pos pelayanan ditempatkan di lokasi strategis yang menjadi jalur mobilitas masyarakat, yakni Bandara APT Pranoto, Pelabuhan Nusantara, dan Exit Tol Palaran. Ketiga lokasi tersebut difokuskan untuk memantau kelancaran arus lalu lintas serta pergerakan pemudik yang menggunakan jalur udara, laut, maupun darat.

Aparat keamanan juga memperkuat pengawasan di pusat keramaian dengan mendirikan empat pos pengamanan di kawasan pusat perbelanjaan. Lokasi tersebut meliputi Big Mall, Samarinda Square, Pasar Pagi, dan Samarinda Central Plaza yang diprediksi akan dipadati pengunjung selama menjelang dan saat perayaan Lebaran.

Selain itu, pergerakan penumpang jalur darat turut diawasi melalui pos pengamanan di Terminal Bus Sungai Kunjang dan Terminal Samarinda Seberang. Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan keamanan penumpang sekaligus mengantisipasi potensi gangguan ketertiban selama arus mudik.

Hendri Umar menjelaskan Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Setelah operasi resmi berakhir, kepolisian tetap melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan hingga 29 Maret 2026 guna mengantisipasi potensi kerawanan saat arus balik Idul Fitri.

Sebagai langkah pencegahan tindak kejahatan, Polresta Samarinda juga menyediakan fasilitas penitipan kendaraan secara gratis di Markas Komando Polresta serta di seluruh Polsek jajaran bagi masyarakat yang hendak mudik.

Kapolresta turut mengimbau masyarakat agar memastikan rumah dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan. Warga diminta memastikan pintu rumah terkunci serta kompor dalam kondisi mati guna menghindari potensi kebakaran selama masa mudik.

Selain penjagaan di pos-pos pengamanan, tim patroli kepolisian juga rutin menyisir kawasan permukiman padat penduduk. Patroli ini dilakukan untuk menjaga keamanan rumah kosong yang ditinggalkan pemiliknya selama arus mudik Lebaran.

Pertamina Patra Niaga Siaga Ramadan Idul Fitri

Pertamina membentuk Satgas Ramadan Idul Fitri 2026 untuk memastikan pasokan energi Ramadan tetap aman di Kalimantan serta mendukung kelancaran arus mudik dan aktivitas masyarakat. (Gambar ilustrasi)
Pertamina membentuk Satgas Ramadan Idul Fitri 2026 untuk memastikan pasokan energi Ramadan tetap aman di Kalimantan serta mendukung kelancaran arus mudik dan aktivitas masyarakat. (Gambar ilustrasi)

TANJUNG SELOR – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan kesiapan pasokan energi selama Ramadan dan Idul Fitri 2026 dengan membentuk Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri 2026 yang mulai bertugas sejak Senin (9/3). Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi BBM dan LPG selama periode peningkatan mobilitas masyarakat.

Pembentukan Satgas Ramadan Idul Fitri Pertamina ini bertujuan mendukung kelancaran ibadah, perjalanan mudik, serta aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai wilayah Kalimantan selama bulan Ramadan hingga perayaan Idul Fitri.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani, mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap potensi peningkatan kebutuhan energi selama periode tersebut.

“Kami telah memetakan potensi peningkatan kebutuhan energi. Seluruh aspek operasional, mulai dari stok hingga distribusi telah kami siapkan agar masyarakat dapat menjalani Ramadhan dan merayakan Idul Fitri dengan tenang dan nyaman,” ujar Isfahani dalam keterangan tertulis yang diterima di Tanjung Selor, Rabu.

Berdasarkan proyeksi perusahaan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret 2026 serta 18–19 Maret 2026. Sementara itu, arus balik diprediksi berlangsung pada 24–25 Maret 2026 dan 28–29 Maret 2026.

Pengalaman dari pelaksanaan Satgas pada tahun sebelumnya menunjukkan bahwa konsumsi gasoline dan LPG biasanya meningkat selama Ramadan dan Idul Fitri. Sebaliknya, konsumsi gasoil dan kerosene cenderung mengalami penyesuaian.

Proyeksi tersebut menjadi dasar bagi Pertamina untuk memperkuat strategi suplai energi agar distribusi di seluruh wilayah Kalimantan tetap aman dan terkendali selama masa libur panjang tersebut.

Dari sisi infrastruktur, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menyiagakan berbagai fasilitas pendukung distribusi energi. Di antaranya 16 Terminal BBM, tiga Terminal LPG, 11 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU), 786 SPBU, serta 558 unit Pertashop.

Selain itu, terdapat pula 527 agen LPG, 52 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), dan 13 agen minyak tanah yang siap melayani kebutuhan masyarakat.

Distribusi energi juga diperkuat dengan dukungan armada logistik yang terdiri dari 762 unit mobil tangki serta 99 unit skidtank guna menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menambahkan pihaknya juga menyiapkan berbagai layanan tambahan di jalur potensial seperti jalur tol, jalur wisata, dan jalur lintas utama.

“Kami menyiapkan 90 SPBU Siaga 24 Jam, 326 Agen LPG Siaga, layanan BBM dan Kiosk Pertamina Siaga, Motorist/PDS BBM serta mobil tangki standby,” kata Edi.

Selain itu, Pertamina juga menghadirkan empat unit Serambi MyPertamina yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat beristirahat selama perjalanan mudik.

Menurut Edi, fasilitas tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat selama periode Ramadan dan Idul Fitri.

2.274 Personel Gabungan Amankan Idul Fitri 1447 H Dalam Operasi Ketupat Kapuas 2026

Polda Kalbar mengerahkan 2.274 personel gabungan dalam Operasi Ketupat Kapuas 2026 untuk mengamankan Idul Fitri 1447 H selama 13 hari di berbagai wilayah Kalimantan Barat.
Polda Kalbar mengerahkan 2.274 personel gabungan dalam Operasi Ketupat Kapuas 2026 untuk mengamankan Idul Fitri 1447 H selama 13 hari di berbagai wilayah Kalimantan Barat.

Pontianak – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat melalui Kepolisian Daerah Kalimantan Barat mengerahkan sebanyak 2.274 personel gabungan untuk mengamankan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat Kapuas 2026.

Pengamanan tersebut dipimpin oleh Kapolda Kalbar, Pipit Rismanto, yang menyatakan bahwa operasi akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi ini melibatkan personel dari Polri serta berbagai instansi terkait guna memastikan keamanan masyarakat selama masa mudik dan libur Lebaran.

Menurut Pipit, total 2.274 personel yang diterjunkan terdiri dari 730 personel Polri dan 1.544 personel gabungan dari TNI serta instansi terkait lainnya.

“Sebanyak 2.274 personel dilibatkan dalam Operasi Ketupat Kapuas 2026 yang terdiri dari 730 personel Polri dan 1.544 personel dari TNI serta instansi terkait lainnya,” ujar Pipit di Pontianak, Rabu.

Fokus Pengamanan Arus Mudik Dan Balik Lebaran

Operasi ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang merayakan Idul Fitri, terutama dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

Kapolda Kalbar menjelaskan bahwa momentum Idul Fitri tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga berdampak besar terhadap berbagai aktivitas masyarakat, termasuk meningkatnya pergerakan orang, aktivitas ekonomi, serta kepadatan transportasi di berbagai wilayah.

Untuk mendukung kelancaran pengamanan, Polda Kalbar akan mendirikan 59 pos pengamanan yang tersebar di sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Barat.

Pos tersebut terdiri dari:

  • 38 Pos Pengamanan

  • 15 Pos Pelayanan

  • 6 Pos Terpadu

Pos-pos ini ditempatkan di berbagai titik strategis, seperti rumah ibadah, terminal, pelabuhan, bandara, objek wisata, hingga pusat perbelanjaan yang diprediksi menjadi pusat aktivitas masyarakat selama libur Lebaran.

Mobilitas Masyarakat Diprediksi Meningkat

Pipit juga menyebutkan bahwa mobilitas masyarakat pada Idul Fitri tahun ini diperkirakan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh sejumlah momentum hari libur nasional yang berdekatan.

Selain arus mudik Lebaran, peningkatan aktivitas masyarakat juga dipicu oleh rangkaian perayaan keagamaan sebelumnya seperti Imlek dan Cap Go Meh, serta libur panjang nasional yang berdekatan dengan perayaan Nyepi.

Kondisi tersebut diprediksi akan memicu lonjakan pergerakan masyarakat, baik untuk perjalanan mudik, wisata, maupun aktivitas ekonomi lainnya.

Komitmen Pengamanan Lebaran

Melalui Operasi Ketupat Kapuas 2026, Polda Kalbar bersama Tentara Nasional Indonesia, kementerian, lembaga terkait, serta berbagai mitra kamtibmas berkomitmen memberikan pengamanan dan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Langkah ini diharapkan dapat memastikan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di Kalimantan Barat berlangsung aman, lancar, dan kondusif, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas masyarakat selama masa libur Lebaran.

Selasa, 10 Maret 2026

Jelang Idul Fitri 1447 H, Polres Landak Matangkan Pengamanan Lewat Rakor Sektoral

Polres Landak menggelar rakor lintas sektoral untuk mempersiapkan pengamanan Idul Fitri 1447 H melalui Operasi Ketupat Kapuas 2026 guna menjaga keamanan dan kelancaran mudik.
Polres Landak menggelar rakor lintas sektoral untuk mempersiapkan pengamanan Idul Fitri 1447 H melalui Operasi Ketupat Kapuas 2026 guna menjaga keamanan dan kelancaran mudik.

Kapolres Landak Pimpin Rakor Lintas Sektoral, Landak Siap Sambut Idul Fitri 1447 H

Ngabang, Kalbar – Suasana serius namun penuh semangat terlihat di Aula BKPM Polres Landak pada Senin (9/3/2026). Berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, hingga stakeholder berkumpul dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral untuk mempersiapkan pengamanan Idul Fitri 1447 H di Kabupaten Landak.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, SH, S.I.K bersama pejabat utama dan para Kapolsek jajaran Polres Landak. Turut hadir perwakilan pemerintah daerah yang diwakili Staf Ahli Bupati Landak Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Alessius Asnanda serta Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Landak Ezra Geovani.

Selain unsur pemerintah daerah, kegiatan ini juga dihadiri perwakilan TNI, instansi terkait, serta stakeholder penting seperti PT Jasa Raharja, PLN, dan pengelola SPBU di wilayah Kabupaten Landak. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan selama perayaan Idul Fitri 1447 H.

Dalam arahannya, Kapolres Landak menegaskan bahwa pengamanan Lebaran tahun ini akan dilaksanakan melalui Operasi Ketupat Kapuas 2026 yang berlangsung pada 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi ini menjadi bagian dari strategi Polres Landak untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama periode mudik dan libur Lebaran.

AKBP Devi Ariantari juga menyoroti sejumlah potensi kerawanan yang perlu menjadi perhatian bersama. Salah satunya adalah kondisi infrastruktur jalan yang masih ditemukan berlubang di beberapa titik, sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Para Kapolsek diminta segera melakukan pendataan lokasi rawan kecelakaan. Langkah antisipasi seperti pemasangan tanda atau lingkaran pada jalan berlubang akan dilakukan guna meminimalisir risiko kecelakaan selama arus mudik.

Selain itu, Kapolres juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data tahun 2025 terjadi peningkatan angka kriminalitas, terutama dengan sasaran rumah kosong saat musim mudik. Peningkatan kecelakaan lalu lintas juga tercatat akibat kondisi jalan dan padatnya arus kendaraan pengangkut CPO menuju Pelabuhan Kijing.

Untuk mendukung kelancaran arus mudik, Polres Landak akan mendirikan Pos Pengamanan di dua wilayah strategis, yaitu wilayah hukum Polsek Mempawah Hulu dan Polsek Mandor. Keberadaan pos tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Landak untuk menjadi polisi bagi diri sendiri. Dengan kewaspadaan bersama, kita dapat menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar Kapolres.

Dalam rapat tersebut, sejumlah instansi juga menyampaikan kesiapan masing-masing. Dinas Perhubungan Kabupaten Landak memastikan akan menempatkan personel di beberapa pos pelayanan terpadu selama arus mudik dan balik Lebaran.

Kodim 1210/Landak juga menyatakan kesiapan membantu pengamanan dengan menurunkan personel di sejumlah titik strategis. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat pengamanan wilayah selama pelaksanaan Operasi Ketupat Kapuas 2026.

Sementara itu, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Landak menyampaikan bahwa hasil inspeksi mendadak pada 5 Maret 2026 menunjukkan stok bahan pokok masih dalam kondisi aman. Dalam waktu dekat, pemerintah juga akan menggelar operasi pasar serta menyalurkan tambahan 500 tabung LPG 3 kilogram untuk masyarakat.

Di sektor kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Landak menegaskan kesiapan tenaga medis yang akan ditempatkan di pos pelayanan kesehatan. Seluruh fasilitas UGD dan IGD di puskesmas juga akan siaga selama 24 jam sepanjang periode Idul Fitri.

Dinas PUPR Kabupaten Landak juga mulai melakukan penanganan jalan rusak di sejumlah ruas penting seperti jalur Ngabang–Serimbu dan Pinyuh–Sebadu. Selain itu, pemasangan rambu serta pagar pengaman dilakukan pada titik jalan berlubang guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak turut menyatakan kesiapsiagaan dengan menyiagakan petugas selama 24 jam untuk mengantisipasi potensi kebakaran, banjir, tanah longsor, maupun angin puting beliung.

Dari sektor energi, PLN Ngabang memastikan pasokan listrik tetap stabil selama periode Lebaran. Dukungan gardu berjalan, dua unit genset, serta layanan pengaduan melalui call center PLN 123 disiapkan untuk menjaga kelancaran pelayanan.

Sementara itu, pengelola SPBU di Kabupaten Landak memastikan pasokan bahan bakar minyak dalam kondisi aman. Distribusi BBM dipastikan tetap lancar karena pasokan berasal dari berbagai wilayah, termasuk kawasan Timur Tengah, Singapura, dan Afrika.

Melalui koordinasi lintas sektor ini, seluruh pihak berharap pelaksanaan Idul Fitri 1447 H di Kabupaten Landak dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh khidmat. Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan suasana Lebaran yang nyaman bagi warga maupun para pemudik. (Tino)

Rabu, 26 Maret 2025

Jelang Arus Mudik, Polresta Pontianak Tingkatkan Patroli di Pemukiman dan Sambangi Petugas Keamanan

Jelang Arus Mudik, Polresta Pontianak Tingkatkan Patroli di Pemukiman dan Sambangi Petugas Keamanan
Jelang Arus Mudik, Polresta Pontianak Tingkatkan Patroli di Pemukiman dan Sambangi Petugas Keamanan.

PONTIANAK -- Menjelang arus mudik Lebaran, Polresta Pontianak semakin gencar meningkatkan patroli di pemukiman warga guna memastikan keamanan rumah-rumah yang ditinggalkan pemiliknya. 

Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi tindak kejahatan seperti pencurian rumah kosong selama masa libur Lebaran. 

Selain itu, petugas juga menyambangi petugas keamanan di perumahan dan lingkungan warga untuk memberikan imbauan Kamtibmas terkait pencegahan tindak kriminal.

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Adhe Hariadi, S.I.K., M.H., melalui Kasat Samapta, AKP Samidi, menegaskan bahwa patroli ini merupakan bentuk komitmen Polresta Pontianak dalam menjaga keamanan masyarakat. 

"Kami ingin memastikan bahwa rumah-rumah yang ditinggalkan selama mudik tetap dalam kondisi aman. Oleh karena itu, kami mengimbau warga untuk selalu memastikan pintu dan jendela terkunci dengan baik serta memberitahukan tetangga atau petugas keamanan setempat agar bisa membantu mengawasi," ujar AKP Samidi.

Selain meningkatkan patroli, petugas juga memberikan arahan kepada petugas keamanan di perumahan agar lebih waspada dan aktif dalam memantau lingkungan sekitar. 

Warga juga disarankan untuk tidak meninggalkan barang berharga di rumah serta memastikan sistem keamanan seperti CCTV dan penerangan berfungsi dengan baik. Dengan demikian, risiko tindak kriminal dapat diminimalisir.

Jelang Arus Mudik, Polresta Pontianak Tingkatkan Patroli di Pemukiman dan Sambangi Petugas Keamanan
Jelang Arus Mudik, Polresta Pontianak Tingkatkan Patroli di Pemukiman dan Sambangi Petugas Keamanan.

Salah satu warga yang ditemui, Budi (45), mengapresiasi langkah Polresta Pontianak dalam menjaga keamanan selama musim mudik. 

"Saya merasa lebih tenang meninggalkan rumah untuk mudik karena adanya patroli rutin dari kepolisian. Ini sangat membantu agar lingkungan tetap aman," ungkapnya.

Polresta Pontianak berkomitmen untuk terus meningkatkan keamanan selama periode mudik ini. Selain patroli rutin, berbagai langkah preventif lainnya juga akan dilakukan guna memastikan perayaan Idulfitri berlangsung aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga.

Dengan adanya peningkatan patroli ini, diharapkan masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik dengan tenang, tanpa harus khawatir akan keamanan rumah yang ditinggalkan. 

Polresta Pontianak juga mengajak seluruh warga untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing agar tetap aman selama musim Lebaran.

Sabtu, 22 Maret 2025

Presiden Prabowo Tegaskan Seluruh Jajaran Harus All Out Kawal Kelancaran Arus Mudik Lebaran 2025

Presiden Prabowo Tegaskan Seluruh Jajaran Harus All Out Kawal Kelancaran Arus Mudik Lebaran 2025
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan keterangan pers usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat, 21 Maret 2025. (Foto: BPMI Setpres)

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto nggak main-main soal persiapan arus mudik dan arus balik Lebaran 2025. Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar Jumat, 21 Maret 2025, di Istana Kepresidenan Jakarta, Prabowo menegaskan bahwa seluruh jajaran Kabinet Merah Putih harus all out mengawal kelancaran mudik tahun ini.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan bahwa puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 26-28 Maret 2025, sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 6-7 April 2025. Pemerintah pun sudah menyiapkan berbagai strategi biar perjalanan masyarakat tetap nyaman, aman, dan bebas hambatan.

“Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sudah siap dengan alat berat dan material buat mengatasi jalan rusak yang mungkin terjadi. Sementara Kementerian Perhubungan memastikan kelancaran transportasi darat, laut, udara, dan kereta api, terutama di titik-titik rawan macet,” ujar AHY kepada media seusai sidang.

Selain infrastruktur, Prabowo juga menekankan pentingnya koordinasi antar-kementerian dan lembaga supaya kebijakan yang dikeluarkan pemerintah bisa dipahami dengan baik oleh masyarakat. Komunikasi yang lancar diharapkan bisa meminimalisir kebingungan dan memastikan mudik tahun ini berjalan lebih smooth.

“Ini jadi salah satu bahan evaluasi kita. Harapannya, kerja tetap fokus dan komunikasi juga semakin baik,” tambah AHY.

Pemerintah terus berusaha maksimal supaya kebijakan yang dibuat benar-benar terasa manfaatnya oleh masyarakat. Baik dari tingkat pusat maupun daerah, semua elemen pemerintahan bakal kerja keras memastikan arus mudik dan arus balik berjalan dengan lancar.

So, buat kamu yang berencana mudik, nggak usah khawatir! Pemerintah sudah gercep (gerak cepat) mempersiapkan segala sesuatunya biar perjalanan pulang kampung kamu tetap aman dan nyaman. Selamat mudik, tetap hati-hati di jalan!

Kamis, 20 Maret 2025

3 Titik Rawan Kecelakaan Menjelang Mudik Lebaran 2025

3 Titik Rawan Kecelakaan Menjelang Mudik Lebaran 2025
3 Titik Rawan Kecelakaan Menjelang Mudik Lebaran 2025. (Gambar ilustrasi)

NTB - Mudik Lebaran 2025 semakin dekat, dan berbagai persiapan mulai dilakukan oleh masyarakat yang ingin pulang kampung. 

Namun, sebelum melakukan perjalanan, ada baiknya kita mengetahui titik-titik rawan kecelakaan agar bisa lebih waspada. 

Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) telah memetakan tiga wilayah dengan tingkat kecelakaan tertinggi menjelang arus mudik 2025, yaitu Lombok Barat, Lombok Timur, dan Sumbawa.

1. Jalan Bypass Lombok Barat

Jalan Bypass Lombok Barat menjadi salah satu titik paling rawan kecelakaan karena pengendara sering memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. 

Wadirlantas Polda NTB, AKBP Leo Dedy Defretes, mengingatkan pemudik agar lebih berhati-hati saat melintasi jalur ini, terutama saat malam hari. 

Mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman dengan kendaraan lain bisa menjadi langkah bijak untuk menghindari kecelakaan.

2. Jalur Layang Mataram-Kayangan, Lombok Timur

Jalur ini juga menjadi perhatian karena kondisi jalan yang memiliki beberapa tanjakan dan turunan curam. Selain itu, faktor cuaca seperti kabut dan hujan dapat memperburuk visibilitas pengendara. 

Oleh karena itu, pemudik diimbau untuk selalu mengecek kondisi kendaraan sebelum berangkat dan memastikan rem dalam keadaan baik.

3. Jalur Trans Sumbawa

Jalur ini dikenal dengan kondisi jalan yang panjang dan melelahkan, sehingga risiko kecelakaan akibat kelelahan pengemudi cukup tinggi. 

Bagi para pemudik yang melintasi jalur ini, penting untuk beristirahat secara berkala agar tetap fokus saat berkendara.

Persiapan Mudik 2025 Agar Aman dan Nyaman

Untuk memastikan arus mudik 2025 berjalan lancar, Polda NTB akan menggelar Operasi Ketupat Rinjani 2025 dan mendirikan tiga posko terpadu di titik strategis guna membantu pemudik mendapatkan informasi serta layanan darurat. 

Selain itu, koordinasi dengan berbagai pihak, seperti pengelola pelabuhan, bandara, dan terminal, terus dilakukan agar jalur mudik lebih siap dan aman.

Tips Mudik Hemat dan Aman

Agar perjalanan mudik aman dan nyaman, ada beberapa tips yang bisa dilakukan:

  1. Periksa kondisi kendaraan – Pastikan rem, ban, oli, dan lampu kendaraan berfungsi dengan baik.
  2. Siapkan fisik dan mental – Tidur cukup sebelum berangkat agar tidak mengantuk di perjalanan.
  3. Hindari membawa barang berlebihan – Muatan berlebih dapat mengurangi keseimbangan kendaraan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
  4. Gunakan aplikasi navigasi – Untuk mengetahui rute alternatif dan kondisi lalu lintas terkini.
  5. Manfaatkan promo tiket – Bagi pemudik yang menggunakan transportasi umum, mencari tiket lebih awal bisa lebih hemat.

Dengan persiapan yang matang dan kewaspadaan ekstra, arus mudik 2025 diharapkan berjalan lebih lancar, minim kecelakaan, serta tetap nyaman bagi semua pemudik. 

Selalu utamakan keselamatan dan patuhi rambu lalu lintas agar perjalanan ke kampung halaman tetap menyenangkan!

Selasa, 19 April 2022

Pemerintah Perbolehkan Anak-Anak dan Remaja Mudik Tanpa Tes COVID-19

Pemerintah Perbolehkan Anak-Anak dan Remaja Mudik Tanpa Tes COVID-19
Menko Ekon Airlangga Hartarto dan Menkes Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers usai Ratas Evaluasi PPKM di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (18/04/2022). (Foto: Humas Setkab/Agung)


Borneo Tribun, Jakarta -- Pemerintah memutuskan bahwa anak-anak dan remaja yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua dapat melakukan mudik tanpa perlu menunjukkan hasil tes COVID-19, baik PCR maupun Antigen. Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah memperhatikan dinamika yang terjadi di masyarakat terkait kebijakan vaksin penguat (booster) sebagai salah satu syarat mudik.


Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (18/04/2022), usai Rapat Terbatas mengenai Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).


“Kita memang mensyaratkan booster kalau tidak mau dites antigen atau PCR untuk mudik. Tapi booster ini kan hanya diberikan ke di atas 18 tahun ke atas. Jadi memang ada dinamika. Ini kalau anak-anak di bawah 18 tahun gimana? Mau di-booster juga belum boleh. Jadi akhirnya diputuskan oleh Bapak Presiden anak-anak, remaja, kalau mau mudik belum di-booster enggak apa-apa, enggak usah dites antigen,” ujar Budi.


Dengan keputusan ini, pemerintah berharap anak-anak dapat menikmati mudi bersama keluarga.


“Jadi bisa mendampingi orang tuanya untuk mudik tanpa perlu tes PCR atau antigen, asal vaksinasinya sudah dua kali. Jadi, ini hadiah dari beliau kepada anak-anak kita yang keluarganya mau menikmati mudik ini dengan lebih baik lagi,” ujarnya.


Pada kesempatan tersebut, Menkes juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak baik TNI, Polri, BIN, dan pemerintah daerah yang turut bekerja keras menyukseskan program vaksinasi nasional. 


Menurut Budi, hampir 200 juta masyarakat Indonesia telah mendapat suntikan vaksin dalam kurun waktu 15 bulan.


“Alhamdulillah sampai sekarang sudah 392 juta dosis vaksin diberikan ke 198 juta masyarakat Indonesia. Sudah hampir 200 juta dalam waktu 15 bulan. Ini pencapaian yang luar biasa,” ujarnya.


Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi memberikan catatan terkait kegiatan-kegiatan saat Lebaran. 


Pemerintah mempersilakan halalbihalal diselenggarakan dengan protokol kesehatan yang ketat dan diimbau tanpa acara makan dan minum.


“Kegiatan halal bihalal diselenggarakan dengan protokol kesehatan dan diimbau untuk tidak ada makan minum, dan makan minum pun harus sesuai dengan jarak dan tempat,” jelasnya.


(YK/FID/TGH/UN)

Presiden Ajak Masyarakat Hindari Puncak Arus Mudik

Presiden Ajak Masyarakat Hindari Puncak Arus Mudik
Presiden RI Joko Widodo.


Borneo Tribun, Jakarta -- Survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunjukkan bahwa akan ada 23 juta mobil dan 17 juta sepeda motor yang akan digunakan oleh para pemudik tahun 2022 ini.


Jumlah yang sangat besar ini diperkirakan akan menimbulkan kemacetan parah.


Oleh karena itu, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengimbau masyarakat untuk mudik lebih awal untuk mengurangi kemacetan.


“Saya mengajak masyarakat untuk menghindari puncak arus mudik pada tanggal 28, 29, dan 30 April 2022."


"Saya mengajak masyarakat untuk mudik lebih awal, tentu saja menyesuaikan dengan jadwal libur dari tempat bekerja,” ujar Jokowi.


Kepala Negara menambahkan, pemerintah juga telah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi kemacetan pada saat arus mudik.


“Pemerintah telah menyiapkan rekayasa lalu lintas melalui aturan ganjil genap, pemberlakuan satu arah (one way), dan larangan truk masuk jalan tol,” kata Jokowi.


Menutup pernyataannya, Presiden juga kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.


“Jangan lupa tetap mematuhi protokol kesehatan utamanya memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” tandasnya.


(YK/TGH/UN)

Selasa, 18 Mei 2021

Pintu Masuk Lombok Utara Perketat Penjagaan

Pintu Masuk Lombok Utara Perketat Penjagaan
Pintu Masuk Lombok Utara Perketat Penjagaan.

BorneoTribun Lombok Utara, NTB - Guna menghindari hal-hal yang tidak diharapkan, Anggota Pos Penyekatan di pintu masuk jalur lintas Mataram ke Lombok Utara tepatnya di Pusuk desa menggala kecamatan pemenang, menghimbau kepada masyarakat tidak menggunakan mobil bak terbuka atau Pickup untuk membawa penumpang.

Himbauan tersebut disampaikan oleh Kapolres Lombok utara Polda NTB AKBP Feri Jaya Satriansyah SH melalui Kasat Lantas Polres Lotara Iptu I Made Sugaiarta SH mengingat saat libur lebaran masyarakat sering menggunakan mobil bak terbuka membawa penumpang saat bepergian.

“Imbauan ini kami sampaikan karena banyak warga yang menggunakan mobil bak terbuka. Selain dilarang untuk membawa penumpang, juga sangat berpotensi menimbulkan kecelakaan,” kata Kasa Lantas Polres Lotara dalam keterangan persnya Selasa 18 mei 2021

Kasat Lantas menambahkah untuk pengamanan perayaan dan liburan lebaran Idul Fitri 1442 H jajaranya sudah siap stand bay baik di jalur perbatasan di pos penyekatan di Pusuk dan Klui kecamatan pemenang maupun yang menuju lokasi objek-objek wisata Kabupaten Lombok Utara untuk memastikan setiap masyarakat yang memasuki wilayah Kabupaten Lombok Utara mematuhi standar Protokol Kesehatan untuk meminimalisir penyebaran Virus Diseases Covid 19 

Sementara itu sejumlah kendaraan barang yang membawa penumpang yang melintas di Jalur lintas Mataram Kabupaten Lombok Utara melalui Pusuk dan lombok utara terpaksa dihentikan oleh Petugas. Selain mendapat teguran, mereka juga dihimbau agar menggunakan kendaraan umum.

Punumpang harus diturunkan dan disarankan untuk menggunakan angkutan umum. Hal tersebut dilakukan demi keamanan dan keselamatan masyarakat yang tengah merayakan libur lebaran,” tegas Kasat Lantas.

(Adbravo)

Minggu, 16 Mei 2021

Antisipasi Arus Balik, Pemerintah Terapkan Random-Test dan Mandatory-Check COVID-19

Antisipasi Arus Balik, Pemerintah Terapkan Random-Test dan Mandatory-Check COVID-19
Keterangan Pers terkait Antisipasi Mobilitas Masyarakat dan Pencegahan Lonjakan Kasus COVID-19 Pasca Libur Lebaran,, secara virtual, Sabtu (15/05/2021). (Foto: Humas Kemenko Perekonomian)

BorneoTribun Jakarta -- Untuk mengantisipasi arus balik mobilitas masyarakat pasca libur Lebaran dan mencegah terjadinya lonjakan kasus COVID-19, pemerintah menerapkan kebijakan random-test dan mandatory-check  COVID-19. Keputusan penerapan kebijakan ini merupakan hasil dari koordinasi antarinstansi pusat dan daerah.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Sabtu (15/05/2021).

“Random-test diterapkan untuk perjalanan dari beberapa provinsi di Pulau Jawa menuju Jakarta, sedangkan mandatory-check untuk perjalanan dari Sumatra menuju ke Jawa dan Jakarta, yang diberlakukan mulai hari ini, 15 Mei 2021” ujarnya.

Mandatory-check COVID-19 atas dokumen RT-PCR/swab test antigen/GeNose akan dilakukan untuk semua pelaku perjalanan, sesuai dengan Surat Edaran (SE) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Nomor 13 Tahun 2021. Pengecekan ini diterapkan untuk arus balik dari wilayah di Pulau Sumatra ke Jakarta melalui penyeberangan Bakauheni – Merak, dan akan dilakukan di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung.

Sedangkan penerapan random-test COVID-19 dilakukan untuk arus pergerakan masyarakat dari Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Barat (Jabar) menuju Jakarta, baik melalui jalan tol maupun jalan nasional. Pengecekan dengan rapid test antigen ada di sekitar 21 lokasi titik pengecekan di seluruh provinsi yang ada di Pulau Jawa menuju Jakarta.

Random-test ini terbagi dalam dua kelompok. Pertama, untuk Jalan Tol Trans-Jawa yang dikelola Jasa Marga (dari Timur menuju Jakarta) terdapat 18 lokasi, dengan rincian 13 lokasi di rest area, 4 lokasi di pintu masuk tol utama, serta 1 lokasi di eks Gerbang Tol Cikarang Utama KM.31.

Kedua, untuk Jalan Tol Jakarta-Merak (dari Barat menuju Jakarta) terdapat 3 lokasi, dengan rincian dua lokasi di rest area KM.45 dan KM.68 serta 1 lokasi di Pintu Masuk Tol Cikupa.

Selain itu disiapkan juga random test di beberapa titik di jalan nasional. Saat ini diterapkan di empat lokasi dan akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan berdasarkan laporan dari Ditlantas Polda. Keempat lokasi tersebut adalah di Jembatan Timbang Balonggandu, Karawang, Jabar; Pos Tegal Gubug di Susukan, Cirebon, Jabar; lokasi antara Indramayu – Jatibarang; serta lokasi antara Sukabumi – Cianjur arah ke Jakarta.

“Informasi dari Kemenhub sudah lebih 1,5 juta orang yang melakukan perjalanan keluar Jakarta, karena itu perlu diantisipasi kembalinya pasca libur Lebaran,” tutur Airlangga.

Semua Gubernur di Sumatra dan Jawa, diminta mengambil tindakan untuk mencegah potensi peningkatan kasus COVID-19, dengan melakukan pemeriksaan secara ketat dokumen RT-PCR/swab test antigen/GeNose setiap pelaku perjalanan arus balik di pos penyekatan dan titik pengecekan. Di Lampung dibentuk Satgas Khusus Penanganan Arus Balik dari Pulau Sumatra menuju Pulau Jawa, untuk melakukan mandatory-check terhadap dokumen RT-PCR/swab test antigen/GeNose setiap pelaku perjalanan arus balik di Pelabuhan Bakauheni.

Pelaku perjalanan dengan hasil positif COVID-19, wajib melakukan isolasi di tempat yang disediakan oleh satgas daerah, dengan rujukan ke fasilitas kesehatan setempat. Apabila dekat dengan daerah asal, pasien dapat kembali ke daerah asalnya, namun apabila dekat dengan Jakarta, pasien direkomendasikan ke Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Jakarta.

Waspadai Peningkatan Kasus COVID-19 di Sumatra

Terkait informasi terkini kasus COVID-19 di Indonesia, Airlangga menyatakan bahwa saat ini Indonesia relatif lebih baik dibandingkan dengan global. Persentase kesembuhan Indonesia adalah 91,85 persen, lebih tinggi dari persentase kesembuhan global 86,92 persen. Sedangkan persentase kasus aktif Indonesia di angka 5,4 persen, lebih rendah dari global 11 persen.

Pada bulan Mei ini, kontribusi kasus positif COVID-19 nasional dari Pulau Jawa turun 11,06 persen, namun sebaliknya di Pulau Sumatera kontribusi kasus nasional naik 27,22 persen. Angka kematian di Pulau Jawa menurun 16,07 persen, sementara Pulau Sumatra naik menjadi 17,18 persen.

Untuk Bed Occupancy Rate (BOR) secara nasional per 13 Mei adalah 29 persen. Namun adanya peningkatan eskalasi kasus positif di sebagian besar provinsi di Sumatra mengakibatkan beberapa provinsi memiliki BOR yang cukup tinggi.

“Peningkatan ini harus terus diwaspadai. Namun di sisi lain, upaya-upaya pengendalian yang dilakukan tahun ini terbukti lebih efektif daripada tahun lalu,” pungkas Airlangga. 

(HUMAS KEMENKO PEREKONOMIAN/UN)