Berita BorneoTribun: Asep Guntur Rahayu hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Asep Guntur Rahayu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asep Guntur Rahayu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 April 2026

KPK Sambangi Mabes Polri, Bahas Sinergi Penanganan Korupsi

KPK dan Polri memperkuat koordinasi penanganan kasus korupsi. Asep Guntur ungkap beberapa perkara masih tahap awal penyelidikan.
KPK dan Polri memperkuat koordinasi penanganan kasus korupsi. Asep Guntur ungkap beberapa perkara masih tahap awal penyelidikan.

Jakarta – Deputi Penindakan dan Eksekusi Asep Guntur Rahayu bersama Direktur Penyelidikan Tessa Mahardhika Sugiarto mendatangi Mabes Polri untuk membahas penanganan sejumlah kasus dugaan tindak pidana korupsi.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Komisi Pemberantasan Korupsi dan Polri dalam menangani perkara korupsi yang tengah berjalan.

“Ada beberapa perkara yang sedang kami komunikasikan,” ujar Asep saat ditemui di Mabes Polri, Jakarta, Kamis.

Namun demikian, Asep belum dapat mengungkap detail perkara yang dibahas. Ia menegaskan bahwa seluruh kasus masih berada pada tahap awal penyelidikan.

“Karena ini masih tahap awal, maka belum bisa kami sampaikan sekarang ya,” katanya.

Koordinasi Lintas Lembaga Jadi Kunci

Asep menjelaskan, pembahasan dilakukan bersama Kepala Kortastipidkor Polri, Totok Suharyanto, beserta jajaran. Pertemuan ini memang telah diagendakan sebelumnya sebagai bagian dari koordinasi rutin antar lembaga.

“Kami memang diagendakan untuk bertemu dengan Pak Kakortas dan timnya. Itu tentunya koordinasi terkait penanganan perkara,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan kasus korupsi tidak bisa dilakukan oleh satu institusi saja. Kolaborasi antara KPK, Polri, dan Kejaksaan menjadi elemen penting dalam mempercepat proses hukum sekaligus memperkuat efektivitas penindakan.

“Tentunya kami, baik KPK, Polri, maupun Kejaksaan serta didukung stakeholder lain itu bersama-sama untuk menangani tindak pidana korupsi,” jelasnya.

Polri Tegaskan Komitmen Sinergi

Dalam kesempatan terpisah, Totok Suharyanto membenarkan adanya pertemuan tersebut. Ia menegaskan bahwa komunikasi yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dalam penanganan perkara korupsi.

“Dalam rangka meningkatkan koordinasi dan sinergi antara Kortastipidkor dengan KPK terhadap beberapa penanganan perkara,” ujar Totok.

Dari sudut pandang penegakan hukum, koordinasi antara KPK dan Polri merupakan langkah strategis untuk menghindari tumpang tindih penanganan kasus. Praktik ini juga memperkuat transparansi serta akuntabilitas dalam proses hukum.

Kolaborasi lintas lembaga menjadi indikator penting dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia. Dengan komunikasi yang intensif, potensi konflik kewenangan dapat diminimalisir, sementara efektivitas penindakan bisa ditingkatkan.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Apa tujuan pertemuan KPK dan Polri?
Untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi dalam menangani kasus dugaan korupsi.

2. Apakah kasus yang dibahas sudah diumumkan?
Belum, karena masih dalam tahap awal penyelidikan.

3. Siapa saja yang terlibat dalam pertemuan ini?
Pejabat KPK seperti Asep Guntur Rahayu dan Tessa Mahardhika, serta pejabat Polri seperti Totok Suharyanto.

4. Mengapa koordinasi lintas lembaga penting?
Agar penanganan kasus lebih efektif, transparan, dan tidak tumpang tindih.

5. Apakah Kejaksaan juga terlibat?
Ya, dalam konteks penegakan hukum, Kejaksaan menjadi bagian dari sinergi pemberantasan korupsi.