Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label BUDIDAYA IKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUDIDAYA IKAN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 April 2026

Perikanan Indonesia: Potensi Besar, Tantangan Nyata, dan Arah Industri Biru

Perikanan Indonesia memiliki potensi besar namun menghadapi tantangan serius. Simak potensi, tantangan, dan arah pengembangan industri perikanan Indonesia. (ilustrasi)
Perikanan Indonesia memiliki potensi besar namun menghadapi tantangan serius. Simak potensi, tantangan, dan arah pengembangan industri perikanan Indonesia. (ilustrasi)

BorneoTribun, Ekonomi - Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia menyimpan salah satu kekuatan ekonomi paling strategis di sektor kelautan dan perikanan. Dengan lebih dari 17.000 pulau serta sekitar 65% wilayah berupa lautan, sektor ini bukan hanya sumber pangan, tetapi juga penopang ekonomi jutaan masyarakat pesisir.

Namun di balik besarnya potensi tersebut, industri perikanan nasional masih menghadapi tantangan serius yang menentukan masa depan pengelolaannya.

Gambaran Sektor Perikanan Nasional

Secara umum, perikanan Indonesia terbagi menjadi dua sektor utama:

  • Perikanan tangkap laut, yang mencakup aktivitas di perairan pesisir hingga Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)

  • Perikanan budidaya, seperti tambak, kolam air tawar, dan keramba jaring apung

Komoditas unggulan Indonesia meliputi tuna, cakalang, tongkol, udang, bandeng, lele, nila, serta rumput laut yang menjadi salah satu andalan ekspor.

Indonesia juga berada di kawasan Coral Triangle, pusat keanekaragaman hayati laut dunia, yang membuat potensi sumber daya ikan sangat tinggi.

Potensi Besar Laut Dan Perairan Darat

1. Kekayaan Ekosistem Laut Dunia

Wilayah laut Indonesia menjadi rumah bagi ribuan spesies ikan dan biota laut, didukung ekosistem terumbu karang dan mangrove yang luas.

2. Budidaya Air Tawar Yang Tumbuh Pesat

Permintaan ikan konsumsi domestik mendorong pertumbuhan budidaya di sungai, danau, hingga tambak modern.

3. Sumber Devisa Non-Migas

Produk seperti udang, tuna, dan rumput laut menjadi komoditas ekspor unggulan yang memperkuat neraca perdagangan.

4. Ketahanan Pangan Nasional

Ikan menjadi sumber protein utama masyarakat Indonesia, menjadikan sektor ini vital dalam menjaga ketahanan pangan.

Peran Strategis Dalam Ekonomi Nasional

Sektor perikanan berkontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia melalui:

  • Penyerapan tenaga kerja di sektor nelayan, pengolahan, hingga distribusi

  • Penggerak ekonomi wilayah pesisir dan kepulauan

  • Kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)

  • Penguatan industri hilir seperti cold storage dan logistik perikanan

Di banyak daerah pesisir, perikanan bahkan menjadi tulang punggung ekonomi lokal.

Tantangan Serius Industri Perikanan

Meski potensinya besar, sektor ini menghadapi sejumlah hambatan utama:

1. Overfishing

Tekanan penangkapan berlebih di beberapa wilayah mengancam keberlanjutan stok ikan.

2. Illegal Fishing

Aktivitas penangkapan ikan ilegal masih merugikan negara dan merusak ekosistem laut.

3. Infrastruktur Terbatas

Fasilitas pelabuhan, penyimpanan dingin, dan distribusi masih belum merata.

4. Dampak Perubahan Iklim

Perubahan suhu laut memengaruhi pola migrasi ikan dan produktivitas tangkapan.

5. Kesejahteraan Nelayan

Sebagian besar nelayan masih menghadapi keterbatasan modal, teknologi, dan perlindungan sosial.

Arah Pengembangan Industri Perikanan

Transformasi sektor perikanan Indonesia kini diarahkan menuju model berkelanjutan dan berbasis teknologi.

1. Pengelolaan Berkelanjutan

Menjaga keseimbangan ekosistem agar sumber daya laut tidak habis dieksploitasi.

2. Digitalisasi Dan Teknologi

Pemanfaatan GPS, sistem cuaca digital, dan pemantauan kapal meningkatkan efisiensi penangkapan.

3. Penguatan Budidaya

Budidaya ikan diproyeksikan menjadi tulang punggung produksi masa depan.

4. Hilirisasi Produk Perikanan

Pengolahan modern meningkatkan nilai tambah dibandingkan hanya menjual bahan mentah.

5. Pemberdayaan Nelayan

Akses pembiayaan, pelatihan, dan jaminan sosial menjadi fokus peningkatan kesejahteraan.

6. Ekonomi Biru

Konsep ini menekankan pemanfaatan laut secara berkelanjutan untuk pertumbuhan jangka panjang.

Perikanan Indonesia bukan sekadar sektor ekonomi, tetapi bagian dari identitas bangsa maritim. Dengan pengelolaan yang tepat, sektor ini berpotensi menjadi motor utama ekonomi nasional sekaligus kekuatan penting dalam ekonomi kelautan dunia.

Masa depan industri ini sangat bergantung pada keseimbangan antara eksploitasi dan pelestarian.

FAQ

1. Apa potensi terbesar perikanan Indonesia?

Potensi terbesar berasal dari wilayah laut yang luas, terutama karena Indonesia berada di Coral Triangle yang kaya keanekaragaman hayati.

2. Apa tantangan utama sektor perikanan?

Tantangan utama meliputi overfishing, illegal fishing, perubahan iklim, serta keterbatasan infrastruktur.

3. Apa komoditas ekspor utama perikanan Indonesia?

Udang, tuna, cakalang, dan rumput laut merupakan komoditas ekspor utama.

4. Apa itu ekonomi biru?

Ekonomi biru adalah konsep pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

5. Bagaimana masa depan perikanan Indonesia?

Masa depan perikanan Indonesia mengarah pada digitalisasi, budidaya modern, dan hilirisasi industri.

Minggu, 19 April 2026

Pertamina Salurkan Bantuan Budidaya Ikan Untuk BPK Di Banjarbaru

Pertamina Patra Niaga memperkuat ekonomi warga melalui Program Sigana Cekatan dengan bantuan budidaya ikan gurame bagi BPK di Banjarbaru.
Pertamina Patra Niaga memperkuat ekonomi warga melalui Program Sigana Cekatan dengan bantuan budidaya ikan gurame bagi BPK di Banjarbaru.

BANJARMASIN - Upaya memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan bencana terus dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan.

Melalui Program Sigana Cekatan, perusahaan menyalurkan bantuan sarana budidaya perikanan kepada Kelompok Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Barokah Syamsudin Noor (BSN).

Program ini dijalankan oleh Aviation Fuel Terminal Syamsudin Noor sebagai bagian dari upaya terintegrasi antara pemberdayaan ekonomi masyarakat dan peningkatan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang masih menjadi isu nasional di wilayah Kalimantan.

Dorong Kemandirian Ekonomi Anggota BPK

Area Manager Communication, Relations & CSR Kalimantan, Edi Mangun, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat peran masyarakat sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana.

“Melalui Program Sigana Cekatan, kami tidak hanya mendorong kesiapsiagaan terhadap bencana, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat,” ujar Edi saat dikonfirmasi di Banjarmasin, Sabtu.

Bantuan yang disalurkan berupa 15 sak pakan ikan gurame serta bibit gurame unggul. Seluruh bantuan diberikan langsung di lokasi budidaya milik kelompok BPK BSN di Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru.

Melalui dukungan tersebut, anggota BPK didorong untuk mengembangkan usaha budidaya ikan sebagai sumber pendapatan alternatif yang berkelanjutan.

Langkah ini dinilai penting agar para anggota tidak hanya bergantung pada aktivitas utama mereka dalam penanggulangan kebakaran.

Kesiapan Personel Didukung Penghasilan Tambahan

Edi menambahkan bahwa penguatan ekonomi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kesiapan personel di lapangan.

Menurutnya, anggota BPK yang memiliki sumber penghasilan tambahan akan lebih fokus dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

“Harapannya, para anggota BPK dapat lebih fokus dan optimal dalam menjalankan tugas kemanusiaan mereka, karena didukung oleh sumber penghasilan tambahan yang berkelanjutan,” katanya.

Selain bantuan sarana budidaya, program ini juga dilengkapi dengan pendampingan dan monitoring berkala guna memastikan bantuan dimanfaatkan secara efektif.

Pendekatan tersebut bertujuan agar program mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kelompok penerima manfaat.

Respons terhadap Tantangan Karhutla Nasional

Pendekatan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas dinilai relevan dengan tantangan nasional dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan.

Kesiapan sumber daya manusia di tingkat komunitas menjadi kunci penting dalam mitigasi bencana.

Edi menegaskan bahwa pihaknya akan terus menghadirkan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang berkelanjutan.

“Pertamina akan hadir melalui program-program TJSL yang tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui Program Sigana Cekatan, Pertamina Patra Niaga AFT Syamsudin Noor berupaya menciptakan masyarakat yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.

Program ini juga menjadi contoh sinergi antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam menghadapi risiko bencana di wilayah rawan karhutla.

FAQ

Apa itu Program Sigana Cekatan?

Program Sigana Cekatan adalah inisiatif tanggung jawab sosial dari Pertamina Patra Niaga untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat melalui kegiatan produktif.

Bantuan apa saja yang diberikan dalam program ini?

Bantuan berupa 15 sak pakan ikan gurame dan bibit gurame unggul untuk mendukung usaha budidaya ikan oleh anggota BPK.

Siapa penerima bantuan program ini?

Penerima bantuan adalah Kelompok Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Barokah Syamsudin Noor di Banjarbaru.

Apa tujuan utama program ini?

Tujuannya adalah meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

Mengapa budidaya ikan dipilih sebagai program pemberdayaan?

Budidaya ikan dinilai memiliki potensi ekonomi berkelanjutan dan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi anggota kelompok.

Senin, 13 April 2026

Perjuangan 24 Tahun Muhmajadi, Dari Gagal Panen Hingga Kuasai Pasar IKN

Muhmajadi bangkit dari wabah KHP dan sukses mengembangkan ikan nila di Loa Kulu. Kini produksi tembus 10 ton per bulan dan siap menopang kebutuhan pangan IKN.
Muhmajadi bangkit dari wabah KHP dan sukses mengembangkan ikan nila di Loa Kulu. Kini produksi tembus 10 ton per bulan dan siap menopang kebutuhan pangan IKN.

Kutai Kartanegara - Pijakan kaki terasa bergoyang pelan mengikuti irama arus Sungai Mahakam saat melangkah meniti susunan ulin yang membingkai puluhan petak keramba jaring apung di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Suasana di atas keramba terasa hidup. Dari bawah permukaan air, suara kecipak riuh terdengar bersahutan saat ribuan ikan nila menyambar pakan yang ditebar. Di sinilah Muhmajadi berdiri, seorang pembudidaya ikan yang sudah menekuni usaha ini selama 24 tahun.

"Nila-nila ini telah mengangkat ekonomi keluarga kami, meskipun perjalanan untuk mencapai posisi saat ini tidak mudah," ujar Muhmajadi sambil tersenyum.

Luka Lama Wabah KHP yang Tak Terlupakan

Tahun 2005 menjadi masa paling berat bagi para pembudidaya ikan di Loa Kulu. Saat itu, wabah Koi Herpes Virus (KHP) menyapu habis budidaya ikan mas di sepanjang Sungai Mahakam.

Bangkai ikan mengambang di permukaan sungai. Modal, tenaga, dan harapan para pembudidaya seakan hilang dalam hitungan minggu.

Muhmajadi yang mulai membudidayakan ikan mas sejak 2002 ikut merasakan dampak besar. Usahanya nyaris runtuh, dan banyak rekan sesama pembudidaya harus gulung tikar.

Namun, menyerah bukan pilihan baginya.

Ia bersama anggota Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Gawi Baimbai Sejahtera memutuskan untuk mengubah strategi. Komoditas utama digeser dari ikan mas ke ikan nila yang dikenal lebih tahan terhadap penyakit.

Keputusan itu terbukti menjadi titik balik.

Panen Nila Hingga Satu Ton Setiap Bulan

Kini, dari 36 petak keramba jaring apung miliknya yang dialiri arus Sungai Mahakam, Muhmajadi mampu memanen hingga satu ton ikan nila setiap bulan.

Dalam satu kelompok pembudidaya saja, produksi nila bahkan bisa mencapai lebih dari 10 ton per bulan.

Kampung Perikanan Budidaya Loa Kulu saat ini memiliki sekitar 40 kelompok pembudidaya ikan yang terbagi dalam berbagai spesialisasi, mulai dari pembibitan hingga penggemukan ikan.

Tak heran jika ikan nila dari wilayah ini menjadi salah satu komoditas unggulan untuk memenuhi kebutuhan pasar di Kalimantan Timur.

Belajar Budidaya Modern Hingga Ke Kampus

Keseriusan meningkatkan kualitas budidaya membuat pemerintah daerah mengirim Muhmajadi bersama delapan pembudidaya lainnya untuk mengikuti pendidikan intensif di Sekolah Perikanan Rakyat (SPR) Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 2025.

Selama tujuh bulan, mereka mendapatkan pembelajaran menyeluruh mulai dari teknik budidaya modern, penanganan penyakit secara ilmiah, hingga manajemen bisnis berbasis kelompok.

Pengalaman tersebut menjadi lompatan besar, terutama bagi pembudidaya tradisional yang sebelumnya hanya mengandalkan pengalaman lapangan.

Kini, ilmu yang didapat tidak hanya diterapkan pada keramba miliknya, tetapi juga dibagikan kepada kelompok pembudidaya lain di wilayah sekitar.

Dampingi BUMDes Hingga Panen Perdana

Sebagai kelompok percontohan, Pokdakan Gawi Baimbai Sejahtera aktif memberikan pendampingan kepada masyarakat lain.

Salah satu hasil nyata terlihat pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sungai Payang yang berhasil melakukan panen perdana ikan patin setelah mendapat pendampingan teknis dan manajerial selama enam bulan.

Dalam praktik budidaya sehari-hari, Muhmajadi juga menerapkan prinsip Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB). Ia memilih menggunakan ramuan herbal sebagai alternatif obat kimia untuk menjaga kesehatan ikan dan kelestarian lingkungan.

Langkah ini dinilai lebih ramah ekosistem dalam jangka panjang.

IKN Jadi Peluang Pasar Baru

Perpindahan pusat pemerintahan ke Ibu Kota Nusantara (IKN) membawa peluang baru bagi para pembudidaya ikan di Loa Kulu.

Masuknya ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pendatang membuka pasar baru yang sangat potensial.

Muhmajadi dan jaringan pembudidaya lainnya mulai memanfaatkan peluang tersebut dengan rutin memasok sekitar satu ton ikan nila setiap bulan ke sejumlah kolam pancing di wilayah Sepaku.

Ke depan, kebutuhan pasar di kawasan IKN diperkirakan mencapai sekitar 12 ton ikan per bulan.

Para pembudidaya kini menunggu terbentuknya kerja sama resmi dengan pihak Otorita IKN untuk memperluas distribusi.

Loa Kulu Jadi Benteng Ketahanan Pangan

Apa yang terjadi di sepanjang Sungai Mahakam bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga tentang ketahanan pangan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur, Irhan Hukmaidy, menilai pengembangan Kampung Budidaya Ikan Nila di Loa Kulu memiliki peran strategis dalam mencukupi kebutuhan protein hewani di wilayah Kalimantan Timur.

Data menunjukkan Kabupaten Kutai Kartanegara menguasai sekitar 79 persen dari total produksi perikanan budidaya di Kalimantan Timur, dengan produksi mencapai 126.139 ton per tahun.

Kecamatan Loa Kulu sendiri menyumbang sekitar 10.229 ton per tahun.

Keberhasilan ini bahkan diakui secara nasional. Melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 111 Tahun 2023, Loa Kulu resmi ditetapkan sebagai Kampung Perikanan Budidaya Komoditi Nila.

Saat ini terdapat sekitar 11.582 kotak keramba di sepanjang aliran Sungai Mahakam yang menjadi sumber utama produksi ikan nila.

Selain keramba, pemerintah juga mengembangkan lahan budidaya kolam air tenang seluas 244,70 hektare untuk mendukung peningkatan produksi.

Tantangan Pakan dan Perubahan Iklim

Meski menunjukkan perkembangan positif, sektor budidaya ikan tetap menghadapi sejumlah tantangan.

Salah satu yang paling dirasakan pembudidaya adalah kenaikan harga pakan komersial yang terus meningkat dan menggerus keuntungan.

Selain itu, perubahan iklim juga menjadi ancaman serius. Kemarau panjang maupun banjir musiman kerap memengaruhi kualitas air dan memicu kematian ikan dalam jumlah besar.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mulai mendorong penggunaan teknologi tepat guna, termasuk sistem pemantauan kualitas air dan peningkatan standar budidaya.

Pendampingan juga terus dilakukan agar seluruh unit usaha di Loa Kulu dapat mengantongi sertifikat CBIB.

Langkah ini penting agar produk ikan nila dari Loa Kulu memiliki daya saing tinggi di pasar nasional.

Harapan Baru Bagi Ribuan Keluarga

Lebih dari sekadar angka produksi, sektor perikanan budidaya di Loa Kulu menjadi sumber penghidupan bagi lebih dari 1.000 rumah tangga.

Keramba-keramba di sepanjang Sungai Mahakam bukan hanya tempat membesarkan ikan, tetapi juga simbol ketekunan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

Bagi Muhmajadi, merawat ikan di Sungai Mahakam bukan sekadar profesi.

Ini adalah upaya menjaga masa depan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi generasi berikutnya, terutama di tengah tumbuhnya kawasan Ibu Kota Nusantara.

FAQ

1. Di mana lokasi Kampung Perikanan Nila Loa Kulu?
Terletak di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

2. Berapa produksi ikan nila di Loa Kulu?
Satu kelompok pembudidaya dapat menghasilkan lebih dari 10 ton ikan nila per bulan.

3. Apa tantangan utama pembudidaya ikan di Loa Kulu?
Kenaikan harga pakan dan perubahan iklim yang mempengaruhi kualitas air.

4. Mengapa ikan nila dipilih sebagai komoditas utama?
Karena ikan nila memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap penyakit dibanding ikan mas.

5. Apa peluang pasar terbesar bagi ikan nila Loa Kulu?
Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang diperkirakan membutuhkan sekitar 12 ton ikan per bulan.

Kamis, 02 April 2026

Gubernur Kalbar Ria Norsan Dorong Ekspor Arwana Tembus Pasar Global

Ria Norsan dorong ekspor arwana Kalbar sebagai ikon ekonomi kreatif. Pemprov fokus penyederhanaan regulasi dan perluasan pasar global. (Gambar ilustrasi)
Ria Norsan dorong ekspor arwana Kalbar sebagai ikon ekonomi kreatif. Pemprov fokus penyederhanaan regulasi dan perluasan pasar global. (Gambar ilustrasi)

PONTIANAK - Gubernur Ria Norsan menegaskan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam mengembangkan ikan arwana atau siluk sebagai ikon ekonomi kreatif sekaligus komoditas ekspor unggulan.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima jajaran Asosiasi Penangkar dan Pedagang Siluk di Pontianak, Kamis.

“Ikan siluk atau arwana Kalbar memiliki kualitas terbaik di dunia. Pemerintah harus hadir memastikan para penangkar tidak terhambat oleh birokrasi yang berbelit. Kita ingin ekspor siluk Kalbar dapat melaju lebih cepat ke mancanegara,” tegas Norsan.

Arwana Bukan Sekadar Hobi, Tapi Investasi Bernilai Tinggi

Ria Norsan dorong ekspor arwana Kalbar sebagai ikon ekonomi kreatif. Pemprov fokus penyederhanaan regulasi dan perluasan pasar global. (Gambar ilustrasi)
Ria Norsan dorong ekspor arwana Kalbar sebagai ikon ekonomi kreatif. Pemprov fokus penyederhanaan regulasi dan perluasan pasar global. (Gambar ilustrasi)

Menurut Norsan, arwana tidak lagi sekadar ikan hias, melainkan telah berkembang menjadi sektor investasi bernilai tinggi. Industri ini dinilai mampu menyerap tenaga kerja serta memperkuat identitas daerah di pasar internasional.

Dengan potensi tersebut, pemerintah daerah memandang penting untuk menghadirkan ekosistem usaha yang kondusif, mulai dari budidaya hingga distribusi ekspor.

Fokus Pembenahan Regulasi dan Perizinan

Salah satu tantangan utama yang disoroti adalah persoalan regulasi, khususnya dalam proses sertifikasi dan perizinan pengangkutan arwana.

Pemprov Kalbar berencana berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyederhanakan proses administrasi agar lebih cepat, transparan, dan efisien.

Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan daya saing produk arwana Kalbar di pasar global yang semakin kompetitif.

Perluas Pasar Hingga Asia Timur dan Eropa

Tak hanya dari sisi regulasi, pemerintah juga berkomitmen memperkuat promosi melalui berbagai ajang internasional seperti pameran dagang dan festival budaya.

Target pasar pun diperluas ke kawasan strategis seperti Asia Timur dan Eropa, yang dikenal memiliki permintaan tinggi terhadap ikan arwana berkualitas premium.

Dorong Riset untuk Jaga Kualitas Genetik

Selain promosi dan regulasi, aspek riset juga menjadi perhatian serius. Norsan mendorong kolaborasi penelitian guna menjaga kemurnian genetik arwana lokal.

“Kita memberikan perhatian khusus kepada pelaku usaha ikan siluk, termasuk mendorong riset dan penguatan kualitas agar arwana Kalbar tetap menjadi primadona dunia,” ujarnya.

Pelaku Usaha Sambut Positif Dukungan Pemerintah

Ria Norsan dorong ekspor arwana Kalbar sebagai ikon ekonomi kreatif. Pemprov fokus penyederhanaan regulasi dan perluasan pasar global. (Gambar ilustrasi)
Ria Norsan dorong ekspor arwana Kalbar sebagai ikon ekonomi kreatif. Pemprov fokus penyederhanaan regulasi dan perluasan pasar global. (Gambar ilustrasi)

Ketua APPS, Erik Hikmatul Basyir, menyambut baik dukungan yang diberikan pemerintah daerah.

Menurutnya, perhatian langsung dari gubernur menjadi angin segar bagi pelaku usaha yang selama ini bergerak secara mandiri.

“Dengan dukungan ini, kami optimistis ekonomi kerakyatan berbasis budidaya ikan hias akan naik kelas,” ungkapnya.

Kontes Arowana 2026 Siap Angkat Citra Kalbar

Dalam pertemuan tersebut, APPS juga memaparkan rencana penyelenggaraan APPS Arowana Kontes 2026 yang akan memperebutkan Piala Grand Champion Gubernur Kalbar.

Ajang ini diharapkan menjadi magnet baru yang mampu memperkuat citra Kalbar sebagai pusat arwana dunia, sekaligus menarik perhatian pelaku industri dari dalam dan luar negeri.

FAQ

1. Apa itu ikan siluk atau arwana?
Ikan siluk adalah sebutan lokal untuk arwana, ikan hias bernilai tinggi yang banyak dibudidayakan di Kalimantan Barat.

2. Mengapa arwana Kalbar terkenal?
Karena kualitas genetiknya unggul, warna yang eksotis, serta standar budidaya yang diakui pasar internasional.

3. Apa kendala ekspor arwana dari Kalbar?
Kendala utama ada pada regulasi, seperti sertifikasi dan perizinan pengangkutan yang masih perlu disederhanakan.

4. Ke mana saja tujuan ekspor arwana Kalbar?
Pasar utama meliputi Asia Timur dan mulai diperluas ke kawasan Eropa.

5. Apa dampak ekonomi dari budidaya arwana?
Mampu menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ekonomi kreatif daerah.

Jumat, 25 September 2020

Tips Cara Memilih Ikan Koi yang Bagus dan Berkualitas Baik

Tips Cara Memilih Ikan Koi yang Bagus dan Berkualitas Baik
Tips Cara Memilih Ikan Koi yang Bagus dan Berkualitas Baik

 

KARAWANGPORTAL - Cara memilih ikan koi yang berkualitas baik, perlu kecermatan serta ketelitian dari pembeli. Pasalnya, jika keliru, Anda bisa saja membeli ikan koi kualitas buruk dengan harga yang sangat mahal. 

Cara memilih ikan koi yang berkualitas bagus memang sedikit berbeda seperti memilih ikan hias pada umumnya. 

Namun, bagi yang telah memahami dengan baik ciri-ciri koi yang bagus, maka dia sudah mempunyai tolak ukur keberhasilan saat membudidayakan ikan koi. Perlu diketahui, ada berbagai macam koi yang saat ini sangat populer dan bergengsi, diantaranya terdapat 3 jenis yang biasa disebut Gosanke (tiga besar). Ketiga jenis itu adalah Kohaku, Showa (Showa Sanshoku) dan Sanke (Taisho Sanke). 

Ketiga jenis koi tersebut pada umumnya merupakan koi dengan kualitas terbaik (koi import) dan memiliki kisaran harga yang bisa sangat mahal. 

Untuk itu, bagi Anda yang baru mencoba untuk memelihara koi tersebut, beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut: 

First Impression 

Pertama, hal yang perlu diperhatikan yaitu first impression yang artinya kesan pertama ketika baru saja melihat koi tersebut. 

Hal ini dilakukan untuk mengetahui gambaran umum dari koi. Kesan apa yang muncul ketika baru pertama kali menjumpainya, apakah koi langsung terlihat bagus atau biasa saja. 

Jika ikan koi tersebut membuat Anda kepincut pada pandangan pertama, selanjutnya dapat melakukan pengamatan yang lebih spesifik lagi. Faktor first impression ini juga sering digunakan untuk beberapa kontes ikan hias sebagai bagian dari penilaian panitia atau juri tertentu.  

Body Koi 

Ikan koi yang bagus tentunya harus memiliki body yang proporsional, yang artinya tidak kurus dan tidak terlalu gemuk. Koi yang paling bagus memiliki bentuk anatomi yang mirip “torpedo”, di mana tampak gemuk di bagian tengah, dan mengecil pada bagian kepala dan ekornya. Bentuk tersebut harus dilihat dari atas, bukan dari samping. 

 Koi adalah ikan hias yang sangat cocok untuk dipelihara di kolam, karena keindahan ikan ini bisa dilihat dari atas (bagian punggung). Di pasaran biasa, koi yang dijumpai umumnya bertubuh gempal namun memiliki perut yang buncit. Beda halnya jika Anda membeli ikan-ikan yang langsung diimport dari Jepang, biasanya perut ikan koi tersebut tak akan buncit.  

Warna yang Baik 

Warna merupakan salah satu daya tarik ikan koi, tapi ciri ini bergantung pada jenis koi. Kualitas koi yang baik memiliki warna cerah sesuai dengan jenisnya. 

Contohnya sperti kohaku, ikan ini dikatakan bagus jika memiliki warna merah terang dan putih bersih tak kekuningan. Kemudian Showa, ikan ini memiliki warna dasar hitam pekat dengan merah kontras dan putih yang bersih. 

Selain itu, komposisi kedua warna itu merata pada tubuh. Sedangkan Sanke, ikan ini memiliki warna dasar putih salju dengan corak merah yang tampak mencolok dan hitam pekat. Komposisi warna pada ikan ini juga merata. 

Oleh karena itu, sebaiknya perlu mengetahui terlebih dulu jenis koi yang diinginkan sebelum membeli ikan tersebut, sehingga Anda juga mengetahui seperti apa warna terbaik untuk masing-masing jenis.  

Garis Warna 

Garis warna adalah batas antara warna corak pada ikan koi. Koi dikatakan baik jika memiliki garis pembatas yang jelas, tidak mengalami gradasi warna. 

Misalnya, perbedaan batas antara warna merah dan putih, disitu tidak terdapat gradasi, sehingga perbedaannya lebih tajam. 

Sisik Ikan 

Untuk ikan hias jenis apapun, sisik yang dimiliki harus dalam keadaan masih utuh dan tidak terdapat bintik-bintik warna. Hal ini juga diperhatikan saat memilih ikan koi yang bagus. Sisik ikan yang dalam keadaan rusak kemungkinan disebabkan karena tergores benda tajam atau telah mengalami penanganan yang salah ketika handling ikan.  

Sirip 

Sirip juga adalah bagian yang penting untuk diperhatikan. Beberapa penyakit tertentu pada ikan dapat menyebabkan sirip jadi grepes. 

Namun, hal tersebut belum bisa dipastikan jadi penyebab, karena bisa saja karena tergores, atau digigiti oleh ikan lainnya. Sirip ikan yang terkena gigitan biasanya dapat kembali tumbuh dalam beberapa waktu. 

Namun, jika cacat tersebut terlihat pada sirip ikan koi di toko, urungkan niat untuk membelinya. Karena tujuan Anda adalah membeli ikan yang bagus, bukan ikan yang cacat.  

Gerakan Gesit 

Cara lain untuk memilih ikan koi bisa dilakukan dengan melihat secara sekilas bagaimana cara ikan tersebut berenang. Ikan koi yang bagus biasanya gesit, aktif dan berenang secara berkelompok. Namun, jika ikan yang ditemukan dalam keadaan pasif dan menyendiri dipojokkan (tidak berkelompok), kemungkinan ikan koi tersebut sedang sakit.  

Doyan Makan 

Salah satu indikator ikan sehat yaitu masih doyan untuk makan. Sebaliknya, jika ikan terlihat kurang nafsu makan, ada kemungkinan ikan sedang mengalami gangguan, baik itu karena kesehatannya atau mentalnya. 

Untuk itu, sebaiknya memilih koi yang nafsu makannya masih baik, di mana saat pellet ditebar, ikan akan langsung merespon karena mencium bau amisnya. Ikan yang masih doyan makan akan mendapat asupan gizi yang cukup, sehingga resiko sakit berkurang dan pertumbuhannya berjalan maksimal.  

Sesuaikan Dengan Budget 

Ikan yang harganya mahal tentunya harus memiliki kualitas yang lebih baik secara keseluruhan. Namun, hal ini tidak perlu dipaksakan karena lebih baik menyesuaikan dengan budget yang dimiliki. 

Bagi yang memiliki budget lebih, Anda bisa membeli ikan koi dengan kualitas terbaik atau import Jepang dari farm ternama, seperti Sakai, Maruyama, Niigata dan lainnya.

Untuk membelinya, Anda dapat membelinya di dealer-dealer khusus ikan import di Indonesia. Hal penting yang perlu dipastikan, ikan tersebut memiliki sertifikat keaslian ikan. 

Ikan dari breeder-breeder yang tersebut biasanya akan mengeluarkan sertifikat otentik pada setiap ikan yang telah mereka jual. 

Harga ikan kualitas import ini cukup bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta Rupiah, tergantung dari ukuran dan grade ikan. 

Jika budget yang dimiliki tidak terlalu besar, Anda masih bisa mendapat ikan dengan kualitas bagus dengan membelinya dari breeder lokal. Ikan koi dari breeder lokal juga punya kualitas yang tak kalah baik, meski tak sebaik dengan kualitas impor. 

Blitar dan Sukabumi merupakan daerah yang direkomendasikan untuk membeli ikan koi. Koi lokalan di Blitar dikenal memiliki kualitas yang sangat baik dengan harga yang relatif lebih murah. Harganya berkisar antara puluhan ribu hingga jutaan, bergantung dari ukuran dan keindahan ikan koi.

Nah itulah tips dan cara memilih ikan koi yang bagus dan berkualitas baik  selain itu juga dapat di perhatikan bagian kesehatan koi yang meliputi diantaranya : penyakit ikan koi,penyakit ikan koi dan gambarnya,penyakit koi,penyakit pada ikan koi,penyakit ikan koi aeromonas,penyakit ikan koi dan pengobatannya,penyakit koi aeromonas,penyakit koi dan obatnya,cara memelihara ikan koi,cara memelihara ikan koi di aquarium,memelihara ikan koi,cara memelihara ikan koi supaya cepat besar,cara memelihara ikan koi di kolam,
cara memelihara ikan koi di kolam kecil,memelihara ikan koi dengan air pdam,memelihara ikan koi di aquarium,cara memelihara ikan koi agar tidak mati,[mediatani]